
Jino keluar dari mobilnya dan dengan segera dia masuk ke sebuah resto yang telah di pesan oleh sekretaris nya untuk sebuah meeting. Jino melangkah menuju ke sebuah meja yang telah di pesan. Terlihat seorang wanita sudah duduk menunggunya.
"Siang nona Talita maaf sudah menunggu lama." Ucap Jino sambil duduk di kursi di sebrang Talita. Talita tersenyum dengan manis menatap seorang direktur muda yang tampan dan membuatnya sangat terkagum-kagum.
"Pak Jino , apa anda datang sendiri?..
Mana sekretaris anda?... Ucap wanita dengan perawakan yang seksi dan dengan usia yang matang . Sekitaran berusia 25 tahun dan lebih tua dari jino.
"Kebetulan, angel sekretaris saya masih dalam perjalanan terjebak macet. Anda tahu sendiri bagaimana padatnya kota. Baiklah nona bagiamana kalo kita langsung membahas produk kita." Ucap Jino menorehkan senyum yang ramah pada klientnya.
"Baiklah." lalu Talita langsung membahas tentang hubungan kerjasama yang akan di lakukan oleh kedua perusahaan. Antara perusahaan Jino dan Talita. Jino mendengarkan dengan seksama semua penuturan Talita. Sampai akhirnya Angel datang.
"Pak maaf saya datang terlambat."
Ucap Angel dengan sopan. Jino tersenyum dan mempersilahkan angel duduk di sebelahnya. Lalu Nona Talita kembali membalas soal kerjasama antar kedua perusahaan. Jino mendengarkan dengan seksama tanpa dia sadari matanya menangkap sebuah sosok yang membuat hatinya berdebar dengan kencang.
Jino merasa tak percaya bisa melihat sebuah sosok seseorang yang benar-benar membuatnya berdetak tak karuan. Jino melihat ibu dari anaknya . Bukan lain itu adalah sosok Kisya dan Lintang sedang tertawa dengan mulut yang penuh dengan makanan. Kisya menangis karena pedas. Mulutnya sudah merah dan matanya terus menagis.
Jino menelan Saliva. Tanpa terasa bibirnya menyunggingkan senyum yang begitu bahagia karena melihat sosok yang dia rindukan. Padahal baru tadi malam mereka bersama. Menghabiskan malam panjang berdua dalam sebuah dekapan mesra. Saat pagi datang semuanya terasa asing dan semua mimpi itu sirna dengan seketika.
Tapi kini mereka bertemu tanpa disengaja. Jino terus menatap wajah cantik kisya. Wajah Kisya yang merah dan perilaku Kisya dan Lintang ketika bersama baru kali ini Jino bisa melihatnya.
__ADS_1
"Imut sekali." Ucap Jino pelan sambil terus menatap ke arah Kisya . Matanya tak henti menatap sampai mungkin Mata elangnya Jino lupa untuk berkedip barang sedetikpun.
"Iya pak maaf." Ucap nona Talita sambil menatap Jino dengan tatapan heran. Namun Jino sendiri tidak sadar dengan prilakunya. Jino seperti sedang berada dalam pengaruh hipnotis seorang penyihir cantik yang telah menaklukan hatinya.
"Pak Jino ,emhh maksud anda?..
Ucapan nona Talita terhenti ketika Jino tak menatapnya sama sekali.
Talita merasa sangat bingung dan tidak mengerti dengan ucapan klienya. Jino masih fokus menatap wajah cantik di sebrang mejanya yang sedikit terhalang oleh satu meja lainya. Kisya masih tertawa dengan ceria bersama Lintang. Tawa itu sungguh menyejukan hatinya. Membuat rasa rindu yang sehari ini dia pendam serasa terobati sudah.
Talita masih menatap Jino dengan penuh tanda tanya. Lalu Talita melihat ke arah dimana Jino memandang. Talita melihat 3 gadis di sebrang mejanya yang menjadi fokus perhatian jino.
"Oh saya tau." Ucap Talita sambil menyunggingkan senyum manisnya.
"Pak, pak maaf."
Ucap Angel menepuk tangan Jino dengan perlahan . Karena angel melihat Talita sudah mulai merasa tidak nyaman karena Jino tidak mendengarkan penjelasannya tadi.
"Iya angel ." Ucap Jino dengan wajah terkejut sambil menatap sekretarisnya.
"Maaf, sepertinya nona Talita kesal, anda tidak fokus ." Angel berbisik dengan halus. Dan Jino langsung mengerti. Jino tersadar bahwa tadi dia berada dalam mode merindu dan itu membuatnya kehilangan akal untuk sesaat. Dia melupakan semuanya karena asik melihat pemandangan yang begitu lucu dan mengagumkan buatnya.
__ADS_1
"Maaf nona Talita , pikiran saya buyar , saya melihat seseorang dan tanpa sadar saya malah tidak fokus dengan penuturan anda tadi ." Ucap Jino dengan menorehkan senyum yang indah. Membuat Talita ikut menyunggungkan bibinya dan tersenyum merekah.
"Tidak apa-apa pak Jino , saya tau anda sedang edisi memandangi mantan kekasih anda kan, saya suka menonton gosip selebriti loh." Ucap talita dengan senyuman. Talita. Berfikir bahwa Jino itu sedang memandangi wajah Lintang ya cantik. Karena semua orang tau kalo Lintang adalah mantan kekasih Jino.
Padahal wanita yang dia lihat serta dia rindukan bukanlah Lintang. Melainkan sosok anggun dan polos yang berada di samping Lintang. Yang kini tersenyum tanpa beban sedikitpun. Padahal semalam dia sudah sangat sedih karena menangis semalaman.
"Oh ,iya betul sekali , saya sudah lama tidak bertemu dengan Lintang, saya hanya terkejut saja melihatnya sudah keluar dari rumah sakit."
Ucap Jino pelan.
"Loh itu anda tau kabar terbaru tentang Lintang."
Ucap nona Talita terkekeh. Jino tersenyum seraya berkata
"Saya ajak nonton gosip selebritis juga." Ucap Jino. lalu mereka pun tertawa dengan manis. Selesai nona Talita berbicara sekarang giliran Jino untuk berkomentar. Dan mereka akhirnya bisa menjalin sebuah hubungan kerjasama. Selesai membahas tentang masalah kontrak lalu merekapun mulai memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang Jino kembali menatap wajah Kisya yang cantik.
" Angel, tolong ambilkan poto gadis di sebelah Lintang." Ucap Jino berbisik pada angel. Dan Angel tersenyum sambil mengangguk. Sekretarisnya itu langsung berpura-pura sedang menjadi fansnya Lintang dan ingin berpoto dengan Lintang dan Nakisya. Padahal targetnya adalah Kisya seorang. Dari kejauhan Jino masih setia menjadi penonton. Jino tersenyum sendiri ketika melihat tingkah Kisya yang menangis karena kepedasan.
"Memandangi mantan itu memang sangat menyenangkan ya pak Jino." Ucap nona Talita dengan senyuman yang menawan. Jino tersenyum dengan manis membalas senyuman Talita. Setelah itu kembali fokus pada angel dan Kisya. Di sana Kisya dan Lintang belum menyadari keberadaan Jino di resto itu. Mereka masih asih dengan tingkah mereka tanpa memperdulikan orang lain di sekitar mereka.
Bersambung ❤️
__ADS_1
Wahh udah eps sini aja yaa... Gimana suka engga sih.. kalau kalian enggak suka dengan alur ceritaku mohon maaf aku hanya bisa seperti ini.