Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Dokter Allana


__ADS_3

Rania terus menangis dengan tetesan air mata yang tak kunjung juga habis. Akhirnya dia tertidur karena sudah kelelahan menangis. Ardika melihat wajah sang adik sembab. Dia sebenarnya tidak tega melihat adiknya seperti itu. Tetapi dia harus merubah sikap sang adik sehingga biasa lebih baik lagi. Dia akan berusaha membawa Rania ke Dokter. Agar Rania tidak histeris secara tiba-tiba lagi.


Ardi merasa sangat menyesal dahulu. Karena telah meninggalkan Rania dalam kesendirian. Sehingga kini Rania berubah manjadi pribadi yang keras dan kasar. Sampai sekarang Rania tidak mau mengakui dirinya sebagai seorang kakak. Tetapi Ardi begitu yakin bahwa suatu hari nanti Rania akan berubah. Karena itu dia ingin membawa sang adik berobat. Namun Rania pasti akan segera menolak untuk pergi ke Dokter psikiater.


Padahal itu adalah satu-satunya jalan supaya Rania tidak mudah emosi dan marah-marah. Ardi tau jiwa Rania mulai goyah dan sakit ketika Jeff pergi. Karena itu Ardi dengan sabar menemani Rania walaupun selalu dibuat kesal dan di usir oleh sang adik. Bagaimanapun Ardi begitu menyayangi Rania. Bahkan Ardi masih memegang bukti kejahatan Rania di tangannya. Ardi tidak tega untuk melaporkan adiknya sendiri ke kantor polisi. Dia yakin adiknya akan berubah.


Jino dan Papa Geovandra susah payah mencari barang bukti dan mencari siapa dalang dari percobaan penabrakan Kisya saat itu. Namun mereka tidak mendapatkan apapun. Karena semua barang bukti telah berhasil Ardi ambil dan Ardi amankan. Bukan bermaksud Ardi menyembunyikan kejahatan sang adik. Tetapi Ardi ingin merubah Rania dulu menjadi pribadi yang lebih baik.


Ardi tidak tega kalau sampai Rania terjerat kasus hukum. Karena itu Ardi menyimpan semua barang bukti dengan aman di tanganya. Ardi menatap sang adik dengan pilu. Ardi tau bahwa adiknya begitu kesepian selama ini. Sehingga dia menjadi pribadi yang keras dan kasar. Ardika menghela nafas beratnya. Dia lalu menelepon seorang Dokter untuk datang dan melihat keandaan kaki Rania.


Tidak butuh waktu yang lama ternyata Dokter itu telah datang ke rumah Ardika. Terlihat seorang gadis muda dengan rambut yang terurai panjang datang dan mengahmpiri Ardi. Gadis itu seorang Dokter yang sangat cantik. Dia adalah Dokter kenalannya Ardika. Boleh di bilang dia adalah mantan kekasih Ardi. Tetapi sampai sekarang mereka masih menjalin hubungan baik.


"Siapa yang sakit, sudah ku bilang aku sibuk, kamu terus memaksaku, dasar keterlaluan." Dokter cantik itu mulai merajuk. Ardi tersenyum dengan rajukan sang Dokter. Dia masih saja cantik walaupun sedang marah.


"Allana, terimakasih sudah mau datang, lihat, adiku terluka!" Ucap Ardi sambil menunjukkan tanganya ke arah kaki Rania.


"Dia kenapa?" Dokter Allana menatap Rania dengan intens.


"Dia mungkin sedikit defresi semenjak delapan bulan lalu dia sangat mudah tersinggung dan marah-marah, dah tadi dia mengacak seluruh ruangan. Membanting seisi kamarnya. Hingga kakinya terluka seperti itu." Tutur Ardi dengan pilu. Dia sungguh tidak tega melihat Rania seperti itu.


" Kamu harus membawanya ke rumah sakit, aku bukan Dokter jiwa, aku hanya Dokter umum!" Dokter cantik itu mulai melihat kondisi kaki Rania.

__ADS_1


"Setidaknya kamu bisa mengobati kakinya yang terluka!" Ucap Ardi menatap Dokter Allana yang sudah mulai memeriksa keadaan kaki Rania.


"Dia tidak apa-apa, cuman pecahan kacanya masih tertancap di dalam!" Ucap Dokter Allana.


"Terimakasih sudah mau datang Nyonya!" Ucap Ardika dengan senyumanya.


"Kamu menyindirku, yatuhan, aku sudah bukan istri siapa pun!" Ucap Allana dengan mulut yang manyun.


"Oh iya aku lupa, tapi aku mohon bantu aku menyembuhkan Rania!"


"Dia bukan pasienku, dia harus bertemu dokter ahli jiwa, bawalah dia ke rumah sakit, aku akan mengenalkan dia dengan temanku!" Ucap Dokter Allana dengan senyuman.


Rania terbangun dan melihat seseorang sedang mengobati kakinya.


"Hai, aku Dokter Allana, sebentar ya, sebentar lagi juga selesai!" Ucap Allana dengan senyumanya. Rania hanya terdiam. Dia hanya meringis kesakitan saja. Dia membiarkan Dokter untuk mengobatinya. Setelah selesai mengobati. Allana memberikan obat kepada Rania untuk diminum. Raniapun mengangguk.


Allana lalu pamit dan ardika mengantar Allana sampai di depan mobilnya.


"Terimakasih Allana!" Ucap Ardi sangat senang karena Allana mau membantunya.


"Sama-sama, karena kita teman baik, aku yang super sibuk akan meluangkan waktuku untuk datang!" Ucap Allana dengan senyuman.

__ADS_1


"Bisakah bagaimana jika suatu saat kita makan malam!" Ajak Ardika.


"Hei pak polisi, apa kamu sengaja mengajak aku makan malam hanya untuk menggoda aku lagi seperti dahulu?" Allana terkekeh. Dan Ardi tersenyum.


"Ya boleh dibilang begitu!"


"Ah maaf, untuk sekarang aku menolak ajakanmu tuan perwira. Bukan aku tidak mau kamu rayu atau kamu goda. Tetapi aku selama delapan bulan ini sangat sibuk, aku sedang merawat seseorang yang sedang koma." Ucap Allana.


"Koma?" Ardi mengerutkan keningnya.


"Iya seseorang yang membutuhkan bantuanku dan dia hanya punya aku untuk sekarang ini!" Ucap Allana dengan senyumanya.


"Pasti dia seorang laki-laki yang berarti dihatimu kan?" Ucap Ardi tersenyum.


"Hehe berarti.. aku bahkan tidak mengenal dia, tetapi aku merawatnya dengan tulus. Aku yakin suatu saat nanti dia akan bangun!" Ucap Dokter cantik itu Dengan senyuman manisnya. Ardipun tersenyum, dia tahu dengan jelas bahwa mantan kekasihnya itu selalu baik hati kepada siapapun.


"Yasudah aku pergi dulu ya!" Ucap Allana sambil masuk ke dalam mobilnya. Dan lalu langsung tancap gas meninggalkan mansionya Ardika. Ardika melihat Allana sampai mobilnya kini sudah tak terlihat lagi. Lalu Ardika masuk kembali ke dalam rumahnya dan melihat kembali kondisi sang adik.


Terlihat Rania sedang menonton televisi. Dia tidak bisa bergerak karena kakinya masih sakit. Ardika lalu mulai pergi ke dapur dan memasak beberapa makanan untuk makan malam mereka. Ardika memang mahir memasak. Dia dan Jeff sering memasak bersama. Mereka sangat dekat. Terkadang ardika merindukan kebersamaan bersama sang sahabat yang kini entah dimana.


Ardi telah mengiklaskan Jeff agar Jeff tenang di sisi tuhan. Kini tugas dia hanya satu. Yaitu membantu adiknya bangun dari keterpurukan karena ditinggalkan oleh Jeff. Dia harus membawa Rania berobat ke rumah sakit agar rania cepat sembuh. Ardika tidak mau rania terus histeris dan mengamuk. Dia juga tidak mau rania berbuat jahat untuk kedua kalianya. Walaupun rania adalah adik kesayangannya. Dia tidak mau memiliki seorang adik penjahat.

__ADS_1


Ardika akan berusaha merubah Rania supaya bisa menjadi orang yang baik. Walau mungkin itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tetapi Ardi sudah menyimpan barang bukti kejahatan Rania. Sehingga itu bisa dia buat untuk menekan sang adik dan menakuti sang adik agar berubah menjadi orang baik.


🌺 Bersambung 🌺


__ADS_2