Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
P A K E T


__ADS_3

Malam itu Kisya sudah memasak dengan menu kesukaan sang suami. Kisya sudah menata meja makan dengan sangat cantik. Mama Murni hanya duduk menonton saja. Kisya melarang Mama Murni untuk membantunya. Karena itu Mama Murni hanya diam saja duduk manis.


Tiba-tiba saja bel berbunyi. Kisya begitu senang mendengarkan suara dering bel. Kisya berlari menuju pintu dan membuka pintu. Kisya mengira itu adalah suaminya Jino. Tetapi ternyata bukan. Seorang kurir datang dengan paket di tangannya. Ada sedikit rasa kecewa dalam hati Kisya. Saat tahu yang datang bukanlah suaminya.


Kisya lalu menerima paket tersebut. Kurir jasa antar paket itu pun bergegas pergi setelah menerima tandatangan dari Kisya. Kisya membawa masuk paketan tersebut.


Lalu memberikan paket itu untuk sang Mama.


"Dari siapa sayang?" uanya Mama Murni.


"Tidak tahu Mam." sanggah Kisya.


"Oh mari kita buka!" ucap Mama dengan senyuman manisnya.


Lalu Kisya dan Mama membuka paketan tersebut. Ternyata isinya adalah sebuah kaset DVD. Mama dan Kisya merasa heran, siapa yang mengirimkan kaset DVD kepada Mama Murni.


"Ayo kita lihat Ma!" Ucap Kisya dengan senyuman manisnya.


"Baiklah sembari menunggu Papa dan Jino pulang, ayo kita nonton dulu!" Ucap Mama dengan senang. Mereka lalu menuju ke ruang TV dan Kisya mulai memasukan kaset itu ke dalam DVD. Lalu Kisya duduk manis di samping sang Mama mertuanya.


DVD itupun nyala. Kisya dan Mama Murni terkejut melihat isi dari kaset tersebut. Tubuh Kisya bergetar begitupula dengan sang Mama. Air mata Mama Murni menetes tanpa bisa dia bendung lagi. Begitupula dengan Kisya. Mereka terdiam dengan tubuh yang bergetar. Mereka berdua merasakan hawa sedih yang sangat pekat. Kisya Menggenggam tangan sang Mama dengan erat.


Mama Murni menjerit menangis dnegan sangat nyaring.

__ADS_1


"JEEEFF!" Teriak Mama Murni dengan tangisan yang  meledak. Sedang Kisya hanyalah bisa menitikan air matanya dengan diam tanpa suara. Tubuh Kisya bergetar hebat. Itu adalah rekaman CCTV pada saat kecelakaan Jeff terjadi.


"Jeffaan anak Mama." Jerit Mama Murni dengan melengking Mama Murni pingsan dengan seketika. Vidio CCTV kecelakaan Jeff dan Kisya saat itu sungguh membuat Mama Murni syok. Begitupula dengan Kisya. Kisya masih bergetar hebat. Dia bahkan melupakan semuanya. Tubuhnya seolah kaku tak bisa bergerak dia terus menatap televisi dan melupakan nama Murni yang kini sudah pingsan di depang televisi.


Mereka berdua shok berat. Tragedi kecelakaan itu masih membekas di hati Mama Murni. Apalagi Kisya, Kikis sendiri yang mengalami kecelakaan itu. Kisya melihat bagaimana mobilnya terbalik dan langsung meluncur bebas masuk ke dalam danau. keberuntungan berada di pihaknya. Dan Kisya selamat berkat pertolongan warga.


Sedang Jeff sendiri masuk ke dalam air bersama karamnya mobil itu. Kejadian yang sangat tragis. Air mata Kisya terus menetes. Tubuhnya menggigil ketakutan. Dia terus menatap layar televisi dan tubuhnya membeku. Pandangan matanya sudah mulai kabur. Kepalanya sungguh berdenyut sangat pusing.


Bibi lalu datang dan menghampiri kedua nyonyanya.


"Nyonya besar, Nyonya besar bangun!" Ucap bibi dengan kecemasanya. Saat itu Kisya baru tersadar bahwa Mama Murni tengah pingsan.


"Mama." ucap Kisya pelan. Tubuh Kisya terasa amat lemah. Dia perlahan bangkit dari duduknya dengan tubuh yang bergetar.


"Mama bangun!" Kisya mulai menjerit ketakutan. Dia sangat takut Mama Murni kenapa-napa. Dia sangat takut Mama Murni terkena serangan jantung atau sebagainya. Bibi lalu menelepon Tuan Geovandra dan mengabarkan apa yang sedang terjadi di rumah.


Papa Geovandra begitu terkejut dengan apa yang bibi laporkan. Dengan segera Papa menelepon Jino dan memberitahu keadaan rumah. Jino panik dan langsung meninggalkan kantor. Mereka berdua segera pulang dari kantor masing-masing. Jino melajukan kendaraanya sangat cepat. Dia sangat cemas dengan kondisi Kisya saat ini.


Jino lupa Kisya sudah lama tidak meminum obat anti defresinya. Jino mampir ke mansionnya dan membawa obat anti tropika untuk Kisya. Kisya tidak boleh terlalu lama shok dan harus segera meminum obatnya. Kalo tidak istrinya akan terus menangis dengan histeris. Jino terus melajukan kendaraanya dengan sangat cepat. Sudah seperti pembalap formula satu.


Sesampainya di rumah. Jino menyaksikan Mama Murni sedang terbujur kaku tak berdaya. Lalu dia melihat istrinya sedang menangis di samping Mama sambil memeluk erat tubuh Mama Murni. Papa Geovandra masih belum datang.


"Bi sudah menelepon Dokter?" Tanya Jino dengan kecemasannya. Bibi menggeleng," belum Tuan!"

__ADS_1


Jino lalu dengan segera menelepon Dokter keluarganya. Jino sangat takut terjadi sesuatu hal kepada sang Mama.  Jino lalu melihat televisi masih menyala. Dia melihat kejadian kecelakaan itu dengan jelas. Jino lalu mematikan televisinya. Jino memeluk sang istri dengan erat. Mengecup kening Kisya dengan penuh kasih sayang.


"Tenanglah sayang, ada aku disini!" ucap Jino dengan pelukan hangatnya. Kisya menyambut pelukan sang suami. Kisya benar-benar ketakutan melihat vidio tersebut.


"Mama sayang, Mama tidak apa-apa kan?" Kisya masih mengisak dengan pilu.


"Mama hanya pingsan, sebentar lagi Dokter akan segera datang!" Jino terus mengecup kening sang istri dengan lembut. Kisya semakin mengeratkan pelukannya. Beberapa saat kemudian Papa Geovandra datang. Dia terkejut melihat sang istri tengah pingsan.


"Mama." Teriak Papa terkejut. Papa langsung memeluk sang istri dengan erat. Papa lalu memgambil kayu putih yang bibi sodorkan di hadapanya. Dan mengoleskan kayu putih tersebut ke hidung istrinya.


Mama terbatuk dan perlahan membuka matanya. Mama terlihat lemah. Mama diam dengan kepala yang masih berdenyut.


Air mata Kisya masih menetes. Jino lalu menggendong sang istri dan merebahkannya di sofa sebrang sofa yang Mama Murni tiduri.


"Ssttt.. jangan nangis lagi sayang!" Jino kembali mendekap lembut sang istri. Dia memperlakukan istrinya begitu lembut penuh kasih sayang. Kisya masih meneteskan air matanya. Jino menyeka air mata yang membasahi pipi sang istri. Dan mengecup kembali kening, pipi dan terakhir mengecup bibir mungil Kisya dengan penuh cinta.


Sedang Papa Geovandra masih sibuk dengan Mama dan Jino sibuk memberikan ciuman untuk sang istri. Jino mengelus rambut sang istri dan memberikan istrinya satu tablet obat. Kisya hanya nenurut dan dia meminum obatnya. Tidak perlu meunggu lama. Kisya akhirnya tertidur dalam pangkuan sang suami. Sedang Mama baru saja di tangani oleh Dokter keluarga. Mama hanya shok karena melihat kejadian dimana putranya meregang nyawa. Ibu mana yang tidak terluka melihat kejadian kecelakaan anaknya yang membuat anaknya tidak kembali. Pemberi paket itu sukses telah membuat dua wanita itu jatuh dalam kesakitan yang sempat mereka lupakan.


🌺 Bersambung 🌺


Jangan lupa baca ya baca Alexis yang super ganteng. Salam sayang by Lee


__ADS_1


__ADS_2