Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
De Javu.


__ADS_3

Aku menemani Fauzi berkeliling taman, ada banyak yang Fauzi ceritakan mulai dari tentang kesehariannya disana akhir-akhir ini sampai pada perkuliahannya dan beberapa dosen killernya juga teman-temannya. Aku hanya sesekali menaggapi cerita Fauzi dengan tersenyum.


Iya, saat ini aku sedang menemaninya jalan-jalan dan mendengarkan ceritanya tapi pikiranku sedang tidak fokus, entah pikiranku sedang berjalan-jalan kemana sekarang meninggalkan jasadku yang dengan kosong menemani dan mendengar cerita Fauzi.


Aku sedang memikirkan tentang apa yang disembunyikan Fauzi dariku saat ini. Benar Fauzi sesekali bercerita tentang kesehariannya disana sebagai mahasiswa, tapi hari ini dia lebih agresif untuk bercerita dari sebelumnya tidak seperti biasanya yang lebih tertarik untuk membahas keseharianku ketimbang kesehariannya disana. Fauzi seperti seseorang yang sedang menyembunyikan sesuatu sambil berusaha tetap terlihat baik-baik saja.


Terlepas dari pikiranku tentang apa yang Fauzi sembunyikan, faktor lain yang membuat pikiranku tidak ditempat adalah Farhan. Semenjak kemarin aku jadi selalu memikirkan Farhan, aku selalu ingin Farhan mengabariku aku selalu seperti ingin tau Farhan sedang apa dan seperti apa dia saat ini.


"Kamu kenapa?" Tanya Fauzi yang melihatku sedang tidak fokus.


"Ah.. aku gak papa?" Jawabku


"Tapi kamu seperti gak konsen.." Tanya Fauzi.


"Ah, mungkin aku sedikit kelelahan saja" Jawabku.


"Sedari tadi kamu kelihatan lemas dan selalu memperhatikan ponselmu.."


Aku dengan spontan menyelipkan ponselku dalam saku.


"Kamu lagi nunggu seseorang buat dikabari atau lagi nunggu seseorang buat ngabari kamu? kamu lagi ada janji.."


"Ah? enggak kok, aku abis memesan paket online dan aku lagi nunggu kurir ngehubungi aku.." Kataku berbohong.


"Oh gitu.. aku kira kamu ada janji atau semacamnya.."


"Gak ada.. Yaudah ayo lanjut jalan.." Kataku tersenyum sambil melingkarkan tanganku menggandeng tangan Fauzi.


"Ah apa juga yang sedang aku lakukan saat bersama Fauzi seperti sekarang ini. Tapi jujur saja aku benar-benar kepikiran" Batinku.


Fauzi hanya tersenyum dan mengikut saja kemana aku menariknya.


.


.


.


Aku cukup lama berjalan-jalan dengan Fauzi sampai pada akhirnya Fauzi mengantarku pulang dan menyempatkan diri berbicang-bincang dengan Ibu sebelum pulang. Fauzi mengirimiku pesan kalau ia sudah take off sore tadi.


"Hem... Setahun lagi aku juga akan jadi mahasiswa.." Gumamku.


Ponselku berdering.


"Gimana jalan-jalannya?" Tanya Farhan ketika aku menjawab telfonnya.


"Ya seperti biasa.." Jawabku

__ADS_1


"Menyenangkan?"


"Lumayan, tapi aku kepikiran kamu terus.."


"Kenapa? Tumben kamu kepikiran sama aku pas lagi jalan sama Fauzi, bukannya biasa kamu malah lupa sama aku kalau udah sama Fauzi.."


"Gak tau juga.."


"Aku senang.."


"Kenapa?" Tanyaku bingung.


"Setidaknya sekarang aku tetap ada walaupun kamu jalannya lagi sama Fauzi.."


"Hem.. segitunya?"


"Iya.. aku merasa lebih berarti sekarang.. hehe.."


"Hem.. aku juga senang kalau kakak senang.."


"Udah malam, sana tidur.."


"Terus kakak?"


"Aku harus nyelesain proposal kegiatan dulu, makin cepat selesai makin cepat juga aku punya waktu buat ketemu kamu.."


"Yaudah jangan dipaksakan.."


"Iya gak apa.."


"Makasih udah ngertiin aku.."


"Hem.. udah seharusnya kayak gitu kan.."


"Oke sana istirahat, aku matiin telfonnya ya.."


"Iya.."


Telfon terputus..


.


.


.


Seperti biasanya aku kesekolah menggunakan sepeda, menjalani hari-hariku sebagai siswa kelas tiga yang sebentar lagi akan disibukkan dengan les pelajaran tambahan untuk mempersiapkan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional. Aku tetap Salwa yang sedang menjalani keseharianku dengan hubungan Long distance relationship dengan kekasihku Fauzi tapi juga dalam hubungan serius dengan kekasihku yang lainnya yaitu Farhan.

__ADS_1


Aku selalu menyadari betapa buruknya aku sebagai perempuan yang membagi perasaannya pada dua laki-laki. Hanya saja aku juga seperti tidak bisa melepas salah satu diantara mereka. Dulu aku selalu berfikir bagaimana seorang manusia yang hanya memiliki satu hati tapi bisa mencintai lebih dari satu, dan akhirnya aku tau sekarang karena telah mengalaminya.


Fauzi selalu menghubungiku ditiap waktu kosongnya begitu juga dengan Farhan. Semenjak seminggu yang lalu aku dan Farhan tidak lagi bertemu dikarenakan Farhan yang sedang sibuk dengan kegiatan kampusnya, dia hanya beberapa kali mengabariku lewat telfon dan pesan singkat. Aku hanya bisa menunggunya sampai kegiatannya itu selesai. Yah aku menunggunya, di sisi lain dari diriku juga merindukan waktu ingin bersama.


Hari ini Farhan janji untuk bisa bertemu denganku setelah beberapa kali membatalkan janji karena kesibukan kegiatannya. Aku sedang menunggu pesan dari Farhan sembari berusaha tetap fokus pada penjelasan guru di jam terakhir pelajaran.


Ponselku yang kubuat mode getar karena sedang dalam jam pelajaran bergetar, satu pesan teks dari Farhan.


"Hari ini aku jemput ya.." Pesan singkat yang dikirim dari Farhan


"Kakak bisa? kegiatan kuliah kakak?"


"Udah bisa kok, aku udah selesain bagianku sisanya teman yang lain yang akan menyelesaikannya.."


"Oke, sepulang sekolah aku nungguin kakak.."


"Bilang sama gurunya buat cepat nyelesain pembelajarannya, soalnya pacarnya Salwa yang ini lagi kangen dan gak sabaran buat ketemu.."


Aku senyum-senyum sendiri membaca pesan teks yang dikirim Farhan..


"Ada apa Salwa?" Tegur ibu guru yang sedang mengajar.


"Ah.. Tidak apa Bu.." Jawabku sedikit malu melihat teman-teman yang mengarahkan pandangannya padaku.


"Tolong fokus kembali.."


"Baik Bu.." Kataku meletakkan ponselku dilaci.


"Ckckck.. bilang sama kak Fauzi, kalau lagi jam pelajaran jangan menganggu.." Bisik Nina yang duduk disampingku. Ah dia mengira Fauzi yang mengirimiku pesan. Dipikiran Nina memangnya siapa lagi yang akan memngirimiku pesan teks yang bisa membuatku tersenyum kalau bukan Fauzi


"Eng..? Haha iya.." Balasku berbisik ke Nina..


Aku kembali meraih ponselku dan mengirimi balasan pesan pada Farhan.


"Haha aku ditegur lagi.."


"Sama siapa?"


"Sama guru yang mengajar lah.."


"Haha maaf-maaf, aku jadi ngeganggu.. habis mau gimana lagi, emang lagi kangen-kangennya sama kamu, nahan kangen itu susah tau"


"Yaudah nanti aku ngabarin kakak lagi, aku harus fokus kepelajaran lagi sebelum ditegur.."


"Oke.. Selamat belajar Salwaku.. Aku kangen kamu, aku cinta kamu dan aku gak sabaran buat ketemu sama kamu.. 😘" Pesan teks yang dikirim Farhan dengan tammbahan emoji semakin membuatku merona saja.


"Oke.."

__ADS_1


Aku meletakkan ponselku didalam laci dan berusaha kembali fokus pada pelajaran.


Kejadian ini seperti de javu, seperti tidak asing dan pernah terjadi sebelumnya. Aku berusaha mengingat apakah kejadian ini benar pernah terjadi atau hanya ingatanku saja dan setelah aku berusaha mengingatnya ternyata benar. Pernah sekali juga aku ditegur oleh guru yang sedang mengajar karena asyik berbalas pesan dengan Farhan. Kejadian setahun yang lalu dimana aku meminta Farhan untuk menemaniku ke toko buku.


__ADS_2