
Pagi itu kisya sudah bersiap dengan masakannya di meja makan. Wanita itu lalu menyuapi sang buah hati dengan segera. Baby Vano makan dengan begitu lahapnya. Papa dan Mama lalu duduk di meja makan.
"Ayo Kis, kita sarapan saja dulu, biar bibi yang melanjutkan menyuapi Baby Vano!" ucap Mama Murni sambil mengisi piring dengan nasi goreng. Nasi untuk Papa Geovandra.
"Iya Ma, sebentar lagi, Mama dan Papa makan duluan saja, coz ini Kikis tanggung, Dede sudah mau selesai makan, ko!" Kisya tersenyum sambil menatap sang Mama mertuanya dengan manis.
"Baiklah kalau begitu nak." Mama lalu menyerahkan piringnya kepada Papa. Dan mereka mulai makan.
"Nasi goreng ini kesukaan Jino." ucap Papa sambil merasakan nikmatnya nasi goreng buatan putri menantunya.
"Iya betul." Sahut Mama Murni.
Kisya sesaat terdiam. Dia menghentikan aktivitasnya. Dan kini dia terduduk dalam rasa yang berbalut dengan rindu.
"Kikis merindukan kak Jino, karena itu Kikis membuat sarapan kesukaannya!" Kisya berkata dengan pilu. Wajahnya berubah sendu. Dan tatapan matanya berbayang semu. Wanita itu sangat merindukan suaminya. Sudah hampir sepuluh hari Jino pergi. Dan jika saja dia memiliki sebuah sayap. Maka dia akan segera terbang untuk menemui kekasih hatinya.
"Papa dengar semuanya berjalan lancar, Jino sudah mendapatkan barang bukti penggelapan dana itu, Papa sangat bersyukur!" Papa Geovandra berkata sambil menatap Kisya dengan tatapan penuh kasih sayang. Papa Geovandra begitu menyayangi putri menantunya itu. Wanita polos yang begitu pintar memasak itu sudah menjadi bagian dari hatinya semenjak dia melahirkan Baby Vano, cucu kesayangannya yang sangat berharga.
"Syukurlah, semoga semua berjalan lancar dan cepat selesai." sahut Mama.
"Alhamdulillah, kak Jino bisa segera pulang, Baby... Kita tunggu Daddy pulang beberapa hari lagi ya?" Kisya tersenyum dengan manis.
"Daddy dada Daddy." Celoteh Baby Vano dengan senyum yang menggemaskan.
"Wah hebat sekali Dede sudah bisa bilang Daddy ya sayang." ucap Kisya. Kisya mengecup pipi sang buah hati dengan gemas. Hati Kisya yang sendu karena rindu kini begitu hangat karena mendengar celotehan lucu sang bayi kesayangannya.
"Mama mama." celoteh Baby Vano sambil menyentuh pipi Kisya dengan tangan mungilnya.
__ADS_1
"Iya sayang, pintarnya anak Mommy." Kisya memeluk sang bayi dengan gemas. Bayi kecil itu sudah berusia delapan belas bulan dan sudah pintar dalam segala hal. Namun untuk berbicara dia masih belum bisa banyak. Keseringan Baby Vano hanya menggunakan bahasa bayi yang tidak di mengerti oleh orang dewasa.
Kisya lalu duduk di meja makan. Sedang Baby Vano mulai berlari kesana dan kemari di ikuti oleh bibi. Kisya mulai menyantap sarapan paginya. Kisya hari ini sudah mulai kuliah kembali. Karena itu Kisya masak lebih pagi dari biasanya.
Setelah sarapan Kisya lalu bergegas untuk berangkat ke kampus. Karena dia ada kelas pagi. Kisya memang hanya kuliah di hari Jumat dan sabtu saja. Namanya juga kelas karyawan. James dengan setia selalu menemani Kisya beserta beberapa anak buahnya yang tidak terlihat. Tetapi selalu muncul di saat yang di butuhkan.
Saat itu Kisya turun dari mobil dan hendak masuk ke dalam kampusnya. Tidak di sangka ada seseorang yang datang menghampiri dirinya. Dia adalah Rania. Entah untuk apa wanita itu mengahmpiri Kisya. Padahal Kisya sendiri sudah mulai muak dengan semua tingkah lakunya.
"Kamu sudah mulai masuk ya Kis?" tanya Rania menorehkan senyum manisnya. Kisya hanya mengangguk tanpa berkata sepatah katapun. Dia begitu malas bahkan untuk berbincang pun rasanya begitu malas.
"Gimana kis, apa suamimu sudah pulang, jangan-jangan dia bersama dengan sekretaris memperlama tugas mereka agar bisa terus bersama di belakang kamu!" Rania setengah mengejek kisya. Kisya yang sedang berjalan tiba-tiba saja menghentikan langkahnya. Dia lalu berbalik menatap Rania dengan tajam. Kisya mengahampiri Rania dengan tatapan tidak suka.
"Rania, apa kamu tidak punya pekerjaan lain selain menggangguku?" ucap Kisya tersenyum seolah mengejek Rania.
"Tentu saja aku punya banyak pekerjaan, aku melakukan itu agar kamu bisa waspada saja!"
Kisya mendapatkan firasat bahwa otak dari semua kejadian ini adalah ulah wanita sialan ini. Wanita yang bernama Rania.
"Kamu tidak usah menuduh seperti itu, bahkan kamu tidak memiliki bukti untuk menuduhku," Rania berkelit.
"Tapi aku yakin, bahwa orang jahat itu adalah kamu, dengarkan aku baik-baik Rania, jika sekali lagi kamu menyentuh suami dan anaku, jika polisi tidak bisa membuktikan bahwa kamu adalah dalang dari semua kejahatan ini, maka aku sendiri yang akan membunuhmu, ingat itu baik-baik!" Kisya berbicara dengan suara pelan namun penuh dengan penekanan.
Dia sangat tidak suka dengan sikap Rania yang membayar Rebeka untuk merayu suaminya. Apalagi insiden lain. Yang menimpa buah hatinya kemarin. Kisya tidak bisa terima itu semua.
"Yakin bisa membunuh ku?" Rania terkekeh seolah mengejek Kisya. Kisya hanya bisa tersenyum manis.
"Kamu tahu, induk ayam yang lemah pun bahkan bisa mengamuk ketika ada salah satu anak ayamnya di ganggu manusia, apa lagi aku adalah seorang manusia, aku bisa lebih galak dari ayam itu, jangan kamu pikir aku lemah, aku tidak selemah itu, apalagi pada orang jahat seperti kamu!" ucap Kisya Dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Kisya berkata seperti itu karena dia sudah mulai muak dengan sikap temannya itu. Dia selalu meracuni Kisya dengan sebuah racun kecemburuan. Dan karena hasutan Rania, Kisya menjadi begitu tersiksa karena rasa cemburunya. Karena itu Kisya tidak mau merasakan sebuah rasa cemburu lagi. Karena rasa cemburu akan membuat dirinya mati dengan perlahan.
Kisya memutuskan hanya akan percaya kepada sang suami saja. Hanya Jino yang akan Kisya percaya. Tidak ada yang lain. Kisya ingun membuat pondasi rumah tangganya yang kokoh dan kuat. Sehingga pada saat badai datang. Kisya tidak akan ketakutan rumahnya akan roboh karena terpaan hujan badai.
🌺🌺🌺
Bersambung.
Hai sayangku, sahabat Jino dan Kisya. Alhamdulillah Jino dan Kisya sudah sampai chapter Fantastic yaitu melewati batas chapter 200. Sayangnya aku masih ingin menulis dan melanjutkan cerita ini. Aku masih saja senang dengan couple Jino dan Kisya.
Agar kalian tidak bosan, maka aku keluarkan tokoh-tokoh baru dalam novel Jino dan Kisya. Agar tidak terlihat monoton. Untuk sampai ke tahap ini mohon maaf jika tulisanku selalu banyak typo. Selalu saja mengecewakan kalian. Baik dari segi kepenulisan ataupun alur cerita.
Aku mohon tolong maafkan aku ya!!!
Salam sayang dariku.
Lee/ Evangelin Harvey.
Bonus foto Baby Vano unyu.
Bagaimana apa kalian suka dengan foto Baby gantengnya?...
__ADS_1