
Wanita itu melempar semua barang yang ada di meja. Dia sangat merasa kesal, Benci dan iri karena melihat seseorang begitu bahagia disana. Betul sekali dia adalah Rania kali ini Rania begitu geram dan kesal karena kebahagiaan yang dialami oleh kisya.
Rania melihat beberapa foto yang diunggah ke dalam akun Instagramnya serta beberapa akun sosial media yang dimiliki seperti Facebook dan WhatsApp.
Orang lain merasa iri, tetapi tidak seiri Rania. Rania merasa hidupnya hancur gara-gara kisya padahal Kisya tidak berbuat apapun terhadap Rania. Wanita itu memang selalu menyangkut pautkan hidupnya dengan Kisya. Jika ada aral yang melintang dalam kehidupan Renia semuanya akan disalahkan pada kisya. Padahal Kisya kan tidak tahu apa-apa.
Rasa iri Rania terhadap Kisya begitu besar, sampai Rania berpikir bahwa Rania tidak bisa membiarkan Kisya hidup dengan tenang. Rania tidak akan membiarkan Kisya bahagia dan terus tersenyum seperti saat ini. Kekesalan Rania terhadap Kisya tanpa alasan. Tetapi menurut Rania dia merasa kesal karena Kisya selalu mendapatkan apa yang dia inginkan sedangkan dia tidak pernah mendapatkan apa yang dia inginkan.
Salah satunya yaitu Jeffan. Ia menginginkan cinta dari Jeffan, dia tetapi tidak memberikan itu kepada Rania jawab malah memberikan rasa cintanya kepada Kisya dan itu membuat Rania begitu membenci Kisya sampai saat ini. Wanita licik itu selalu berbuat semaunya, untuk itu dia berusaha membuat Kisya terluka. Padahal selama ini Kisya tidak pernah mengusik kehidupan dia sama sekali.
Air mata menetes di pelupuk mata wanita, yang kini sedang membabi buta karena kesal. Seluruh ruangan telah dia hancurkan semua barang telah dis lemparkan. Dia menangis meraung-raung karena melihat kebahagiaan yang Kisya rasakan. Rasa iri di dalam hatinya malah membuat dirinya tersiksa dan menggila.
Wanita berusia 21 tahun itu benar-benar sudah sakit jiwa. Kenapa bisa dikatakan sakit jiwa, Karena dia tidak berbuat apa-apa, sedang kisya hidup begitu bahagia. Tetapi dia yang menderita merana seperti dispenser, merasakan panas dan dingin pada suhu tubuhnya. Manusia harusnya selalu bersabar dan selalu bersyukur akan kehidupannya. Tetapi Rania tidak bisa melakukan hal itu wanita itu tidak akan pernah bisa bersabar, jika melihat rivalnya bahagia.
Sebisa mungkin Rania, akan membuat hidup Kisya yang mengalami penderitaan. Dia akan menyusun beberapa rencana untuk membuat Kisya bisa menangis seperti dirinya. Dia tidak terima jika Kisya tertawa diatas Luka hatinya. Apalagi sekarang Kisya dan Jino terlihat begitu mesra. Jino memposting beberapa foto bulan madu mereka.
__ADS_1
Postingan foto yang begitu indah dan romantis, ada yang di pantai, ada yang di kamar ada yang di kolam renang, ada yang di menara Namsan, bahkan ada yang saat kita sedang tertidur dengan lelap. Semua momen kebahagiaan itu Jino simpan di akun sosial media Jino. Jino begitu senang dan bahagia bisa berbulan madu Bersama sang istri tercinta. karena itu Jino mengabadikan semua momen-momen tersebut dan membagikan ke semua orang agar bisa ikut merasakan kebahagiaan yang kau rasakan.
Tetapi pada kenyataannya tidak semua orang ikut merasakan kebahagiaan yang Jino dan Kisya rasakan. Terbukti bahwa Jino dan Kisya tersenyum tetapi ada seseorang yang menangis meraung-raung merasakan penderitaan Karena kebahagiaan Jino dan Kisya.
"BRENGSEK, Dasar brengsek, kalian tertawa diatas luka hatiku, Aku tidak akan pernah membiarkan kalian tertawa seperti itu lagi. Lihat saja wanita murahan, Kamu tidak akan terus-terusan tersenyum seperti itu lagi, aku akan membuat kamu menangis darah sampai darah kehabisan dan mati, Hahaha iya kamu akan mati, aku lebih baik membunuhmu, Kamu akan mati di tanganku wanita murahan, tidak akan ada lagi wanita murahan seperti kamu, lihat saja aku akan membuat rencana besar untuk memberi kalian kado, sebagai hadiah bulan madu." Rania menangis menjerit meraung-raung sambil berteriak.
Bibi sudah sangat khawatir melihat Nona mudanya mengamuk seperti itu, dengan segera Bibi menelepon tuan mudanya, agar secepatnya pulang dan melihat kondisi adiknya. Saat Ardi menerima telepon dari sang bibi, saat itu Ardi begitu bingung sekaligus terkejut dengan apa yang dibicarakan kepadanya. Dengan segera Ardi keluar dari kantor polisi dan menuju ke rumahnya.
Ardika mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang Bahkan dia bisa mengalahkan seorang pembalap Formula 1, saking kencangnya dia berkendara. Untuk melerai kemacetan Ardi menggunakan sirine Polisi agar semuanya memberikan jalan untuknya. Sesampainya dia di halaman rumah dengan secepatnya Ardi keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya.
"Tuan muda ya Allah, bibi sudah cemas, melihat nona muda sekarang ada di kamar." ucap bibi sambil menangis karena ketakutan dan cemas. Dengan segera Ardika langsung menuju ke lantai dua, satu demi satu dia melewati tangga tersebut dan masuk ke dalam kamar Rania. Ardika begitu terkejut saat melihat kamar dan semua sudah hancur berantakan.
Semua barang sudah hancur pecah dan tak berbentuk. Gadis itu kini sedang memeluk lututnya menangis meraung-raung. Karena kesalahan dan rasa iri yang dirasakan sungguh menyiksanya. Dengan segera Ardika memeluk sang adik dengan penuh kasih sayang.
"Ada apa lagi ini, ada apa Rania Katakanlah pada kakak!" Ardika masih memeluk Rania dengan erat.
__ADS_1
"Pergi biarkan aku sendiri pergi, pergi-pergi, brengsek!" Rania mendorong tubuh Ardika yang berusaha memeluk dan mendekapnya. Namun Ardika tidak pantang menyerah. Ardika terus berusaha memeluk sang adik dengan segenap kekuatannya.
Namun Rania masih mengamuk mendorong tubuh pria yang sekarang memeluknya. Rania sudah seperti kesetanan Karena rasa irinya.
Ardika sudah sangat kewalahan karena adiknya terus memberontak. Namun dia sungguh tidak tega melihat kesedihan yang dialami oleh sang adik. Walau dia sendiri merasa kebingungan kenapa dan bagaimana bisa Rania mengamuk seperti ini. Ardika bertanya dalam hatinya Apa yang menyebabkan Rania mengamuk. Padahal sebelumnya Rania baik-baik saja seperti halnya tadi pagi Rania masih baik-baik saja, sarapan bersama dengan dirinya.
Tapi pada saat siang tiba tiba-tiba saja Bibi memberitahukan, bahwa sang adik telah mengemuk kembali. Rasa cemas terlintas di pikiran Ardika. Dia berpikir bahwa dia harus secepatnya membawa Rania ke rumah sakit untuk berobat. Rania sudah tidak bisa lagi dibiarkan. dan dia harus segera meminum obat anti depresi.
Jika dibiarkan saja maka gadis itu akan benar-benar gila. Bibi juga mengatakan bahwa terkadang Rania tidak bisa tidur pada malam hari. Karena rasa bencinya terhadap Kisya membuat Rania menjadi insomnia. Sepanjang malam bahkan Gadis itu memikirkan cara atau rencana untuk menghancurkan semua kebahagiaan Kisya. Dan itu membuat dirinya Malah semakin tersiksa.
🌺🌺🌺
Bersambung.
Sahabat sayang, tolong kasih aku vote ya, pakai kupon gratis.. tinggal klik vote saja ya dan kasi aku vote gratis. engga berbayar ko.. buka dari noveltoon
__ADS_1