Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Jalan..


__ADS_3

Kepalaku sakit sekali karena durasi tidurku yang sangat sebentar. Semalam setelah mengetahui semua kebenaran tentang Fauzi aku terus-terusan kepikiran dan itu membuatku sulit tidur. Aku tidak ingat pasti jam berapa kesadaranku mulai hilang hanya saja aku tahu kalau aku tidur terlalu larut. Rasanya baru saja aku memejamkan mata alarmku sudah berbunyi.


"Selamat pagi kak Salwa.." Sapa Izki yang sepertinya fresh sekali hari ini.


"Pagi juga Izki.."


"Kak Salwa kenapa? Kakak sakit?" Tanya Izki khawatir.


"Aku gak apa-apa, hanya kurang tidur saja.." Jawabku sambil tersenyum.


"Yaudah kakak tidur aja dulu sebentar.."


"Ha ha mana bisa begitu Izki. Nanti juga kalau pasien udah berdatangan rasa ngantukku pasti hilang.."


"Yaudah aku mau keluar jajan cemilan? Kakak mau titip?"


"Ah iya, aku titip bear brand satu ya.."


"Siap.." Kata Izki melangkah pergi.


Aku duduk tersungkur di kursi, rasanya aku benar-benar masih sangat mengantuk.


Ting tongg... Satu notifikasi pesan masuk membuatku terkejut, sepertinya kesadaranku sempat hilang sejenak tadi. Ah aku tertidur sebentar. Aku membuka satu pesan masuk yang ternyata dari Fauzi.


"Selamat pagi.." Pesan singkat yang dikirim oleh Fauzi.


Pesan singkat yang dikirim Fauzi membuat rasa ngantukku menjadi hilang dan membuat mataku lebih fresh.


"Pagi.." Balasku.


"He he sepertinya kamu udah tahu kebenarannya karena sekarang kamu udah ngebalas pesanku.." Pesan singkat Fauzi sepertinya tahu sekali dengan apa yang terjadi denganku. Aku jadi membayangkan dia yang mungkin saja sedang tertawa sekarang karena kesalahpahamanku.


"Ah iya, maaf untuk selama ini.." Balasku.


Telfonku berdering satu panggilan masuk dari Fauzi. Setelah sekian lama, terakhir dari tujuh tahun yang lalu terakhir kali ponselku berdering panggilan masuk dari Fauzi. Jantungku kembali berdetak tidak karuan menerima panggilan masuk dari Fauzi.


"Ha halo.."


"Aku kira kamu gak bakal ngangkat telfonku"


"Oh, hehe kenapa berfikir begitu?"


"Karena sebelumnya ngebalas pesanku aja kamu gak mau.."


"I itu karena aku.."


"Salah paham kan??" Kata Fauzi memotong perkataanku.


"I Iya.. Maaf.."


"Jadi sekarang udah tahu kebenarannya kan? Salah pahamnya udah selesai kan?" Tanya Farhan.


"Iya.."


"Jadi kalau aku ajak keluar sekarang udah mau?"


"A apa??" Aku terkejut, aku tidak mengira Fauzi akan mengajakku keluar.


"Aku mau ngajakin kamu keluar jalan, ya sekedar silaturahmi.  Kita udah lama gak ngobrol. Tapi kalau kamu sibuk gak apa, aku ngerti kok.."

__ADS_1


"Kapan?" Tanyaku spontan. "Ck Salwa.. kenapa kentara banget sih" Gerutuku dalam hati dengan kesal.


"Nanti sore bisa?"


"I iya bisa kok.."


"Oke, nanti sore aku kabari lagi.."


"Iya.."


"Yaudah aku matiin dulu telfonnya, selamat bekerja Salwa dan maaf menganggumu pagi-pagi begini.."


"Iya tidak apa kok.. Selamat bekerja juga.."


"Oke Bye.."


Telfon terputus.


Aku terdiam sejenak, berusaha memahami lebih lagi apa yang barusan terjadi. Fauzi mengajakku keluar?? Iya kan?? Fauzi mengajakku keluar.. "Ahh Fauzi beneran ngajak aku keluaarrrr.." Tanpa sengaja aku sedikit berteriak karena terlalu senang. Aku tidak tahu harus mengutarakan bagaimana perasaan bahagiaku sekarang.


"Kakak kenapa?" Tanya Izki dengan ekspresinya yang bingung sambil membawa beberapa cemilan dalam kantong kresek yang dibawanya.


"Ah? Hehe aku gak kenapa-kenapa" Jawabku tersenyum canggung. "Maluunyaaaaa..." Batinku sambil menahan rasa maluku karena kepergok oleh Izki.


"Kayaknya ngantuk kakak udah hilang.."


"He he he sepertinya begitu.."


Izki memberiku sekaleng susu bear brand pesananku tadi. Ah aku malu sekali.


Pasien mulai berdatangan, aku mulai sibuk seperti biasanya. Memberikan pelayanan informasi obat dan sesekali konseling kecil. Seperti biasanya, ada saja pasien yang menguji kesabaran juga pasien yang membuatku harus kebingungan dengan apa yang dia katakan karena menggunakan bahasa daerahnya, sepertinya aku harus belajar bahasa daerah lebih banyak agar mempermudahku dalam memberikan pelayanan.


"Ini udah yang terakhir kan Izka?"


"Iya kak.."


"Syukurlah.."


Aku duduk berusaha meluruskan tulang-tulang belakangku yang serasa kaku. Aku membuka ponselku dan satu pesan masuk dari Fauzi yang dikirim sekitar dua jam yang lalu, aku terlalu sibuk tadi sampai tidak sempat memeriksa ponselku.


"Pulang jam berapa?" Pesan singkat yang dikirimkan Fauzi.


"Sebentar lagi, sekitar jam empat.." Balasan pesan yang kukirimkan pada Fauzi.


Aku menunggu beberapa saat tapi tidak ada balasan pesan dari Fauzi, apa dia sedang sibuk sekarang??.


Tiba jam pulang, aku bersiap-siap pulang dan terus mengecek ponselku tapi tidak ada balasan pesan dari Fauzi.


"Dia sibuk atau bagaimana? Hari ini jadi keluar apa gak?" Gumamku sambil berjalan keluar dengan terus memperhatikan ponselku berharap ada balasan pesan dari Fauzi.


"Kamu bisa kesandung kalau jalan sambil mainan Hp.."


"Eh??" Aku terkejut. Entah sejak kapan Fauzi berdiri di parkiran rumah sakit, dan lagi ngapain dia disini?


"Kaka.. Ah maksudku kamu ngapain disini? Dan sejak kapan berdiri disitu?" Tanyaku.


"Ya ngapain lagi kalau gak ngejemput kamu?" Jawabnya tersenyum.


"Ngejemput aku?" Tanyaku bingung.

__ADS_1


"Jangan bilang kamu lupa kalau hari ini ada janji keluar sama aku.. Cukup aku saja yang pelupa, kamu jangan" Katanya tersenyum.


"A aku gak lupa, hanya saja ini kita mau berangkat sekarang?"


Fauzi mengangguk. "Kita berangkat saja sekarang biar pulangnya gak kemalaman, besok kamu harus masuk kerja pagi-pagi lagi kan? Kalau kita pulangnya lebih awal nanti, kamu jadi punya waktu istirahat yang cukup"


Fauzi sempat-sempatnya memikirkan hal seperti itu.


Fauzi mengendarai dengan serius, aku tidak tahu kemana dia akan membawaku.


"Mau kemana kita?" Tanya Fauzi.


"Aku gak tahu.."


"Hem gimana kalau kita makan saja, lagian kita pulang kerja udah gak ada tenaga kalau mau keliling.."


"Iya itu lebih baik.."


Karena kesepakatan bersama akhirnya kami memilih untuk makan bersama saja sore ini.


"Salwa makasih karena udah mau keluar makan bersama sama aku"


"Sama-sama, aku juga makasih karena udah diajak makan"


"Ngeliat kamu disini sama aku, itu berarti kamu udah nemuin jawaban yang benar dari dugaan-dugaan anehmu itu?" Kata Fauzi tertawa kecil.


"Ah, ha ha ha maaf karena sudah berpikiran yang tidak-tidak" Kataku dengan malu.


"Ha ha ha kamu ini ada-ada saja.. Aku sempat bingung dengan kamu yang kayak ngehindar dari aku, ternyata karena kesalahpahamanmu itu.."


"I itu maaf.." Kataku menunduk karena tidak sanggup bertatap mata dengan Fauzi.


"Kenapa minta maaf terus? Ini juga bukan sebuah kesalahan, wajar kalau kamu salah paham" Jelas Fauzi tersenyum.


Aku hanya balas tersenyum.


Kami menikmati makan bersama, membahas beberapa hal ringan sambil sesekali tertawa ketika ada yang kami rasa lucu. Perlahan rasa gugupku yang akhir-akhir ini kurasakan saat sedang bersama Fauzi mulai mereda dan mulai nyaman mengobrol tanpa terbata-bata lagi.


Tidak cukup lama kita makan bersama, Fauzi akhirnya mengantarku pulang.


.


.


.


Episode terakhir yang bisa aku Up malam ini.


Aku minta maaf karena mungkin sekitar dua sampai tiga hari kedepan harus off gak bisa Up dulu 🙏 Lagi ada kegiatan Akreditasi ditempat kerja jadi gak bisa ngelanjut novelnya 😣😢


Sekali lagi maaf dan terimakasih udah ngebaca, ngedukung dan ngasih semangat buat aku 😊


Salam cinta untuk kalian semua 🤗💜


.


.


.

__ADS_1


Tetap nantikan kisah Salwa selanjutnya ya 😁😁


__ADS_2