Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Sampai Titik


__ADS_3

Pagi itu, kisya ingin bangun dan mandi. Namun sang suami melarang. Jino masih ingin memeluk sang istri dengan erat. Kisya hanya menurut saja. Jino mulai menjelajahi kembali tubuh sintal yang istri. Kisya hanya bisa memejamkan mata ketika sang suami mulai memberikan setuhan-sentuhan kelembutan penuh cinta.


Jino mengecup seluruh jengkal tubuh putih sang istri. Kembali menambah deretan warna merah di sana. Tubuh gadis itu menerima dengan suka rela. Dia mulai merasakan sebuah dorongan kuat untuk bersatu kembali. Jino mulai mengarahkan sang adik untuk kembali menggempur ladang surga milik sang istri. Dan benar saja tanpa ampun kini ladang itu sudah menjadi sebuah danau yang basah penuh dengan cairan asmara.


Mata wanita itu hanya terpejam. Dia mulai merasakan sebuah kenikmatan yang membuatnya seolah terbang.


"Kak, aku mau."


"Jangan di tahan sayang!"  Jino semakin bersemangat ketika melihat gerbang pertahan sang istri sudah mulai roboh. Mereka akhirnya kembali sampai titik kesenangan mereka. Jino terkulai lemas pagi itu.


"Sayang kini kamu sudah menjadi canduku." Ucap Jino.


"Apakah aku seperti extasi?" Kisya menorehkan senyum sambil mengatur nafasnya.


"Iya kamu seperti obat itu yang membuat aku terbang." Ucap Jino dengan senyuman manisnya. Jino mengecup kening sang istri dan memeluknya dengan penuh kemesraan.


"Sayang, kita menginap sehari lagi di bandung ya." Ucap Jino.


"Kita mau kemana kak?" Tanya Kisya.


"Kemana saja, asalkan kita berdua sayang!" Ucap Jino mengecup lembut kening sang istri.


"Iya kak, aku ikut kemanapun kakak ajak." Kisya mengeratkan pelukanya. Dan kini dada Jino menjadi bantalnya. Jino sungguh bersyukur mereka bisa melakukan hal yang begitu indah di kota bandung. Padahal selama ini dia bahkan belum sempat berbulan madu. Kini Jino sedang memikirkan akan kemana mereka berbulan madu. Jino sudah tidak sabar akan hal itu. Kali ini Jino akan meninggalkan sang buah hati bersama Mama Murni. Jino hanya tidak ingin bayi kecil itu akan menggangu bulan madu mereka.


Beberapa tempat sempat terpikirkan di kepala Jino. Paris ,Jepang, korea dan  valesia. Jino masih bingung. Tapi yang pasti saat ini dia sedang ada di Bandung. Dan dia ingin memanfaatkan moment ini dengan baik. Dia ingin bermalam satu malam lagi di kota yang dingin itu. Kebayang kan betapa romantisnya mereka berdua jika berendam air hangat. Jino ingin berendam air hangat dan menginap di sebuah perkemahan. Hanya itu yang bisa Jino pikirkan saat ini. Sungguh pemikiran yang datang mendadak.


Menikmati kota bandung berdua saja bersama kekasih hatinya. Mereka memang sudah lama menikah tetapi baru kali ini mereja bisa sedekat ini. Karena itu Jino ingin sekali mengabadikan momeny kedekatan mereka lebih lama lagi. Mumpung Papa Geovandra sudah mengijinkan Jino untuk ijin Bekerja.


"Apa yang kakak pikirkan?" Tanya Kisya sambil memainkan rambut sang suami.


"Sebuah tempat yang akan kita kunjungi nanti sepulang dari sini!" Jawab Jino.


"Hmm... Dimana itu, aku jadi penasaran." Ucap Kisya.


"Tunggu saja nanti!" Jino tersenyum dengan manis.

__ADS_1


🌺🌺🌺


Pagi itu semua mahasiswa sudah berkumpul di aula untuk acara penutupan akan tetapi kisya masih belum datang juga. Lintang sudah mulai gelisah takut terjadi sesuatu hal pada kisya. Lintang berlari menuju lip dan menuju ke arah kamarnya kisya. Sudah jam 9 kisya masih belum keluar kamar.


Beberapa kali Lintang menekan bel tapi Kisya tidak kunjung keluar. Saat Lintang hendak belari ke arah lobi untuk meminta kunci duplikat tiba-tiba.


Klik.


Suara pintu terbuka. Lintang terkejut matanya membulat melihat kini Jino ada di hadapannya dengan keadaan badannya tanpa kaos oblong dan hanya mengenakan celana  pendek saja. Wajah bangun tidur dan rambut yang acak acakan. Tetapi Jino Masih terlihat tampan.


"Lintang." Ucap Jino sambil menguap.


"loh ada di sini, mana Kisya?" Ucap Lintang sambil menerobos masuk.


Terlihat Kisya baru keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk pendek yang mengekpos dada dan pahanya yang mulus. Eh kini tidak mulus lagi. Leher dan dada kisya bahkan banyak hikeynya alias kismark.


"lintang." Ucap Kisya terkejut. Kisya begitu malu karena Lintang masuk dan melihat dada dan leher nya penuh kismark.


Lintang menelan saliva nya.


"Aku pikir kamu kenapa kenapa, betapa aku sangat khawatir." Ucap Lintang dengan mata yang berkaca-kaca.


"maaf." Ucap Kisya merasa menyesal.


Terlihat Jino masuk ke kamar mandi dan Lintang langsung keluar dari kamarnya Kisya.


Lintang berjalan menjauhi kamar kisya. Tanpa dia sadari air matanya menetes.


"Mereka habis bercinta." Ucap Lintang dalam hatinya.


"Jino brengsek, kenapa aku masih saja sakit melihat kalian seperti itu." Lintang memegang dadanya yang perih. Masih belum bisa sembuh dari kekecewaannya. Dia ingin segera melupakan Jino selamanya. Masih ada 30 persen hatinya menyimpan rasa yang harusnya sudah lebur.


"Aku harus kuat dan secepatnya harus bisa melupakan dia, ini semua demi Cery." Lintang tersenyum penuh  rasa optimis.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Acara penutupan pun sudah selesai semua mahasiswa pun pulang dengan mengendarai Bus. Namun Kisya meminta ijin untuk ikut ke mobil suaminya. Dan dosen pun mengijinkan.


Jino bilang mereka akan menginap satu hari lagi di bandung. Mereka akan. Pergi ke daerah ciwidey di sana ada glamping lakaside. Dan mereka akan menginap di glamping.


Udara kota ciwidey memang sangat dingin. Jino kini sudah memesan kamar dan mereka bersiap untuk berkemah. Penginapan glamping memang sesuai dengan judulnya, ya mereka kemping tidur di tenda yang serba memiliki fasilitas.


Baru beberapa jam Kisya sudah kedinginan. Jino terkekeh melihat istri  nya kedinginan.


"Kak.. Aku sangat benci dingin." Ucap Kisya dengan manja.


"Nanti juga tidak dingin lagi." Ucap Jino sambil memeluk Kisya dan menggendongnya lalu menidurkan Kisya di tempat tidurnya.


Jino menatap Kisya dengan lekat.


"Sudahkah aku bilang." Ucap Jino


"bilang apa?" Ucap Kisya


"Bahwa sepertinya aku jatuh cinta padamu." Ucap Jino dengan tatapan matanya yang sendu lalu mengecup bibir Kisya dan lumatnya dengan sangat manis.


"Aku juga." Ucap Kisya dengan senyumannya dan mereka kembali berciuman. Jino terus melanjutkan aksinya membuka seluruh baju Kisya dan bajunya dan kini Jino mulai atraksinya membuat Kisya tidak kedinginan lagi. Mereka bercinta dan bercinta..  Mereka lakukan selama beberapa kali dan kali ini kisya benar-benar tidak merasakan sakit sama sekali. Sehingga Jino bisa leluasa melakukan nya berkali-kali.


Udara ciwidey yang sangat dingin sekarang menjadi panas untuk Jino dan Kisya. Mereka sedang menikmati hangatnya sebuah hubungan atas nama cinta. Ia mereka sudah menyatakan rasa cinta mereka masing-masing.


Mereka benar-benar sedang di mabuk cinta. Jino dan Kisya sedang menikmati indahnya cinta dalam sebuah hubungan berumah tangga. Kisya menjadi istri Jino yang sesungguhnya. Dan Jino menjadi suami yang sesungguhnya. Mereka saling mengisi kekosongan masing-masing. Saling melepas rindu dan saling memenuhi tubuh mereka dengan kenikmatan.


Semuanya indah. Dunia seperti milik mereka berdua. Mereka saling memadu kasih tanpa gangguan Baby Vano. Mereka benar-benar melupakan Baby Vano saat ini yang mereka rasakan hanya kenikmatan dan kenikmatan. Jino dan Kisya benar-benar merasa sangat bahagia.


🌺 Bersambung 🌺


Catatan author:


Hai selamat pagi sabahat Jino dan Kisya.


saya memutuskan untuk melanjutkan menulis karena ternyata lebih banyak yang meminta lanjut dari pada yang meminta berhenti. atau tamat. jadi untuk yang engga suka karena novel saya masih lanjut, saya tidak memaksa anda untuk terus membaca, jika tidak suka ya jangan di baca oke. kalian pernah baca novel terjemahan dari china tidak, mereka eps sampai beratus ratus bahkan ribuan, jadi jikis kalo memang masih ada yg mau baca, maka akan saya lanjutkan. terimakasih atas dukungan semuanya ya.

__ADS_1


ini saya mau ngasi tau, ada novel bagus punya teman saya yang paling cantik. setelah baca jikis baca itu juga ya. salam sayang dari aku Lee 🌺 Evangelin_Harvey



__ADS_2