Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Honeymoon 5


__ADS_3

Malam itu Jino dan kisya memutuskan untuk menginap di pantai Naksan. Suara deburan ombak dan suara angin malam yang berhembus seolah mengiringi dua insan yang sedang memadu kasih ini. Mereka berdua begitu lekat satu sama lain. Saling mencintai dan saling memadu kasih.


Saat ini tidak ada jeda atau pembatas bagi mereka berdua. Yang ada hanyalah sebuah keindahan yang yang bernama cinta. Tidak ada kata lelah pria itu menyentuh sang istri membelai lembut dan memberikannya sentuhan-sentuhan yang membuat istrinya terbuai dari dalam khayalan. Keringat bahkan sudah muncul membanjiri seluruh tubuh mereka. Namun mereka masih menikmati penyatuan itu.


Mereka tidak bisa memikirkan apapun. karena yang mereka rasakan saat ini hanya sebuah kenikmatan dunia. Dan apa yang mereka rasakan seolah-olah mereka sedang terbang ke alam surga. Mereka terbuai oleh indahnya madu Asmara. Terpesona oleh nikmatnya sentuhan kasih sayang. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk pria itu menuntaskan semua pekerjaannya.


Sampai waktunya tiba Mereka pun kini hanya bisa mengatur nafas karena lelah, dengan pertempuran yang tidak ada hentinya. Pria itu memeluk lembut tubuh sang istri dan membiarkan Istrinya tidur di lengannya. Sudah seperti kebiasaan Jino menjadikan lengannya bantal yang bisa pakai kapan saja. Lengan sang suami itu menjadi bantal favorit untuk wanita yang kini masih mengatur nafasnya.


"Capek ya sayang?" Jino bertanya kepada sang istri kali ini dia akan selalu mempertimbangkan pendapat istrinya daripada mengikuti semua egonya. Jino tidak mau Kisya sampai sakit karena terus melayaninya sepanjang hari selama berbulan madu. Maka Jino sekarang akan lebih memperhatikan semua keinginan sang istri dan mempertimbangkan semuanya dengan baik-baik.


Tidak mau sang istri sampai sakit karena lelah. Asalkan bersama dengan Kisya walaupun tidak melakukan hal itu, itu sudah membuat Jino begitu bahagia. Jino berharap kebahagiaan ini bisa mereka rasakan selamanya. Jino berharap juga Semoga tidak ada aral yang melintang menghampiri keluarga kecil mereka.

__ADS_1


Pria itu merasa sangat sempurna dengan kehadiran anak dan istrinya. Dia selalu berdo'a agar keluarga kecilnya selalu dilindungi oleh Tuhan dari segala prahara yang akan menimpa mereka. Saat ini hanya Kisya wanita yang sangat Jino cintai. Di mata Jino semua perempuan cantik. Tetapi hanya Kisya yang tercantik. Lagi dan lagi pria itu merasa jatuh cinta kepada sang istri setiap detik, setiap saat, setiap waktu dia jatuh cinta setiap hari kepada istrinya.


Perasaan itu membuat dirinya begitu bahagia. Apalagi dirinya tahu bahwa sang istri merasakan hal yang sama dengan dia. Kali ini dia sangat bersyukur karena Tuhan begitu baik kepadanya memberikan seorang istri yang cantik polos dan baik hati, dan juga memberikan seorang Putra yang sangat lucu tampan dan pintar. Nikmat apalagi yang dia dustakan semuanya anugerah dari Tuhan.


Masa kecil Jino yang tidak bahagia karena kurang kasih sayang, tidak akan diulangi untuk putra-putranya kelak. Tidak akan ada pernikahan kedua untuk Jino karena Jino tidak mau memberikan nasib yang sama untuk putra-putrinya. Jika nanti salah satu dari mereka harus meninggalkan dunia ini karena takdir. maka Jino menyatakan bahwa dia akan selalu setia walaupun Tuhan telah mengambil istrinya.


Itu adalah keteguhan hati Jino untuk saat ini. Tekad dan harapannya sudah bulat. Semuanya akan dilakukan dengan cermat. Apapun yang akan terjadi maka terjadilah karena Jino tidak bisa melawan takdir dari Tuhan apalagi soal kematian. Karena itu Jino bersumpah jika salah satu dari mereka dipanggil Tuhan terlebih dahulu, maka jika Jino masih diizinkan untuk memiliki usia yang panjang Jino akan hidup dalam kesendirian merawat putra-putrinya saja tanpa harus Mencari Pengganti sang istri.


Jino bersumpah akan selalu setia kepada istrinya, walaupun istrinya hanya tinggal sebuah nama saja. Jino tidak akan mengulangi kesalahan sang Papa dengan menikah dengan wanita lain dan membuat dirinya menderita selama masa kecilnya. Kini pria itu sedang membelai lembut kening dan rambut sang istri dengan penuh kasih sayang.


Jino teguh dan yakin bahwa Tuhan akan selalu memberinya perlindungan perlindungan untuk cinta mereka agar tetap bisa bersatu selamanya. Pria itu tidak ada bosannya selalu menatap dan mengecup kening sang istri dengan penuh kelembutan. Wajah cantik sang istri selalu menjadi gambaran setiap kesehariannya.

__ADS_1


Wajah cantik sang istri nrmbuat dirinya buta untuk melihat kecantikan gadis lain. Baginya tidak ada wanita yang bisa membuatnya berdebar selain sang istri. Baginya tidak ada yang bisa membuat Jino kecil terbangun selain sang istri. Istrinya adalah hidupnya, istrinya adalah nyawanya, istrinya adalah cintanya, istrinya adalah dunianya, dan istrinya adalah semua yang berada dalam kehidupannya.


Untuk semua gambaran yang panjang sebuah kata-kata kiasan bisa dilakukan dengan sebuah ucapannya yang namanya cinta. Dan cinta itu telah Jino berikan untuk Kisya. Tidak ada wanita lain dan tidak akan pernah ada wanita yang lain selain kisya. Itulah yang Jino janjikan di dalam kehidupannya.


Wanita dengan kulit putih, bermata sipit dan berambut panjang berwarna hitam seindah Malam itu, adalah wanita yang sangat disukai dalam hidupnya. Wanita yang kini telah menjadi candu dalam keseharian. Wanita yang selalu membuat hatinya  merindu, wanita yang selalu tersenyum walaupun dalam keadaan lelah setelah melayaninya. Wanita itu adalah istrinya tersayang. Kehidupannya semua berada di tangan wanita itu. Entah apa yang terjadi pada kehidupan Jino ketika Wanita itu pergi.


Sedikit bayangan pun tidak pernah tersirat dalam pikirnya. Jika suatu saat itu terjadi mungkin dirinya bisa gila. Karena itu setiap hari Jino berdo'a semoga dia selalu bisa bersama dengan sang istri, dan tidak ada yang akan memisahkan mereka berdua.


Harapan Jino sangat besar untuk cintanya. Dia bahkan bermimpi memiliki beberapa bayi-bayi cantik yang dibesarkan bersama. Bayi yang salah satunya akan mirip dengan sang istri yang berlarian memenuhi rumah mereka yang berlarian mengikuti dan mengejar langkah kakinya. Dan berlarian berseru memanggil Daddy. Bayangan anak-anak yang akan lahir dari rahim sang istri sudah tampak jelas di matanya.


Jino bahkan tidak membayangkan cuma dua saja. Bahkan Jino membayangkan Dia memiliki tiga atau empat orang anak yang akan istrinya melahirkan kelak. Bahkan Jino tersenyum manis ketika dia berfikir seperti itu. Khayalannya begitu tinggi dan tampak begitu nyata. Yang ini adalah sebuah khayalan yang indah yang dia rasakan berdua Bersama sang istri, karena Kisya sendiri menginginkan beberapa bayi cantik dan tampan yang akan mengisi rumah mereka.

__ADS_1


🌺🌺🌺


Bersambung


__ADS_2