Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Mimpi Buruk Itu


__ADS_3

"Aku benci kamu. Aku benci karena kamu membohongiku, brengsek. Aku ingin mati saja. Dari pada harus hidup denganmu," ucap Kisya sambil memegang pisau hendak bunuh diri.


"Tidak jangan sayang, jangan lakukan itu semua sayang, tolong maapkan aku, jangan sayang jangan lukai dirimu sayang. Tidaaakk," teriak Jino berusaha menenangkan Kisya.


Jino begitu terkejut melihat istrinya tiba-tiba berkata seperti itu, entah kapan istrinya mengingat kembali masa lalunya, tetapi tiba-tiba Saja Kisya ingin melakukan bunuh diri karena dia merasa di bohongi oleh Jino.


"Kamu pria paling bejat, yang pernah aku temui. Kamu pria paling brengsek yang pernah ada dalam hidupku, aku benci sama kamu, Aku jijik karena ternyata kamu telah menyentuhku seperti itu, pria kurang ajar, aku harusnya membunuhmu juga, aku harusnya membunuhmu lalu bunuh diri, itu yang harus aku lakukan sekarang," teriak wanita itu dengan sangat lantang, wanita itu menangis menjerit meraung-raung. Dia benar-benar merasakan kesakitan yang teramat sangat ketika mendapati bahwa dirinya telah tinggal bersama pria yang sudah menghancurkan hidupnya.


"Aku harus seperti apa, agar kamu mau memaafkanku?" Jino berkata dengan mata yang berkaca-kaca, dia sungguh tak bisa melakukan apapun selain membujuk sang istri. Dia sudah sangat mencintai istrinya, sedalam lautan dan seluas samudra, bahkan akan kalah dengan rasa cintanya terhadap Kisya.


"Kamu cukup mati sajaz kamu cukup mati di hadapanku, dan aku akan ikut mati denganmu, aku membencimu sampai ke tulang rusukku, aku membencimu sebenci-bencinya, kamu telah menghancurkan kehidupanku. Aku masih mengingat rasa sakit yang kau berikan padaku. Aku mengingat itu semuanya, aku memohon saat itu, aku lebih baik mati saat itu!" Sekali lagi wanita itu menjerit dengan sangat keras dan Jino hanya bisa melihat dengan tatapan yang sangat curam, air mata menetes tanpa bisa di bendung lagi, dia sungguh sangat terkejut melihat istrinya mengamuk seperti itu.


"Sayang aku mohon jangan seperti ini. Sayang aku sangat mencintaimu. Aku mau minta maaf atas semua dosaku di masa lalu, tapi sekarang aku sungguh mencintaimu, dengan tulus. Aku mencintaimu dengan segenap jiwaku, dengarkan aku sayang. Lihat mataku, aku tidak bisa hidup tanpamu!" Atap Jino dengan air mata yang menetes pria itu meneteskan air mata Karena dia sungguh merasa sedih melihat sikap istrinya seperti itu.


Kembalinya ingatan sang istri merupakan musibah untuk dirinya. Dia sungguh merasa tidak tenang, dan tidak nyaman, jika berjauhan dengan sang istri, apalagi harus bertengkar seperti ini, dia benar-benar merasakan kesakitan yang teramat sangat, apalagi mendengar kata-kata Kisya yang mengungkit soal kematian.

__ADS_1


Jangankan kematian, Jino melihat kisya sakit pun dia tidak sanggup, apalagi harus melihat kisya meninggal. Jino lebih baik mengambil dirinya sendiri untuk mati, daripada haru melihat sang istri meninggal di depan matanya.


"Jangan ucapkan kata cinta brengsek, pria pendusta sepertimu tidak pantas mengucapkan kata-kata suci seperti itu. Kamu pria brengsek yang pernah aku tahu di muka bumi ini. Seharusnya pria seperti mau mati dan masuk neraka secepatnya, agar tidak ada gadis lain yang merasa menderita dan tersakiti seperti aku!" Kembali kisya menjerit dengan tangisannya yang nyaring, dia benar-benar membenci Jino, rasa sakit hati yang Kisya rasakan karena perbuatan Jino di masa lalu, masih terasa sampai saat ini.


"Sayang jangan seperti itu. Kamu harus ingat anak kita, baby Vano, dia pasti akan bersedih melihat kita bertengkar seperti ini, ingatlah dia sayang, putra kesayangan kita!" Jino mencoba menenangkan sang istri dengan menyebut nama putra kesayangan mereka berdua.


"Siapa? Baby Vano siapa, apa anak haram itu yang kamu maksud?" Wanita itu menghentikan tangisnya dan dia tertawa dengan begitu tersakiti. Tawanya bukan tawa kebahagiaan, tapi tawa kesakitan, menertawakan dirinya sendiri yang melahirkan seorang bayi hasil dari pemerkosaan.


"Jangan kamu menghina putraku seperti itu, dia tidak bersalah, kamu memang pantas untuk benci kepadaku sayang, kamu boleh melakukan apapun yang kamu mau kepadaku, tapi jangan pernah membenci buah hatiku, dia adalah milikku, putraku, anak kesayanganku. Jangan pernah kamu membuat dirinya tersakiti dengan ucapanmu yang kasar, seperti itu." Jino berteriak ketika dia mendengar Kisya menertawakan baby Vano, buah hati yang sangat dia cintai.


"Semua memang brengsek. Aku tidak mau hidup lagi kalau begitu, Sebaiknya aku mati saja." Kisya langsung menusukkan pisau itu ke arah perutnya, dan sekarang Akhirnya Kisya bersimbah darah sambil memegang perutnya yang tertusuk pisau.


"Tidaaaaaaaaaaaakkkkkkkk!" Teriak Jino dengan nafas ter-engah-engah.


Dan akhirnya Jino terbangun. Ternyata itu adalah sebuah mimpi. Mimpi buruk. Jino bermimpi bahwa Kisya mengingat kejadian masa lalu..  Kejadian saat Jino memperlakukan Kisya dengan sangat kasar. Jino menitikan air mata dan memeluk Kisya yang sedang tertidur dengan lelap.

__ADS_1


"Tuhan aku sungguh takut. Jangan biarkan mimpi itu jadi kenyataan,"


ucap Jino dalam hatinya. Jino benar-benar takut dan cemas. Sampai Jino tidak bisa lagi melanjutkan tidurnya. Kini Jino hanya menatap Kisya semalaman dengan hati yang resah.


"Aku bermimpi buruk tentang masa itu. Masa di mana dia sangat membenciku. Aku sangat takut dan gelisah. Takut sekali mimpi itu menjadi kenyataan. Aku sekarang sudah mencintainya. Dia istri ku. Dan aku sangat mencintainya. Dia adalah gadis yang sangat baik. Dulu aku salah menilainya. Tapi kini aku sudah tidak bisa hidup tanpanya. Dia sudah menjadi candu untuku. Aku tidak akan siap jika kehilangannya. Walaupun cuma sesaat. Aku takut dia mengingat masa lalunya. Mengingat kesakitanya. Dan aku takut dia akan kembali membenciku dan pergi meninggalkan aku. Tuhan tolong jangan kembalikan ingatannya! Biarkan kami seperti ini dan bahagia.


Kejadian dua tahun lalu biarlah terkubur selamanya. Aku mohon Tuhan kabulkanlah do'a-ku!" Ucap Jino dalam hatinya, sambil terus-menerus menatap wajah sang istri yang sedang tertidur dengan begitu lelap.


Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Kakak semuanya, setelah membaca jangan lupa like dan vote ya, aku berterimakasih pada semua yang masih setia membaca jino dan Kisya sampai sejauh ini, terimakasih banyak ya, jika ada yang merasa bosan dengan cerita ini, maka maafkan lah aku karena membuat cerita yang membosankan.


Pokonya aku sangat sayang sama kalian...


Lee/ Evangelin Harvey.

__ADS_1


__ADS_2