Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Pengakuan


__ADS_3

"kamu tidak menyukai Jino?" Sekali lagi Papa tanyakan hal itu terhadap Kisya.


"Pa." Kisya mulai menangis


"Kamu tidak menyukai bayi itu?" Tanya Papa sambil menatap Baby Vano.


"Pa, jangan paksa Kisya , Kisya mohon!" Kisya menangis dengan tersedu.


Jino menatap kisya Dengan rasa kecewanya. Jino merasa sudah memiliki jalan dan restu dari orang tua, tetapi Kisya sendiri malah menolak jino.


"Kamu sengaja ingin membuat keluarga malu, Papa dan Bunda kamu, keluarga besar kita akan menanggung malu nak, kalo pernikahanya sampai gagal." Ucap Papa dengan nada kekecewaan. Kisya terlihat begitu bingung. Kisya masih terisak dalam tangisnya. Baby Vano melihat Kisya menangis. Dan Baby Vano ikutan menangis.


"Kenapa, kamu nangis sayang, maafkan aunty sayang!" Ucap Kisya Dengan suara yang bergetar. Baby Vano masih menangis. Lalu Jino datang menghampiri Kisya dan Baby Vano. Jino menatap Kisya dengan kecewa. Lalu Jino mengambil sang bayi dengan lembut dalam peluknya.


Kisya melihat tatapan kekecewaan Jino. Kisya merasa tidak nyaman.


Kisya terisak dalam kebingungannya. Jino duduk sambil memeluk sang buah hati dan memejamkan matanya sambil menepuk-nepuk pantat sang bayi gembul. Bayi bule itu pun tenang dengan seketika. Setelah Jino memberika pelukan yang nyaman.


"Kamu rindu Daddy nak?" Ucap Jino pelan. Papa Geovandra menatap Jino penuh iba. Dan Kisya masih mematung.


"Kis, kamu tidak kasihan pada Bunda dan Papa, kelak kita akan di gunjingkan orang, karena pernikahan yang gagal." Ucap Bunda Nisya sambil menggenggam tangan Kisya Dengan lembut. Kisya menatap Bunda Nisya dengan kebimbanganya.


"Bunda berkata seperti itu, hanya mementingkan nama baik keluarga, tapi apa Bunda dan Papa sama sekali tidak perduli lagi dengan kak Jeff, dia pasti akan pulang, aku akan menjadi istrinya yang terbaik, aku akan menebus kesalahanku karena aku sudah mengecewakanya." Tangis Kisya semakin lirih.


"Bunda masih tidak tau, kapan kamu mengecewakan Jeff?" Bunda Nisya mulai memalingkan wajah kecewanya. Sangat sulit untuk menyakinkan Kisya. Mama Murni terdiam dengan tatapan kosong. Kisya melihat hanya Mama Murni yang tidak berkomentar.


"Mama." Kisya menatap sang Mama yang terdiam dengan pilu.


"Hmm." Ucap Mama Murni sambil menatap Kisya.


"Benarkah Mama juga ingin Kisya menikah dengan kak Jino?" Ucap kisya pelan.

__ADS_1


"Sayang."


"Iya Ma."


"Mama masih berharap Jeff bisa pulang dan besok kalian bisa merayakan pesta pernikahan kalian dengan bahagia."


"Aku juga ingin seperti itu Ma!" Kisya mulai menangis.


"Tapi, sudah tiga hari, sepertinya Jeff tidak akan pulang." Mama Murni menangis dengan lirih. Tangisan seorang ibu yang merindukan putranya. Kisya berdiri dan berjalan melangkah mendekati Mama Murni. Kisya lalu memeluk Mama Murni dengan erat.


"Mama, Mama, Kikis mohon kita tunggu kak Jeff pulang Ma, Kisya mau tunggu dia sampai dia pulang kembali ke dalam pelukan kita Ma!" Kisya semakin menangis dengan isakan yang terdengar menyakitkan.


"Kis, Mama ingin menunggu Jeff Seumur hidup Mama, Mama akan tinggu dia, Mama akan sabar menunggu Jeff pulang. Tetapi, tetapi, kamu harus menikah dengan Jino, Mama merestui kalian untuk menikah!" Ucap Mama Murni dengan tangisan pilu. Kisya merasa tersengat aliran listrik ketika  mendengar ucapan sang Mama. Kisya menggelengkan kepalanya dan berteriak.


"TIDAK.. "


Teriakan Kisya membuat semua terkejut. Jino dan Baby vano yang mulai terlelap menjadi terbangun. Baby Vano menangis dengan sangat kencang. Jino lalu membawa Baby Vano keluar untuk menenangkannya.


Tangis Kisya meledak.


Jino mengentikan langkahnya. Dia tersenyum mendengar ucapan bahwa Kisya yang begitu mencintainya. Walau senyum itu di akhiri dengan helaan nafas karena Kisya tak bisa menerima pernikahanya. Papa Geovandra dan yang lainya terdiam mendengar pengakuan dari Kisya. Bunda Nisya langsung berdiri dan memeluk sang putri.


"Jangan siksa dirimu nak?" Ucap Bunda Nisya dengan air mata yang terus menetes membasahi pipinya.


"Bunda, itu kesalahan Kisya, itu yang membuat Kisya menyesal." Tangis Kisya lirih.


"Kamu menyiksa perasaanmu sendiri, jangan seperti ini nak!" Bunda Nisya memeluk sang putri dengan lembut.


"Kikis sudah jatuh cinta pada kak Jino,  padahal kikis sudah menikah dengan kak Jeff, ini salah Bunda juga karena merahasiakan pernikahan kami."


"Cinta datang secara tiba-tiba, itu mungkin takdir tuhan nak, tuhan telah mengetahui bahwa Jeff akan pergi seperti ini, karena itu tuhan telah memberikan cinta yang baru untuk Kisya." Ucap Mama Murni pelan.

__ADS_1


"Mama aku menantu Mama, Mama tidak membenciku?" Tanya Kisya.


"Membenci apanya?


"Membeci Kikis karena sudah membagi rasa dengan kak Jino, membuat kak Jeff terluka."


"Jeff tidak terluka Kis, Jeff bahkan tidak tau bahwa kamu menyukai orang lain." Ucap Mama.


"Kak Jeff tau Ma, dia tau semua, karena itu Kikis merasa bersalah , Kikis bukan istri yang baik Ma, maafkan menantumu ini!" Kisya masih menangis dengan tersedu. Air matanya terus membanjir. Matanya sudah sembab.


"Aku tidak akan memaksamu menikah denganku!" Ucap Jino pelan. Sambil menggendong Baby Vano yang sudah mulai terdiam.


Kisya menatap Jino dan mengusap air matanya.


"Aku tidak akan memaksa kamu untuk menjadi istriku, jika kamu ternyata tidak bahagia bersamaku!" Ucap Jino pelan. Tetapi membuat semua orang terdiam merasakan rasa sakit hati Jino. Papa Geovandra begitu iba melihat Jino berkata seperti itu. Papa sangat tau bahwa Jino begitu mencintai Kisya dengan tulus dan begitu dalam.


Penolakan Kisya sungguh membuat hati Jino terluka. Tetapi Papa tau Jino pasti akan bisa menanggung beban dan rasa sakit itu.


"Maafkan aku Kak, aku tidak bisa menikah denganmu!" Kisya menatap Jino dengan hati yang hancur pula. Sebuah penyesalan membuat Kisya harus menolak pernikahanya dengan Jino. Jino tersenyum tipis. Dan mengecup sang buah hati.


"Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa sendiri, aku sudah biasa berteman dengan sendu dan rindu, aku akan menanggungnya!" Jino masih memeluk sang bayi tanpa menatap Kisya sama sekali. Semua terdiam. Papa, Mama, dan Bunda Nisya sudah sangat bingung. Bagaimana cara supaya Kisya mau menerima pernikahanya dengan Jino. Semua berfikir dengan sangat keras. Namun Jino hanya terdiam melangkah meninggalkan Kisya dan yang lainya.


"Kalo begitu untuk apa kita disini Baby, aku pergi Kis!"


Bersambung🌺


lihat wajah sedih mereka 😭😭😭😭😭😭 kisya dengan rasa bersalahnya, dan jino dengan kekecewaannya.😭😭😭



lihat gambar ini, kisya mengenakan gaun pengantin dengan sedih.

__ADS_1



__ADS_2