Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Honeymoon 7


__ADS_3

Pria itu merasa bersalah dan berdosa karena sudah membuat istrinya menangis.


"Tolong maafkan aku maafkan aku, aku sudah mempercayaimu, percaya ketulusanmu jangan menangis lagi ya. Dan berjanjilah tidak akan mengungkit hal itu lagi. Jangan tanyakan apa dan bagaimana ibundanya Baby Vano. Tetapi yakinkan dalam hatimu kalau kamu adalah ibunya Baby Vano." ucap Jino sambil mendekap erat tubuh sang istri.


"Baiklah Kak aku akan berjanji, tidak akan mempertanyakan wanita itu lagi. Aku berjanji aku akan meyakinkan diriku bahwa Baby Vano adalah bayi yang aku lahirkan sendiri. kakak harus percaya bahwa aku tulus Mencintai Baby Vano dari awal kami berjumpa. Aku sudah menyayanginya seperti Putra ku sendiri. Aku mohon Percayalah dengan semua ucapanku ini, karena ketulusan hatiku ini sangat besar. Aku sangat mencintainya bahkan jauh sebelum aku mencintai kakak." ucap wanita itu masih dalam Isak tangisnya.


"Terima kasih sayang, terima kasih karena sudah menyayangi Putraku!" ucap Jino sambil mengecup kening sang istri dengan penuh kelembutan. Kisya menutup matanya dan merasakan sentuhan yang diberikan oleh sang suami. Kecupan penuh dengan perasaan cinta yang tulus.


"Ayo berjanji dulu, bawa kakak tidak akan meragukanku!" wanita itu Berkata sambil menyeka air matanya.


"Baiklah kita sama-sama berjanji, kamu harus berjanji bahwa tidak akan mengungkit dan bertanya siapa, bagaimana ibundanya Baby Vano, dan kamu akan meyakinkan diri bahwa kamu yang telah melahirkan Baby Vano. Sayangi dia setulus hatimu, dan aku berjanji akan selalu percaya pada setiap kasih Sayangmu untuk anak-anak, bagaimana?"


"Iya kikis Janji, Kak."


"Kakak juga berjanji."


Mereka kini saling bertatapan dengan kekalutan masing-masing. janji yang mereka ucapkan adalah sebuah janji suci yang akan selalu mereka pegang erat selamanya. Dengan lembut pria itu mengecup bibir ranum sang istri. Wanita itu menerima dan membalas setiap kecupan dari sang suami hingga decakan bibir mereka terdengar begitu manis dan merdu.


Mereka lalu menghentikan tautan bibir mereka, mereka saling memandang penuh dengan perasaan cinta dan kasih sayang.


"Jangan menangis lagi ya sayang, aku tidak tega melihat air matamu!" bisik Jino dengan mesra.


"Aku tidak akan menangis. Kalau kakak tidak membuatku menangis. Kakak jahat, kamu membuat aku sesedih ini." wanita itu berkata begitu manja sambil memeluk sang suami dan menenggelamkan wajahnya di dada polos sang suami.


"Maafkan kakak ya Kis, Kakak sudah membuat kikis nangis. Kakak janji, ini yang pertama dan terakhir, oke!"

__ADS_1


Jino mengecup lembut kening sang istri dia merasa bersalah karena telah membuat istrinya meneteskan air mata, dia pun berjanji pada dirinya sendiri, tidak akan melakukan kesalahan yang sama dan akan selalu membuat istrinya tersenyum dengan bahagia.


Kalaupun suatu saat istrinya menangis. Jino ingin istrinya menangis dengan tangisan Haru dan bahagia bukan tangisan sedih seperti ini. Rasa cintanya terhadap sang istri begitu besar dan kuat. Sehingga dia tidak sanggup melihat kelukaan sedikitpun di hati sang istri. Dia akan selalu membahagiakan istrinya sebisanya dan semampunya.


"Vidio call yuk sama Baby Vano!" icap Jino sambil memegang dagu sang istri dengan lembut.


"Kapan?"


"Sekarang yuk!"


"Ya ampun semenjak Kapan aku punya suami bodoh seperti ini?" wajah yang tadinya menangis dengan sedih kini terkekeh karena menertawakan kebodohan sang suami.


"Hei kamu menghina aku? wanita nakal, semenjak kapan Georgino Alfarizi Davis bodoh, Aku adalah seorang pengusaha yang sukses dan terkenal aku ada seorang mantan atlit dengan piala dan medali emas, pencapaian karirku gemilang, dan sekarang kamu mengatakan bahwa aku bodoh. Ya ampun wanita ini bikin gemas aja." ucap Jino sambil menggelitiki tubuh Kisya dan membuat Kisya kegelian.


"Aduh, aduh..., aduh cukup. Kak geli ih ampun, ampun, ampun geli, iya iya Kakak pinter ya, udah kakak pintar." Kisya tertawa menahan semua kegelian yang dirasakan karena gelitikan suaminya.


"Pikirkan sendiri masa aku harus menjelaskannya, Kakak mengatakan bahwa kakak pintar, harusnya Kakak bisa memiliki jawabannya sendiri."


"Apa hubungannya?"


"Katanya pintar, tapi tidak bisa menjawab."


"Kikiiiiss.., sekali lagi Kamu menghina aku, menyebut diriku orang bodoh, aku akan memakanmu tidak akan membiarkanmu turun dari tempat tidur selama seminggu." ucap Jino dengan gemas sambil terus membuat istrinya kegelian.


"Aduh.., aduh iya, iya-iya, kamu pintar kak. Aku janji nggak akan bilang bodoh lagi. Tetapi masa iya orang pintar akan menelepon orang tuanya dan anak kecil tanpa mengenakan sehelai baju pun setidaknya kita mandi dulu. Setelah mandi lalu kita langsung vidio call dengan Baby Vano. Nah itu baru pemikiran yang pintar." wanita itu terkekeh menertawakan kebodohan sang suami yang tidak berpikir lebih panjang.

__ADS_1


"Ya Tuhan itu bukan kebodohan, aku hanya lupa kalau aku belum menggunakan baju, itu saja."


"Oh jadi lupa ya."


"Iya, hanya lupa saja."


"Tapi Kakak tidak boleh melupakan aku, Kikis tidak mau kakak merupakan Kikis." wanita itu berkata dengan mulut yang manyun wajahnya tiba-tiba sendu dan matanya begitu sayup.


"Tidak mungkin aku melupakanmu kamu adalah segalanya bagiku kamu adalah duniaku tanpa dirimu hidupku tak ada artinya sayang." tutur Jino sambil mengelus lembut kening sang istri terlihat istrinya meneteskan air mata dan itu membuat hatinya tersakiti.


"Kikis tidak bisa membayangkan hidup tanpa kakak."


"Kakak juga sama, tidak bisa membayangkan hidup tanpa Kikis, mulai sekarang marilah kita hidup dengan bahagia dan lebih bahagia lagi dari sekarang!"


"Terima kasih ya Kakak karena kakak menjadi suami yang sangat baik, dan sangat mencintaiku."


"Sama-sama terima kasih juga ya untuk semuanya karena telah hadir dalam hidupku Kakak mewarnai semua Sisi gelap akan menjadi lebih indah dan terang,"


"Baiklah ayo kita mandi, telah mandi dan mengenakan pakaian kita makan terlebih dahulu lalu menelepon Baby vano." ucap Kiss ya sambil mencoba terbangun dari posisi tidurnya, wanita itu lalu berjalan gontai menuju kamar mandi dengan tubuh yang masih polos. Dengan segera dia mengejar wanita kesayangannya itu ke kamar mandi dan mereka pun mandi bersama.


Butuh 30 menit ternyata untuk Mereka menyelesaikan mandinya entah apa yang mereka lakukan dalam kamar mandi sehingga mereka harus mandi begitu lama. Setelah mereka selesai mandi Jino dan kisya memutuskan untuk makan di resto hotel saja.


Mereka memakan banyak sekali hidangan laut. Makanan yang tersaji di pantai Naksan memang sangat banyak dan sangat enak. Jadi mereka tinggal memilih apa yang sesuai dengan keinginan mereka saat itu. Sesuai jadwal, selesai makan mereka langsung melakukan vidio call kepada sang Baby ganteng. Sesuai prediksi Baby ganteng langsung mewek kejer minta bertemu dengan sang Mommy dan Daddy-nya. Tangisan Baby Vano membuat Jino dan kisya merindukan bayi itu dengan sangat.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2