Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Dukungan


__ADS_3

"Apa benar aku masih bisa berjalan seperti manusia normal lainnya?" pria itu menatap Dokter Allana begitu penuh harap, matanya sudah berkaca, basah karena air mata, pria itu adalah pria yang paling menyedihkan saat ini, hidupnya yang terpuruk karena sebuah kecelakaan membuat Dia kehilangan hidupnya sendiri.


"Kamu bisa sembuh, kenapa kamu tidak percaya kepada-ku? kamu akan sembuh, aku sudah membuat rencana yang matang untuk kesembuhan mu, aku akan membawamu terapi agar kamu bisa berjalan seperti sedia kala." Dokter allana tersenyum begitu manis ke arah pria itu.


Ada sedikit kehangatan di dalam hati Jeffan, sebuah rasa senang antara sedih bercampur menjadi satu. Dia begitu senang karena ternyata di saat kesendiriannya, disaat hidupnya yang terpuruk dan hancur ada seseorang yang menemaninya dan memberikan dia semangat.


"Terima kasih Dokter, Hanya itu yang bisa aku lakukan aku hanya bisa aku berikan, hanya mengucapkan terima kasih banyak." ucap Jeffan dengan mata yang berkaca-kaca. Dokter Allana senang mendengar ucapan terima kasih dari pria itu. Dia tersenyum begitu manis dia begitu bersyukur bisa menyelamatkan nyawa seseorang Walaupun dia harus memiliki banyak hutang karena itu semua.


"Hiduplah dengan baik dan benar, Hiduplah dengan bahagia. Jangan pernah memikirkan kematian. Carilah gadis yang bisa menggantikan mantan istrimu, karena putus cinta itu hal yang biasa, kamu tidak boleh memikirkan kematian hanya karena kamu putus cinta." ucap Dokter Allana dengan senyum yang menawan. Dia tahu bahwa pria yang ada di hadapannya ini adalah seorang pria yang begitu memuja cinta. Dia mencintai mantan istrinya dengan segenap jiwa, dan karena itu, pada saat dia terbangun dan melihat Mantan istrinya sudah bersanding dengan pria lain, dia merasa tersiksa, jatuh terpuruk berada di dalam dunia yang penuh dengan derita.


Dokter Allana sungguh tahu betul Bagaimana rasanya jatuh cinta, putus cinta, tersakiti, menderita, dibohongi, dan dilukai, jatuh bangun karena cinta telah dia lewati, tetapi dia masih bisa tegar, terus hidup dan melanjutkan hidupnya dengan sukses. Karena itu Dokter Allana tidak akan membiarkan pria yang dia selamatkan ini terpuruk dalam sebuah penderitaan, dia akan mencoba terus memberikan semangat dan dukungan pada pria tersebut.


Agar pria tersebut bisa hidup layaknya seperti manusia normal lainnya. Karena itu dia tidak akan membiarkan satu katapun keluar dari mulut Jeffan, membicarakan sebuah kematian, karena putus cinta. Apa yang di rasakan oleh Jeffan, tidak sebanding dengan kepedihan yang Dokter Allana rasakan di masa lalu. Jeffan hanya merasakan satu kali sakit hati dan putus cinta. tetapi Dokter Allana sudah beberapa kali merasakan jatuh cinta, dan tersakiti. Bahkan dia masuk ke lubang yang sama karena kebodohan dirinya menganggap cinta segalanya.


"Aku akan hidup lebih baik, daripada ini tetapi, Dokter. Aku belum bisa merasakan bagaimana rasanya hidup karena rasanya aku sekarang seperti berada di dalam neraka, dan aku tak sanggup lagi untuk menjalani semua derita yang terasa. Kenapa begitu sakit seperti ini, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini, tolong sembuhkan aku dari semua rasa sakit ini, aku tak sanggup bila terus seperti ini Dokter." ratap Jeff dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


Pria itu memohon kepada Dokter Allana. Agar Dokter Allana bisa membantunya menyembuhkan luka hatinya pula. Dokter Allana tersenyum dengan manis dia Lalu menggenggam tangan Jeff dengan lembut Seraya berkata," melupakan mantan istrimu akan sangat mudah, Jika kamu memasukkan seseorang perempuan ke dalam hidupmu."


"Maksud Dokter apa?" Jeff masih kebingungan dengan ucapan yang dikatakan oleh sang Dokter.


"Melupakan seseorang caranya mudah, yaitu dengan menghadirkan seseorang dalam hatimu." ucap Dokter Allana, dengan senyuman yang manis Dokter Allana telah merasakan bagaimana caranya dia berjuang untuk melupakan seseorang. Dan, akhirnya dia berhasil merupakan rasa sakit karena seseorang, karena dia berusaha untuk memasukkan orang lain ke dalam hatinya.


"Itu akan terasa sangat sulit, karena aku tidak mudah untuk jatuh cinta Dokter." mata pria itu berkaca-kaca ketika mengucapkan kata jatuh cinta. Tidak dipungkiri sampai saat ini dia begitu mencintai kekasih hatinya Kisya. Sampai rasanya tenggorokannya seolah ada yang mencekik dan dadanya seolah ada yang menghimpit ketika melihat kini istrinya telah bersanding menjadi istri orang lain.


1 tahun 2 bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk seorang manusia melupakan manusia lainnya. Dia berpikir bahwa Kisya memang telah menganggapnya meninggal karena itu Kisya menikah dengan kakaknya sendiri.


"Benarkah kamu sulit untuk jatuh cinta, kamu bertolak belakang dengan diriku, aku sangat mudah jatuh cinta. Aku pun sangat mudah percaya dan sangat mudah untuk di bohongi." ucap Dokter Allana sambil menatap Jeff. Pandangan matanya terfokus kepada mata Jeff yang basah. Pria itu terus menitikkan air mata Padahal dia tidak mau menangis lagi. Entah kenapa air mata itu jatuh seketika di dasar pipinya.


"Aku harus bagaimana Dokter. Apakah aku bisa secepatnya berjalan seperti orang normal lainnya?" Jeff berkata dengan mata yang berkaca-kaca, dia sangat berharap kepada Dokter itu, dia berharap Dokter itu mau membantunya untuk terapi.


"Aku akan membantu, aku akan membantu semua kebutuhan mu, tapi sebelum itu kamu harus keluar dulu dari rumah sakit, karena aku telah kehilangan banyak uang untuk merawat mu disini, sebaiknya kamu persiapkan diri untuk pulang ke rumahku."

__ADS_1


"Pulang ke rumahmu?"


"Iya, untuk sementara sebelum kamu sembuh Kamu akan tinggal di rumahku. Sebenarnya bukan sebuah rumah mewah. Tetapi hanya sebuah rumah kontrakan dengan 2 kamar tidur. Kamu bisa tidur di satu kamar lainnya." ucap Dokter Allana melontarkan senyum yang manis kepada Jeff.


"Lalu bagaimana dengan orang tua Dokter, Apakah mereka akan mengijinkan aku yang cacat ini tinggal bersama anda, Dokter?" pria itu berkata dengan mata yang masih berkaca-kaca, ia tidak bisa membayangkan Jika ternyata kelak keluarga Dokter Allana tidak mengijinkan dia untuk tinggal bersama sang Dokter.


"Tenang saja, aku tinggal sendirian, aku tinggal jauh dari rumah keluargaku. Aku sengaja mengontak satu rumah yang sederhana agar aku bisa lebih dekat ke tempat aku bekerja, ya dari sini tidak jauh, rumah kontrakanku berada kurang lebih 1 kilo dari rumah sakit." Dokter Allana menjelaskan posisi rumahnya.


Kini hati pria itu terasa lebih hangat, dan lebih tenang karena di dalam keterpurukan dia. Dia masih memiliki Dokter yang sangat baik hati yang telah menolongnya terbebas dari sebuah kematian.


Bersambung.


Catatan kecil Author..


Hai sahabat Jino dan Kisya, terimakasi banyak atas vote yang telah di berikan untuk jikis, semoga vote nya tambah banyak ya,😂😂😘😘😘, dan maafkan aku karena akhir bulan aku terlalu sibuk untuk update Jino, ya namanya juga aku hanya seorang pekerja, aku harus menulis laporan bulanan setiap akhir bulan. Jadi ya aku akan sangat sibuk dan hanya bisa up satu bab saja.

__ADS_1


Sekali lagi mohon maaf, salam sayang dariku.


Evangelin Harvey / Lee.


__ADS_2