Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
H-6 2


__ADS_3

Jeff terbangun kepalanya teras sangat berat. Dia melihat di sampingnya seorang gadis sedang memeluk tubuhnya dengan erat. Jeff membuka selimut yang menutupi tubuh polosnya. Dia berfikir keras tentang apa yang terjadi semalam. Dia tidak mengingat apapun. Setelah Rania menuangkan minuman di tubuh Jeff dan Jeff meminum seteguk air pemberian Rania.


Mulai saat itu Jeff tidak ingat apapun lagi.


"Apa yang terjadi?" Jeff memegang kepalanya yang berdenyut. Dia melihat lagi gadis yang ada di sampingnya. Ternyata tubuhnya juga polos hanya tertutup selimut tebal.


"Aku tidak mengingat apapun?"


Jeff mendengus kesal. Dia masih kebingungan. Tentang apa yang terjadi semalam padanya. Dia mendapati dirinya hanya mengenakan selimut tebal dan terlihat bajunya dan Rania berserakan di lantai. Sekali lagi Jeff berfikir.


"Tidak mungkin , ini semua tidak mungkin, aku tidak mungkin bercinta dengan gadis sialan ini." Jeff berkata dalam hatinya dengan penuh kekesalan. Sedang Rania masih terlelap dalam dunia mimpi.


Jeff bangkit dari tempat tidur dan berjalan memunguti bajunya. Lalu diapun masuk ke dalam kamar mandi. Hendak membersihkan diri dari bau tubuh sang gadis yang telah menghabiskan malam bersamanya.


Setelah selesai mandi Jeff hendak membuka pintu kamar hotel tapi.


"Kak mau kemana?"


Ucap gadis yang masih berbalut selimut dan rambut yang acak acakan namun terlihat seksi.


"Aku mau pulang."


Jeff berkata dengan datar.


"Jangan pulang dulu, kamu tega meninggalkan aku setelah semalam mengambil maduku." Rania merengek manja.


"Maaf Ran, aku tidak mengingat apapun, mungkin saja semalam hanya mimpi." Jeff masih berdiri di dekat pintu. Dia masih kebingungan dengan apa yang terjadi semalam. Kekuranfan Jeff hanya satu, yaitu tidak bisa minum minuman beralkohol walau hanya satu teguk.


"Sini kak bantu aku berdiri, tubuhku sangat lemas." Rania melambaikan tangannya ingin disambut oleh Jeff. Namun Jeff masih terdiam mematung dengan seribu pertanyaan yang ada dalam benaknya. Dia sangat bingung dengan apa yang terjadi. Tidak mungkin dia bisa semudah itu menodai seorang gadis. Dia sama sekali belum pernah berhubungan dengan satu gadispun.


Malam sebelumnya dia memang sempat tidur dengan Rania . Tetapi hanya tidur saja, tidak berbuat apapun. Tapi kali ini dirinya mendapati tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun. Helaan nafas kasar dia lontarkan. Dia sungguh kesal dengan kejadian ini. Mana bisa dia bercinta dengan gadis lain. Padahal dia sangat berharap bisa melakukan malam pertama bersama Kisya. Bukan dengan Rania.


Sungguh kejadian yang menyebalkan.


"Ayo kemari kak bantu aku kekamar mandi, aku lemas." Ucap Rania manja.


"Apa yang terjadi semalam?" Ucap Jeff dengan nada datar.

__ADS_1


"Kak kenapa kamu bisa lupa?"


"Lupa, apa maksudmu, kita tidak melakukan apapun kan?"


"Kak, kamu pikir aku yang berbohong?"


"Bisa saja." Ucap Jeff mendengus kesal.


"Mana mungkin aku melakukanya sendiri, tentu saja kita melakukanya berdua."


"Jangan berkata sembarangan, aku Tidak melakukan apapun padamu semalam."


Bentak Jeff lantang.


"Kak kamu tega membentakku, bukankah semalam kakak begitu puas ketika mendengar rintihan kesakitanku." Ucap Rania sambil berdiri dengan tubuh masih berbalut selimut.


"Rania, jaga ucapanmu !" Jeff berteriak.


"Tidak tidak, kamu tidak boleh membentakku, aku bahkan sudah menyerahkan tubuhku untuk mu kak." Rania mulai menangis menjerit dengan lantang .


Jeff terkejut dengan jeritan Rania. Gadis itu menangis dengan sangat nyaring . Tubuhnya terjatuh ke lantai dan menangis lagi.


Jeff berkata pelan. Rania masih menangis terduduk di lantai.


"Kamu tidak percaya padaku kak, kamu minta saja petugas hotel untuk mengecek cctv !" Rania menangis dengan lirih.


"CCTV?"


Jeff terdiam dan mulai berfikir. Jika Rania berani membiarkan dia membuka CCTV maka dia tidak mungkin berbohong. Tetapi kenapa dia tidak ingat sama sekali tentang kejadian semalam. Dia sungguh melupakan semuanya.


"Aaaaahhhhhh." Teriak Jeff merasa frustasi. Sedang Rania masih menangis sambil menatap Jeff ketakutan.


"Bangun!" Jeff menghampiri Rania dan membantu dia bangun. Dan memapah Rania untuk berjalan ke kamar mandi. Jeff memunguti pakaian Rania yang berserakan. Lalu menyerahkan pada Rania yang kini sudah berada di dalam kamar mandi. Jeff duduk di sofa menunggu Rania mandi. Rania mandi sangat lama. Dan Jeff terdiam dengan kebingungan.


"Dia pasti menjebaku." Ucap Jeff dalam hatinya. Wajahnya merah menahan semua kekesalan. Jeff yakin Rania menjebaknya. Terlihat gadis itu keluar dengan menggunakan handuk yang pendek memperlihatkan paha putihnya. Jeff terkejut melihat Rania seperti itu.


"Pakai bajumu!" Bentak Jeff lantang.

__ADS_1


Rania terkejut melihat Jeff berteriak.


"Ya ampun kak, aku hanya ingin mengambil pakaian dalamku, kamu tadi hanya memberi aku kemeja dan rok saja." Ucap Rania dengan mata yang memerah hendak menangis. Rania mulai mencari keberadaan pakaian dalamnya. Dan akhirnya Jeff ikut membantu mencari.


"Ini ." Jeff melempar pakaian dalam Rania tepat di hadapan tubuh sang gadis.


"Dari mana kakak menemukan ini?" Ucap Rania merona merah. Dia sedikit malu.


"Sudahlah pakai saja!" Jeff memalingkan muka .


Rania tersenyum dengan manis melihat Jeff yang menurutnya begitu manis. Rania lalu pergi ke kamar mandi untuk mengenakan pakaiannya. Jeff terlihat mondar-mandir seperti setrikaan. Dia merasa sangat pusing di buatnya.


Gadis itu lalu keluar dengan santai dari kamar mandi. Dia lalu memeluk Jeff dari belakang.


"Jangan pergi dulu aku masih lemas kak!" Rania memeluk dengan posesif. Jeff melepaskan pelukan Rania. Dan menatap Rania dengan tajam.


"Sebenarnya apa maumu?"


"Aku hanya mau kakak, tidak ada yang lain."


"Aku mau soft copy, mana soft copy photo bang Jino dan Kisya?"


"Aku sudah berikan pada kakak waktu itu , tapi satu lagi masih ada di rumah."


"Berikan secepatnya!"


"Tidak bisa sayang, aku akan memberikan pada saat tepat tiga bulan kakak menemani aku, sampai saat itu tiba kakak harus bersabar."


Rania tersenyum manis.


"Aku akan mengadakan resepsi 6 hari lagi tolong jangan hancurkan pernikahan kami!"


Ucap Jeff .


"Iya ,aku tau.. "


"Jangan bertindak bodoh, jika kamu macam macam maka aku tidak segan segan akan bunuh diri." Ucap Jeff dengan penuh penekanan.

__ADS_1


"Kak kamu?" Rania menatap Jeff dengan mulut yang menganga. Seolah tak percaya mendengar ucapan dari kulit pria yang sangat dia cintai. Ucapan kematian.


Bersambung❤️


__ADS_2