
Nakisya Allana putri P.O.V
Saat ini aku berada dalam pelukan kekasihku. Aku yang mengecupnya terlebih dahulu. Karena aku ingin meyakinkan perasaanku. Siapa yang sebenarnya aku lebih suka diantara keduanya. Aku yang egois ini telah membohonginya dia kekasih hatiku yang selama ini selalu melindungiku dan memberi aku hujan cinta serta kasih sayang.
Aku memeluknya dan dia mendekatiku. Aku yakin seyakin-yakinnya yakin nya bahwa aku sangat mencintai kak Jeff. Hanya dia yang ada dalam hatiku. Bukan Jino atau yang lain. Tetapi aku sendiri merasa sangat dilema akan perasaanku sendiri. Kenapa semalam aku malah menikmati ciuman itu. Benar itu adalah ciuman yang panas antara aku dan kak Jino.
Dasar bodoh dan murahan, aku seperti itu. Aku semalam terkejut karena dia menyerangku dengan ciumannya yang mesra. Membuat aku merasa seperti terbuai dan terbang terbawa suasana malam romantis. Aku ingin melupakan ciuman itu agar aku bisa tenang . Karena itu aku harus memastikan perasaanku sendiri.
Dan ternyata rasa cintaku terhadap kak Jeff tidaklah berubah. Aku masih sangat mencintainya seperti dahulu saat kami mulai berpacaran. Aku tenang berada dalam pelukan kak Jeff . Dia adalah sosok pelindung yang selalu menemani di setiap langkah kakiku.
Sekarang aku sedang berada dalam pelukan kak Jeff dan menciumnya. Tetapi aku merasa aku berada dalam pelukan kak Jino . Kak Jeff yang menciumiku tetapi kenapa kak Jino yang muncul dalam bayanganku. Aku tidak boleh seperti ini. Aku harus melupakan dia. Aku harus setia kepada kak Jeff . Aku harus menghapus kak Jino dalam benaku.
Tetapi semalam aku telah berciuman dengan pria lain. Maapkan aku kak, sungguh tidak bermaksud untuk menghianatimu. Aku akan merubah sikapku aku akan menjaga jarak antara aku dan dirinya. Jika ada seseorang yang tidak ingin aku lukai, itu hanya dirimu kak.
"Ceklek
Seseorang masuk ke dalam ruangan rawat baby Vano. Aku yang sedang menikmati indahnya dekapan sang kekasih merasa sangat terkejut. Dia berdiri menatap kami dengan mata elangnya. Aku melepaskan kecupanku dan mendorong tubuh kak Jeff. Aku bahkan lupa bahwa aku sedang berada di atas pangkuan kekasihku.
Aku beranjak bangun dan anehnya aku seperti sedang terciduk berselingkuh. Padahal jelas-jelas kak Jeff adalah kekasihku dan dia ,Jino bukanlah siapa-siapaku. Wajahku memerah seketika. Rasa kaku menyerang seluruh jiwaku .
"Ya ampun, kamar rawat inap sudah seperti hotel saja!..
Ucap Jino sambil berjalan gontai mendekati tempat tidur baby Vano . Aku lihat kak Jino menatap buah hatinya dengan penuh rasa cinta. Aku dan kak Jeff hanya terdiam saja. Satu karena malu dan yang kedua karena aku merasa sedang terciduk berselingkuh.
Aneh , siapa juga yang sedang berselingkuh. Jelas-jelas kak Jeff adalah pasanganku sejak 5 tahun lalu.
Suasana hening membuat aku semakin kikuk dan aneh.
"Apa dokter sudah memeriksa babyiku tadi?..
Ucap Jino sambil menatapku penuh nanar.
"Emh.. iya kak
Aku merasa sangat canggung dibuatnya.
"Papa dan mama akan segera datang" Ucap jeff
"Hmm
Ucap Jino sambil mengelus buah hatinya. Aku lihat baby Vano terbangun ketika kak Jino mengelus keningnya dengan lembut.
Saat bayi itu membuka mata ,bayi itu langsung tersenyum melihat wajah sang ayah yang sedang memandangnya dengan penuh cinta.
"Hi baby boy , ini Daddy "
Ucap kak Jino dengan tebaran senyum penuh cinta. Membuat baby Vano tersenyum semakin lebar. Aku sangat iri padanya. Dia bahkan memiliki bayi yang begitu tampan dan lucu .
Kak Jeff datang menghampiri baby Vano dan menggenggam tangan bayi kecil itu .
__ADS_1
"Jangan sedih, baby Vano akan segera sembuh!..
Ucap kak Jeff memberikan Semangat untuk sang kaka.
Kak Jino hanya terdiam dan melihat jeff. Sedikit senyum dia torehkan. Tetapi anehnya aku melihat senyuman itu seperti penuh dengan. Luka. Aku jadi ingin tau apa isi hati kak Jino saat ini . Tiba-tiba ponsel kak Jeff berdering.
"Sebentar ya sayang kakak angkat telepon dulu!..
Ucap Jeff sambil tersenyum ke arahku. Dan aku hanya bisa mengangguk sambil membalas senyumannya. Kak Jeff berjalan keluar dari ruangan rawat. Dan kini tinggalah aku bersama kak Jino.
Hatiku tak karuan karena rasa kikuk selalu mengganjal. Aku teringat kembali dimana kak Jino mengecupku Dnegan sangat panas malam tadi. Ku akui kecupan itu membuatku terbuai. Tetapi aku harus menegaskan sesuatu. Karena ini tidak boleh lagi terjadi.
"Kak Jino ."
Ucapku dengan suara yang rendah.
Jino lalu menatapku.
"Ada apa?..
"Maapkan aku semalam!..
"Untuk apa ?
Ucap Jino menatapku dengan inten.
Ucap ku dengan tatapan penuh penyesalan.
"Oh , menyesalkan?...
"Iya aku menyesal karena sudah mempermainkan kakak,sudah jelas kamu adalah calon kakak iparku aku malah membalas ciumanku, harusnya aku segera tau diri akan statusku"
"Yasudah lupakan saja, semalam aku juga hanya terbawa suasana."
Ucap kak Jino sambil memalingkan muka dan menatap baby Vano .
Entah kenapa ucapan itu membuat sesak seluruh rongga dadaku. Kenapa ya?..
Ah bodohnya aku.
"Kis"
Ucap kak Jino pelan memanggil namaku.
"Iya kak?..
"Mulai saat ini tolong jauhi aku, jangan dekat denganku, jangan menatapku dan jangan dekati anaku!..
Ucap kak Jino pelan namun penuh penekanan.
__ADS_1
Apa ini kenapa mendengar ucapan kak Jino rasanya hatiku sakit. Kenapa aku harus menjauhi bayi itu.
"Apa maksud kakak, kenapa aku harus menjauhi baby Vano?..
Aku sedikit merasa kecewa dengan ucapan kak Jino rasanya air mataku menetes tanpa aku sadari.
"Itu semua demi kebaikan kita!..
Ucapnya pelan namun dia sama sekali tidak menantapkku.
"Ya tapi kak.. aku aku
"Tidak baik kita terlalu sering bertemu, aku takut tidak bisa mengontrol diriku dan berbuat seperti semalam, tolong dengan sangat sekarang juga pulanglah, dan tinggalkan kami!
Ucap kak Jino Masi tidak mau memandangku.
Hatiku rasanya sakit dan tercabik. Kenapa dia begitu kejam harus melarang aku bertemu dengan bayi kecil itu. Aku telah sangat tergila-gila dengan bayi itu. Aku Takan bisa menjauh begitu saja dari baby Vano.
"Aku tidak mau, aku tidak bisa menjauh dari baby Vano kak!
Ucapku sedikit lantang dan mulai mengisak. Sesaat kak Jino menetap mataku yang basah. Lalu kemudian membuang muka.
"Aku tidak bisa mengontrol emosiku jika berhadapan denganmu Kis, aku mohon mengertilah!..
"Tapi kak
Aku mulai menangis dan rasanya begitu sakit. Aku tidak mau jika harus menjauh dari baby Vano .
"Tolong lah aku, tolong tinggalkan kami!
Ucap Jino memelas.
Aku melihat mata kak Jino berkaca-kaca. Entah kenapa dia bisa berekspresi seperti itu. Aku menjadi sangat sedih melihat tatapan matanya. Apakah aku sudah berbuat salah padanya?..
Apakah ini semua karena sikapku semalam. Hatiku terus bertanya dan mencari jawaban dari semua ini.
Aku mohon pergilah. Itu sebuah ucapan yang sangat meyakinkan hatiku. Tetapi saat berkata seperti itu kak Jino bahkan terlihat lebih sakit dari pada aku . Tuhan aku harus bagaimana?..
Apa mungkin karena sikapku kemarin dia terluka?..
Bersambung.
Hai selamat pagi
Tolong mampir ke novelku yang lain ya yang berjudul :
1 My baby
2 Tuan pemarah aku rindu kamu.
Terimakasih sudah setia menunggu Jino dan Kisya up. Salam sayang untuk semua. ❤️❤️❤️
__ADS_1