
Kisya sudah pulang ke rumah dan kini sedang beristirahat. Dan bunda begitu sibuk mempersiapkan pesta pernikahan sang buah hati. Ini adalah momen penting bagi bunda. Karena itu Bunda Nisya ingin mempersiapkan semuanya sesempurna mungkin.
Bunda Nisya dan Mama Murni mempersiapkan semuanya dengan sempurna. Tanpa terasa seminggu lagi mereka akan menggelar pesta besar.
"Semuanya sudah siap, gedung, catering, undangan semuanya sudah di pesan."
"Tapi apa ada yang kurang ya?"
Mama murni merasa bingung.
"Tidak ada ko, saya pikir semua sudah sempurna jeng." Ucap bunda Nisya .
Mereka berdua begitu senang mempersiapkan pesta pernikahan Jeff dan kisya. Tanpa mereka tau Kisya selalu terdiam karena sedih. Terlihat semua sibuk karena seminggu lagi resepsinya akan digelar secara besar-besaran. Tetapi Kisya hanya bisa tertidur di balkon atas rumahnya . Seperti sore ini, Kisya tertidur di sofa yang terpajang di balkon kamarnya.
Tanpa suara, semua seolah hening. Tak ada satu katapun terucap. Tak ada satu hal pun yang membuat kisya merasa tertarik. Hanya satu yang ada dalam pikirannya saat ini . Yaitu sebuah kebimbangan. Tetapi kata bimbang Sudah tidak cocok lagi untuknya. Karena ini bukanlah sebuah pilihan lagi. Tetapi sebuah tanggung jawab.
Status yang dia sandang saat ini. Semilir angin sore menyentuh tubuhnya membuatnya merasa merindukan sebuah pelukan yang hangat. Dia harus memendam rasa cintanya untuk Jino karena rasa tanggung jawab dan sebuah ikatan pernikahan.
Ingin sekali gadis itu melupakan sosok lembut yang selalu menari di dalam kepalanya. Tetapi semua itu hanya semu. Bisakah Kisya menghadapi semua kekalutan dalam hatinya .
"Kis, ayo makan!"
Teriak bunda Nisya dari lantai bawah. Bunda Nisya dan Mama Murni baru selesai memasak. Mereka terlihat serasi dan akur sebagai besan.
"Ayo Kis sayang!" Kali ini Mama Murni yang berteriak. Kisya mendengar tetapi dia sangat malas untuk beranjak.
"Ayo sayang turun!" Sekali lagi Bunda Nisya berteriak.
Kisya mencoba untuk beranjak dari posisi tidurnya dan berdiri. Kisya berjalan perlahan menuju ke lantai bawah. Dengan perlahan gadis itu menuruni anak tangga satu persatu.
__ADS_1
Kini Kisya sudah duduk di meja makan bersama bunda dan mama mertuanya.
"Pucat sekali, apa kamu masih sakit?" Mama Murni menatap Kisya Dengan penuh kecemasan.
"Tidak Ma, kikis hanya tidak berdandan saja, nanti kalau pakai liptin juga pasti terlihat segar." Kisya tersenyum. Padahal rasanya sangat sulit untuknya menyunggingkan bibir. Wajah Kisya benar-benar sangat pucat. Karena pikiranya membuat mood di wajah diapun berubah.
Bunda Nisya hanya terdiam tak ada ataupun komentar yang dia ucapkan. Bunda Nisya sebetulnya tahu dengan betul kalo Kisya tidak bahagia dengan resepsi pernikahan ini. Tapi Bunda Nisya saat ini hanya mempercayai Jeff seorang saja. Bahkan bunda Nisya tidak bisa memaafkan Jino. Entahlah untuk dimasa depan .
Bunda Nisya berkeyakinan bahwa suatu saat Kisya akan bangun dari mimpi indahnya. Dia akan mengingat semuanya. Dan saat itu yang Kisya cintai bukan lagi Jino tetapi Jeff . Karena dari awal Jeff dan Kisya saling mencinta. Itulah pemikiran bunda Nisya saat ini. Karena itu bunda Nisya tetap dengan keras hati melanjutkan pesta resepsi tersebut. Tanpa memperdulikan perasan Kisya sama sekali.
"Apa Jeff akan datang kesini?"
Bunda Nisya bertanya.
"Dia agak sibuk, akan ada klient dari China datang ke perusahaan." Tutur Mama Murni sambil mengunyah makanannya.
"Jelas saja, coba lihat sekarang perusahaan anda menjadi lebih besar setelah Jeff menjadi pimpinan."
Mama murni tersenyum dengan bangga. Dan mereka pun tersenyum. Sedang Kisya masih menatap nasi yang ada di atas piringnya .
"Ada apa, kenapa Tidak makan?"
Ucap Mama Murni dengan kening yang mengerut.
Kisya menorehkan senyum dengan sangat sulit lalu diapun segera memakan makannya. Rasanya sangat malas makan, tetapi dia harus makan karena takut malah akan sakit dan merepotkan semua orang. Rasa nasi hambar di lidahnya. Rasa nasi keras di tenggorokanya. Sulit sekali untuk menelan semua makanan yang sudah dia kunyah.
"Makanlah yang banyak, seminggu lagi akan sangat lelah, pesta pernikahanmu sangat menyita waktu dan tenaga." Bunda Nisya berkata sambil menatap sang buah hati dengan wajah tanpa ekspresi. Kisya menatap sang bunda dan mengangguk.
Mereka lalu melanjutkan kembali menyantap makan malam mereka. Kisya selesai menghabiskan makanan yang ada di piringnya. Mama murni menatap Kisya dengan tatapan penuh kasih sayang. Dia sangat menyayangi kisya sebagai menantunya.
__ADS_1
"Tidak menyangka Jeff akan mendapatkan istri secantik ini."
Kisya hanya terdiam sambil menyunggingkan bibirnya.
"Kamu gadis yang sangat cantik , Jeff beruntung sekali mendapatkan istri seperti dirimu Kis." Sekali lagi mama murni berkata dengan tatapan penuh kasih sayang dan Kisya hanya bisa tersenyum tipis .
Jeff sudah duduk di sebuah sofa dengan kemeja yang kusut. Beberapa kancing kemejanya sudah terbuka. Lalu gadis itu duduk di pangkuan Jeff dengan lembut menyiramkan sebuah minuman berwarna merah ke dada Jeff. Jeff hanya terdiam dengan wajah datar tanpa expresi.
Gadis itu lalu tersenyum dan langsung memeluk Jeff dan memberikan beberapa sentuhan lembut pada pipi Jeff. Tangan lembut sang gadis masih bermain di antara kemeja dan leher Jeff. Jeff terdiam dengan tubuh yang berhetar. Jeff menghela nafas dengan sangat berat.
Gadis itu mulai membuka cardigan yang dia kenakan sehingga dia tampil seksi dengan tank top berwarna hitam.
Gluk.
Jeff menelan Saliva dengan sangat kencang. Dia sesaat takjup melihat bertapa moleknya tubuh sang gadis. Gadis itu tercatat dengan nakal dan menatap Jeff dengan senyuman manisnya.
"Ayo kita berpoto!" Gadis itu mengarahkan ponsel miliknya untuk berpoto. Namun Jeff menggeleng tak mau.
"Kenapa?" Rengek gadis itu manja.
Jeff terdiam dalam tubuh yang bergetar. Gadis itu masih memainkan kancing kemeja Jeff dengan senyuman manisnya. Jeff sesaat menatap wajah gadis itu lalu membuang muka.
"Kakak harus bisa membuat aku senang, maka aku akan membiarkan kakak menikah dengan kisya!"
Gadis itu terus memeluk Jeff dengan lembut. Dan Jeff hanya terdiam mematung . Jeff seolah menjadi es batu kala itu.
Bersambung ❤️
__ADS_1