
Bayi Vano masih terlelap dengan manisnya. Wanita itu tak henti menatap bayi itu.
Jino yang sedang pokus berenang tidak memperhatikan bayinya. Akhirnya Jino menjadi yang tercepat.
"Wah Masi hebat aja kamu bro"
Ucap Zack yang kedua mencapai pinis.
"Kalian nantangin gue, gue Georjino ga akan bisa kalian kalahkan"
Ucap Jino dengan senyum bangganya.
"Tuh lihat si Alvin Masi belum pinis saja, dasar payah lu Vin hahaha"
Ejek Zack dengan tawanya. Dan Jino pun tertawa.
"Selama istri Lo hamil lo ga berenang lagi kesini bro , kita tidak bisa berenang dengan senang, seperti hari ini " ucap Zack.
"Iya, istri gue sakit saat dia hamil, eh sebentar bayi gue..
Ucapan Jino terhenti dan teringat dengan Vano. Jino melihat ke arah stroler dan sudah ada seseorang yang duduk di samping stroler .
"Itu istri Lo?..
Ucap Alvin sambil beranjak dari kolam.
Jino hanya terdiam dengan senyum kikuk. Lalu Jino segera menghampiri buah hatinya.
"Kisya?..
Ucap Jino terheran melihat ksiya berada di sini.
"Kak jangan larang aku untuk bersama baby Vano!...
Ucap Kisya pelan.
"Tapi Kis dengan siapa kamu kesini?..
Ucap Jino cemas.
"Dengan taxi online"
"Oh.. Kis apa Jeff dan Lintang tau kamu ikut kemari?..
Jino mulai cemas.
"Tidak ,mereka tau aku di rumah"
"Kis sebaiknya kamu pulang , disini banyak laki laki!
"Kenapa kakak sepeti ini, kikis bahkan hanya ingin bersama baby Vano!..ucap Kisya dengan mata berkaca-kaca.
Jino mulai bingung dengan apa yang terjadi. Haruskan dia terus mengusir Kisya atau membiarkan saja.
"Wah inikah istrimu bro?..
Ucap Alvin dengan senyumanya.
"Imut sekali ,melihatnya Masi belia"
Zack menambah.
"Eh bukan, ini dia calon adik ipar ku!..
Ucap Jino .
"Benarkah ,tetapi kenapa sangat mirip, bayi itu sangat mirip dengan kalian."
Ucap Zack sambil memperhatikan baby Vano.
Deg
Jantung Jino berpacu. Jino sangat takut Kisya mengingat hak buruk.
"Kalian pengganggu saja, pergi sana!..
Ucap Jino mendorong kedua temannya.
"Ya pelit sekali bro"
Ucap Alvin kecewa .
"Sudah-sudah ayo kita pergi saja!..
Zack dan Alvin pun pergi.
__ADS_1
Kini tinggalah Jino dan Kisya yang masih terdiam dalam hening.
Jino merasa sangat kikuk hanya berdua saja dengan Kisya.
"Kakak sebaiknya mandi dan berganti baju!..
Ucap Kisya pelan .
"Oh iya.. Jino lalu pergi meninggalkan kisya.
Tiba-tiba saja Jino kembali.
"Kis ayo ikut!..
"Kikis Disni saja kak!..
"Jangan kis disini sepi, dan Disini kolam khusus laki-laki."
Ucap Jino. Jino khawatir ada laki-laki lain yang menggangu nya. Sudah cukup dia melecehkan Kisya ,tetapi tidak boleh dengan orang lain. Jino merasa takut Kisya diganggu laki-laki lain . Jino kali ini benar benar ingin menjaga Kisya .
Akhirnya Jino mengajak Kisya ke kantin dan ramai. Jino menyuruh Kisya untuk menunggunya di kantin itu. Jino merasa tenang jika Kisya di kantin karena disana ramai. Dan Kisya pun mengikuti keinginan Jino .
Dengan segera Jino ke kamar ganti untuk mandi dan berganti baju .
Setelah selesai Jino langsung menuju ke kantin. Dari kejauhan Jino melihat kisya sedang memberikan susu botol pada Vano. Jino berhenti dan hanya menatap Kisya dan Vano. Jino merasa sangat senang melihat kedekatan Kisya dan Vano . Sesaat Jino mematung. Dan jantungnya berdetak tak karuan. Terlihat Kisya tersenyum ke arahnya. Dan Jino membalas senyuman Kisya.
Jino berjalan menuju ke meja Kisya dan duduk berhadapan dengan kisya.
Jino Masi kikuk dengan suasana yang menurutnya sangat aneh.
"Kak baby Vano sepetinya di gigit nyamuk di kolam tadi, lihat pipinya bentol bentol" ucap Kisya dengan cemas.
"Apa ,mana?.. Jino lalu berpindah duduk di samping Kisya. Jino duduk berendeng dengan Kisya. Lalu Jino memperhatikan buah hatinya. Mereka saat itu begitu dekat. Bahkan tanpa sengaja wajah mereka saling bersentuhan. Mata mereka saling memandang. Mata elang Jino begitu tajam memandang mata sayu nya Kisya.
Jino melihat kisya dengan lekat. Jantungnya berpacu kencang. Jino mengingat malam itu. Malam dimana Jino memeluk dan menciumi seluruh tubuh Kisya. Mata Jino terpejam dan langsung memeluk Kisya dengan lembut.
"Kis maapin aku!..
Ucap Jino sangat lembut.
"Kak
Ucap Kisya pelan.
"Sebentar saja biarkan aku memelukmu, jangan takut lagi padaku!..
Ucap Jino Masi memeluk Kisya dengan lembut.
Kisya hanya terdiam. Merasakan pelukan Jino yang hangat. jantung Kisya dan Jino berdebar lebih kencang dari biasanya. Membuat Kisya menjadi tak karuan.
Jino Masi memejamkan mata. Entah kenapa Jino begitu tenang memeluk Kisya seperti ini.
*******
Jino P.O.V
Ya Tuhan aku memeluknya. Apa aku sudah gila. Kenapa hatiku tak karuan seperti ini. Debaran jantungku bahkan lebih kencang dari biasanya. Entah kenapa memeluk Kisya seperti ini membuatku merasa sangat tenang. Kisya maapin aku. Aku tidak akan lagi menyakitimu. Aku akan menjagamu dan menebus kesalahanku dengan merawat anak kita dengan baik.
Aku memeluk Kisya begitu tenang dan terasa damai. Kisya sendiri hanya terdiam menerima pelukanku.
Aku telah lama sendiri dalam langkah sepi. Merasa bersalah padanya. Dan kini aku bisa meminta maap waktu dengan cara seperti ini seenganya aku bisa meminta maap.
Mata kami saling bertatapan. Aku sungguh baru menyadari kecantikan gadis ini. Gadis yang kini menjadi ibu dari anaku. Aku yang telah membuat mata indah ini menangis . Tolong maapkan aku kisya.
"Maapkan aku kisya !..
Ucapku pelan sambil ku kecup keningnya. Entah kenapa dia hanya terdiam. Sepertinya dia menerima kecupanku. Hatiku yang sepi serasa hangat melihat senyumanya. Ada sesuatu yang spesial ketika Kisya memeluk Vano . Mungkin ini yang di namakan ikatan batin ibu dan anak.
"Kak.. kakak kenapa?..
Ucap Kisya pelan.
Aku melepaskan pelukanku dan menundukan wajahku.
"Apa kakak merindukan mamy nya Vano?...
Sekali lagi kisya bertanya.
"Hmm
__ADS_1
Hanya itu yang bisa aku ucapkan. Tanpa kusadari air mata ini menetes. Aku sadar betapa bejadnya diriku saat dulu dengan tega menodai gadis sebaik Kisya . Aku memang bodoh. Aku sangat bodoh. Aku tak bisa lagi menahan tangisku. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku.
Merasakan debaran hatiku yang tak karuan. Rasa bersalah pada Kisya sangat besar.
Aku harus apa jika sudah seperti ini ?.. Kisya menidurkan anaku dalam stroler. Dan menggenggam tanganku.
"Kak
Ucapnya pelan.
Aku tidak mau menatapnya aku tidak ingin wajah sesal ini terlihat olehnya. Oh Tuhan memalukan sekali bahkan air mata ini terus keluar.
Kisya tiba-tiba menggenggam tanganku dengan erat.
"Sudah kak.. jangan bersedih lagi, kakak ipar pasti sudah tenang di sana"
Ucap kisya.
Kisya mengira istriku meninggal. Kisya mengira aku merindukan istriku. Aku lupa kalo Kisya memang hilang ingatan . Kisya tidak tau bahwa aku begini karena perasaan ku. Karena rasa bersalahku menyiksaku setiap hari. Yatuhan rasa bersalah ini menyakitkan. Tolong bebaskan aku dari siksaan ini. Aku ingin hidup normal dan menjadi orang baik. Aku ingin membahagiakan anaku dan kalo bisa aku ingin menebus rasa bersalahku dengan menjaga Kisya walaupun dari kejauhan .
Aku yang bajingan ini tidak akan lagi membiarkan Kisya menangis lagi . Aku akan menjaga nya dari jauh. Aku yakin Jeff akan membuatnya bahagia. Aku percaya pada adiku. Debaran jantungku belum berhenti. Hatiku Masi berpaut. Wajah polos Kisya terus menatapku dengan iba. Aku mengusap air mataku dan meminum air putih yang Kisya sodorkan padaku.
"Terimakasih Kis!..
Ucapku sambil meneguk air putih itu.
Kisya tersenyum manis dan kembali menggendong Vano.
Terlihat Vano sudah terbangun. Sesekali aku lihat Kisya dan sesekali aku lihat Vano. Memang benar kata Zack dan Alvin. Kini Mata Vano lebih mirip dengan kisya. Mereka memang ibu dan anak. Dan aku tidak bisa memungkiri itu.
"Kis mau makan apa?..
"Tidak kak, Kis udah makan tadi bareng kak Jeff "
"Kisya bagaimana kalo Jeff tau kamu Disini dia akan marah"
"Tentu saja dia tidak akan tau kak, dia taunya aku tidur!..
Ucap Kisya sambil menatapku dengan senyuman.
Kami tidak sadar saat itu hujan begitu deras. Kista menatap kosong ke luar jendela. Bukanya sangat deras dengan angin begitu kencang. Kisya menggendong Vano dan memeluknya dengan erat.
"Dedek pasti akan kedinginan dan ketakutan kak..
Ucap Kisya cemas.
Naluri seorang ibu yang melindungi anaknya keluar. Senyum manis ku torehkan padanya.
"Disini terlalu dingin kak!..
Ucap Kisya .
"Iya hujanya deras sekali"..
"Kak aku takut dedek masuk angin!..
Ucap Kisya mulai cemas.
Entah setan apa yg merasuki tubuhku saat itu aku kembali memeluk Kisya dan Vano , sehingga Vano lebih hangat. Kisya sendiri hanya terdiam.
Lagi lagi angin semakin kencang. Hujan semakin deras. Baby Vano mulai nangis tak karuan. Kisya begitu cemas melihat Vano yang menangis menjerit jerit.
" Kak disini adalah ruangan yang lebih hangat?..
Ucap Kisya cemas.
"Hmm ada tapi..
Ucapanku terhenti. Tapi itu sebuah kamar. Dan aku tidak boleh berdua di kamar bersama Kisya .
"Tapi apa kak?...
"Sudahlah kita di sini saja!..
Ucap ku sambil melepaskan pelukanku padanya.
Vano masih menangis dan tidak mau berhenti walaupun sudah di beri susu. Vano mulai kedinginan dan warna kulitnya membiru.
Aku begitu cemas melihat anaku seperti itu. Tanpa pikir panjang aku segera mengajak mereka ke tempat yang lebih hangat.
Bersambung.
__ADS_1