
Jino masih duduk di samping kisya. Mereka sama sekali tidak bersua. Hening dan sunyi. Mungkin yang terdengar hanya suara debaran jantung dan helaan nafas saja. Jino baru pertama kali masuk ke dalam kamarnya kisya. Kamar seorang perempuan memang sangat beda. Penuh dengan boneka dan berbagai gambar idol.
Kisya remaja yang normal. Selama dia SMA dia memang sangat menyukai boyband. Tetapi semenjak dia sembuh dari sakit dan bangun, seolah semuanya hilang. Dia tidak lagi menyukai boyband. Karena kini dia lebih menyukai seorang bayi, bayi itu bayi yang sangat dia sayangi. Sehingga dia sudah tak ada ruang lagi untuk menyukai bias nya.
Tidak ada satupun yang memulai pembicaraan. Mereka hanya terdiam dalam kegugupan. Jantung jino yang berpacu lebih kencang. Dan dia semakin menyukai gadis yang ada di sampingnya. Sedang kisya sendiri masih dalam kebimbanganya. Tidak ada yang mau memulai. Karena itu mereka memilih untuk terdiam. Sampai akhirnya tanpa jino sadari dia sudah terlelap di sofa itu.
Jino mulai mengeluarkan suara dengkuran halus. Terdengar begitu lelah. Bagaimana tidak lelah, jino setiap hari menyelam. Dan itu memakai tenaga yang super. Jino memang seorang yang sangat suka berenang. Tetapi jika di porsir seperti itu maka tubuhnya Takan kuat. Kisya sesaat melihat wajah jino yang kini sudah terlelap.
Rasa iba mulai muncul karena wajah lelah jino tergambar dengan jelas. Rasa cintanya terhadap jino tidak berubah. Kisya masih mencintai jino bahkan sangat mencintai jino. Tetapi kisya tidak bisa begitu saja melupakan penyesalan yang mencekiknya.
"Maafkan aku kak, tolong beri aku waktu sampai rasa sesal ini segera hilang." Kisya berkata dalam hatinya sambil tak lekat menatap sang kekasih hati. Jino dengan wajah lelah pun terlihat tampan. Kisya tak henti mengarahkan matanya dengan tatapan penuh cinta dan kerinduan. Namun sekuat tenaga ia buang.
Mama Murni sudah menelepon pihak butik untuk segera datang ke rumah dangan membawa baju untuk Jino dengan ukuran yang sudah di sampaikan. Bunda Nisya lalu masuk ke dalam jamar Kisya dan terkejut karena Kisya dan Jino sudah tertidur di sofa. Kisya mungkin lelah karena terus-terusan menangis.
Bunda Nisya tersenyum dengan kecil. Menatap jino dan Kisya yang kini sudah di buai oleh mimpi. Lalu bunda memalingkan wajahnya dan menatap bayi kecil yang kini terlelap di atas kasur. Cucu kesayanganya kini tunbuh dengan tampan. Terkadang Bunda merutuki kejadian yang Kisya alami. Tetapi melihat hasil dari kejadian itu adalah bayi yang begitu menggemaskan dan tidak bersalah , maka Bunda Nisya merasa selalu ada hikmah di balik semua kejadian.
__ADS_1
Di kecupnya kening bayi itu dengan lembut. Lalu Bunda Nisya melangkah meninggalkan kamar tersebut dan menutup pintu itu dengan sangat perlahan. Karena takut membangunkan mereka bertiga. Bunda Nisya berjalan meninggalkan kamar Kisya dan kembali bergabung dengan Tuan Geovandra dan istri.
"Mana Jino?" Ucap Mama Murni pelan sambil menatap besannya.
"Mereka tertidur, mereka kelelahan dengan aktivitas masing-masing, jadi saya tidak tega untuk membangunkan mereka." Ucap Bunda Nisya sambil duduk di sofa.
"Iya, jino pasti sangat lelah. Tiga hari ini bahkan dia terus menyelam." Ucap Tuan Geovandra. Mama Murni terdiam. Dalam hatinya dia sangat bersyukur bahwa Jino sudah mengerahkan seluruh kekuatanya untuk mencari keberadaan adiknya.
"Kita tunggu sampai perancang busana itu datang saja, baru kita bangunkan Jino, jadi kita biarkan Jino beristirahat dulu sebentar." Ucap Bunda Nisya pelan dan Mama Murni pun mengangguk. Acara pernikahannya pasti akan sangat meriah karena semuanya sangat berkelas. Bahkan tamu undangan pun kebanyakan adalah rekan bisnis Papa Geovandra. Dan beberapa rekan bisnis almarhum Papanya Kisya.
"Bagaimana sekarang keadaan Rasya?" Ucap Tuan Geovandra datar.
Bukan bunda tidak berharap Rasya bangun. Tetapi karena rasya tidak ada kemajuan sama sekali. Jika alat-alat yang menempel pada tubuh rasya di lepas. Maka rasya tidak akan bertahan sampai satu hari. Dokter sempat bertanya apakah akan terus di pasang alat. Dan Bunda Nisya memilih untuk terus memasang alat pada Rasya. Berharap suatu saat ada mukzizat dari Tuhan untuknya.
"Jeng, kita berdua dalam kondisi yang sama, kondisi penuh dengan harapan, tetapi kita masih memili Jino dan Kisya, semoga saja Kisya bisa melahirkan banyak anak, agar rumah kita ramai dengan cucu!" Ucap Mama Murni menguatkan Bunda Nisya. Sebenarnya Mama Murni juga masih sangat sedih tetapi melihat perubahan wajah besannya. Mama Murni menjadi sangat iba.
__ADS_1
Anak adalah segala hal yang terpenting dalam hidup seorang ibu. Jika mereka tiada maka untuk apa seorang ibu hidup. Untungnya mereka masih memiliki Jino dan Kisya . Bahkan ada bayi kecil yang sangat berharga yaitu Baby Vano. Baby Vano adalah cucu emas Tuan Geovandra yang sudah sangat terkenal dengan usianya yang masih 5 bulan.
Bagaimana Baby Vano tidak terkenal. Bayi itu selalu ikut ke kantor bersama dang Daddy. Dan jika Daddynya ada meeting penting maka Tuan Geovandra membawa Baby Vano ke ruanganya. Di rawat oleh sekertarisnya. Rekan bisnis Tuan Geovandra sudah mengetahui perihal itu. Dan mereka mengenal bayi tampan itu. Karena selalu meramaikan suasana kantor dengan tangisan.
Bunyi bel dalam ruangan begitu menggema. Maid lalu membuka pintu dan ternyata itu adalah perancang baju pengantin yang membawa beberaoa baju pengantin untuk jino. Mama Murni berjalan ke kamar dan hendak membangunkan Jino. Dan dengan perlahan Mama Murni membangunkan putranya. Jino terbangun dan langsung mencuci muka lalu turun ke ke bawah.
Jino mencoba beberapa tuxedo yang begitu menarik. Jino merasa berdebar mencoba setelah tuxedo tersebut. Dia tidak menyangka bahwa dirinya benar-benar akan menikah besok.
"Wah itu sangat cocok nak." Ucap Papa Geovandra. Dan baju itu yang akan Jino kenakan besok. Satu setelah baju putih, tuxedo berwarna hitam. Papa Geovandra begitu senang melihat putranya akan menikah. Dia berharap semoga semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada satupun halangan yang merintang. Setelah memilih baju yang pas. Lalu jino dan keluarga pamit pulang. Tentu saja sambil membawa Baby Vano yang masih tertidur lelap. Mereka tidak membangunkan Kisya karena tidak tega. Kisya sudah lelah terus memangis. Karena itu mereka pulang tanpa menggangu mimpi indah pengantin perempuan.
Bersambung🌺
Sampai sini suka tidak?
Semoga kalian suka ya.. 🤭
__ADS_1
bang jino lagi ganti baju.