
Akhirnya hari pernikahan Lintang dan Boy tiba. Sebuah pernikahan yang sangat mewah. Lintang menikah di pulau Bali. Dengan 5000 undangan tersebar. Maklumlah Lintang adalah putri tunggal seorang milyarder tingkat 3 di negaranya.
Lintang kini sudah resmi menjadi sitri dari Boy seorang eksekutif muda dan sepadan dengan keluarga Lintang. Hari bahagia lintang adalah hari yang begitu bahagia juga buat Kisya . Karena kisya menjadi pendamping pernikahan Lintang. Kisya ikut bahagia dengan pernikahan sahabatnya.
Kisya sangat cantik dengan gaun berwarna pink. Make up yang minimalis dan kisya bahkan menjadi sorotan Tamu undangan. Tetapi dimana ada Kisya disana ada Jeff . Jeff sudah tampil begitu tampan dengan baju resmi yang tidak biasa dia kenakan. Jeff begitu tampan. Kisya duduk di bersanding dengan Jeff menjadi pendamping sang pengantin.
Beberapa saat kemudian jino beserta keluarga pun datang. Tidak lupa si kecil Vano ikut beserta bibi. Kini bibi yang menggendong baby Vano. Jino mengucapkan selamat pada mantan kekasihnya yang kini sudah menjadi istri orang lain. Lintang dan Jino saling bertatapan. Jino sudah mengikhlaskan Lintang untuk bersanding bersama Boy. Jino tau bahwa perasaanya kepada Lintang kini sudah memudar.
Dulu Lintang adalah prioritas utama Jino . Tetapi kini sudah tidak lagi . Hidup Jino berubah dan hanya baby Vano lah prioritas Jino dan nafasnya Jino. Baby Vano adalah nyawanya Jino. Jino bersalaman dengan Lintang dan memberi Lintang sebuah hadiah pernikahan. Lintang menerima dengan senang hati.
Lalu Jino menyantap makanannya. Baby Vano telah anteng dalam stroler yang di jaga bibi. Kisya datang menghampiri baby Vano.
"Sayang"
Ucap Kisya sambil menggendong baby Vano dengan penuh kasih sayang. Jino terus makan dan sengaja tidak memperhatikan. Jeff tersenyum melihat Kisya menggendong baby Vano.
"Oh baby Vano , ko semakin berat"
Ucap Kisya mengecup kening baby Vano lembut.
Jino Masi asik dengan makananya.
Dan Jeff memainkan tangan baby Vano dengan gemas.
"Sayang kita akan punya bayi seperti ini juga!
Ucap Jeff dengan senyuman.
"Itukan Masi lama kak"
Ucap Kisya dengan wajah yang memerah.
"Kan sebentar lagi juga kita akan menikah"
"Iya kak kan belum, jadi kita bahas nanti saja!..
Ucap Kisya sambil terus mengecup pipi bakpau baby Vano.
Jino kini telah menyelesaikan makananya . Dan melihat Kisya dan Vano. Jino menggambil Vano dalam peluknya . Lalu Jino pergi meninggalkan kisya dan Jeff.
Jino merasa sangat canggung duduk dekat Kisya dan Jeff dan Jino lebih memilih untuk menghindar. Kisya termenung melihat Jino yang mengambil Vano dalam peluknya .Kisya merasa heran kenapa bahkan Jino tidak berkata sepatah katapun.
Wajah Kisya menjadi sangat murung . Dan hatinya berdetak tak karuan.
Jeff menyadari perubahan mood sang istri.
"Jangan sedih, kita beneran bisa punya baby secepatnya!..
Ucap Jeff sambil menggenggam tangan Kisya lembut. Kisya Masi tertunduk dengan kegelisahannya . Kisya benar-benar merindukan Vano.
"Kak, apa di rumah kamu suka menggendong Vano?.
Tanya Kisya pada Jeff.
"Tidak pernah ?..
"Loh kenapa?..
"Karena bang Jino tidak memperbolehkan kakak menggendongnya, bahkan mama saja tidak boleh, yang biasa menggendong Vano hanya Abang ,papa dan bibi saja"
Ucap Jeff.
"Ko bisa begitu"
"Bang Jino posesif dengan bayinya, dan lagian kini Abang dah tinggal sendiri"
"Apa maksud kakak tinggal sendiri?..
__ADS_1
"Bang jino kini sudah punya apartemen sendiri, jadi sekarang kita jarang bertemu"
Tutur Jeff.
"Apartemen sendiri, Dimana itu?..
Ucap Kisya .
"Tidak tau , yang tau itu papa!..
Ucap Jeff pelan.
"Oh yasudah
Ucap Kisya pelan dan kini menundukan wajahnya karena merasa tidak enak hati.
"Kenapa aku begitu merindukan Vano ?..
Ucap Kisya pelan.
Jeff lalu menggenggam kembali tangan Kisya.
"Menyukai seseorang itu wajar, apalagi itu seorang bayi"
Ucap Jeff memberi semangat untuk Kisya.
Tiba-tiba saja salah satu kenalan Jeff datang dan Jeff langsung mengobrol dengan asiknya. Membicarakan tentang perangkat lunak dan apapun itu Kisya sungguh tidak mengerti.
Kisya menoleh ke kiri dan ke kanan, untuk mencari keberadaan Jino dan Vano . Tetapi tidak ada.
Kisya berjalan menelusuri taman dan terlihat Jino sedang mengajak buah hatinya berbicara. Dan Vano tertawa begitu lucunya. Dari kejauhan kisya menatap Jino dan Vano. Kisya berjalan mendekati mereka. Dan kini Kisya duduk tepat di samping Jino .
Jino terkejut karena Kisya datang.
"Kenapa kakak menghindari ku?
ucap Kisya pelan.
"Maap Kis kita tidak boleh terlalu dekat!..
"Kenapa?...
"Itu karena kita adalah ipar"
Ucap Jino pelan.
Bukankah lebih bagus kalo ipar terlihat akrab"
"Tapi hanya untuk aku dan kamu tidak bagus,
Untuk Jino dan Kisya saat ini tidak baik terlalu dekat!..
Ucap Jino sambil menatap mata Kisya dengan sendu.
Kisya menelan ludah dan menatap Jino dengan lekat.
"Apa aku virus atau sejenis kuman yang menjijikan sehingga kakak menghindari aku?
"Bodoh, tentu saja bukan "
Ucap Jino menorehkan senyum manis nya.
"Aku hanya ingin bersama Vano kak, aku ingin memeluknya!..
Ucap Kisya dengan mata yang berkaca-kaca. Jino merasa tak tega melihat Kisya hampir menangis. Jino langsung membuang muka .
"Kamu boleh menemui Vano ketika tidak ada aku!..
Ucap Jino pelan.
"Maksud kaka?..
"Datanglah merawat Vano ,ketika aku sedang bekerja, dan pulanglah ketika aku hampir pulang, jangan terlalu sering kita bertemu, karena itu tidak baik"
Ucap Jino dengan mata yang berkaca-kaca. Jino menghela nafas berat dan membuangnya sembarang.
__ADS_1
"Benarkah , bolehkah , terimakasih kak Jino !
Ucap Kisya meneteskan air matanya . Lalu memeluk Jino karena senang.
Kisya lalu menggendong baby Vano dan memberikan susu botolnya . Jino melihat Kisya dan Vano sangat bahagia. Hati Jino sangat tenang.
"Kamu pasti senang de , berada dalam. Pelukan mommy!
Ucap Jino dalam hatinya sambil memandangi kedekatan Kisya dan Vano.
*******
Malam pun tiba. Semua tamu undangan sudah mulai pulang. Sedang tamu undangan terdekat Masi menginap di hotel karena acara keluarga akan di mulai besok.
Jino sudah meringkuk memeluk baby Vano dengan nyaman dan tertidur pulas. Begitu pula dengan Kisya . Dia mencoba memejamkan matanya . Kamar kisya Jino dan Jeff bersebelahan .
Dan di sebrang kamar mereka adalah kamar pengantin.
Malam ini adalah malam pertama Lintang. Lintang sudah duduk di kasur pengantin. Boy keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk saja. Boy lalu membuka gaun pernikahan milik sang istri. Lintang kini sudah sangat seksi karena mengenakan baju dalam saja. Boy tersenyum dengan puas melihat kemolekan tubuh sang istri.
Lintang memutuskan untuk mandi dan berendam air hangat karena tubuhnya begitu lelah sehabis resepsi tadi. Seusai mandi Lintang keluar dengan mengenakan baju tidur yang seksi. Lalu tidur di samping sang suami. Boy lalu memeluk Lintang dan Lintang langsung menangis dengan sedihnya.
Boy begitu sedih melihat sang istri menangis dengan pilu. Boy mengelus rambut sang istri dan memeluk nya dengan erat.
"Jangan menangis lagi, aku tidak tega sayang!..
Ucap Boy dengan mata yang berkaca-kaca.
"Boy, maapkan aku telah memperdayamu!...
Ucap Lintang dengan air matanya.
"Aku mencintaimu Lintang, aku mencintaimu sedari kecil, aku akan selalu mendukungmu, aku berjanji akan membuat mu jatuh cinta padaku dan membuat mu melupakan dia!..
Ucap boy dengan lembut mengecup kening Lintang.
"Aku bersalah padamu Boy ,tolong maapkan aku!...
Tangis Lintang begitu melirih . Selama ini lintang berusaha melupakan Jino namun Lintang Masi belum bisa. Boy adalah teman masa kecilnya Lintang. Dan Lintang memutuskan untuk menerima lamaran Boy karena ingin melupakan Jino.
"Malam ini aku tidak akan menyentuh mu, aku akan menunggumu sampai kamu bersedia aku sentuh!..
Ucap Boy dengan lembut berbisik di telinga Lintang.
"Terimakasih Boy , beruntung nya aku memiliki mu"
Tangis Lintang yang tak terbendung.
Boy begitu mencintai Lintang. Dia mencintai Lintang sedari kecil. Dan saat Lintang menerima lamaran Boy itu adalah hari terbahagia untuknya. Boy akan berusaha membuat Lintang bahagia dan berusaha membuat Lintang melupakan Jino.
Malam itu adalah malam pertama sang pengantin . Namun malam itu hanya ada air mata dan kepedihan. Hati Lintang Masi milik Jino walau kini raganya bersama Boy.
"Aku bahagia menjadi suamimu sayang, aku akan berusaha mengambil hatimu darinya!..
Ucap Boy dalam hatinya.
Terlihat Lintang sudah terlelap dalam pelukan Boy. Mata Lintang basah karena tangisan pilunya. Boy mengecup kening Lintang dengan lembut dan mencoba untuk memejamkan matanya.
Bersambung.
Catatan author.
Menjawab pertanyaan readers.
1. Thor crazy up dong
Jawab : mohon maap belum bisa,karena autor sendiri sangat sibuk dengan pekerjaan author sebagai bidan. Tetapi saya akan berusaha update setiap hari.
Terimakasih banyak atas dukungan para readers tercinta. Yang selalu menunggu Jino dan Kisya update.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Mohon maap jika tidak semua comentar saya balas.
Terimakasih untuk readers yang sudah menekan hati dan jempol serta reader yang sudah memberi saya hadiah koin. Pokonya love you all😍
__ADS_1