Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
H-1 (?)


__ADS_3

Mentari hangat ditemani segelas susu dan roti bakar dengan selai nanas menemani sarapanku pagi ini. Rasanya menyenangkan sekali sampai aku tidak bisa berhenti tersenyum dan sesekali bersenandung. Ya ini adalah H-1.


"Putri Ibu ini kenapa? Kok senyam senyum terus.."


"Hem?? Hehe ya gak apa Bu.." Jawabku.


"Masa gak ada apa-apa tapi senyum-senyum sendiri.."


"Ya masa Salwa gak boleh senyum" Jawab sambil terus tersenyum.


"Ada hal membahagiakan apa hem???" Tanya Ibu yang semakin penasaran.


"Hehe gak ada kok Bu, ya Salwa bahagia karena hari ini cerah dan sekarang lagi sarapan ditemani Ibu.."


"Setiap hari juga cerah, Ibu juga hampir setiap hari nemenin kamu sarapan tapi baru sekitar belakangan ini kamu terlihat bahagia sekali dan hari ini sepertinya lebih bahagia lagi dari hari-hari sebelumnya..."


"Hehehe gak apa Bu.. Salwa berangkat dulu.." Kataku sambil menyalami Ibu dan memberi kecupan manis dipipinya.


"Hati-hati Sayangg..."


"Iyaa.." Kataku sambil melambaikan tangan pada Ibu dan berlalu.


Akhir-akhir ini aku memang serasa bahagia sekali, apalagi hari ini dimana hari ini adalah H-1 dari hari ulangtahunku. Aku masih mengingat dengan jelas apa yang dikatakan Fauzi sebulan yang lalu, dan besok adalah hari yang dia maksud.


Sebulan terakhir ini Fauzi tidak terlalu sering menghubungiku seperti biasanya, setelah yang kutahu karena Fauzi sangat sibuk dan dia mengambil pekerjaan ganda. Dia sibuk bekerja di sebuah kantor dan sesekali masih melakukan pemotretan jika ada yang memintanya. Sebenarnya tanpa bekerja sesibuk itupun Fauzi tetap sangat berkecukupan, terakhir yang aku tahu Ayahnya memberinya tanggung jawab untuk mengatur perkebunanannya yang luas itu tapi tetap saja Fauzi mengambil pekerjaan lain disamping mengurus perkebunan itu. Yah aku tahu, dia akan merasa sia-sia pada pendidikannya jika tidak merealisasikan pengetahuannya dalam pekerjaan dan juga hobbynya yang masih dia tekuni sekarang. Hem.. Sangat pekerja keras.


"Selamat pagi Izka, izki.." Sapaku pada kedua anak kembar itu yang sibuk memainkan ponsel masing-masing karena belum ada pasien.


"Pagi kak..." Jawab mereka serempak.


"Kalian cuman berdua? Yang lain mana?" Tanyaku membuka obrolan.


"Sebagian belum datang dan sebagiannya masih sarapan" Jawab Izka tidak mengalihkan perhatiannya dari ponsel genggamnya.

__ADS_1


"Kak Salwa kenapa?" Tanya Izki mendekat.


"Kenapa? Apanya yang kenapa?"


"Kayak bahagia banget, kemarin juga gitu.."


Kentara banget ya??


"Hehehe efek mau gajian.." Jawabku klise.


"Bulan-bulan lalu juga kita gajian, tapi kak Salwa gak seperti ini..." Tanya Izki semakin bingung.


"Apaan sih Ki, bagus dong kalau kak Salwa seneng" Celetuk Izka judes.


"Ya aku kan cuman nanya aja.." Jawab Izki dengan nada mulai kesal.


"Hahaha udah, udah.. Kalian bisa berantem lagi ntar.."


"Ya habis Izkaa nyebelin.."


"Udah.. Bentar lagi juga obatnya datang.."


"Yaudah mumpung waktunya masih senggang istirahat aja dulu.. Tadi kakak lewat depan Rekam medik pasiennya bejibun disana.."


Izki melangkah kembali duduk dan memainkan ponselku.


Aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan ekspresi bahagiaku, rasanya selalu mau tersenyum setiap mengingat perkataan Fauzi dan semakin semeringai ketika ingat besok adalah hari ulangtahunku dimana dia akan menyatakan sesuatu untukku.


Hari ini berjalan seperti hari-hari biasanya, memberikan pelayanan dan sesekali bertemu dengan pasien yang ngajak gelud, nyolot tapi ah sudahlah membahasnya pun akan bikin sakit hati saja.


.


.

__ADS_1


.


Malam tiba, seharian ini aku sibuk bekerja sampai tidak sempat mengecek ponselku.


"Ck jomblo.. Seharian gak megang Hp tapi tetep aja gak ada notif yang masuk.." Keluhku.


Aku sedikit berharap ada pesan dari Fauzi, setidaknya dia memintaku untuk mempersiapkan hatiku atau apapun yang menyangkut tentang apa yang ingin dia sampaikan padaku nantinya, tapi ponselku benar-benar sepi notifikasi termasuk dari Fauzi yang sama sekali tidak ada mengabariku hari ini. "Mungkin dia mau ngasih surprise, bisa saja dia kira aku lupa jadi dia mau ngasih super duper kejutan" Pikirku sambil cengengesan.


"Kira-kira Fauzi ngomongnya kayak gimana ya nanti?? Dia nelfon aku atau datang langsung ngomong sama aku?" Gumamku.. "Tapi kayaknya cuman ngomong lansgung deh, masa iya dia datang tengah malam kerumah.." Aku terus-terusan bicara sendiri sambil menatap layar ponselku.


Aku tidak pernah menyangka akan ada hari dimana Fauzi melamarku. Aku tahu sebelumnya ini adalah rencana awal kita, akupun pernah yakin sekali bahwa hari Fauzi melamarku akan datang tapi itu sebelum aku merusak semuanya dengan menjalin hubungan serius dengan Farhan. Karena pada akhirnya hari ini tetap datang, aku bersyukur sekali dan sangat bahagia.


Aku terus-terusan memainkan ponselku dengan terus-terusan merasa bahagia. Mungkin karena menunggu, aku merasa waktu berjalan begitu lamban tapi tetap saja aku menunggu dengan penuh semangat.


Waktu terus berjalan, aku melirik jam dinding yang terpajang disudut kamarku, waktu sudah menunjukkan jam sebelas lewat empat puluh menit, tinggal dua puluh menit lagi aku akan berganti usia. Aku semakin deg-deg kan, mungkinkah Fauzi akan menjadi orang yang pertama kali memberiku ucapan selamat ulangtahun seperti delapan tahun yang lalu??.


Sudah masuk pergantian hari, jam dua belas malam sudah lewat tapi belum ada notif atau telfon masuk dari Fauzi. Apa dia sibuk tengah malam begini sampai belum mengabariku padahal sudah lewat lima belas menit dari jam dua belas malam.


Tinggtonggg..


Aku dengan cepat memmbuka ponselku.


"Selamat ulangtahun baee.. Semoga apa yang kamu semogakan dapat terwujud tahun ini dan jangan lupa ngajak aku makan pas aku pulang dari honeymoon nanti.. Wkwkwk pokoknya salam sayang cinta peluk dan cium dari Nina buat Salwaku.."


Ah ternyata pesan dari Nina, dan tahun ini bukan Fauzi lagi yang memberiku ucapan selamat ulangtahun yang pertama. Ada kekecewaan dalam hatiku.


Aku duduk termenung, aku sudah sangat menunggu saat-saat ini tapi kenapa jadinya tidak sesuai dengan ekspektasiku.


Tinggttongggg...


Satu notif masuk lagi dan aku dengan cepat membukanya dengan masih berharap itu dari Fauzi, ya meski dia bukan yang pertama setidaknya dia bisa menjadi orang kedua yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku.


"Selamat ulang tahun Salwaku sayang.. Panjang umur dan sehat selalu. Semoga tahun ini Salwaku bisa jadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan apa yang menjadi keinginannya bisa terwujud. Tetap semangat dalam setiap aktifitasmu dan jadi Apoteker kesayangan masyarakat.. Uwuu Apoteker kesayangan masyarakat kayaknya terlalu berlebihan, Hahaha.. Pokoknya Wish U all the best sayang.."

__ADS_1


Perlahan airmataku menetes. Bukan seperti ini.. Bukan seperti ini yang aku inginkan, aku sudah sangat menunggu waktu ini tapi kenapa jadinya malah seperti ini. Apa aku salah menduga lagi??


__ADS_2