Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
H-6 sebelum resepsi


__ADS_3

"Jangan bilang seperti itu kak, aku gak bisa hidup tanpa kamu." Rania mulai terisak. Dan Jeff hanya terdiam. Jeff lalu pergi meninggalkan Rania. Rania mengejar Jeff dan akhirnya.


Brugh.


Rania terjatuh.


Jeff melihat kebelakang terlihat Rania tersungkur. Jeff berdiam diri sejenak. Dia kebingungan harus menolong Rania atau pergi.


"Jangan pergi!" Ratap Rania dengan mata yang memerah. Air mata terus jatuh membasahi pipi manisnya. Jeff menghela nafas berat. Dia lalu menghampiri Rania dan membantu Rania bangun. Rania terlihat kesakitan dan tidak bisa berdiri.


"Jangan pergi kak!" Ratap Rania pilu.


Jeff hanya terdiam sambil menggendong gadis itu masuk kembali ke dalam kamar hotel. Jeff membaringkan Rania di sofa dan Jeff duduk di bawah sofa. Jeff merasa sangat kacau. Entah apa yang harus dia lakukan. Dia ingin sekali mengingat kejadian semalam. Tetapi sama sekali dia tidak bisa mengingat semua itu.


Minuman beralkohol adalah musuh bebuyutannya. Tidak boleh seteguk pun dia meminumnya. Karena dia akan langsung mabuk dan tak sadarkan diri.


"Apa yang terjadi semalam tolong lupakan! Aku sendiri tidak bisa mengingat hal itu. Jika memang terjadi sesuatu pada kita berdua maka itu adalah sebuah kesalahan." Jeff berkata dengan wajah penuh kekesalan. Tanpa menatap wajah Rania sama sekali.


"Itu bukan kesalahan kak, itu hal yang sangat indah untuku, jika menurutmu itu adalah sebuah aib maka bagiku itu adalah sebuah anugrah. Aku tidak akan menuntutmu untuk bertanggung jawab padaku, kakak cukup menemaniku sampai kontrak kita selesai. Setelah itu aku berjanji tidak akan menggangu kakak, apapun. Yang terjadi padaku, dan apapun yang terjadi pada kakak kita sebaiknya tidak saling berkomunikasi lagi, aku menjanjikan hal itu kepadamu kak, asal kamu penuhi kontrak itu." Tutur Rania dengan Isak tangisnya.


Gadis itu sudah gila. Rasa cintanya terhadap Jeff telah membutakan mata dan hatinya. Dengan segala pikiran kotor dan licik dia berusaha untuk mendekati Jeff. Tetapi itu semua semata-mata hanya karena cinta. Rania sangat menyukai Jeff mencintai Jeff sepenuh hatinya. Sehingga gadis itu sudah buta dan tuli karena cintanya terhadap Jeff.

__ADS_1


Dia buta untuk melihat pemuda lain selain Jeff. Dia tuli untuk mendengar suara lain selain Jeff. Karena rasa cinta itu dia menjadi sangat arogan dan egois. Menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Baiklah, aku akan mengikuti apa keinginanmu, sampai kontak kita selesai. Sekali lagi jangan sentuh Kisya, dia tidak bersalah. Sedikit saja kamu menyentuh kisya maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu." Jeff berkata Dengan penuh penekanan. Dia geram dengan semua tingkah Rania.


Rania mengangguk "baiklah."


Jeff lalu menelpon seseorang untuk datang. Ternyata itu pelayan hotel. Jeff meminta Betadine untuk mengobati luka pada lutut Rania. Bukan sebuah luka yang besar tetapi entah kenapa Rania terlihat kesakitan.


"Aku harus pulang, aku harus bekerja." Jeff bangkit dan perlahan berjalan ke arah pintu keluar. Rania masih menangis Dnegan lirih. Dia masih merindukan jeff. Dia tidak mau berpisah Dengan Jeff. Jeff terus membuka pintu dan melangkah keluar dari kamar hotel meninggalkan Rania dalam tangis kesendirian.


Jeff berjalan dengan pikiran yang kacau. Dia merasa bersalah telah menghianati Kisya. Jika saja benar semalam dia telah bercinta dengan Rania maka dia telah berdosa pada Kisya. Jeff merasa sedih karena tidak bisa berbuat banyak untuk melindungi Kisya. Dia hanya bisa berbuat seperti itu untuk melindungi sang istri. Sesampainya Jeff di depan lobi hotel ternyata disana sudah terlihat Jino bersama dengan beberapa koleganya.


Jeff langsung bersembunyi. Namun Jino sudah tanggung melihat keberadaan Jeff disana. Jino menatap Jeff dengan kening yang mengkerut. Karena sudah tanggung tertangkap basah akhirnya Jeff mendekat ke arah Jino.


"Dari mana?" Jino bertanya Dengan nada pelan.


"Ada keperluan."


"Kamu tidak ke kantor, papa tadi mencari mu, sepagi ini kamu sudah di hotel?" Jino berkata penuh kecurigaannya.


"Aku semalm bertemu teman lama dan dia memberikan aku minuman , setelah itu aku tidur dan dia membawaku ke sini."

__ADS_1


Dalih Jeff. Jeff berbohong dan dia merasa sangat takut kebohongannya terungkap. Dia takut Jino menyampaikan kepada kisya dan keluarganya.


"Yasudah , aku ada meeting." Jino berbalik dan meninggalkan Jeff sendiru.


"Iya bang." Jeff merasa lega Jino Tidak mencuriganya. Padahal tadi jantung Jeff serasa mau lepas saat melihat Jino ada di lobi hotel. Tetapi namanya juga Jino, dia jarang berkomunikasi dengan orang lain termasuk Jeff.


Jeff dengan tergesa-gesa keluar dari hotel menuju ke parkiran mobil dan langsung tancap gas pulang ke rumah untuk berganti baju lalu pergi ke kantor. Dia merasa tubuhnya sangat lemah hari ini. Dia sebenarnya sangat malas untuk pergi ke kantor. Jeff masih pusing dengan pikiranya. Dia masih bergelut Dengan ingatan semalam. Sama sekali dia tidak mengingat apapun.


Tapi tadi Jeff sempat melihat kismark di leher rania. Dia merasa kesal, apa iya dia yang melakukanya.


"Dasar bodoh." Teriak Jeff dengan rasa kesalnya. Dia merasa telah di jebak. Dia yakin yang dia minum. Semalam bukan air putih tapi sebuah minuman keras yang di campur dengan hal lainya.


"Rania brengsek, wanita jalang." Batin Jeff bergemuruh. Dia merasa sangat kesal pada gadis itu. Dia sangat takut Kisya mengetahui hal yang terjadi semalam. Dia tak mau melihat Kisya sedih. Dia tidak mau kehilangan Kisya. Karena setiap nadinya berdenyut, setiap denyutan selalu berkata nama Kisya. Hanya Kisya dan tidak ada yang lain.


 


Rania masih menangis di kamar hotel . Dia sangat sedih Jeff meninggalkannya begitu saja.


"Ini semua gara-gara Kisya. Gara-gara wanita sialan itu, aku sangat benci sama dia, lihat saja apa yang akan aku perbuat padamu cewe murahan."


Rania bergejolak. Dia terus menangis dengan sangat lirih. Hatinya sangat sakit karena perlakuan Jeff padanya. Setelah apa yang mereka lakukan semalam. Jeff meninggalkannya begitu saja.

__ADS_1


Bersambung❤️


__ADS_2