
Sampai hari ini semuanya masih saja sama dan tidak ada yang berubah. Aku dengan sifat pengecutku masih saja bermain dengan Farhan dibelakang Fauzi. Malam setelah aku bercerita panjang lebar dengan Fauzi aku berniat mengakhiri hubunganku dengan Farhan, mendengar mimpi-mimpi Fauzi dan tau sebesar apa dia mencintaiku membuatku merasa benar-benar harus mengakhiri hubunganku dengan Farhan sebelum Fauzi mengetahuinya.
Tapi itu semua tidak terjadi sampai sekarang.
Sudah sekitar Lima bulan dari semenjak aku berniat untuk mengakhiri hubunganku dengan Farhan, tapi itu semua hanya wacanaku saja sampai hari ini, Wacana yang tidak berakhir menjadi Fakta. Beberapa kali aku mencoba untuk menyampaikan niat putus dengan Farhan tapi selalu saja tidak bisa, Farhan seolah mengantisipasi percakapanku. Farhan selalu mengalihkan pembicaraanku tiap kali pembahasanku mulai mengarah kehubunganku dengannya selalu seperti itu sampai akhirnya tidak ada kata putus yang terlontar dariku sampai hari ini.
Lima bulan terkahir ini aku lebih banyak menghabiskan waktuku bersama Farhan dibandingkan Fauzi karena Fauzi yang sangat sibuk belajar untuk mempersiapkan diri untuk mendaftar di Universitas yang ingin dia tuju. Meskipun Fauzi sangat sibuk tapi dia tidak pernah lupa memberiku kabar dan selalu menyempatkan waktunya setiap malam unutk sekedar menemaniku sampai tertidur, hanya saja terkadang aku juga berbohong disaat saat seperti itu. Berbeda dengan Farhan yang memiliki lebih banyak buatku, sesekali aku keluar dengan Farhan tanpa sepengetahuan Fauzi, sesekali juga aku meminta izin langsung pada Fauzi untuk keluar dengan Farhan agar dia tidak curiga. Ya Fauzi selalu merasa lebih tenang ketika aku keluar bersama Farhan karena pikirnya akan ada yang menjagaku, hanya saja kepercayaan Fauzi yang besar itu seperti sebuah keberuntugan sendiri buatku dan Farhan. Ah aku jahat sekali..
Hari ini adalah hari terakhir bagi Fauzi dan Farhan beserta teman-teman seangkatannya menggunakan seragam sekolah, ya dua hari yang lalu pengunguman kelulusan untuk sekolah tingkat menengah atas diumumkan melalui website resmi dinas pendidikan dan hari ini adalah hari pelepasan untuk mereka yang sudah dinyatakan lulus dan menyelesaikan pembelajaran di sekolah tingkat menengah atas.
Kepala sekolah sedang menyampaikan pidatonya, aku melihat dari balik pintu aula Fauzi sedang berdiri dibarisan ketiga dari depan dan barisan ke dua dari samping kiri barisan laki-laki. Ah ini adalah saat-saat terakhir aku bisa melihat kekasihku menggunakan seragam sekolah, tidak lama lagi dia akan menjadi mahasiswa dan pastinya semakin dewasa.
Fauzi terlihat sangat serius mendengar pidato kepala sekolah, mungkin dia ingin meresapi momen-momen terakhirnya sebagai siswa sebelum akhirnya akan menyandang status sebagai Mahasiswa.
Pidato dari kepala sekolah selesai, barisan yang tadinya rapi mulai terhambur. Aku berjalan memasuki aula dan menghampiri Fauzi.
"Ciee... yang sudah melepas status sebagai Siswa.." Godaku
"Haha iya, gak terasa sekarang aku udah lulus.."
"Ajak aku jalan.."
"Hem.. mau kemana?"
"Kemana aja, pokoknya aku gak mau pulang hari ini.." Kataku sambil melingkarkan tanganku di tangan Fauzi.
"Lah, entar aku dikiranya lagi nyulik kamu kalau kamunya gak mau pulang.."
"Maksudku ya sampai sore nanti.."
"Hem.. yaudah ayo.. aku traktir puas makan deh hari ini.." Katanya sambil menarikku keluar dari aula.
Aku terus melingkarkan tanganku dengan manja di lengan Fauzi.
__ADS_1
"Lah, sudah mau pulang.." Tanya Farhan yang entah sejak kapan ada dibelakang Fauzi. Melihat Farhan aku spontan melepas tanganku yang sedari tadi menempel dilengan Fauzi, Fauzi sempat melihatku tiba-tiba melepas tanganku dia melihatku dengan tatapan bingung. Perlahan aku kembali meraih tangan Fauzi dan merangkulnya dengan pelan, aku takut Fauzi berpikiran yang tidak-tidak. Aku juga bingung kenapa aku refleks melepas tangan Fauzi ketika melihat Farhan, apa aku sedang berusaha menjaga perasaan Farhan sekarang?
"Gak, ini mau jalan sama Salwa dulu.." Jawab Fauzi.
"Lah gue gak Lu ajak nih? Gak kasian Lu ngeliat gue udah lulus tapi gak ada yang ngasih ucapan?" Kata Farhan dengan sesekali melirikku.
"Dia ini lagi nyindir aku atau gimana sih.." Pikirku.
"Makanya jangan Jomblo terus Lu, cari pacar sono.." ejek Fauzi bercanda.
"Ya mau gimana cari cewek susah bang, lagian gue sukanya yang kayak Salwa, gimana dong?" Kata Fauzi melirikku.
AKu terkejut mendengar perkataan Farhan, secara tidak sadar mataku jadi terbelalak. Dilihat dari ekspresinya juga Fauzi sempat sedikit terkejut.
"Yaudah Lu jomblo aja terus, gak ada lagi yang kayak Salwa gak ada KWnya.." Jawab Fauzi.
"Jadi iri gue.."
"Yah.. Lu emang harus iri sih.. yaudah gue cabut dulu.." Kata Fauzi menarikku.
Aku semakin terkejut, apa yang dpikirkan Farhan sampai berkata seperti itu.
"Gak.. Ntar Lu beneran suka lagi sama Salwa.. Sono main sama yang lain ntar malam baru gue kerumah Lu kalau mau main sama gue.."
"Ck.. berdua sama Lu doang mana seru bambang.."
"Terus maunya apa? Mau gue panggilin anak-anak sekelas sekalian sama pak RT dikompleks?"
"Lu mau main apa mau hajatan?"
"Ya terserah lah, yaudah Gue duluan cari anak yang lain sono buat Lu ajak makan" Kata Fauzi menarikku keluar.
Kurasakan suasana berbeda dari Fauzi yang bisanya. Dia menarikku keluar dan tidak berkata satu katapun.
__ADS_1
"Kok buru-buru?" Tanyaku. Aku nyaris kesusahan mengikuti langkah kaki Fauzi yang mendadak menjadi lebih cepat sambil menarikku.
"Ah maaf, gak sadar.." Katanya mengganti langkahnya menjadi lebih pelan.
"Kenapa?" Tanyaku
Fauzi menghentikan langkahnya, dia menoleh dan menatapku.
"Aku barusan..." Belum selesai perkataannya Fauzi menarikku kedalam pelukannya. "Aku gak papa.." Katanya sambil mempererat pelukannya.
"O..Ozi, kita lagi disekolah.."
"Biar saja, semua masih sibuk diruang aula.."
"Ta tapi..."
"Diam sebentar.." Fauzi mempererat pelukannya.
Aku terdiam saja, aku merasakan detak jantungnya yang lebih cepat dari biasanya, kubiarkan Fauzi sampai tenang.
"Hem.. Ayo berangkat.." Katanya setelah beberapa saat dan melepas pelukannya dariku sambil tersenyum.
"Kamu kenapa?" Tanyaku. Aku tau ada sesuatu yang dia rasakan yang mengganjal diperasaannya, mungkin perkataan Farhan barusan membuatnya kepikiran.
"Gak papa, aku cuman sempat jadi orang jahat barusan.."
"Maksudnya.."
"Udah jangan dibahas, kamu lapar kan.. ayo makan.." Katanya menarik tanganku.
"Ta.. tapi.."
"Udah ayoo.. habis makan kita main dulu.." Katanya terus menarik tanganku, aku mengikut saja.
__ADS_1
Mood Fauzi yang tadi sempat buruk dengan cepat berubah menjadi baik kembali, tapi aku juga tidak yakin apakah ekspresi yang sedang dia perlihatkan saat ini asli ataukah hanya ekspresi untuk menutupi keadaannya yang sebenarnya. Aku sendiri cukup terkejut tadinya entah apa yang dipikirkan Farhan sampai berkata begitu, jelas sekalu tadi Fauzi sedikit terkejut dan mungkin saja itu masih jadi beban pikiran bagi Fauzi