
Brugggh.
Kisya menabrak tubuh seseorang.
"Ah ." Ucap kisya terkejut.
"Kamu gak papa sayang?..
Ucap seorang pria yang suaranya bahkan sangat dia kenal.
"Sayang?...
Ucap Kisya pelan dengan kening yang mengerut.
"Iya, mau kemana sayang?.. Ucap Jino pelan. Sambil mengelus kening kisya yang tadi menabrak dadanya .
"Bukan urusan kakak, jangan panggil aku sayang!...
Ucap Kisya dengan nada yang kesal. Lalu Kisya menepis tangan Jino dan berlari menuju kamar mandi.
Jino menatap punggung kisya yang menjauh. Jino merasa heran kenapa dengan sikap Kisya yang tiba-tiba saja sangat marah padanya. Jino menghela nafas berat. Memikirkan hal itu membuatnya pusing.
Dia masih menanti Kisya keluar dari toilet wanita. Jino sangat merindukannya melebihi apapun.
Sedang Kisya sendiri masih asik di depan wastafel toilet . Dia mencuci mukanya dan bercermin sesaat.
"Dengan mudah dia bilang sayang terhadapku , setelah tadi asik mengumbar senyum dengan wanita lain."
Ucap Kisya dalam hatinya. Dia begitu kesal dengan sikap Jino yang tersenyum terus terhadap Talita dan Angel tadi. Kisya kembali mencuci mukanya. Dan benar-benar rasa kesalnya masih juga belum hilang.
Kisya berjalan keluar toilet dengan wajah yang basah. Pikiranya sangat kacau. Rasa marah terhadap Jino membuat pikiranya mendidih.
Helaan nafas dia lontarkan dengan sembarang. Dia ingin segera menghilangkan rasa panas dihatinya.
" Yatuhan , untuk apa kakak menunggu di sini?..
__ADS_1
Ucap Kisya terkejut.
Jino tersenyum dengan manis. Lalu berjalan mendekati Kisya. Kisya hanya diam mematung. Jino lalu Menggenggam tangan Kisya dengan lembut Lalu berlari. Jino membawa Kisya berlari menuju ke dalam mobil nya.
Huh hah, mereka berlari dan kehabisan nafas. Jino membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan kekasih hatinya masuk. Dengan perlahan Kisya masuk ke dalam mobil. Sebuah mobil alvar hitam dengan kaca mobil yang gelap. Dan wangi stroberi yang Kisya sukai.
Jino lalu duduk di samping Kisya. Mereka duduk di jok tengah. Jino menatap Kisya dengan lembut sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena berlari tadi . Kisya pun sedang berusaha mengatur nafas sesaknya. Berlari seperti itu membuatnya sesak dan wajahnya memerah.
Kini suara sesak dan helaan nafas lelah sudah tak terdengar lagi. Yang ada hanya suara degupan jantung kedua makhluk yang kini sedang dilanda rasa rindu yang menggebu.
"Untuk apa kakak membawaku kesini?.. Kisya ketus tanpa melihat ke arah Jino. Jino tersenyum manis dan menggenggam lembut tangan Kisya.
Kisya menepis genggaman tangan Jino.
"Sayang, kenapa berubah menjadi galak?...
Ucap Jino dengan senyuman manisnya lalu memeluk Kisya dengan erat. Kisya sebenarnya ingin sekali berontak . Namun entah kenapa tubuh Kisya malah menurut saja. Dengan semua perlakuan dari pria yang kini telah membuat dirinya terbakar sebuah perasaan yang membuatnya merasa aneh.
"Sayang, aku rindu."
Kisya memejamkan matanya dan menghela nafas dalam. Dia sebenarnya ingin mengatakan rasa rindu pula. Namun entah kenapa masih ada perasaan marah dalam hatinya dan membuatnya terasa sangat sesak.
Kisya hanya terdiam dalam pelukan lembut dari pria yang sudah membuat pikiranya mendidih. Selama ini dia tidak pernah merasakan Kemarahan terhadap apapun. Baik itu dengan Jeff atau dengar orang lain. Tetapi anehnya kalo masalah ini, Kisya tidak bisa membendung rasa marahnya. Bahkan tadi dia sampai membentak Rania.
Entah setan apa yang kini telah merasuk ke jiwanya hingga dia tidak bisa lagi untuk berkompromi.
"Kenapa sayangku tiba-tiba galak huh?..
Ucap Jino pelan. Sesekali Jino mengecup kening kisya dengan kecupan hangat dan lembut. Membuat Kisya hanya bisa memejamkan matanya saja. Hati Kisya bergejolak. Sebuah kemarahan dan rasa rindu bersatu membuat debaran jantung yang berbunyi begitu kencang.
Kisya mencoba mengatur nafas dan degupan jantungnya. Dia melepaskan. Pelukan Jino dengan perlahan.
"Untuk apa memeluk aku, peluk saja siapapun yang kakak temui, jangan aku!.. ucap Kisya pelan tanpa menatap mata Jino. Jino tersenyum dan tersadar bahwa kekasihnya sedang dalam mode cemburu.
Jino sangat senang bahkan Kisya bisa cenburu padanya. Membuatnya merasa sangat dicintai kalo seperti ini. Jino tersenyum manis dan dia yakin bahwa dia harus bisa menyembuhkan Kisya yang sedang merajuk. "Cemburu kah?..
__ADS_1
Ucap Jino pelan dengan senyum yang dia torehkan.
Kisya masih tidak mau menatap wajah Jino apalagi matanya. Kisya memandang jauh ke luar kaca mobil. Dia tak mau menatap wajah Jino karena dia tau bahwa hatinya akan melunak ketika dirinya memandang wajah orang yang dia cintai. Iya betul Kisya mencintai Jino dengan segenap hatinya.
"Sayang, udah dong marahnya , maafin aku ya!..
Ucap Jino kembali memeluk Kisya dengan erat. Namun Kisya menepis pelukan dari Jino.
"Jangan sentuh aku kak, jangan panggil aku sayang, aku ini calon adik iparmu." Ucap Kisya pelan sambil mendorong tubuh Jino dengan pelan pula. Jino tersadar dengan ucapan Kisya. Ucapan kisya memang benar adanya. Kisya adalah adik iparnya dan sebentar lagi akan diumumkan di mata dunia.
"Maafkan aku sayang, tetapi aku tidak bisa menahan perasaan rindu ini, aku benar-benar merindukanmu!..
Ucap Jino pelan.
"Tidak udah berkata bohong kak, kamu bilang merindukan aku kan, tetapi kamu tersenyum sebanyak itu pada wanita lain, apa itu yang disebut rindu?..
Ucap Kisya dengan penuh kekesalan.
"Haiss, sayangku sedang cemburu berat ya...? Jino tersenyum tipis.
"Aku tidak cemburu!.. Kisya menyangkal. Karena memang dia belum sadar bahwa dirinya sedang terbakar api cemburu. Jino lalu memeluk dengan erat sehingga Kisya tidak bisa lagi menepis pelukanya. Jino mengecup kening kisya seraya berkata.
"Hanya kamu yang aku cintai dan aku rindukan, wanita lain tidak penting bagi aku. Dan aku tersenyum hanya untuk masalah pekerjaan saja , itu tidak lebih ."
Ucap Jino Masih memeluk Kisya dengan posesif.
Entah kenapa mendengar ucapan jino membuat hatinya dingin. Gejolak hati yang mendidih tadi secara aneh menjadi sangat dingin dan tenang. Entah sihir apa yang Jino gunakan hingga bisa membuat Kisya merasakan ketenangan setelah tadi sempat mau meledakan sebuah bom.
Kisya memejamkan matanya . Dia merasakan debaran jantung Jino yang berdegup kencang sama seperti dirinya. Jino lalu menuntun Kisya untuk duduk dalam pangkuannya. Kisya hanya menurut dan kini sudah duduk dalam pengakuan Jino dan mereka saling bertatapan dengan penuh kerinduan.
"Hanya kamu yang aku cinta, dan hanya kamu yang bisa membuatku merasakan rindu." Ucap Jino sambil menatap Kisya dengan penuh rasa cinta. Sebuah tatapan yang menusuk dan membuat semua wanita yang memandang akan meleleh seketika. Begitupula dengan kisya. Hatinya kini mulai lumer.
Jino merengkuh pinggang Kisya dengan lembut. Kisya masih asik duduk dalam pangkuan kekasihnya. Tak ada kata yang bisa Kisya lontarkan saat ini. Dan Kisya hanya bisa membalas tatapan Jino dengan manik mata redupnya.
Bersambung ❤️
__ADS_1