Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Belajar, Menjadi yang Terbaik..


__ADS_3

Tangan Fauzi hangat, genggamannya jadi terasa nyaman. Perasaanku yang tadinya kacau tidak jelas menjadi tenang.


Karena nyaman bersandar dipundaknya, perlahan aku tertidur. Sepertinya menangis membuatku cukup lelah dan bengkak mataku membuatku mataku menjadi berat sehingga sangat nyaman buatku untuk tertidur. Fauzi menyumbangkan bahunya untuk menjadi bantal sandaran untuk kekasihnya yang rewel ini, ia terdiam saja tanpa melepas genggaman tangannya.



🎵🎵🎵


Telephone genggam milik Fauzi berdering. Dengan masih mengantuk, tapi aku menyadari Fauzi mengangkat telfonnya dan mendengar cukup jelas percakapannya.



"Sorry, kayaknya gue gak bisa ikut Lu hari ini.. Gue lagi ada kerjaan lain"



Entah apa yang dikatakan seseorang dari seberang telfon, tapi dari jawaban yang di berikan Fauzi sepertinya itu adalah teman yang mengajaknya memotret pagi ini.



"Iya, Sorry banget.. Kapan-kapan gue usahain ikut"



Sepertinya Fauzi membatalkan janji yang sudah dia buat dengan temannya.



"Oke, Sorry banget bro.. "



Telfonnya terputus.



"Pergi aja.." Kataku dengan suara sedikit lesuh karena bangun tidur.



"Loh, kamu udah bangun sayang?"


Tanyanya dengan sedikit terkejut, Fauzi memang tidak tahu kalau aku sudah terbangun.



"Telfonku ngebangunin kamu ya? Maaf sayang.. Udah tidur aja lagi" Katanya sembari mengelus kepalaku.



"Pergi aja, aku udah baikan kok.. Kasian kan teman kamu" Jelasku sambil mengangkat kepalaku menatapnya.



"Gak papa kok, katanya lain waktu aja aku ikutnya" Jawabnya.



"Pergi aja sayang.."



"Yah, kamu ngusir aku?"



"Ishh... Bukannya gitu.." Jawabku sambil mengangkat kepalaku dari sandaranku dibahunya.



Ia kembali meraih kepalaku dan meletakkan dibahunya.



"Aku mau nemenin kamu aja" katanya.



Kuraih tangannya dan kugenggam.



"Makasih Ozi.." Aku tersenyum


"Aku senang kamu seperti ini ke aku, tapi pergi aja.. Aku gak mau ngehalangi apa yang ngebuat kamu senang"



"Kamu ngomong apa sih sayang, kamu gak ngehalangin kesenangan aku, aku juga senang kok bareng kamu kayak gini" Jelasnya.



Kuangkat kepalaku, kutatapnya dengan lekat.



"Sayang, tolong bantuin aku buat berubah.. Aku ingin menjadi kekasih yang lebih baik lagi buat kamu. Tolong bantu aku buat belajar gak egois sama kamu lagi" Kataku tersenyum.



Ia balas tersenyum.



"Makasih sayang" katanya sambil memelukku..



"Yaudah, sana susul temanmu"



"Kamu beneran gak papa?"



"Hemm..."



Fauzi melepas pelukannya.



"Aku janji, aku gak akan asal pergi aja kalau gak bilang dulu sama kamu"



"Iya.." Aku tersenyum.



Fauzi berpamitan dan melangkah keluar.


Aku berjalan menuju kamar setelah menutup pintu, tetapi..


__ADS_1


Ttokk ttookk tokk.


Aku menoleh mendengar pintu diketuk dan bergegas membukanya.



" I ❤ U" Kata Fauzi tersenyum sambil menunjukkan Fingerheart.



Aku tersenyum, di susul sedikit tertawa.



"Kamu apaan sih?" Kataku sambil malu-malu kucing.. *Kucing aja gak malu-malu*



"Aku cuman mau ngeliat kamu tersenyum sebelum berangkat" Katanya dengan manis.



"Yaudah berangkat sana, nanti telat. Hati-hati dijalan"



Fauzi pun melangkah menuju mobilnya dengan tersenyum.



Aku menutup pintu tapi lagi..



Ttokk ttokk ttokk..



"Loh, kenapa sayang?" Tanyaku melihat Fauzi kembali ketika membuka pintu.



"Tadi aku bilang aku cinta kamu, tapi kamu gak jawab"



"Harus ya aku jawab?" Tanyaku menggoda.



"Nggak sih, cuman..."



" I Love you too Ozi" kataku memotong kata-kata Fauzi.



Fauzi tersenyum.



"Sanaa sanaa.. Kamu udah ditungguin" Suruhku..



"Makasih sayang, aku pergi.." Katanya tersenyum dan berbalik melangkah..



Aku terus melihatnya, aku harus memastikannya ia pergi sebelum aku masuk dan ia akan kembali mengetuk pintu rumahku hanya untuk kelakuan konyolnya. Kelakuan konyolnya yang bisa membuat hatiku berbunga-bunga dan tersenyum cengengesan karena bahagia.. Ah jika aku digambarkan dalam Komik atau Anime, wajahku akan digambarkan dengan garis-garis merah dipipi bawah mata. Udah kayak Hinata aja kalau habis ngeliat Naruto 😅




"Udah jam 10.. " Kataku sambil berlalu menuju kamar.



Yah, karena sedari bangun tadi aku hanya bermain Hp hingga menangis. Akhirnya hingga jam 10 kamarku masih berantakan, nyaris seperti lokasi syuting film kolosal.



Ttok ttok ttokk..



"itu pintu apa gak sakit diketuk terus sedari tadi?" Pikirku sambil melangkah.



Ttokk ttokk ttokk..



"Iya sebentar.." Seru ku sambil berlari kecil menuju pintu.



"Loh? Kenapa lagi sayang?" Tanya melihat Fauzi kembali lagi.



Ia tersenyum.



"Kamu belum makan kan? Ini aku bawakan bubur ayam" katanya sambil menyodorkan kotak makan bubur ayam dalam kantong plastik.


"Tadi aku lewat sana, ketemu sama penjual bubur ayam. Aku pikir kamu pasti belum makan, kan sedari bangun tadi pacarmu ini udah ngebuat kamu nangis sampai lupa sarapan kan?" sambungnya.



Aku tersenyum.


"Ibu udah ngebuatin sarapan kok buat aku"



"Sarapannya pasti udah dingin, kalau bubur ayamnya masih hangat"



"Makasih ya.." kataku tersenyum. Fauzi hanya balas tersenyum.



"Tapi ini udah gak pagi lagi buat makan bubur ayam sayang" kataku.



"Emang bubur ayam gak boleh dimakan siang-siang?" Tanyanya.



"Maksudku itu bukan gitu Fauzi bin Rahman"

__ADS_1



"iyaa iyaa sayang.. Tapi eh, ini apa gak ada orang dirumah?"



"Kamu dari mana aja tadi? Kenapa baru sekarang sadarnya?"



"Hehe soalnya tadi fokusnya ke kamu saja sayang.. Ibu ayah kemana?"



"Main kerumah Bibi Lily.. Hari ini Bibi Lily lahiran"



"Lah, kamu gak ikut?"



"Ya kan tadi rencananya mau jalan sama kamu"



"Yaudah deh, aku batalin ikut sama temen hari ini. Aku nemenin kamu jalan saja, kamu pasti bete tinggal dirumah sendirian"



"Gak papa, aku istirahat aja hari ini. Udah lama juga aku gak ngestreaming Oppa-oppaku"



"Kamu yakin?"



"Iya sayang... Udah sana kamu berangkat"



"Yah, kapan-kapan kalau aku ketemu oppa-oppamu itu, aku bakal neraktir mereka makan dan ngucapin banyak-banyak terimakasih karena udah ngebuat Salwaku bahagia" Katanya tersenyum.



"Neraktir dengkulmu.. Ketemu aja syukur kalau bisa.. Gak gak, jangankan ketemu, di notice aja iya kalo dapet" Jawabku ketus.



"Ya apapun itu, pokoknya aku terimakasih banget sama si Batok Es karena udah ngebuat kamu senang"



"BTS sayanggg BTS... Udah aku bilang, jangan nyelewengin namanya Bangtan jadi batok es"



"Ah iya sayang maaf.. Salam sama Tekhyun ya.."



"Sayanggg.. Kan aku udah bilang, kalau susah nyebut Taehyung, panggil V aja..


Udah ah kamu berangkat sana.."



"Yaudah aku berangkat, kamu sarapan terus mandi. Kamu udah bau sekali.." godanya.



"Emang kamu sudah mandi?" tanyaku ketus



"Udah, tapi ini mau mandi lagi.."



"Mandi lagi?" tanyaku bingung



"ya aku bau lah kalau gak mandi lagi, ini ingusnya kamu nempel semua tadi.. Belum lagi ilernya sewaktu tidur.. Tambah lagi kamu meluk terus dari tadi padahal kamunya belum mandi"



Aku mengendus-endus mencium sekitar tubuhku..



"Gak bau kok" kataku masih sambil mencium sekitar tubuhku..



"Iya iya gak.. Sana sarapan terus mandi"



"hemm.. Hati-hati dijalan" pintaku..



Fauzi tersenyum sambil melangkah dan berlalu.


.


.


Aku mentap wajahku setelah mandi..


"Ah, mataku sudah mulai membaik" pikirku sambil menekan area mataku.


Aku membuka kotak bubur ayam yang diberikan Fauzi tadi. Rencanya sih makan dulu lalu mandi. Tapi kupikir, aku bisa saja berubah seperti kerbau seketika. Karena hal lumrah yang terasa setelah makan adalah mengantuk, jadi aku berinisiatif mandi dulu lalu makan agar aku nampak berbeda dengan kerbau.


Berbeda dari kerbau? Ya memang bedalah.. Ngaco aja ini pikiran..



Ttokk ttokk ttookk..



Aku melirik "Lah siapa lagi?" gerutuku.


"Ya ampun Fauzi, apa dia gak jadi ikut sama temannya" Pikirku sambil melangkah turun.



Ttokk ttokk..



"Apa lagi sih sayang??" Tanyaku seketika membuka pintu.


__ADS_1


"Eh, loh kak?" aku terkejut melihatnya..


__ADS_2