Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
C E R Y S H A


__ADS_3

Lintang terbangun karena buah hatinya menangis dengan sangat kencang. Ternyata Cery ingin meminum susunya. Botol susunya lepas. Padahal Boy yang memberikan susu tetapi Boy malah tertidur.


"Pi, ya ampun , Dede nangis ko Papinya malah bobo!" Lintang lalu menggendong Cery dan memeluknya dengan erat. Lintang tidak memberikan ASI kepada sang buah hati karena ASI Lintang kering dan tidak mau keluar. Alhasil bayi kecil nan cantik itu hanya meminum susu sapi saja alias susu formula.


Boy terlihat sangat lelah. Semalaman Boy menggendong Cery yang rewel. Sedang Lintang tertidur dengan lelap. Boy begitu sayang kepada buah hatinya. Cery adalah jantung hatinya. Kelahiran Cery adalah anugrah untuk kedua belah pihak. Baik dari keluarga Boy dan keluarga Lintang. Karena Lintang dan Boy sama-sama anak tunggal.


Boy semalaman memberi susu dan menjaga sang buah hati. Boy sengaja tidak membangunkan Lintang. Boy ingin Lintang istirahat saja. Boy tahu dengan jelas bahwa Lintang begitu sibuk dengan kuliahnya dan pemotretan. Karena itu Boy ingin sang istri istrirahat dengan nyaman.


Lintang semakin hari semakin menyayangi Boy. Walau 25 persen dihatinya masih teringat dengan Jino. Tetapi kebaikan dan kasih sayang Boy terhadapnya membuat Lintang merasa damai dan bahagia ketika berada dekat bersama Boy dan Cery buah hati mereka. Lintang menggendong Cery dan memandangi wajah tampan sang suami.


"Lihat sayang, papimu begitu lelap. Dia sampai tidak mendengar kamu teriak-teriak nak." Lintang berbicara sambil menatap bayi mungilnya. Seorang bayi yang kini baru berusia 40 hari. Bayi yang masih merah dan sangat kecil. Dengan bobot hanya 4kg. Tetapi sungguh membuat Lintang takjup karena kehadiranya membuat seluruh keluarga menjadi penuh dengan senyum kebahagiaan.


Kini Cery sudah kenyang meminum susunya dan Baby Cery sudah tidur dengan lelap.


"Hadirmu telah membuat aku melupakan cinta masa laluku, sekarang tujuan hidupku adalah kamu sayang!" Lintang memandang Baby Cery dengan penuh rasa cinta. Lintang menidurkan Baby Cery di bok bayi. Tiba-tiba saja dua buah tangan kekar memeluk perut Lintang dengan erat.


"Sayang." Lintang terkejut.


"Hmm." Boy masih setengah sadar namun dia sudah nemplok saja meluk sang istri.


"Mandi gih biar segar!" Ucap Lintang sambil mengelus jemari sang suami.

__ADS_1


"Mandi bareng aja yuk!" Ajak Boy. Lalu lintang mengangguk dan tersenyum dengan manis. Mereka akhirnya mandi bersama. Entah apa yang mereka lakukan di kamar mandi. Karena mereka mandi begitu lama. Sampai sampai Lintang menyerukan beberapa suara yang memekik keras. Sepertinya terjadi pertumpahan darah disana.


Selang beberapa waktu merekapun keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang begitu segar. Pagi itu Boy sudah bersiap ingin berangkat ke kantor sedang Lintang hanya ingin bermain dengan sang buah hati. Dia berencana untuk di rumah saja bersama Baby Cery. Karena sepulang dari bandung Lintang langsung pemotretan dan baru pulang semalam.


Karena itu Lintang hanya akan duduk manis menemani sang Baby girl. Seperti pagi biasanya. Lintang dan Boy sarapan bersama. Lintang memang tidak bisa memasak. Dan selalu Boy yang memasak. Boy memang selalu menjadikan Lintang seorang ratu di rumahnya. Sebuah kecupan manis di kening sang istri mengawali pagi mereka. Boy pun berangkat bekerja. Boy mengatakan dia akan sangat sibuk hari ini. Dan akan pulang larut malam. Sedang Lintang hanya mengangguk dengan senyum manisnya.


Lintang begitu bersyukur karena bisa mendapat suami seperti Boy. Dimana dia bisa menjadi wanita yang begitu di manjakan. Dan begitu di penuhi oleh kasih sayang sang suami. Kelahiran Cery membuat dunianya begitu berwarna. Lintang memberi nama Cerysha kepada sang buah hati. Karena Lintang selalu berharap buah hatinya kelak akan selalu manis seperti buah Cery.


Lintang kembali ke kamarnya setelah melepas Boy ke kantor. Dia kembali menatap buah hatinya yang begitu manis dan lucu. Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Dan itu adalah telepon dari Kisya. Lintang tersenyum senang mendapati sang sahabat meneleponnya.


"Hallo Kis," Ucap Lintang.


"Hanya di rumah saja!" Jawab Lintang.


"Hmm , karena kuliah libur setelah study Banding kemaren, jadi aku merasa jenuh di rumah, gimana kalau aku sm Baby Vano main ke rumah Baby Cery?" Ucap Kista penuh harap.


"Benarkan, aku tunggu ya Kis, akan sangat menyenangkan jika kita berkumpul berempat, aku Cery , kamu dan Vano." Ucap Lintang sumberingah.


"Oke oke Lintang, aku bersiap dulu ya!" Ucap Kisya lalu menutup sambungan telepon mereka. Lintang sangat senang Kisya mau berkunjung ke rumahnya. Dia begitu bosan jika harus di rumah seharian. Dengan kedatangan sang sahabat pasti akan menambah suasanya yang menyenangkan.


Kisya kini sedang bersiap untuk berangkat ke rumah Lintang. Dia menggendong Baby Vano dan ditemani oleh bibi serta supir. Ya sesuai intruksi sang suami. Yang tidak memperbolehkan Kisya untuk berpergian hanya berdua saja Dengan Baby Vano. Di perjalanan Kisya lalu berhenti di toko peralatan bayi. Lalu Kisya membeli beberapa baju bayi perempuan yang begitu lucu untuk Baby Cery.

__ADS_1


Tidak terhitung berapa jumlahnya. Yang penting Kisya suka Kisya ambil semua baju tersebut. Kisya juga membeli beberapa baju untuk Baby Vano. Tidak mungkin kan Kisya membeli baju untuk very dan melupakan bayi nya sendiri. Jadi semuanya akan imbang. Pak supir sampai kewalahan membawa belanjaan Kisya yang isinya baju Baby semua.


Setelah puas membeli baju bayi. Lalu Kisya mampir ke sebuah toko perhiasan. Kisya melihat-lihat beberapa perhiasan untuk bayi perempuan seperti gelang, cincin dan gelang kaki serta kalung. Kini kisya sudah memikih perhiasan platina untuk Baby Cery. Sebuah gelang cantik bermata berlian 1 krat berwarna hijau muda. Kisya seolah jatuh hati kepada gelang silver tersebut.


Kisya lalu membungkusnya. Entah berapa harga gelang tersebut Kisya tidak perduli. Lalu Kisya segera masuk ke mobil dan langsung meluncur ke mansionya Lintang. Sesampainya disana. Ternyata Lintang sudah menunggunya dengn gemas. Lintang langsung memeluk Baby Vano dalam dekapnya. Dan Baby Vano tersenyum Dengan senang. Mereka memang sudah akrab sedari bayi.


"Mana Baby Cery?" Tanya Kisya.


"Masih tidur di bok nya!" Jawab Lintang. Kisya lalu masuk dan segera masuk ke dalam kamar Lintang. Kisya memandang Baby Cery penuh kasih sayang. Kisya lalu menggendong sang bayi dengan lembut. Mereka berdua lalu duduk di sofa sambil menggendong bayi-bayinya. Baby Vano tidak merasa cemburu Kisya menggendong bayinya Lintang. Baby Vano malah terlihat senang dan gemas.


Usia Baby Vano yang hendak menginjak 14 bulan dan kini sudah bisa berjalan membuat Lintang gemas. Karena harus mengikutinya kesana dan kemari. 


"Baby Vano sini sayang liat Mommy!" Ucap Kisya dengn senyumanya. Baby Vano terdiam seolah mengerti.


"Ini gelang untuk Baby Cery, ayo pakaikan!" Ucap Kista.


Baby Vano hanya memegang dan menyimpan gelang tersebut di atas dada Baby Cery.


"Lintang, Baby Cery begitu menggemaskan, aku melamar dia dengan gelang ini, untuk menjadikan dia menantuku kelak!" Ucap Kisya dengan senyumanya.


🌺Bersambung🌺

__ADS_1


__ADS_2