
"kita mau ke mana, Sayang?" tanya Kisya kepada Jino sambil menggendong Baby Vano dengan penuh kasih sayang.
"Kita akan ke rumah Mama, sudah lama kan kita ke rumah Mama bersama-sama," kata Jino sambil merekahkan senyumnya, pria itu begitu bahagia karena saat ini dia bisa berkumpul dengan anak istrinya.
"Moms juga sudah merindukan Mama Murni dan Papa Geovandra, Bagaimana kabar mereka sekarang?" Wanita itu menatap sang suami dan ingin mendapatkan sebuah Jawaban.
"Mama dan Papa kesehatannya baik, tetapi hatinya kurang baik karena," ucapan Jino terhenti.
"Karena apa?" Kisya mengerutkan dahinya.
"Karena Mama Murni dan Papa Geo merindukan kita berdua, Mama dan Papa sangat berharap kita berdua bisa rujuk dan akur seperti ini, jadi Dad mohon sama Mom agar tidak lagi macam-macam ya," kata Jino kepada sang istri.
"Ya ampun Dad. Siapa yang macam-macam Mom juga nggak mau kok itu terjadi, dari kejadian kemarin memang sudah... eh tidak usah diingat lagi, yang penting kedepannya tidak ada lagi rahasia diantara kita. Jangan pernah berbohong walau sepatah kata, apalagi satu kalimat, Mom tidak suka dibohongi sama sekali," ucap Kisya sambil menolehkan senyum yang manis pada sang suami, dan Jino pun tersenyum.
Baby Vano yang kini sudah tertidur lelap di pangkuan Kisya, balita itu benar-benar terlihat begitu nyaman. Ya bagaimana tidak nyaman Kikis adalah ibu kandungnya dan Baby Vano sudah mengetahui dari sejak dulu, karena ikatan batin seorang anak dan ibu begitu kuat. Baby Vano yang sangat menyayangi Kisya. Dan sangat apet kepada kisya.
Bahkan sekarang sudah balita dan sudah hampir tiga tahun. Baby Vano semakin lengket kepada Mommy-nya. Kisya sendiri sangat bersyukur bahwa kini dia berkumpul dengan keluarga yang paling dia sayangi. Dia berharap tidak ada lagi kejadian buruk yang menimpa dirinya dan keluarganya.
Mereka kini dalam perjalanan menuju ke rumah Mama Murni. Dari kemarin Mama Murni sudah mengajak Jino dan Kisya untuk makan bersama. Tetapi karena Jino begitu sibuk bersama sang istri sampai-sampai dia tidak keluar kamar selama dua hari. karena itulah hari ini adalah hari yang tepat untuk berkunjung kepada kedua orang tua mereka.
Tidak perlu menunggu lama akhirnya kini mereka sampai di kediaman keluarga Davis. Jino dengan cepat turun dari mobilnya dan mencoba membantu Kisya menggendong Baby Vano. Mereka pun masuk ke dalam ruangan dan ternyata di dalam ruangan itu sudah ada sepasang kekasih yaitu Jeff dan Allana.
Deg.
__ADS_1
hati Jeff kembali berdetak begitu kencang tatkala melihat seorang wanita yang sangat ia rindukan selama ini, datang. Tidak dipungkiri rasa sayang dan cintanya kepada Kisya belum sepenuhnya pudar. Kisya masih jadi Ratu di dalam hatinya. Walaupun dia sudah berusaha untuk mencintai Allana. Tetapi jika dihadapkan bertemu seperti ini maka kita tidak bisa menolak lagi.
Dengan rasa gugup, Kisya pun kini duduk bersama dengan sang suami. Rasa canggung datang ketika mereka berempat duduk bersama. Mereka tak bisa berkata-kata. Allana sendiri bisa merasakan hawa hawa tidak nyaman ketika kini bahkan dia berada di samping Jeff.
"Ya Tuhan, Kikis sudah datang, sayang!" Mama Murni keluar dari pintu dapur dan langsung menghampiri Kisya dengan penuh kerinduan, mendekap sang tubuh sang menantu erat dengan penuh kasih sayang.
"Iya Mama, Kikis sudah datang," ucap Kisya dengan senyum bahagia menyambut sang Mama yang kini sedang memeluknya dengan penuh kasih sayang.
"Mama senang sekali anak-anak Mama bisa berkumpul seperti ini di sini. Ada Jino dan Kisya, ada juga Jeff dan Allana, sebetulnya ada kabar yang sangat baik yang akan kalian dengar dari Jeff dan Allana," tutur sang Mama menjelaskan kepada semua orang.
Sedang Jeff sendiri merasa begitu canggung harus duduk berempat seperti ini. Walau sudah ada Allana disampingnya, dia tetap merasa tidak nyaman. Hatinya masih berdetak kencang ketika mendengar suara Kisya dan hatinya masih saja berkata bahwa Kisya masih menjadi pemiliknya.
Sebisa mungkin Jeff ingin melupakan Kisya mengeluarkannya dari relung hatinya. Namun semuanya tidak semudah yang dibayangkan. Tetapi dia akan berusaha tetap kuat dan tegar. Dia akan berusaha mencintai Allana yang sudah begitu baik kepadanya. Kini Kisya adalah kakak iparnya tidak bisa dipungkiri lagi bahwa dia harus segera melupakan wanita tersebut.
"Tidak apa-apa Sayang, dalam sebuah rumah tangga pasti akan ada sebuah permasalahan dan Alhamdulillah semuanya sekarang berjalan dengan lancar, masalahnya sudah beres kan," kata sang Mama kepada putri menantunya.
"Iya Mama semuanya sudah berjalan dengan lancar. Kikis dan Kak Jino sudah kembali rujuk dan kami berjanji tidak akan lagi ada kesalahpahaman yang kedua," kata Kisya dengan mata yang berkaca-kaca, wanita itu masih mengingat kejadian di mana dia begitu membenci Jino mengusir Jino dan bahkan Baby Vano.
Kesalahan yang memang sangat besar karena dia membuat Jino terluka karena sikapnya. Tapi kini semua sudah berlalu, kini Kisya akan membalas Semuanya dengan hidup bahagia bersama keluarga tercinta.
"Baguslah Sayang, kalau kamu berpikiran dewasa seperti itu. Ya sudah sini Sayang kita duduk dan kita dengarkan ada kabar apa yang akan disampaikan oleh Jeff dan Allana," kata sang Mama sambil menarik sang putri untuk duduk di sampingnya.
Papa Geovandra baru saja datang, lalu langsung ikut bergabung dengan keluarga.
__ADS_1
"Jino dan Kisya, selamat ya atas kabar baik, karena kalian ternyata sudah rujuk kembali," kata sang Papa dengan senyum yang manis lalu duduk di samping Mama Murni.
"Terima kasih banyak Pa, ini semua berkata do'a Papa juga," kata Jino sambil menatap Papa Geovandra.
"Sebuah kebahagiaan yang begitu besar buat orang tua melihat anak-anaknya hidup rukun dan bahagia, semoga saja di masa yang akan datang tidak ada lagi kesalah pahaman seperti kemarin ya, jika di masa depan ternyata ada lagi kesalahan seperti itu maka kalian berdua harus bisa membicarakan semuanya baik-baik, intinya semuanya memang harus berkata jujur tidak boleh ada satupun diantara kalian berbohong pada pasangan kalian. Papa berkata ini bukan cuma untuk Jino dan Kisya saja, tetapi juga untuk Jeff dan Allana," tutur Papa Geovandra menjelaskan semua isi hatinya.
"Benar sekali kata Papa, Kisya dan Allana, kalian berdua jika dihadapkan pada posisi yang sangat rumit, kalian harus bisa tenang menghadapi semua masalah dan yakinlah kepada pasangan kalian," ucap Mama Murni sambil tersenyum dengan manis.
"Iya Mama terima kasih banyak, semua yang Mama dan Papa katakan barusan akan selalu kita ingat benar kan Kak," ucap Kisya sambil menatap sang suami.
"Iya, Sayang," jawab Jino.
Bersambung.
Halo sahabat Jino dan Kisya, gini nih aku mau merekomendasikan sebuah cerita romance berjudul Bride,
Novel ini dibuat oleh sahabat saya seorang cowok ganteng yang bernama Mayn ur izky.
Kalian tinggal klik di pencarian dan tulis kata bride... Selain tulisannya tapi kata-katanya pun sangat mudah dimengerti, pokoknya ini recommended banget deh karena aku pun banyak belajar darinya. Jadi jangan kupa mampir ya.
Jangan lupa like dan Vote untuk Jino dan kisya ya sahabat.
Salam sayang dariku Evangelin Harvey Lee.
__ADS_1