Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Maapkan aku mencintaimu.


__ADS_3

Kisya meneteskan air matanya mendengar ucapan dari pria yang hanya sebuah patamorgana baginya.


"Aku mencintaimu kak."


Ucap Kisya sambil mulai menangis dengan tangisan lirihnya.


"Aku juga mencintaimu sayang,jangan menangis, aku tidak tahan melihat air matamu !...


Jino  berbisik mesra pada kisya sambil mencoba menenangkannya . Waktu berjalan begitu cepat. Kedua insan ini terlihat sangat terluka. Isakan tangis masih terdengar di bibir ranum sang gadis. Sedangkan Jino hanya bisa menghela nafas berat dengan mata yang sudah memerah menahan tangis .


Jino memeluk erat tubuh ramping itu. Seolah tak mau melepaskan barang sedetikpun .


"Kamu miliku sayang, tetapi mungkin. Takdir belum berpihak pada kita , kita bisa apa?...


Ucap Jino dengan helaan nafas beratnya. Kisya semakin menagis mendengar ucapan dari kekasih hatinya ini. Air matanya terus mengalir membahasi pipi manisnya. Kisya membalas pelukan Jino lebih erat lagi seolah ingin menyatu sehingga tak terpisahkan lagi.


Kenyataan pahit bagi mereka bahwa mereka memang tidak bisa bersama. Jino tak mungkin terus berselingkuh dengan adik iparnya ini. Tidak jino pungkiri bahwa memang Kisya adalah adik iparnya. Walau Kisya sendiri belum bisa mengerti dan menyadari keadaanya. Jika Kisya tau bahwa dirinya adalah istri sah dari Jeff mungkin kejadianya tidak seperti ini. Mungkin Kisya akan lebih menahan diri.


"Sayang jangan menangis lagi ya!...


Jino mengelus lembut rambut berwarna hitam itu. Dan Kisya semakin mengeratkan pelukanya .


"Saat langkah kaki ini keluar dari pintu, maka saat itu semuanya akan berakhir."


Ucap Kisya dengan terbata-bata.


"Hmm, tetapi ada yang perlu kamu ingat , bahwa sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu."


Ucap Jino dengan helaan nafas beratnya. Kisya menangis semakin lirih. Hatinya sakit dan terkoyak. Dia tak mau mengakhiri malam ini. Dia ingin selalu bersama dengan kekasih hatinya. Namun saat ini takdir tidak berpihak pada mereka.


Mereka menyadari perasaan cinta mereka namun semua itu telah terlambat. Kenapa harus ada hari itu. Hari dimana Jino sangat membenci Kisya. Hari dimana Jino ingin memberi Kisya pelajaran. Hari yang bagiku buruk baginya. Kenapa dulu dia tidak menerima perjodohanya dengan Kisya, kenapa dulu Jino harus membuat Kisya terluka dan menderita kenapa dulu dia tak bisa menahan hawa nafsunya, kenapa dan kenapa.


Pikiran itu selalu muncul di kepala jino membuat dia semakin tak bisa lagi menahan rasa sesak. takdir telah mempermainkan mereka berdua. Dewa asmara telah menancapkan panah asmara kepada mereka berdua namun mereka tidak menyadari bahwa Dewi cinta saat itu ingin membantu mereka untuk bersama.


Kisya yang masih terisak dan Jino yang masih terdiam dalam kekalutanya. Memakan waktu yang tidak sebentar. Waktu menunjukan pukul 5 pagi. Dan sebentar lagi mentari pagi akan membangunkan semua penghuni di mansion itu.

__ADS_1


Jino lalu memposisikan Kisya untuk tidur terlentang. Dan Kisya menurut.


Jino membuka kancing baju bagian atas  Kisya. Dan kisya hanya terdiam.  Jino melepas kemeja yang dia kenakan. Dan Kisya hanya melihat.


"Kamu tidak takut?...


Ucap Jino dengan suara seraknya.


Kisya meneteskan air matanya dan langsung memeluk Jino dengan erat .


"Aku mulai takut."


Ucap Kisya dengan isakan Tangisnya.


"Sayang maapkan aku, aku memang hanya menakutimu."


Ucap Jino sambil mengecup lembut telinga Kisya. Membuat kisya terasa tersengat sebuah aliran listrik.


"Kenapa harus membuka baju?..


"Aku hanya ingin mandi."


Ucap Jino . Lalu Jino melepaskan pelukan Kisya dan berjalan gontai menuju kamar mandi. Kisya Masi terisak sambil menatap kepergian Jino. Kisya kembali mengancingkan kemeja yang dia kenakan. Dia bangkit lalu duduk di samping box bayi. Dia dengan inten menatap seorang manusia kecil yang sedang asik terbuai mimpi.


"Bisakah aku menjadi ibumu sayang?


Aku bahkan tidak bisa berpisah denganmu baby. Entah apa yang akan terjadi ketika seseorang wanita datang dan kau memangilnya dengan sebutan mommy, hatiku pasti akan hancur dan sakit. Baby Vano sayang. Bisakah suatu saat kau memanggilku mommy ?..


Tetesan air mata tak terelakan lagi. Sebuah perasaan perih dan sakit dia rasakan. Kisya benar-benar merasa sangat menderita dengan keadaan.


Matanya kini sudah sangat sembab. Entah apa yang harus dia jelaskan pada keluarga nanti pada saat sarapan. Kisya lalu melihat ke arah pintu kamar mandi. Terlihat Jino sudah selesai mandi dan hanya menggunakan handuk saja. Kisya menelan Saliva dan wajahnya bersemu merah. Jino mengambil pakaiannya di lemari dan kembali masuk ke dalam kamar mandi.


Kisya masih memandang penuh ke arah bayi kecilnya itu. Dan Jino keluar dari kamar mandi dengan sebuah baju setelan untuk bekerja.


Kisya datang menghampiri Jino dan Jino hanya terdiam. "Sayang biar aku pasangkan dasi!..

__ADS_1


Ucap Kisya dengan suara lembutnya. Jino tersenyum tipis dan mengangguk. Jino merasa sangat tak tega melihat mata Kisya yang sembab.


"Seluruh dunia akan tau bahwa semalaman kamu menangis sayang!...


Ucap Jino sambil menyentuh pipi halus sang kekasih hatinya. Lalu perlahan mengecup kelopak mata gadis itu. Mengecup kedua kelopak matanya. Dengan penuh kasih sayang. Kisya hanya bisa memejamkan matanya. Dan lagi-lagi mata sayup itu mengeluarkan bulir air matanya. Kisya tak bisa menahan semua air mata yang menetes.


Dengan lembut Kisya terus memasangkan dasi untuk Jino.


"Terimakasih sayang!


Ucap Jino lalu mengecup kening kisya dengan sangat lembut. Kisya masih neneteskan air matanya. Dan Jino hanya bisa menatap mata basah sang kekasih. Jino lalu menggendong kisya dan mendudukan Dia tepat di pangkuannya.


"Aku tak mau melihatmu menangis lagi sayang!..


Ucap Jino dengan sentuhan lembut di kening dan rambut Kisya. Kisya hanya bisa terus menangis lalu memeluk Jino dengan sangat erat.


"Aku tak mau ini berakhir kak!..


Isak Kisya terdengar pilu. Jino memejamkan matanya dan benar, Apa yang Kisya inginkan adalah keinginaya pula. Tetapi dia tak berdaya. Karena kisya adalah seseorang yang bahkan tak boleh dia sentuh. Jino memeluk Kisya dengan lembut namun Kisya memeluk Jino dengan sangat erat seolah tak mau terpisah lagi.


"Maafkan aku karena mencintaimu."


Ucap Kisya melirih.


"Aku yang harusnya meminta maaf, karena aku hatimu goyah ."


Mereka lalu saling bertatapan. Jantung mereka seolah meledak dan hancur. Sangat sakit dan tak bisa lagi di obati selain mereka saling mengobati. Kedua pasang mata itu Masi saling memandang. Mata basah gadis itu tak sedetikpun berkedip. Begitulah sebaliknya.


"Semua ini mimpi yang indah, terimakasih untuk malam indah ini!.. Kisya mengecup kening pria yang ada di hadapannya. Lalu beranjak turun dari pangkuan pria itu. Kisya berjalan menuju ke sebuah cermin. Mengambil syal yang semalam di simpan di meja. Jino menghela nafas berat. Lalu menghampiri gadis itu dalam kebimbangan. Jino membantu Kisya memasang syal itu. Dan Kisya berjalan menuju pintu keluar .


Jino hanya bisa menatap penuh duka. Sebuah rasa sakit yang tak bisa dia elakan.


Bersambung❤️


Ah tatapan elang itu begitu sendu😔😔😔

__ADS_1



__ADS_2