Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Kejadian..


__ADS_3

Hari ini aku ada janji dengan Farhan, aku membuka lemari dan memilah-milah baju yang mana akan aku kenakan. Tempat tidurku sudah bertumpuk beberapa pakaian yang sedari tadi kucoba tapi masih saja tidak ada yang pas menurutku. Hem, perempuan.. sudah sangat banyak baju yang berserakan di tempat tidurku tapi masih saja aku merasa kekurangan pakaian.


Ponselku berdering, aku bergegas mengangkatnya "Katanya jam sebelas, ini jam sepuluh aja belum tapi udah nelfon" Pikirku.


Ah, ternyata bukan..


"Halo.."


"Halo sayang, maaf kemarin aku gak sempat ngabarin kamu seharian.." Kata Fauzi dengan nada penuh rasa bersalah.


"Iya gak apa, aku ngerti kamu lagi sibuk kuliah.."


"Makasih kamu udah ngertiin aku, tapi kamu juga kok gak ada ngehubungi aku kemarin.."


"Ke kemarin aku juga sibuk, ka kamu tau kan aku udah kelas tiga sekarang.."


"Ah iya juga.. Hem, aku jadi kangen sama kamu.."


"Aku juga.."


"Oh iya, hari ini minggu..."


"Ah iya, aku lupa kalau hari ini minggu, biasanya Fauzi akan pulang tiap weekend. Bagaimana ini? Kalau Fauzi pulang berarti aku gak bisa jalan sama Farhan hari ini. Ck kenapa aku bisa lupa sih kalau Fauzi akan pulang" Batinku


"Ah iya, kamu pulang ya?"


"Maaf sayang.."


"Apa katanya? Maaf? Apa ini berarti Fauzi tidak pulang minggu ini?"


"Aku gak bisa pulang, aku tugas kuliah yang harus kerjain dan harus cepat aku selesaiin, maaf ya.."


"Hufftt.. untunglah Fauzi tidak jadi pulang" Pikirku lega. "Iya gak apa, harus bagaimana lagi, kuliahmu kan penting.." Kataku penuh pengertian.


"Akhir-akhir ini kamu pengertian sekali, makasih ya sayang.."


"Iya, toh aku juga sibuk untuk mempersiapkan ujian akhirku.."


"Hem, yang semangat sayang. Kamu pasti bisa.."


"Iya, makasih.."


"Jadi kamu ngapain hari ini?"


"Ah aku? engg kayaknya kalau gak dirumah mungkin aku kerumah Nina buat ngulang-ngulangin pelajaran, kalau gak mungkin aku keperpustakaan.." Kataku berbohong.


"Hem, rajinnya pacarku. Aku akan berdoa yang terbaik buat kamu sayang"


"Iya makasih.."


"Yaudah nanti aku telfon lagi, aku mau mandi terus siap-siap dulu ke rumah teman buat nyelesain tugas"


"Oke, hati-hati di jalan sayang.."


"Sip, Love you Salwa.."


"Mee too Ozi"


Telfon pun terputus.


Aku duduk diam sejenak ditepi tempat tidurku. "Kenapa aku merasa lega Fauzi tidak akan pulang? Aku berubah sekarang. Dulu aku akan merasa sangat kesepian ketika tahu Fauzi tidak bisa pulang tapi sekarang kenapa aku merasa lega. Ini karena sudah ada Farhan sampai aku seperti ini, tidak seharusnya aku seperti ini. Apa aku menyudahi hubunganku dengan Farhan?" Pikiranku berkecamuk setelah bicara dengan Fauzi lewat telfon.

__ADS_1


Ponselku berdering.


"Halo sayang, hari ini jadi kan?" Tanya Farhan dari seberang telfon.


"Ah iya jadi.."


"Oke, aku nyelesain kerjaan disini dulu terus ngejemput kamu. Tunggu aku"


"Oke.."


"Sampai jumpa nanti.."


Farhan memutuskan panggilannya.


"Hem, yang sekarang jalani saja dulu masalah yang lainnya nantilah baru aku pikir lagi.." Kataku sambil menghela nafas panjang lalu kembali bersiap-siap.


Sudah hampir jam sebelas, aku bergegas membereskan beberapa pakaianku yang sempat terhambur ditempat tidur tadi dan beberapa alat make-up alakadarnya seperti eyeliner dan mascara yang aku gunakan hari ini. Aku mengenakan terusan berwarna coklat muda dengan motif bola-bola kecil panjang selutut dengan tambahan sweater jersey dengan warna yang senada. Aku meraih tas selempang kecil dengan gantungan kunci bulu-bulu bulat yang lucu. Sebelum keluar aku kembali memeriksa penampilanku di cermin.


"Hem.. Seperti ada yang kurang.." Gumamku sambil menatap diriku di cermin. "Ah Parfum.." Kataku lalu melangkah mendekati lemari make-up yang tersedia beberapa botol parfum disana.


"Kayaknya gak ada aroma yang cocok deh, apa aku beli parfum baru saja?" Pikirku.. "Hem, sudah kuputuskan untuk beli parfum yang baru saja, Farhan pasti gak keberatan kalau aku minta dia nganter aku ke toko parfume dulu"


Sudah jam sebelas lewat tapi Farhan belum juga datang.


"Kerjaannya masih lama ya?" Pesan singkat yang kukirim ke Farhan, tapi tidak ada respon.


"Ck mana sih?" Gerutuku mulai kesal.


Aku menelfonnya tapi tidak ada jawaban dari Farhan.


"Ini jadi pergi?" Kembali kukirimkan Farhan pesan singkat.


"Maaf sayang ternyata kerjaanku belum selesai, tunggu ya lima belas menit lagi aku kesana ngejemput kamu.."


"Oke.." Balasku singkat.


Ponselku berdering.


"Sayang kamu marah?" Tanya Farhan seketika telfonnya kujawab. "Maaf sayang, tunggu sebentar lagi ya aku pasti nyelesaiin ini dalam lima belas menit, eh gak aku akan nyelesaiin ini dalam sepuluh menit lagi.."


"Iya.."


"Jangan marah sayang.."


"Iya aku gak marah.."


"Beneran?"


"Iya..."


"Oke,aku akan nyelesaiin ini dengan cepat. Udah dulu ya, tunggu aku.."


"Iya, jangan tambah lama, pokoknya sepuluh menit.."


"Ashiaap nyonya.. aku matiin ya, Love you"


"Iya.."


Farhan memutuskan telfonnya.


Aku duduk tersungkur menunggu Farhan sambil memainkan ponselku. Ah aku ada ide, aku kembali menelfon Farhan.

__ADS_1


"Iya sayang? bentar ini kan belum sepuluh menit.."


"Bukan itu, gimana kalau kita ketemunya di cafe saja? Aku nungguin kamu disana.."


"Kenapa? Bentar lagi aku selesai kok, aku bisa jemput kamu kerumah"


"Aku kepengen beli Parfume, aku mau singgah beli Parfume dulu jadi kita ketemunya disana saja.."


"Aku kan bisa nganter kamu beli parfume dulu baru ke cafe..."


"Gak usah, biar aku pergi sendiri saja.. kita ketemu di cafe saja.."


"Tapi.."


"Gak ada tapi-tapian.. Aku juga bosen nunggu dirumah. Kita ketemu disana saja oke?"


"Hem, oke aku nurut maunya kamu saja sayang.."


"Yaudah aku berangkat dulu.."


"Hati-hati dijalan, hubungi aku kalau udah sampai ditempat penjual parfume.."


"Iya.." Jawabku memutuskan telfon.


Aku bergegas mencari taxi dan berangkat menuju toko Parfume.


Aku memilih toko Parfume yang sudah dekat dengan cafe, sehingga aku bisa berjalan santai saja sampai di cafe. Aku memilih beberapa aroma yang kurasa pantas aku gunakan hari ini, tapi ya namanya perempuan memilih satu aroma Parfume saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar.


Ponselku berdering, aku merogoh tasku dan menjawab panggilanku.


"Kamu udah dimana sayang?" Tanya Farhan dari seberang telfon.


"Ditoko Parfume.." Jawabku sambil masih memilih-milih aroma Parfume


"Mau aku jemput ke toko parfumenya langsung?"


"Hem gausah.. Ini dekat kok dari Cafe, aku jalan sebentar aja udah nyampe di cafe.."


"Jadi aku langsung ke Cafe saja?"


"Iya, bentar lagi aku juga selesai belanjanya.."


"Oke, aku udah mau berangkat.."


"Hati-hati di jalan"


"Iya, sampai ketemu di cafe sayang.."


"Oke"


Aku selesai memilih Parfume, membayarnya dikasir lalu bergegas menuju Cafe.


"Aromanya lembut.." Kataku sambil menyemprotkan sedikit Parfum kepergelangan tanganku dan sedikit dibagian leher.


Cafe yang dimaksud sudah terlihat dari tempatku berdiri sekarang, aku hanya perlu menunggu lampu merah untuk kendaraan dan lampu hijau untuk pejalan kaki untuk bisa menyebrang. Entah mengapa aroma parfume yang baru aku beli ini sangat memikatku. Aku menyebrang menuju Cafe dengan masih memuji aroma parfume yang baru saja kubeli sambil terus-terusan mencium pergelangan tanganku.


Aku terlalu menikmati aroma parfume yang baru kubeli sampai membuatku kehilangan perhatian pada kondisi sekitar dan...


BBRRUUUKKKKK... CKIIITTTTTT..!!!!!!


"Uhuuukkkk"

__ADS_1


__ADS_2