
Kisya masih terbaring lemah. Karena dia terus-terusan muntah. Kisya sudah semakin lemas. Tadinya kisya mau menelepon bundanya, tetapi dia urungkan karena takut bunda khawatir.
Lintang terus menemaninya sampai ketiduran. Kisya sangat beruntung memiliki sahabat seperti Lintang. Setelah menghabiskan beberapa labu cairan infus. Akhirnya Kisya agak sedikit segar. Dan memutuskan untuk ke kampus. Tapi sebelumnya Kisya harus membeli beberapa makanan berat titipan Rani teman sekelasnya .
Lintang dan Kisya sampai di parkiran sebuah resto yang cukup terkenal. Lintang menunggu di mobil sedangkan Kisya turun untuk membeli. Kisya masuk ke resto itu dan memesan beberapa makanan untuk di bekal. Dari kejauhan terlihat seorang pria yang tidak asing. Pria itu sedang makan siang bersama seorang wanita yang sangat cantik dan seksi.
Iya itu Jino bersama wanita cantik. Jino belum menyadari kehadiran Kisya. Sedang Kisya terus memperhatikan. Wanita itu terus tersenyum ke arah Jino dan mencoba merayu Jino. Jino tersenyum terpaksa.
Kisya terus memperhatikan.
Tiba-tiba Lintang datang. Dan menghampiri Kisya.
"Say kamu lama banget sih, bete tau di mobil," sala Lintang dengan wajah masam.
"Sori Lin. Aku lagi emhh... nonton drama.," ucap Kisya sambil menunjuk ke arah Jino.
"What? Rosaline... Dasar ya," kata Lintang kesal.
"Eh mau kemana kamu Lin?"
"Diem kamu Kis. Dia cewe penggoda, dia selalu menggoda Jino dari dulu," ucap Lintang kasar. Lalu Lintang datang menghampiri Jino dan Rosaline.
"Daddy Vano," kata Lintang sambil menghampiri Jino.
"Lintang," jawab Jino terkejut melihat Lintang.
"Sayang..." ucap Jino makin terkejut melihat kedatangan Kisya. Jino seperti terciduk sedang selingkuh.
"Ya ampun Daddy. Kenapa keluar sendiri saja, Baby Vano mana?" tanya Lintang manja terhadap Jino.
"Va-Vano di rumah," jawab Jino agak gagap. Sedang Kisya hanya diam sambil melihat ekspresi Jino yang gugup.
"Heii kamuu, Daddy Vano. Siapa dia?"
tanya Lintang manja.
"Eh... Ia ini emh Rosaline sahabatku. Rosalin ini Lintang," ucap Jino sambil menelan ludah.
Lintang duduk di sebelah Jino dan bergelayut manja.
"Hai, aku Lintang,"
"Hai juga saya Rosaline. Saya baru pulang dari Belanda, tapi sebetulnya saya menetap di Paris,"
"Oh... Jino bukan kah dulu kamu bilang dia sahabat kamu yang memiliki perasaan khusus untukmu, kamu masih dekat saja. Apa ada sesuatu?" kata Lintang sangat manja.
Lintang sengaja berbuat seperti itu untuk membuat Rosaline marah.
"Ka-kapan aku bilang begitu?" tanya Jino gagap. Dan Kisya terus memperhatikan.
"Dulu Daddy waktu kita masih pacaran," sabut Lintang menatap Rosaline tajam.
"Oh... Emhh iya," kata Jino pelan. Sambil sesekali melihat Kisya. Jino benar-benar gugup takut sang istri salah faham.
"Eh maap ya Lintang aku dengar kamu dah putus sama Jino. Kamu gak berhak dong melarang Jino dekat sama siapapun termasuk aku!"
__ADS_1
ucap Rosaline.
"Aku gak ngelarang. Ih kapan aku melarang?" ucap Lintang menegelak.
"Yapi lihatlah sikapmu Lintang, kau mesra dan manja terjadap Jino benar benar menjijikan," ucap Rosaline dengan nada sarkasme.
"Ih lu ya," ucap Lintang kesal dan berdiri. Jino terlihat terkejut melihat Lintang tersinggung.
"Emhhmm," Kisya berdehem.
Lintang dan Jino melihat ke arah Kisya. Tiba-tiba makanan pesanan Jino dan Rosaline datang.
"Ah Jino makanan kita sudah datang sebaiknya kita makan!" ajak Rosaline.
Jino hanya terdiam dengan gugup.
"Kamu pesan makanan apa Nona Rosaline. Seleramu menjijikan. Hoek hoek. Aku mual," ucap Kisya menahan muntah, terlihat sangat mual dan mukanya tiba-tiba begitu pucat.
"Jei kamu siapa lagi. Terserah aku mau pesan apapun itu. Lagian ini kesukaannya Jino. Wanita di sini memalukan Jino, ko kamu betah sih?"
"Sudah Rosa!" ucap Jino sambil cemas melihat Kisya.
"Kis apa perlu aku pesanin jus jeruk?" kata Lintang.
"Enggak-enggak say. Ayo kita pergi aku mual banget!" ucap Kisya hendak pergi. Jino mulai gelisah Kisya mau pergi. Tapi Lintang terus membuat Kisya duduk kembali.
"Kiss, kamu bahkan belum makan sedari pagi. Kamu bisa pingsan kalo enggak makan," ucap Lintang cemas. Sambil sesekali menatap Jino kesal.
"Apa belum makan sedari pagi?"
"Aku gak bisa makan di sini Lintang. Aku mual banget liat seafood segede gitu besarnya. Aku gak kuat!"
tutur Kisya mulai pucat pasi.
"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Jino dengan cemas.
"Ah tidak, aku hanya ingin makan sayur bayam saja!" jawab Kisya pelan.
"Sayur bayam, di sini?" ucap Jino heran.
"Ha ha ha Nona, anda aneh sekali, kenapa sampai tidak tau tempat ini resto seafood bukan warteg!" ejek Rosaline.
"Ayo kalo gitu aku buatin ya sayang!" ucap Lintang sambil membawa Kisya pergi.
"Maap Rosaline tapi aku harus pergi!"
ucap Jino sambil menyusul Kisya dan Lintang.
Kisya sudah masuk ke dalam mobil, Lintang masih di luar dan Jino menghampiri mereka. Tetapi tiba-tiba saja Rosaline datang dan memeluk Jino dengan erat. Sontak membuat Lintang dan Kisya terkejut. Tapi Jino mendorong Rosaline.
"Kamu kenapa sih Rosa?" Bentak Jino.
"Jino, aku cinta sama kamu. Kenapa kamu lebih milih ngejar wanita itu dan ninggalin aku sendiri, kita kan janji mau makan bareng!" ucap Rosaline.
"Enggak Rosa, aku gak cinta sama kamu!" tolak Jino semakin medorong rosa dan kini Jino sudah mendekat ke Lintang dan Kisya.
__ADS_1
"Jino dia cuma mantan pacar kamu, Lintang cuma mantan kamu, aku dengar dia udah nikah. Kamu masih mau jadi selingkuhan dia hah?"
teriak Rosaline meremehkan Lintang.
"Iya, dia Lintang mantan pacarku, tapi aku kesini bukan mau mengejar Lintang, tapi mengejar istriku, kisya," ucap Jino dengan penuh penekanan.
"Istri...?" Rosa terkejut.
"Ia Kisya istriku. Yasudah kamu pergi aja gih.!" ucap Jino kesal.
"Jino, bukanya kamu bilang kamu sayang sama aku terus kemu kapan menikah?" ucap rosaline terkejut dan menangis.
"Rosa aku sayang sama kamu cuma sebagai teman saja, maap!" kata Jino pelan.
Lintang dan Kisya hanya diam saja.
"sayang, itu salah faham sayang!" ucap Jino dengan cemas sambil menggengam tangan Kisya. Kisya sama sekali tidak peduli. Dia saat ini hanya merasa pusing dan mual.
"Sayang tolong percaya sama aku! Lintang tolong jelasin ke dia!"
ratap Jino cemas.
"Kamu kalo gak mau terjadi salah faham, jangan gaya-gaya makan siang janjian apapun sama perempuan manapun!" tegas Lintang. Dan Jino hanya terdiam dia merasa bersalah pada Kisya. Rosaline terus menangis.
"Lintang," ucap Kisya pelan.
"Yup kis," Jawab Lintang.
"Toilet jauh, Kresek mana? Aku aku_
Hoek.
Kisya menahan mual.
"Aduh sayang. Ayo kita ke rumah sakit lagi deh!" ajak Lintang cemas.
"Sayang kamu sakit apa?" tanya Jino sambil memijat pundaknya Kisya.
"Aku gak papa kak!" ucap Kisya pelan dengan wajah yang pucat.
Deg.
Jantung Jino berdebar mendengar kisya memanggilnya kakak lagi. Padahal kemaren Kisya memanggil Jino sebutan nama saja.
"Jino lo emang keterlaluan, istri lo sakit dan lo malah makan siang janjian sama cewe yang jelas-jelas suka sama kamu!" ucap Lintang kesal.
"Enggak Lintang, aku cuma gak sengaja ketemu dia disini!" kata Jino menjelaskan.
"Hmm... Sekali lagi lo kaya gini sama Kisya. Gue bakalan bikin perhitungan sama lo. Lo engga tau sih gimana rasanya sensitifnya seorang wanita hamil," ucap lintang kesal. Karena itu dia pakai bahasa elo gue.
"A-apa Lintang? Hamil, siapa yang hamil?" ucap Jino terkejut.
Bersambung.
kak setelah membaca jangan lupa like dan vote. Maaf ya lama up nya... aku sebenarnya ingin setiap hari up, tetapi pihak mangatoon selalu saja menunda review Jino, sampai dua hari. sedihnya.. jadi aku.
__ADS_1