
Fauzi selalu menunggu balasan pesan dari Salwa namun sampai hari ini Salwa belum juga mengirim balasan pesan pada Fauzi.
Awalnya Fauzi sangat gelisah menunggu balasan pesan Salwa namun pada akkhirnya karena kesibukannya ditempat kerja dan kesibukan membantu proses pernikahan Afifah membuat Fauzi sedikit melupakan tentang pesannya yang belum dibalas oleh Salwa meski sesekali dia masih mengecek ponselnya hanya untuk melihat obrolan chat Salwa.
Fauzi berdiri di depan cermin, mengecek penampilannya dan memastikan semuanya terlihat baik-baik saja.
"Hari ini pasti ketemu Salwa.." Kata Fauzi sambil menghembuskan nafas panjang.
Hari ini adalah hari pernikahan Nina dan Farhan, dan Fauzi yakin Salwa akan hadir disana dan tidak menutup kemungkinan mereka akan bertemu. Semalam Fauzi sempat mengirimi pesan singkat pada Salwa sekedar mengajaknya berangkat bersama namun sama seperti sebelumnya, Salwa tidak merespon pesan dari Fauzi. Fauzi berusaha memberikan penampilan terbaiknya hari ini, dia ingin membuat Salwa terkesan.
.
.
.
Fauzi tersenyum melihat Nina dan Farhan di pelaminan yang tersenyum ramah pada tamu-tamunya.
"Salwa dimana ya??" Gumam Fauzi sambil melemparkan pandangannya mencari keberadaan Salwa.
Fauzi tidak melihat Salwa meski ia sudah memerhatikan tiap sudut ruangan, yang ditangkap oleh mata Fauzi adalah keberadaan Annisa yang tengah duduk sendiri menikmati minuman sajian di pesta pernikahan Nina dan Farhan.
"Sendiri saja??" Sapa Fauzi.
"Eh?? Gak, Salwa lagi ke toilet" Jawab Annisa.
"Bentar lagi Salwa pasti kesini" Gumam Fauzi dalam hati.
"Oh sudah kembali??" Kata Annisa.
Fauzi dengan cepat menoleh, Fauzi tahu yang dimaksud Annisa itu pasti Salwa.
Fauzi tidak bisa mengalihkan pandangannya. Salwa yang hadir didepannya saat ini sangat cantik dimatanya dengan balutan gaun dan polesan make up diwajahnya, Fauzi sampai tidak bisa mengendalikan dirinya untuk berhenti menatap Salwa.
"Baru pertama kali aku ngeliat Salwa make up seperti ini, aku sampai gak ngenali.." Kata Fauzi dengan decak kagum di hatinya.
__ADS_1
"Ya sekarang Salwa cantiknya masih seperti ini dulu, gak lama lagi juga Salwa bakalan cantik seperti Nina sekarang yang dibalut dengan gaun pengantin.."
"Ga gak lama lagi?" Tanya Fauzi spontan dengan terkejut. "Apa Salwa sebentar lagi akan menikah??" Pikir Fauzi dengan perasaannya yang mulai dipenuhi dengan beban.
"Ya kan, Salwa kelihatan cantik sekali hari ini. Itu beberapa orang sedari tadi sibuk ngelirik kesini.." Jawab Annisa.
Fauzi secara tidak sadar menghembuskan nafas lega mendengar jawaban Annisa. Dia sempat gelisah bahkan sedikit takut tadinya.
"Oh ya Fauzi kapan nyusul ngeganti status kayak Farhan?" Goda Annisa.
Mendengar pertanyaan Annisa, Fauzi melirik Salwa berusaha melihat bagaimana reaksi Salwa. Salwa mulai terlihat bingung. "Apa Salwa masih salah paham tentang aku? Apa Annisa belum cerita tentang Afifah ke Salwa? Tapi Annisa juga gak mungkin cerita karena Annisa gak tahu tentang aku dan Salwa" Gumam Fauzi dalam hati.
"Ha ha ha nanti saja kalau jodohnya sudah datang..." Jawab Fauzi dengan sesekali masih melirik Salwa. Terlihat jelas dimata Fauzi bagaimana Salwa yang terlihat bingung saat ini. "Ingin rasanya aku ngejelasin semuanya ke dia, tapi masa iya asal ngejelasin saja sedangkan dia gak nanya" Pikir Fauzi.
Fauzi dan Annisa kembali saling melempar candaan sedangkan Salwa masih saja bergelut dengan kebingungannya.
"Aku ke toilet dulu.." Kata Annisa pamit.
Fauzi tersenyum mengiyakan. "Ck, aku sih senang-senang saja ditinggal berdua sama Salwa disini, bisa puas-puasin ngelirik dia tanpa harus takut ketahuan sama Annisa.. Tapi kalau berdua juga aku harus bagaimana? Mau ngemulai pembahasan dari mana??" Fauzi mulai berfikir keras.
"Fauzii.. Mikirr mikirrr.. mau sampai kapan diam-diaman begini?? Masa iya gak ada percakapan sama sekali.. Ini itu moment terbaik buat bisa dekat sama Salwa lagi.." Desak batin Fauzi yang semakin kacau tapi tetap berusaha terlihat tenang dan cool dimata Salwa. *Yahh silahkan membayangkan bagaimana sulitnya jadi sok cool padahal hati meronta-ronta 😌
Fauzi kembali mencuri-curi pandang melirik Salwa, dan dilihatnya Salwa yang terdiam saja dengan sesekali menunduk.
"Huffttt.. Ayo mulai percakapan.." Fauzi berusaha menangani perasaannya dan membuka percakapan dengan Salwa.
"Aku benar-benar gak nyangka mereka berdua berjodoh.." Kata Fauzi masih berusaha terlihat tenang. "Yah bagus-bagus.. Tetap terlihat kalem Fauzi, tetap tenang..." Hatinya terus-terusan ribut berusaha menenangkan dirinya.
"Engg.. eh i iyaa.." Jawab Salwa dengan sedikit terbata-bata yang membuatnya terlihat sangat lucu bagi Fauzi.
"Dia gugup.. Ah bukan aku saja yang gugup rupanya. Aduhh Salwa begini kok kelihatan lucu dan makin imut" Batin Fauzi berusaha menahan rasa gemasnya pada Salwa.
"Nina terlihat cantik sekali dan Farhan juga.. Ah tidak terlalu tampan, biasa-biasa saja.." Kata Fauzi mulai sedikit bercanda. "Yah aku harus mencairkan suasana, tambah candaan sedikit bisa lebih menghangatkan obrolan" Pikir Fauzi.
"Kak Farhan juga terlihat tampan kok..".
__ADS_1
"Whaatt???" Fauzi spontan berbalik menatap Salwa. "Aku niatnya bercanda weeii.. Kenapa harus ngebela Farhan sih didepanku?? Bisa ya ngebangga-banggain mantannya di depanku??" Gerutu Fauzi masih menatap Salwa tajam. Perlahan Fauzi mengalihkan pandangannya dari Salwa masih dengan perasaan tidak senang selepas mendengar Salwa yang memuji Farhan. "Skip skipp.. Malas aku ngebahas Farhan" Gerutu Fauzi. "Ganti topik dan cairkan kembali suasana"
"Kamu kapan nyusul?" Tanya Fauzi datar dengan masih berusaha menangani perasaannya yang sempat kacau sejenak tadi dan masih berusaha terlihat cool.
"Apanya?" Tanya Salwa.
"Ya nikah kayak Nina.."
Uhuukkk Uhuukk.. Mendengar pertanyaan Fauzi, Salwa terkejut sampai terbatuk-batuk dan membuat Fauzi jadi khawatir.
"Ka kamu gak papa?" Tanya Fauzi dengan respon cepat karena khawatir.
Salwa mengangguk mengiyakan bahwa dia baik-baik saja.
"Salwa.." Kata Fauzi sambil menunjuk ujung bibirnya, Fauzi berusaha memberi isyarat bahwa ada blepotan dibagian ujung bibir Salwa, namun Salwa yang meskipun sudah mengerti maksud Fauzi tapi dia sama sekali tidak tahu dimana letak blepotan di wajahnya membuatnya tidak bisa membersihkan ujung bibirnya secara sempurna.
"Bukan disitu, tapi disini.." Kata Fauzi dengan spontan membantu Salwa membersihkan ujung bibirnya. Fauzi sempat merasakan bagaimana panasnya wajah Salwa sampai akhirnya Salwa mengalihkan pandangannya.
"Maa maaf.." Kata Fauzi setelah sadar dengan apa yang baru saja dia lakukan. "Ck bodohh bododdhh... Ini tangan ngapa gak bisa di rem-rem sih??? Ck, Salwa bisa berfikiran yang enggak-enggak nanti sama aku" Batin Fauzi kesal.
"Ga gak papa.." Jawab Salwa terbata-bata.
"Dia ngomongnya gak papa tapi ekspresinya kelihatan banget kalau jadi canggung sama aku.. Fauzi bego.. Sekarang gimana lagi caranya ngecairin suasana dan ngilangin kecanggungan ini" Pikir Fauzi kesal.
Fauzi dan Salwa kembali sama-sama terdiam setelah kejadian awkard barusan.
"Mana plastik mana plasstik?? Rasanya ini mukaku mau kubungkus saja terus kubuangg..." Gerutu Fauzi dalam hati dengan kesal dan menahan malu.
.
.
.
Lina sayang kalian 💜
__ADS_1