Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Sesuatu..


__ADS_3

Farhan mengantarku pulang..


"Makasih udah ngantar aku pulang kak.." Kataku sambil melepas sabuk pengamanku.


Farhan meraih pergelangan tanganku.


"Tunggu..."


Aku menoleh melihatnya, Farhan meraihku dan memelukku dengan lembut.


"Biarkan seperti ini sebentar saja.." Katanya terus memelukku. Aku diam saja.


"Terimakasih untuk hari ini Salwa, aku sangat bahagia.."


"Aku juga.. Aku juga bahagia kak, dan terimakasih juga.."


Farhan melepas pelukannya.


"Aku akan berusaha menjadi yang lebih baik lagi kedepannya.."


Aku hanya tersenyum menanggapi.


"Yasudah, aku masuk dulu.. Kakak pulang dan istirahat gih.." Seruku.


"Asihh... Ada apa ini.." Kata Farhan sedikit uring-uringan sambil menyapu rambutnya sendiri sampai acak-acakkan.


"Kakak kenapa?" Tanyaku bingung.


"Aku seperti gak mau pisah.. aku mau terus-terusan ngeliat kamu.."


Ah, jantungku sedikit berdebar mendengar Farhan berkata seperti itu.. Darahku seperti mendidih mengalir ke kepalaku. Pipiku memanas dan mungkin saja sekarang sedang merah merona.


"Hehehe.. be besok kan bisa ketemu lagi kak.." Jawabku sedikit canggung dan terbata-bata.


"Gak bisa.."


"Apanya yang gak bisa?" Tanyaku.


"Gak bisa ketemu kamu.."


"Kenapa?"


"Aku ada beberapa kegiatan dikampus.. Kemarin aku mengambil beberapa kegiatan organisasi, niatnya sih buat jadi pengalihan biar aku gak kepikiran kamu terus, eh tau-taunya sekarang malah jadi seperti ini. Aku gak bisa ngebatalin kegiatan itu.."


"Oh gitu.." Entah kenapa aku sedikit kecewa mendengarnya.


"Aku jadi gak mau pisah..."


"Hehe.. kapan-kapan kan bisa ketemu lagi kak.. ini udah sore, jadi kakak pulang dulu.."


"Hem.. yasudah, nanti aku telfon.."


"Iya.."Jawabku tersenyum. Sambil keluar dari mobil Farhan.


"Salwa.."


"Ya..??" Aku kembali menoleh mendengar Farhan memanggilku.


"Aku cuman mau liat muka kamu lagi sekali saja.."


"Udah sana, kakak balik gih.."


"Iya.. sana masuk.."


Aku tersenyum lalu melangkah masuk halaman rumah.


.


.


Aku menghempaskan tubuhku ditempat tidur, kuraih ponselku yang sedari tadi aku silent. Ada satu pesan dari Fauzi..


"Besok aku pulang, ayo ketemu.."

__ADS_1


"Tumben, besok kan bukan hari libur.." balasan pesan text yang kukirim pada Fauzi.


Ponselku berdering, satu panggilan masuk dari Fauzi.


"Halo..."


"Besok aku pulang, ayo jalan.."


"Kamu gak kuliah?" Tanyaku.


"Ada sih, tapi kayaknya aku nitip absen aja sama temen.."


"Kenapa? Kok tiba-tiba mau pulang padahal bukan akhir pekan.."


"Gak tau, Ibu minta aku pulang katanya ada hal penting yang ayah mau omongin sama aku.."


"Tentang apa?"


"Aku juga gak tau, katanya ada yang mau ketemu sama aku.."


"Siapa??"


"Aku juga gak tau, aku tanya sama Ibu katanya biar aku tau sendiri nantinya.."


"Oh gitu.."


"Iya, jadi selepas aku ketemu sama orang itu kita jalan ya.. Aku kangen sama kamu.."


"Kamu gak langsung balik? Katanya ada kuliah.."


"Gak, sekalian aja bolos seharian, aku mau ketemu kamu dulu.."


"Tapi..."


"Kok tapi? Kamu kayak gak senang mau ketemu aku.."


"Bukannya gitu, aku cuman.."


"Iya, kamu pasti kepikiran masalah kuliahku kan.. Sekali ini gak papa, tanggung juga gak masuk kuliah pagi tapi sorenya masuk, jadi sekalian aja bolos, itung-itung buat ngelepas kangen sama kamu, kamu ada waktu buat besok kan?"


"Yaudah, aku matiin dulu telfonnya, aku mau booking tiket dulu.. sampai ketemu besok sayang.."


"Iya.."


Sebelumnya aku akan sangat senang kalau tahu Fauzi akan pulang, tapi entah kenapa sekarang rasanya biasa saja. Bahkan aku sedikit malas keluar bahkan unutk sekedar jalan-jalan dengan Fauzi.


.


.


.


Waktu menunjukkan pukul 20:19, Aku masuk kekamar setelah sebelumnya asyik berbincang dengan Ibu dan Ayah diruang tengah. Ayah jarang dirumah karena masalah pekerjaannya, sehingga aku selalu menyempatkan diri berbincang dengan ayah selagi ayah ada dirumah.


Ponselku berdering, panggilan masuk dari Farhan.


"Sedang apa sayang?" Tanya Farhan setelah aku menjawab telfonnya.


"Baru selesai ngobrol sama Ayah dan Ibu" Jawabku.


"Aku kangen..."


"Lah? kan tadi baru ketemu?"


"Emang kalau baru ketemu gak boleh kangen gitu?"


"Bukannya gitu, tapi..."


"Ya apapun itu, pokoknya aku kangen.." Katanya memotong pembicaraanku.


"Hemm.." Aku menghela nafas kebingungan harus menanggapi Farhan seperti apa.


"Besok kamu ngapain sepulang sekolah?"

__ADS_1


"Mungkin jalan.." Belum kuselesaikan kata-kataku, aku mengingat tentang Fauzi yang akan pulang "Oh iya, Fauzi besok puang.."


"Jadi jalan sama Fauzi?" Tanyanya


"Iya.."


"Awalnya aku selalu cemburu kalau tau kamu akan jalan sama Fauzi, tapi sekarang cemburuku makin besar saja.." Jelasnya.


Aku terdiam saja.


"Tapi gak apa.. perasaanku jauh lebih teratasi sekarang, aku yakin ada tempat buat aku juga dihatimu... Yaudah kamu istirahat gih, besok aku gak bakal ganggu.. "


"Kamu gak papa?"


"Aku sudah terbiasa kok, ini resiko.."


"Maaf.."


"Sstt.. Maaf untuk apa? aku tau keadaanmu juga sedang sulit sekarang, aku gak mau aku jadi malah nambah beban pikiran kamu.. Udah ya kamu istirahat dulu, kabari aku besok kalau udah selesai jalan sama Fauzi.."


"Iya.."


"Good night Salwa.."


"Night.."


Telfon terputus.


.


.


Aku menunggu Fauzi didepan gerbang sekolah. Pagi tadi sebelum aku berangkat sekolah Fauzi menghubungiku dan memintaku menunggunya sepulang sekolah nanti.


"Salwa..." Panggil Fauzi dari seberang jalan sambil melambaikan tangannya. Aku balas melambaikan tanganku sambil tersenyum tipis.


Kulihat Fauzi berlari kecil menyebrang jalan menghampiriku.


"Udah dari tadi nungguin aku?" Tanyanya setibanya didepanku.


"Gak juga, barusan.."


"Aku sempat khawatir ngebuat kamu nunggu lama, habis aku gak enak kalau mau cabut duluan.."


"Memangnya siapa yang ditemui?"


"Eng..? Ah itu teman lama.." Jawab Fauzi setelah berfikir beberapa saat.


"Teman lama kok ayah yang kasi ketemu.."


"Maksudku teman lama ku dan teman lama ayah juga.."


"Teman kamu teman ayahmu juga?" Tanyaku bingung.


"Ya sepertinya begitu.. Yaudah ayo jalan.."


"Bentar, aku harus ngantar ini dulu.." Kataku mengeluarkan sebuah buku catatan dari tas..


"Nganter kemana?"


"Kerumah Nina, Nina gak datang hari ini dan tadi dia ngechat aku buat minjem buku catatan biar dia gak ketinggalan pelajaran?"


"Harus sekarang?" Tanya Fauzi.


"Iya.."


"Gak bisa entar sore aja? Aku kembali sore nanti, kalau harus nganter buku dulu kerumah Nina waktu aku jalan sama kamu makin sedikit.." Jelasnya.


Ah betul juga apa yang dikatakan Fauzi, kami tidak memiliki banyak waktu buat bersama jadi sebaiknya aku menemaninya saja dulu, toh buku ini bisa kuantar nanti sore.


"Oh yaudah, ntar sore aja aku antar.."


"Oke.. yaudah ayo jalan.." Kata Fauzi sambil menggandeng tanganku dan mengawalku menyebrang jalan menuju mobilnya yang diparkir disebrang jalan. Aku mengikut saja.

__ADS_1


Entah apa yang disembunyikan Fauzi hari ini, aku tau betul Fauzi seperti apa sehingga sangat keliatan jika dia memnyembunyikan sesuatu. Aku seperti malas menanyainya, dia sepertinya hanya ingin senang-senang dengan aku kali ini, aku tidak ingin mengubah moodnya menjadi buruk. Aku yakin Fauzi hanya perlu menyelesaikan apa yang sedang mengganjal dihati dan pikirannya saat ini. Suatu hari nanti ketika dia sudah siap, dia akan menceritakannya padaku.


__ADS_2