
Rania masih memperhatikan kedua sahabat yang membuatnya sangat muak. Sedari dulu Rania memang tidak pernah menyukai Lintang. Karena Lintang terlalu sombong dan urakan. Lintang selalu mentraktir teman sekelasnya di kantin. Dan itu. Membuatnya tidak senang dan seolah tersaingi.
Rania tidak terlalu membenci Kisya. Karena yang dia benci adalah Lintang. Benci karena iri karena Lintang begitu cantik dan kaya raya. Begitu terkenal sebagai model dan dia tak bisa seperti itu. Tetapi semenjak tau bahwa Jeff berpacaran dengan Kisya , Rania menjadi begitu membenci Kisya. Karena merasa Jeff telah direbut oleh Kisya.
Dahulu kala Rania memang sengaja masuk Anggita OSIS untuk mendekati Jeff namun memang Jeff sangat setia dengan Kisya. Jadi tidak ada gadis lain yang dia tatap selain Kisya dan itu membuat Rania begitu sedih. Dan kini rasa benci Rania terhadap Kisya menjalar ke dalam urat nadinya. Dan membuatnya seolah mau meledak karena kebencian yang dia tahan.
Rania kini lebih membenci Kisya dari pada Lintang. Rasa benci yang berawal dari ketidak mampuannya Rania untuk mendapatkan Jeff . Kini sudah meracuni seluruh pikiran warasnya. Seperti saat ini Rania dengan penuh kebencian mendekati kedua sahabat ini dan berpura-pura dekat. Wanita ular ini benar-benar merasa iri akan persahabatan Kisya dan Lintang .
"Kalian sangat suka makanan pedas ya?..
Ucap Rania dengan senyuman manisnya.
Lintang menggeleng sedangkan Kisya mengangguk.
"Loh mana yang betul?..
Rania terkekeh.
Lalu Kisya menggeleng dan Lintang mengangguk.
"Kalian itu tidak kompak dalam menjawab." Ucap Rania sambil tertawa. Sedang Lintang dan Kisya kini saling bertatapan. Dan mereka ikut tertawa pula.
Lintang meneguk air putih dingin dalam gelasnya. Seraya berkata." Aih ini aneh, semenjak kapan kita tidak kompak ya Kis?..
"Semenjak tadi." Ucap Kisya terkekeh sambil meneguk jus jeruknya. Dan mereka tertawa kembali dengan wajah yang penuh keringat dan air mata.
"Sudah sudah lintang.. aduh perutku panas." Kisya tertawa sambil memegang perutnya sudah mulai panas .
"Apa kita berhenti saja?...
Ucap Lintang sambil mengunyah makanannya.
"Sepetinya begitu." Kisya bersandar di kursi yang ia duduki. Perutnya terasa kenyang seolah mau meledak. Dan rasa panas pada perut dan bibirnya benar-benar sukses membuat mereka menangis walau tanpa mereka inginkan.
"Kenyang sekali."
__ADS_1
Ucap Lintang bersandar pula di kursi rodanya.
"Oh ya ampun aku baru lihat kamu duduk di kursi roda ,nona model."
Ucap Rania pura-pura terkejut .
"Hmm." Ucap Lintang .
"Bagaimana ini apa kakimu patah?..
"Hmm."
"Butuh berapa lama untuk bisa sembuh?..
Rania seolah terkejut dan berwajah sok kasihan.
"Entahlah."
Ucap Lintang dengan wajah sedih. Mengingat kini kakinya benar-benar belum bisa berjalan dengan normal.
"Jadi bagaimana ini, karirmu tertunda dong."
"Ya ampun kasian sekali kamu Lintang, bisa-bisanya kakimu menjadi cacat begini, eh maap patah."
Ucap Rania memperlihatkan wajah sedih tetapi sebenarnya dia mengejek Lintang karena Lintang duduk di kursi roda.
Lintang hanya terdiam mendengar ucapan "CACAT" dari mulut Rania. Itu sungguh sangat membuatnya sedih. Dia memang kini tidak bisa berjalan seperti orang lain. Dan hanya bisa mengandalkan kursi roda saja. Hatinya seolah tercabik dan perih. Dia selama ini adalah seorang model bak ratu yang selalu di sanjung dan dipuja. Kini tanpa dia sadari seseorang memanggilnya dengan sebutan cacat.
"Rania, Lintang tidak cacat, Lintang hanya cedera, tolong jaga ucapan kamu Ran!..
Ucap Kisya nenatap Rania dengan tatapan penuh tanda tanya. Kisya masih berfikir kenapa Rania bisa berkata seperti itu terhadap Lintang. Kisya sendiri merasa sangat sakit ketika mendengar ucapan Rania menyebut Lintang cacat.
"Eh iya Kisya maaf, Lintang maaf ya aku hanya salah berkata saja."
Ucap Rania dengan wajah sedih memohon maaf. Dia memang sangat pintar untuk berakting . Mengubah mimik muka dengan cepat. Seharusnya Rania memang main sinetron saja agar bisa mendapat julukan ratu drama. Sayangnya Kisya masih belum bisa berfikir negatif terhadap Rania.
__ADS_1
"Iya Rania, jangan lagi berkata salah ya, Lintang tidak cacat, dua bulan lagi dia akan bisa berjalan dengan baik."
Ucap Kisya sambil menggenggam tangan Lintang dengan lembut. Hati Lintang yang sakit seolah mendapat kan sebuah pelukan hangat dari sang sahabat. Lintang merasa sangat bahagia sabahat ya bisa membela dia. Memuji dia di saat dia terpuruk karena ucapan dari gadis ular itu.
Kisya membalas senyuman dari Lintang dan langsung memeluk Lintang dengan erat seraya berkata.
"Kata siapa gadis ini cacat,dia bahkan bisa menari di dalam hatiku."
"Kapan aku lakukan itu?..
Ucap lintang menorehkan senyum.
"Setiap hari, kamu selalu menggangu pikiranku , selalu membuat aku memikirkan semua tentangmu. Aku yakin cedera mu ini akan segera sembuh dan kita bisa berlari lagi mengelilingi mall untuk berbelanja."
Ucap Kisya masih mode posesifnya memeluk Lintang.
Lintang tersenyum begitu senang. Rasa sakit hati akibat perkataan Rania seolah hilang dengan seketika. Lintang membalas pelukan dari sang sabahat.
"Aki sayang kamu kikis.. kamu memang bawel dan selaku bisa membuat aku tersenyum."
Ucap lintang sambil mencubit pipi Kisya dengan kencang.
"Aw , sakit tau lintang."
Ucap Kisya sambil berteriak dan memegang pipinya yang sakit.
"Kamu memang Menggemaskan."
Lintang terkekeh melihat Kisya. Dan Kisya kini membalas cubitan Lintang. Kisya mencubit pipi Lintang dengan gemas. Membuat Lintang berteriak kesakitan dan mereka berdua tertawa dengan bahagia. Mereka berdua seolah melupakan semua masalah dalam hati mereka. Kini tangan dan hanya senyuman dan serta tawa yang membuat gadis yang di depan mereka merasa sangat cemburu.
Rania sadar betul dia tidak bisa masuk di antara kedua sabahat yang seperti sudah di tempel oleh lem .
Dia hanya orang asing yang merasakan iri karena persahabatan yang dia lihat begitu nyata. Rasa benci Rania terhadap Kisya bertambah karena merasa Kisya selalu memiliki apa yang dia inginkan. Dia memiliki Jeff dan juga memiliki Lintang.
Wajah datar dia perlihatkan untuk menutupi kekesalan dalam hatinya. Sedangkan Kisya dan Lintang masih asik dengan candaan mereka tanpa memperdulikan Rania yang masih ada dihadapan mereka. Itulah Lintang dan kisya. Mereka selalu memiliki cara untuk mereka saling mengobati luka hati mereka yang selama ini mereka sembunyikan.
__ADS_1
Bersambung❤️
Masih mau enggak?..