Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Meyakinkan diri


__ADS_3

Kisya Masi tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.



"Kamu jangan bercanda lintang!


Ucap Kisya dengan tatapan penuh tanda tanya.



"Tentu saja aku bohong "


Lintang terkekeh melihat kebodohan Kisya. Kisya terdiam dalam bayangan semunya.



"Udah yuk gabung ke pesta lagi!..


Ucap Lintang menarik tangan Kisya untuk bergabung dengan tamu lainya.



*******



Dalam keramaian sebuah pesta kini Kisya hanya bisa terdiam dengan hati yang kosong dan hampa. Ucapan Jino siang tadi masih terngiang di telinganya. Dia hidup tetapi bagaikan mati dia bernafas tetapi tidak berhembus. Diam membisu tanpa ada sepatah katapun. 



Hatinya tercabik karena tanpa sengaja kisya mendengar bahwa Jino telah membawa baby Vano pulang ke negara asalnya. Semilir angin malam seakan menelanjangi tubuh sepinya. Tak ada air mata saat itu. Tetapi hanya ada manusia yang penuh dengan kehampaan.



Merindu ,Sebuah kata yang hanya pantas dia ucapkan Pada kekasih hatinya. Tetapi dia merindu pada seorang bayi yang menjadi pusat perhatian dalam beberapa bulan terakhir . Tatapan matanya tak berarah. Dia sungguh tak tau apa arti dari perasaan ini. Yang dia tau hanyalah kekosongan yang membuat lubang dalam hatinya dan menyisakan ruang rindu.



Untuk pertama kalinya Kisya merasa sangat hampa. Kenapa rasa rindu pada seorang bayi bisa sangat menyiksanya. Bahkan bisa membuat rasa sakit yang tak berujung. Khayalan semu dan Bayangan tentang canda dan tawa baby Vano seolah ada di depan matanya. Kisya tersenyum dikala mengingat semua itu. Dimana dia Masi bisa memeluk dan mengecup sang bayi kecil itu.



Jeff sudah memperhatikan Kisya sedari tadi siang. Jeff tau bahwa Jino sudah kembali ke Indonesia dan Jeff tahu betul bahwa Kisya ingin bersama dengan buah hatinya. Dia hanya bisa duduk dengan tenang di samping Kisya dengan berlipat kerinduannya.



"Apa yang harus kikis lakukan kak, kenapa rasanya sakit mendengar baby Vano sudah kembali ke Indonesia"


Kisya melemah dan tak berdaya. Sebisa mungkin dia menahan air matanya. Dia sangat tersiksa dengan rindu yang selalu menghinmggapinya.



"Sabar sayang besok kita akan pulang terlebih dahulu"


Jeff Menggenggam tangan Kisya dengan lembut. Jeff menatap Kisya penuh kasih sayang. Kisya melepaskan genggaman tangan Jeff dan pergi meninggalkan Jeff dalam keheningan.



Langkah kaki Kisya terhenti menatap jauh ke arah ombak. Dia mengingat saat malam itu dia bersama Jino berjalan menikmati pantai sambil memeluk bayi kecil itu.



"Baby Vano kamu lagi apa sayang?..


Ucap Kisya dalam hatinya  tanpa terasa air matanya menetes tanpa dia inginkan.



"Bodoh , aku tidak boleh seperti ini!..

__ADS_1


Kisya berguman Sendiri. Kisya berjalan menuju ke kamar hotel dan mengunci dirinya di dalam kamar. Lalu kisya duduk di kasur dengan memandangi Poto si bayi kecil. Tetesan air mata tak bisa terbendung lagi. Dia pun kalah dan menangis. Kisya menangis dalam kehampaan . Semalaman Kini Kisya hanya bisa menangis dalam kesendiriannya.



Jeff berada di balik pintu kamar kisya namun dia tidak berani mengetuk pintu kamarnya. Jeff terdiam sambil memejamkan mata. Sebuah amarah muncul entah untuk siapa. Jeff mengepalkan tangannya dan langsung menonjok tembok yang ada didepanya.



Jeff merasa frustasi karena ketidak berdayanya sebagai suami. Tak bisa memberi tawa untung istri kesayanganya. Dia merasa sangat kesal pada dirinya sendiri karena tidak bisa menghibur Kisya.



*******


Lintang melihat Kisya dengan lamunan sedihnya. Lintang hanya menatap dari jarak yang tidak terlalu dekat. Lintang tahu betul kebodohan Kisya yang tidak bisa menyadari perasaan cintanya untuk Jino. Lintang tau bahwa bukan hanya baby Vano yang Kisya rindukan. Tetapi Kisya juga merindukan ayah sang bayi.



"Rumit sekali"


Ucap Lintang dengan pelan. Terlalu banyak yang merasa tersakiti . Bahkan Jeff sendiri tidak bisa lagi mengobati rasa sakit hati Kisya.



Lintang melihat cincin pemberian Jino 2 tahun lalu. Dan kini masih dia kenakan dilehernya. Cincin itu menjadi sebuah liontin cantik bergantung di leher Lintang. Itu adalah saksi bisu bahwa Jino dan Lintang pernah bersatu .



Lintang Masi mencintai Jino tetapi Lintang lebih mencintai Kisya.


"Kalian bahkan saling jatuh cinta dan kalian tidak menyadari itu"


Lintang tersenyum masam. Lintang sebisa mungkin menahan tangis karena tamu undangan sudah semakin banyak.



******




#Georjino and Geovano


Akun Facebook yang Jino miliki. Terisi penuh oleh Poto-Poto milik Jino dan Vano. Dimulai dari saat Vano lahir. Dan sekarang sudah berusia tiga bulan. Jumlahnya sangat banyak bahkan tak terhitung. Jino snagat suka upload Poto Vano . Sehari Jino bisa meng upload 5 sampai 10 photo.



Kisya tersenyum manis ketika melihat Poto dan Vidio baby Vano.



"Dia sangat lucu dan menggemaskan "


Kisya tersenyum dengan mata yang basah. Merindukan seseorang adalah hal yang indah namun menyakitkan untuknya. Rasa sakit yang tak terkira bahkan untuk saat ini merindukan baby Vano adalah cara tersadis membunuh Kisya perlahan.



Kisya tiba-tiba mengingat kembali dimana Jino memeluk nya dan mengecup bibirnya penuh cinta. Kisya memejamkan matanya dan menghembuskan nafas secara sesak. Kisya menyentuh bibirnya dan Kisya baru menyadari kalo dia sedang memikirkan ayah sang bayi ,bukan bayinya.



"Adapa ini ko mereka datang bersamaan, bukanlah harusnya aku hanya memikirkan baby Vano saja"


Sebuah pertanyaan yang tidak ada seorangpun menjawab.



Kisya mulai merebahkan Tubuh lelahnya. Meng istirahatkan otaknya yang begitu panas. Dan akhirnya dia terlelap.

__ADS_1



*****



Jino sudah sampai di Indonesia dengan selamat. Dan kini Jino sudah memindahkan Vano ke rumah sakit harapan kita. Dokter Frans mengatakan bahwa baby Vano kini sudah membaik dan tunggu satu hari baby Vano bisa pulang . Jino begitu senang mendengar ucapan dokter spesialis anak itu.



"Tuan muda apa anda mau makan ,biar bibi belikan makanan".


Ucap bibi dengan wajah yang penuh rasa cemas karena melihat jino begitu pucat.



"Tidak perlu bi, nanti aku akan makan sendiri ke kantin"


Jino merebahkan tubuh lelahnya di sofa di samping tempat tidur baby Vano. Baby Vano kini sedang tertidur dengan sangat lelapnya. Sesekali Jino menatap sang buah hati ,memperhatikan dengan seksama. Ada sedikit senyum kecil yang Jino lontarkan ketika melihat baby Vano sudah tidak mengenakan oksigen lagi.



Kini baby Vano tinggal melepas selang infus yang terpasang pada kakinya.



"Anak Daddy memang hebat dan kuat"


Jino tersenyum senang karena besok baby Vano akan segera pulang ke rumah.



"Apa yang terjadi tuan sampai tuan Kecil bisa sakit seperti ini?..


Ucap bibi dengan cemas.



"Ini kesalahanku mengajak bayi ini berjalan jalan pada malam hari, dengan suhu yang sangat rendah"


Tutur Jino.



"Tuan ceroboh sekali".


Bibi berdecak kesal.



Jino tersenyum melihat tingkah bibi pengasuhnya.



Bersambung.



❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Readers mohon maap banget jika tulisan saya tidak puitis seperti punya author lainya. Mohon maap kebodohan saya karena saya menulis itu adalah hobi yang sangat saya sukai. Saya bukan mahasiswa sastra ataupun pintar berkata-kata.


Saya punya banyak ide cerita tetapi saya sangat buta puebi. Maapkan saya jika banyak tanda baca yang salah penempatanya.


Peluk sayang untuk semuanya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_1



__ADS_2