
Cup.
Bibir mereka bersentuhan . Mata Jino terbelalak begitu pula dengan Kisya.
Deg
Deg
Deg
Jantung mereka berdua seperti sedang bermain pola tabuhan yang seirama. Jino merasakan otaknya panas dan tak bisa berpikir lagi. Bibir yang manis itu ternyata sudah menempel padanya . Dan sangat enggan untuk melepas bahkan untuk melanjukanpun terlalu gusar. Kisya menutup kedua mata sayupnya dan seolah memberikan ijin untuk Jino melahap madu di mulutnya.
Jantung Jino yang seolah mau lepas karena sentuhan kenyal bibir manis seperti jeli itu. Pikiranya kosong . Tubuhnya seperti tersengat listrik dan kini hanya diam mematung. Tidak ada gerakan sama sekali. Rasa haus akan sebuah belaian dia rasakan. Darahnya naik seolah mendidih di kepalanya. Jino menutup matanya dan perlahan membuka mulutnya sedikit dan melumat bibir yang ranum itu.
Jino ingin mengigit kasar karena dia sudah tak tahan menahan rasa haus sebuah kecupan. Namun Jino berusaha sebaik mungkin untuk memberikan kecupan lembut agar Kisya bisa lebih nyaman. Kisya memeluk erat tubuh kekar Jino . Dan tangan Jino masih bermain dengan rambut Kisya yang selembut sutra. Tak disangka kecupan Jino seperti sebuah gula-gula awan yang sangat manis. Sehingga membuat Kisya membalas kecupan jino.
Kisya membalas lumayan itu dengan penuh gairah. Lidah mereka saling bertaut dan mereka saling menelan Saliva. Jino tak mau melepaskan bibir manis itu. Dan semakin asik bermain dengan manisnya suasana. Ciuman itu begitu terasa manis. Mereka melupakan semuanya. Mereka melupakan status mereka sebagai saudara ipar. Bahkan Kisya melupakan rencana pernikahanya bersama dengan Jeff.
Dalam pikiran Jino dan Kisya kini hanya ada sebuah suasana manis dan tak mau terpisahkan. Jino mulai meraba punggung kisya dengan lembut. Membuat kisya semakin terasa berdebar. Jino lalu melepaskan ciuman mereka. Jino menatap mata Kisya yang begitu redup. Jino membiarkan gadis itu untuk bernafas.
Mata mereka bertemu dan seolah saling berkomunikasi. Dengan mata elangnya Jino menelusuri setiap sudut wajah cantik kisya. Begitupula dengan Kisya menatap sejuk pria yang kini sedang memeluknya.
"Kenapa begitu nakal, semalaman menggodaku?...
Ucap Jino dengan suara seraknya. Kisya tersenyum dengan manis.
"Jangan tersenyum lagi, karena itu berbahaya."
Kisya malah tersenyum mendengar ucapan jino. Dengan lembut Jino mengelus rambut kisya. Degupan jantung yang semakin kencang membuat mereka seolah sedang menabuh genderang. Jemari Kisya lalu menyentuh bibir Jino dengan lembut. Dan Jino meraih tangan lembut itu lalu mengecupnya dengan perlahan. Setelah puas mengecup tangan Kisya Jino kembali menatap wajah Kisya dengan inten.
Jino melihat leher Kisya begitu putih. Seolah Jino membayangkan sebuah gula halus menutupi leher jenjang itu. Jino lalu mengecup perlahan leher cantik itu. Membuat kisya hanya bisa memejamkan matanya. Jino lalu menyisakan sebuah tanda kepemilikan area. Sebuah kismark yang terlihat seperti Kerlip bintang .
Kisya memeluk Jino dengan sangat lembut membuat Jino semakin menggebu dan terus menjelajahi leher itu. Kecupan demi kecupan memberikan bekas berwana agak cerah. Dan tanpa sengaja tangan itu menyentuh dada Kisya.
"Eh..
Ucap Kisya pelan.
Jino yang sudah menggelap. Menghentikan aktivitasnya.
"Aku tidak tahan!..
Ucap Jino pelan dengan pandangan mata seperti harimau.
Kisya menggeleng. "Jangan!..
Jino menghela nafas berat.
__ADS_1
"Maapkan aku Kis, maapkan aku sayang!..
Ucap Jino dengan mata yang berkaca-kaca. Lalu segera bangkit dan duduk di sudut kasurnya. Wajahnya sungguh kacau. Dia merutuki perbuatanya kenapa sampai bisa mencium kisya sampai seperti itu. Kisya terbangun dan duduk di samping Jino.
Jino melihat ke arah Kisya. Dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat perbuatanya penuh di leher Kisya.
"Yatuhan."
Ucap Jino terkejut.
"Hmm ada apa?..
Kisya menjadi takut.
"Apa yang kulakukan ?..
Jino menyentuh leher Kisya.
Sepetinya Kisya tersadar dan langsung berdiri. Kisya berjalan menuju ke depan cermin. Tatapan tak tak percaya saat dia melihat seluruh lehernya penuh tanda kismark.
"Yatuhan, yatuhan kak, kamu ."
Ucap Kisya sungguh terkejut.
"Maaf!..
"Kak, apa kamu punya syal?..
"Hmm sepertinya ada." Jino bangkit dan menuju ke sebuah lemari pakaian mencoba mencari keberadaan syal yang Kisya minta .
Dan akhirnya dia menemukan syal berwarna Milo. Segera Jino mengambil syal itu dan memasangkan di leher Kisya.
"Maap !..
Ucap Jino dengan wajah penuh rasa bersalah. Kisya menatap wajah Jino dengan tajam. Lalu Kisya memeluk Jino seraya berkata.
"Tidak apa-apa, terimakasih sudah berhenti...!
Ucap Kisya sangat lembut. Kisya nenyadari ini semua bukan sepenuhnya kesalahan Jino. Tetapi karena dirinya sendiri yang telah terbawa suasana dan menikmati setiap kecupan itu.
Jino merasa sangat lega mendengar ucapan Kisya. Walau dirinya Masi merasa menyesal dan merutuki perbuatanya.
"Bisakah kita hanya tidur saja!..
Ucap Kisya dengan senyuman yang sangat manis. Membuat Jino tak berkedip barang satu detik pun.
"Kak."
__ADS_1
Jino Masi terpana menatap indah senyuman gadis yang ada di hadapannya.
"Kak."
"Huh... Iya , iya, ayo kita tidur."
Ucap Jino lalu menarik tangan Kisya lembut menuntun Kisya menuju ke tempat tidur. Dan merekapun merebahkan tubuh mereka di tempat tidur itu. Tidak ada yang bersua. Dan tidak ada yang terlelap pula. Mereka-hanya terdiam sambil menatap langit langit kamar . Seolah ada sebuah gambar di sana yang mereka pandangi .
Sangat hening dan sunyi . Namun desaran jantung mereka masih bertabuh bagai genderang. Sesekali Jino menelan Saliva dengan sangat berat.
"Aku tidak bisa tidur."
Ucap jino dalam hatinya. Masih dengan posisi terlentang memandangi langit kamar yang seolah berbintang. Begitupula dengan Kisya. Saat itu hatinya seperti melumer. Tak ada siapapun dalam hatinya selain Jino. Kecupan yang Jino berikan tadi untuknya sungguh terasa sangat indah dan seolah dia masih bisa merasakan kecupan itu. Kisya memejamkan matanya . Lalu menyentuh dadanya dengan kedua tangannya.
"Jantungku berdebar sangat kencang, seolah akan meledak."
Ucap Kisya pelan. Jino lalu masih terdiam sambil menatap ke samping kirinya, menatap gadis yg tidur di sebelahnya.
"Apa kau merasakan apa yang aku rasa?..
Ucap Jino pelan. Kisya lalu membuka matanya. Dan menatap ke arah pria yang kini sedang memandanginya.
Kisya menghela nafas berat. Dan tersenyum manis.
Jino meraih tangan Kisya dan menepelkan didadanya.
"Jantungku berdetak, setiap detakanya menyebutkan namamu."
Ucap Jino pelan. Kisya tersenyum manis lalu memeluk tubuh Jino dan Kisya menenggelamkan wajahnya di dada Jino.
Jino menyambut pelukan gadis yang kini sangat dia kasihi. Mereka berpelukan dan tiba-tiba saja terdengar suara Isak tangis dari kisya.
Kisya menangis dengan sangat lirih . Seolah hatinya sangat sakit.
Bersambung.
Catatan kecil Author❤️
Hai readers tersayang, gimana suka tidak eps ini?..
Eh ia siapa yang suka genre Fantasy Aksi ?... Ada Novel keren abis dari Mr.Mayn Urr Izqi.
judulnya Dreamer. jika berkenan silahkan mampir ya😘
Pict di bawah ini, skend dimana Kisya bersandar di bahu Jino, gimana manis engga?... sayangnya itu yg pegang Kisya bukan baby Vano tapi si kesi 😂😂
__ADS_1