Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Geovano & Cherysha


__ADS_3

Jino duduk sambil menatap buah hatinya. Pesta pernikahan Jeff sudah mulai berjalan dan tamu undangan sudah berdatangan begitu banyak. Rekan kerja Jeff dan juga rekan kerja Dokter Allana sangat banyak. Jino jadi mengingat kembali masa di saat Jino meminang Kisya dahulu. Betapa bahagianya dia di kala itu.


"Sayang aku merindukan dirimu, padahal baru saja beberapa jam kita tidak berjumpa, aku sudah rindu berat seperti ini," kata Jino dengan tatapan mata yang kosong. Tiba-tiba saja buah hatinya menangis karena terjatuh.


Betapa terkejutnya Jino sebagai seorang ayah, tatkala mendengar suara tangis anak yang paling dia kasihi melebihi apapun.


"Ya ampun baby Vano kenapa Sayang?" Jino bergegas untuk menghampiri buah hatinya. Dan menggendong baby Vano dalam dekapannya.


"Sakit Daddy," rengek anak itu manja. Tanpa terasa usia baby Vano saat ini sudah 30 bulan. Bayi itu sudah sangat pintar berkomunikasi. Bahkan wajah bulenya semakin ketaran. Sangat menggemaskan.


"Kenapa bisa terjatuh? Apa Vano lari-lari ya?" tanya Jino sambil menepuk lutut sang buah hati dengan perlahan dan penuh dengan sentuhan kasih sayang.


"Tidak Daddy, Vano jalan saja, Vano lihat Cei," kata Vano dengan manja.


" Siapa? Cherry?" sahut Jino.


"Iya Cei," jawab baby Vano manja.


"Ya ampun, pasti rindu Cheryshakan, ya? Ayo kita cari Cherysha," ajak Jino kepada sang buah hati.


"Ayo Dad," baby Vano terlihat begitu senang dengan ajakan sang Daddy. Jino langsung menggendong buah hatinya. Dan membawa buah hatinya ke arah Lintang. Dari kejauhan Jino sudah melihat kedatangan Lintang, Boy dan buah hati mereka Cherysha. Usia baby Cherysha sekarang sudah 18 bulan. Bayi itu tampak cantik dengan gaun kupu-kupu yang dia kenakan.


"Itu Daddy, itu!" teriak baby Vano sambil menggoyang-goyangkan kerah baju sang ayah dengan kencang.


"Iya sayang iya sabar dulu sebentar ya di sana masih banyak orang, kita tunggu di sini," ucap Jino sambil mengelus lembut baby Vano.

__ADS_1


"Okay okay," jawab baby Vano kepada sang ayah, balita itu sungguh tidak sabar ingin bertemu dengan baby Chery karena mereka sering bermain bersama, setiap hari Kisya pasti mengajak Cherysha untuk bermain bersama Vano.


Terkadang Kisya yang datang ke rumah Lintang atau sebaliknya Lintang yang berkunjung ke rumah Kisya, jadi mereka bisa saling bertemu bertegur sapa, bahkan mengasuh anak bersama-sama, sehingga baby Vano dan baby Cherysha begitu akrab.


Beberapa saat kemudian Lintang pun tersenyum, lalu Lintang dan Boy menghampiri Jino. kini Boy sudah tidak merasa cemburu lagi pada Jino, karena Boy sudah yakin dan mantap Lintang sudah move on dari mantan kekasihnya tersebut.


"Halo Abang Vano, lagi apa Sayang, mommy kamu ikut tidak?" sapa Lintang sambil menggendong buah hatinya, lalu mencubit baby Geovano dengan begitu gemas.


"Mom tidak ada," ucap baby Vano sambil menggelengkan kepalanya, lalu Jino mengajak Lintang dan Boy ikut ke sebuah ruangan.


"Ayo kita duduk saja sebelah sana. Bisa sambil makan dan bersantai ruangan tersebut, itu ruangan khusus untuk keluarga," kata Jino mengajak Boy dan Lintang lalu mereka pun mengikuti langkah kaki Jino.


Jino melepaskan baby Vano dari pelukannya, begitu pula dengan Lintang, kini baby Vano langsung meraih tangan Cherysha dengan begitu lembut, mereka langsung bermain saat itu juga. Baby Vano berlari-lari mengejar Cherysha dan sebaliknya anak itu tertawa begitu menggemaskan, begitu riang dan juga gembira. Tidak menyangka bahwa bayi-bayi kecil itu sekarang sudah besar, bisa berlari dan berbicara walaupun baby Cherysha masih sering terjatuh pada saat berlari, tetapi abang Vano selalu membantu Cherysha berdiri.


"Dia tidak ingin mengacau di pesta ini, kehadirannya hanya akan memperkeruh suasana saja," jawab Jino dengan suara yang rendah.


"Benar juga apa yang Kisya pikirkan, memang seperti itu, Kisya sangat tepat dengan pilihannya," kata Boy sambil menganggukkan kepalanya.


"Jeff masih belum bisa move on, tapi suatu saat dia juga pasti bisa move on seperti aku yang bisa move on dari kamu, dan langsung bisa mencintai suamiku dengan setulus hati, benarkan sayang," kata Lintang sambil menyandarkan kepalanya di dada sang suami dan terlihat begitu mesra.


"Ya Sayang, mungkin kita adalah jodoh," ucap Boy sambil mengecup kening Lintang dengan penuh kasih sayang. Jino tersenyum lalu langsung meneguk minuman yang ada di hadapannya.


"Maafkan aku untuk masa lalu, sekarang kita sudah memiliki kehidupan baru, kita sudah menjadi ayah dan ibu, lihat anak-anak kita bermain begitu mesra seperti itu," kata Jino kepada Boy dan Lintang.


"Betul sekali, aku pun sudah melupakan masa laluku, sudah memaafkanmu ya kan Sayang?" ucap Lintang sambil bertanya kepada sang suami.

__ADS_1


"Hei Jino kita tidak usah mengungkit masa lalu lagi, kita sudah memiliki kehidupan yang sangat indah sekarang, anak-anak kita adalah tujuan kita, masa depan kita, dan segalanya untuk kita," kata Boy sambil menolehkan senyum yang manis.


"Tidak apa-apa, kan aku menjodohkan Cherysha bersama Geovano, kamu setuju kan kak Jino, karena kalau kamu tidak setuju pun Kisya bahkan sudah melamar Cherysha sejak dia lahir," ungkap Lintang dengan senyuman manisnya.


"Benarkah Kikis sudah melamar Cherysha untuk Vano?" Jino terkekeh mendengar ucapan Lintang seperti itu.


"Oh ya ampun, apa Kikis tidak bicara padamu, kalau dia melamar Cherysha khusus untuk dinikahkan dengan baby Vano. Bagaimana sih kamu itu nih, pasahal anak-anak kita sudah akrab seperti itu," ungkap Lintang ikut terkekeh melihat reaksi Jino yang terlihat terkejut dan keheranan.


" He he he ... ya sudah kalau itu keputusannya, tapi lihat nanti saja, kalau memang Cherysha suka dengan Vano setelah dewasa, dan Vano pun suka juga kepada Cherysha saat dia dewasa, maka perjodohan ini berlanjut, tetapi jika Cherysha ternyata memiliki kekasih lain, dan Vano juga memiliki kekasih lain, maka aku tidak bisa memaksakan Keinginan mereka, aku pun sama sekali tidak bisa mengekang putraku untuk melakukan hal yang aku inginkan," kata Jino sambil menolehkan senyum yang manis.


"Betul sekali Mami apa yang dikatakan oleh Jino, kita tidak bisa memaksakan anak-anak begitu saja," kata Boy sambil menggenggam lembut tangan Lintang.


"Eh tidak bisa, ini sudah menjadi keputusanku dan Kisya, kami akan menjodohkan Cherysha bersama Geovano, dan itu tidak bisa diganggu gugat, kalian para laki-laki tidak usah ikut campur urusan ibu-ibu, sudahlah minum dan makan apa yang kami masak, itu sudah cukup," tangkas Lintang dengan keputusannya, lalu Boy tertawa diikuti oleh Jino, mereka benar-benar hanya bisa menurut saja, perihal keputusan para ibu-ibu yang benar-benar membuat mereka tertawa terpingkal-pingkal.


🎄🎄🎄🎄


Halo kakak ada kabar gembira.


selama idul Fitri aku akan update Jino dan Kisya setiap hari, sampai tanggal 31 mei.


Itu sebagai kado spesial khusus sahabat Jino dan Kisya.


Dan saya ucapkan selamat Idul Fitri mohon maaf lahir batin ya.


salam sayang dariku Evangelin harvey.

__ADS_1


__ADS_2