Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Berbohong


__ADS_3

"Halo Kak, ini aku kak, kak ini kamu kan?" Rania mengambil paksa handphone milik Dokter Allana dia langsung mendengarkan suara Jeffan dan berbicara kepada Jeffan. Sayangnya Jeff langsung menutup teleponnya tanpa mendengar semua ucapan dari Rania.


Dokter Allana begitu terkejut dengan apa yang di lakukan oleh adiknya Ardika. Pasalnya perlakuan Rania sungguh sangat tidak sopan. Dia mengambil paksa barang milik orang, dan itu membuat Allana menjadi kesal dia pun hanya bisa mengerutkan dahinya, melihat perilaku gadis yang kini memang sedang berkonsultasi dengan Dokter Jiwa.


Tetapi Dokter Allana memahami kalau memang Rania sedang terganggu jiwanya. Karena itulah dia tidak marah ketika dia mengambil ponselnya seperti itu. Mungkin ada sedikit kekesalan tetapi itu bisa di atasi dengan segera.


"Ada apa apa?" Ucap Dokter Allana sambil melihat ke arah lain, lalu Dokter Allana mengambil kembali ponsel dari tangan Rania.


"Tadi itu siapa, dok? Apakah itu Kekasihku, kamu menyembunyikan sesuatu? kamu menyembunyikan kekasihku? tolong katakan padaku! Dimana keberadaan kekasihku? selama ini kamu menculiknya?" Rania memberondong Dokter Allana dengan banyak pertanyaan aneh, memang tidak sopan langsung berkata seperti itu membuat Dokter Allana mengerutkan dahinya.


Dokter Allana merasa tidak nyaman ketika Rania mengatakan bahwa dirinya adalah seorang penculik.


"Apa maksud kamu, apa maksud dari semua pertanyaan kamu, aku tidak menyembunyikan siapapun, aku juga tidak menculik siapapun, yang tadi itu dia adalah."


"Kak Jeff kan, dia Georjeffan. Dia anak pengusaha kaya raya itu, Katakan padaku kalau itu benar, dia adalah Ayah dari bayiku." Rania tiba-tiba saja menangis dengan tersedu, ia benar-benar mengharapkan Dokter Allana memang telah menyembunyikan Jeff. Dokter Alana tidak senang dengan semua tuduhan yang diberikan oleh Rania kepadanya.


Dia mencoba menelan salivanya, dia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa, dia tidak boleh membuka identitas Jeff ke sembarang orang, karena permintaan Jeff sendiri.

__ADS_1


"Apa maksudmu, kekasihmu, Ayah dari Anakmu. Apa kalian sudah menikah atau apa kalian memang sudah memiliki seorang anak?" Dokter Allana memang merasa kebingungan dengan ucapan yang di lontarkan oleh Rania. Pasalnya Ardi tidak pernah mengatakan bahwa ia memiliki seorang bayi.


"Iya, dia Ayah dari bayiku!" Rania menangis dengan tersedu berharap Dokter Allana bisa mengatakan semuanya kepadanya.


"Apa ini ardi? Kenapa kamu tidak mengatakan padaku bahwa dia sudah memiliki seorang bayi?" Dokter Allana melihat ke arah Ardika, Ardika menggeleng sambil berkata.


"Itu semua bohong, mana ada seorang bayi, sudah aku bilang Adikku suka berhalusinasi." Jawaban Dika kepada Dokter Allana. Kini Dokter Allana merasa lega mengetahui bahwa wanita itu memang suka berhalusinasi, dia merasa kecewa jika pada akhirnya Jeff telah memiliki seorang bayi dari perempuan lain.


Untuk sementara Dokter Allana hanya akan menyembunyikan identitas Jeff sesuai dengan permintaan Jeffan. Bukan bermaksud dia menyembunyikan identitas Jeff dari dunia untuk dirinya sendiri, bukan itu maksudnya Allana, tapi karena kondisi Jeff memang belum pulih sepenuhnya dan Jeff meminta agar merahasiakan keberadaannya, makanya Dokter Allana tidak memberitahukan hal itu kepada Rania.


"Tapi aku benar, aku memiliki bayi dan bayiku keguguran." Rania terus terus merengek memperlihatkan rasa sedihnya kepada sang Dokter.


Tetapi gadis itu bersikukuh bahwa dirinya sudah tidur dengan Jeff dan keguguran bayinya Jeff, Padahal sudah jelas kata Dokter kalau Rania memang sedang datang bulan dan untuk laporan kronologis soal keperawanan, Ardika sengaja menyembunyikannya dari Rania agar Rania tidak terlalu kecewa, tapi kini hatiku mengatakan semuanya pada Rania. Rania terdiam, dia Lalu mendorong sang kakak dengan keras.


"Mana mungkin aku masih perawan, aku telah bercinta dengan kak Jeff, kami telah memiliki seorang bayi, dan akhirnya aku pun keguguran. Kamu berkata seolah kamu tahu semuanya. Jangan ikut campur urusan ku. Aku tidak suka kamu ikut campur, lagi." ucap Rania sambil membentak Ardika dengan begitu kasar. Gadis itu begitu kesal dengan ucapan kakaknya yang mengatakan bahwa dia masih perawan. Padahal Ardika tahu bahwa belum ada yang menyentuh adiknya, itu pun dia tahu dari hasil pemeriksaan Dokter.


Saat Rania mau pergi, dengan segera Ardika mencengkram pergelangan tangan sang adik, supaya sang adik tidak kabur. Arti tau kondisi adiknya masih belum stabil, dia benar-benar merasa kerepotan, adiknya mengalami defresi seperti itu.

__ADS_1


Dokter Allana hanya bisa menjadi seorang penonton saja, dia tidak mau ikut campur urusan keluarga Ardika. Tetapi dia benar-benar tidak menyangka, bahwa ada perempuan yang mencintai Jeff sampai segila itu. Dokter Allana sedikit iba dengan kegilaan Rania yang memungkiri kenyataan bahwa dirinya memang masih perawan.


Sebenarnya Dokter Allana ingin segera pulang ke rumah. Dia ingin segera menceritakan semua kejadian ini kepada Jeff, dan juga ada satu dan mungkin ada beberapa pertanyaan yang ingin Dokter Allana lontarkan kepada Jeff, yaitu yang bersangkutan dengan hal ini.


"Lepaskan tanganku ardi kamu menyakitiku!" Teriak Rania dengan sangat keras, ardika tidak menghiraukan teriakan adiknya, dia terus memegang pergelangan tangan dan ia dan berjalan dengan cepat menuju ke arah mobil. Rania sendiri tidak bisa berkutik, karena cengkraman tangan Ardika begitu keras dan Rania hanya bisa mengikuti langkah ardi dengan sempoyongan.


Dokter Allana juga mengikuti langkah Ardika. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan, jika kepada adiknya. Dia hanya bisa menjadi penonton, tetapi kini dan ia juga terlihat kesakitan, Dokter Allana tidak tega melihat hal itu.


"Ardi sudah, jangan terlalu keras memegang adikmu, lihat adikmu kesakitan," ucap Dokter Allana Sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan Ardika karena ia terlihat kesakitan. Sayangnya ardi tidak menghiraukan apapun, yang di ucapkan oleh Dokter Allana.


Ardika terus berjalan dan menepis tangan Dokter Allana, sampai akhirnya mereka sampai di sebuah parkiran, dan segera mencari keberadaan mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya.


"Dokter tolong aku Dokter!" Rengek Rania dengan penuh harap sambil menatap Dokter itu. Sedangkan Dokter Allana hanya bisa memohon kepada Ardika, tetapi Ardi tidak bisa mengikuti semua keinginan Allana.


"Maaf Allana sebaiknya kamu pulang lebih dulu, karena aku tidak bisa mengantar kamu, aku akan pergi ke rumah ayah saya, bersama Rania," ucap Ardika sambil masuk ke dalam mobil bersama Rania dan Dokter Allana pun tersenyum dengan anggukan yang manis.


Bersambung.

__ADS_1


hallo maaf baru up lagi, jika sudah membaca jangan lupa ya vote dan kasih jempol😘😘


Salam sayang dariku, Evangeline Harvey/Lee.


__ADS_2