Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Review 14


__ADS_3

Waktu berlalu, hubungan keduanya berjalan layaknya hubungan kekasih remaja yang lainnya. Beberapa waktu mereka tertawa dan beberapa waktu lainnya mereka menangis bersama saat sama-sama kesulitan dalam menjalani hubungan mereka, tapi sebagaimanapun masalah itu pada akhirnya mereka bisa melewati karena perasaan cinta yang kuat dari mereka masing-masing.


Seperti sebelumnya mereka sempat bertengkar lumayan hebat saat Salwa meminta Fauzi untuk mengantarnya melihat gallery di akhir pekan, namun karena kesibukan yang lain dan kesalahpahaman Fauzi yang mengira Salwa tidak ingin melihat gallery lagi membuat Fauzi mengambil janji dengan oranglain untuk melakukan pemotretan. Salwa marah saat itu dan Fauzi yang sempat lepas kendali akhirnya marah juga. Fauzi yang sebelumnya selalu sabar menghadapi Salwa karena perasaan cintanya yang besar entah mengapa hari itu jadi berbalik ikut marah, ya semua orang ada batas kesabarannya.


Meski mereka bertengkar dan menjadikan hubungan mereka cukup rumit pada saat itu namun akhirnya semuanya kembali menjadi baik saat Fauzi datang menemui Salwa dan meminta maaf langsung didepan kekasihnya itu, dan akhirnya Salwa juga tetap bisa melihat gallery meski Fauzi harus digantikan oleh Farhan. Fauzi sempat membatalkan janji pemotretannya, hanya saja Salwa yang sempat merasa bersalah meminta Fauzi untuk tetap menepati janji memotretnya. Fauzi sendiri sadar, Salwa yang sendiri dirumah saat itu akan merasa bosan jika akhir pekannya dia lalui hanya tiduran di rumah sehingga Fauzi meminta tolong pada Farhan untuk menemaninya.


Farhan sempat menolak menemani Salwa waktu itu. Bagaimana tidak, jangankan jalan berdua dengan Salwa, saat ada yang lain pun sesekali Farhan tidak bisa mengendalikan perasaannya lalu bagaimana jika mereka hanya jalan berdua. Meski sebelumnya Farhan mengatakan pada Salwa bahwa Farhan yang sekarang tidak lagi melihat Salwa sebagai perempuan yang dicintainya dan hanya melihat Salwa sebagai teman perempuannya namun tetap saja jika berdua dengan Salwa perasaannya akan menggebu-gebu tidak karuan, karena semua yang dia katakan tentang perasaannya pada Salwa adalah sebuah kebohongan agar Salwa meruntuhkan dinding pembatas dan kecanggungan diantara mereka. Ya Sekalipun Farhan tidak pernah melepaskan perasaan cintanya pada Salwa namun tidak juga berniat mendekatinya lebih dari seorang teman.


Pernah sekali juga dimana Salwa harus menangis tersedu-sedu saat berniat untuk memberikan Fauzi kejutan saat perlombaan basket di hari lahir pancasila namun tidak dia temui Fauzi disana, ya saat itu juga menjadi awal dimana perasaan Salwa pada Fauzi semakin jauh dan semakin dekat tanpa kejelasan pada Farhan, meski pada akhirnya perasaan Salwa pada Fauzi kembali seperti sebelumnya, kuat dan penuh cinta saat Salwa pernah merasa khawatir akan Fauzi yang dikagumi banyak orang.


.


.


.


Waktu menunjukkan pukul enam lewat dua belas menit pagi. Fauzi yang biasanya bermalas-malasan tiap akhir pekan kecuali ada janji dengan Salwa hari ini rapi lebih awal. Ya hari ini adalah hari perlombaan tari tradisional tingkat sekolah menengah atas yang diikuti oleh Salwa. Mengingat hari ini Salwa akan berlomba tanpa dukungan kedatangan orangtuanya yang tidak sempat hadir, Fauzi lah yang akan menjadi pendukung terkuatnya hari ini. Fauzi bersiap-siap lebih awal, dia berinisiatif untuk setidaknya bisa melihat Salwa dulu pagi ini sebelum akhirnya Salwa bergabung dengan kelompok tarinya. Yah, Fauzi sangat bersemangat memberikan dukungan dan semangat untuk kekasihnya itu agar perasaan Salwa bisa lebih baik..


"Apa aku bawa bunga ya?? Ya setidaknya perasaan deg-degkan Salwa yang mau tampil bisa sedikit rileks kalau aku kasi bunga.." Gumam Fauzi.


Fauzi meraih ponselnya untuk mengecek toko bunga terdekat, Fauzi tidak sempat lagi jika harus berkeliling mencari toko bunga.


"Elah.. Ini Hp ngapa pake acara lobet sih.." Kata Fauzi berjalan memasang charger ponselnya.


Ponselnya berdering sebelum Fauzi sempat mencari toko bunga terdekat, Fauzi kembali melepas charger ponselnya dan menjawab panggilannya.


"Halo Zi.."


"Iya kak.."


"Hari ini kita bisa take foto praweed terakhir gak??"

__ADS_1


"Kenapa hari ini kak? Kan katanya seminggu kedepan masih bisa.. Hari ini aku ada janji sama Salwa kak.." Jelas Fauzi pada Fikri seseorang yang menelfonnya pagi ini yang tidak lain adalah seseorang yang memesan project foto prawedding pada Fauzi.


"Ah iya, aku minta maaf banget sebelumnya Zi, ini benar-benar mendadak"


"Kalau sore nanti bisa gak kak? Kan aku udah izin waktu itu kak kalau hari ini aku harus nemenin Salwa"


"Gak bisa Zi, ini udah gak ada waktu lagi.."


"Bukannya acara nikahannya dua bulan lagi??"


"Gak, acara pernikahanku di majukan minggu depan.."


"Minggu depan?? Kok tiba-tiiba??"


"I itu..." Fikri terdengar ragu-ragu. "A aku gak tahu apa bisa cerita hal ini sama kamu, tapi mungkin kalau kamu tahu hal ini kamu bisa mempertimbangkan untuk bisa take foto terakhir preweed hari ini"


"Ada apa sih kak??" Tanya Fauzi kebingungan.


Fauzi sangat terkejut mendengarnya, selama ini dia memotret Fira calon istri Fikri tanpa mengetahui kalau dia sedang hamil.


"Ka kak Fira hamil?" Tanya Fauzi ulang untuk memperjelas apa yang dia dengar.


"Iya Zi, dan orangtuanya udah tahu. Orangtuanya minta pernikahan dipercepat buat ngejar bulan lahirannya Fira nanti.."


Fauzi diam sejenak, dia sangat ingin datang menyemangati Salwa hari ini tapi di sisi lain dia harus membantu Fikri dan Fira.


"Aku minta tolong banget hari ini Zi, pernikahanku harus dipercepat biar ada alasan prematur saat bayiku lahir nantinya, semuanya buat menjaga nama baik keluargaku dan keluarga Fira"


Fauzi masih terdiam, dia benar-benar bimbang hari ini.


"Aku udah ngebujuk Fira buat gak usah ngambil take terakhir foto preweedding ini, tapi Fira ngotot banget kepengen foto, mungkin ini bawaan bayiku.."

__ADS_1


"I itu ya yang dibilang ngidam??" Tanya Fauzi ragu-ragu.


"Gak tau Zi, aku juga gak ngerti, Fira cuman bilang mungkin bawaan bayinya sampai dia kepengen banget ngambil foto praweed terakhir. Fauzi, aku minta tolong banget bisa ya.. Kalau perlu biar Fira nanti yang ngomong sama Salwa kalau dia marah, sesama perempuan pasti mereka bisa saling memahami.."


"Ya yaudah kalau gitu kak, kita ambil fotonya di pantai kan??"


"Gak jadi di pantai Zi, orangtua Fira gak ngijiin anaknya yang hamil berjemur dipantai.."


"Jadi dimana kak??"


"Kamu kesini dulu, nanti kita bicarakan disini..."


"Oh yaudah kalau gitu, aku kesana sekarang.."


"Makasih banget Zi, serius maaf karena harus minta kamu ngetake foto tiba-tiba.."


"Iya gak apa kak.."


Fauzi menutup telfonnya, masih ada perasaan ragu untuk pergi melakukan pekerjaannya hari ini. Fauzi yang sangat ingin melihat Salwa pada akhirnya harus mengurungkan niatnya untuk bisa membantu seorang teman menjaga nama baik keluarganya.


Fauzi bergegas mengambil kameranya kemudian berangkat. "Nanti sampai disana saja baru aku kabari Salwa, semoga Salwa mengerti.." Pikirnya sambil mengemudikan mobilnya dengan laju.


.


.


.


Mohon dukungannya buat Lina ya.. Beri Lina ucapan selamat tahun baru dari event yang diadain di Mangatoon dan Noveltoon.. kalau buka Novel Lina pasti ada kok kelihatan eventnya..


Makasih banyak sebelumnya..😊😊💜

__ADS_1


__ADS_2