
"Ah, kak sakit."
Ucap Rania merasa kesakitan karena Jeff memegang dagunya dengan kasar.
Jeff menatap Rania penuh dengan kebencian. Dia sungguh tak suka dengan gadis ini. Seberapa cantiknya gadis lain, cuma Kisya lah yang Jeff sukai , dan dia tidak bisa menyukai gadis lain selain Kisya. Jeff melepaskan dagu Rania dan menghela nafas berat. Jeff bersandar dan memejamkan matanya.
Pikiranya sangat kacau. Dia sungguh bingung dengan semua yang terjadi.
"Aku ingin kakak menjadi kekasihku!...
Rania memecahkan kesunyian.
Jeff membuka matanya dan berdecak kesal.
"Itu lagi, itu lagi , tidak bisakah kamu mengerti, bahwa aku tidak mungkin bisa mencintaimu, karena itu aku tidak bisa menjadi kekasihmu, aku sudah menikah dan aku mencintai istriku!...
Jeff merasa sangat kesal dibuatnya. Di mata Jeff saat ini hanya ada kekesalan. Tak ada sedikitpun rasa iba yang Jeff rasakan terhadap Rania.
Walau Rania menangis dan menjerit, bahkan gadis itu sempat mau bunuh diri pun Jeff sebenarnya tidak perduli. Namun rasa kemanusiaan saja yang membuat Jeff ingin menolong Rania saat itu.
"Kakak tidak perlu mencintaiku, kakak hanya perlu menemaniku setiap aku membutuhkan kakak."
Ucap Rania dengan tetesan air matanya.
"Gadis bodoh , kamu ingin aku apa, terus apa yang akan aku dapat jika aku melakukanya?...Jeff merasa terheran dengan obsesi gadis di hadapannya. Gadis yang nekad seperti Rania memang sulit untuk di tebak dan akan sangat berbahaya. Bisa saja dia mengancam nyawa orang lain demi memenuhi semua keinginanya.
Bisa saja dia mengancam nyawa Kisya dan membuat Kisya berada dalam jeratnya. Jeff menghela nafas sembarang merasa sangat kesal.
"Kakak hanya perlu menemaniku saat aku membutuhkan kakak, dan aku akan memberikan semua photo milik Kisya dan kak Jino."
Ucap Rania dengan tegas. Rania seolah tak memperdulikan apapun. Tak perduli dengan harga dirinya sebagai perempuan. Yang dia inginkan saat ini adalah jeff. Tak peduli Jeff begitu membencinya. Yang Rania mau hanya Jeff dan hanya itu yang bisa dia ketahui.
Gadis itu sungguh melupakan semua tata Krama seorang gadis. Mengesampingkan rasa malu karena mengemis cinta terhadap pria yang tidak menyukainya secuil pun. Rania tau dengan jelas bahwa Jeff begitu membencinya. Dan cinta Jeff hanya untuk Kisya seorang. Namun Rania seolah menutup mata dan telinganya . Keinginanya harus terpenuhi.
Obsesinya sangat besar terhadap Jeff. Rania tak memperdulikan apapun yang penting Jeff bisa bersama dengannya.
"Sampai kapan aku harus menemanimu?...
Ucap Jeff dengan penuh penekanan. Menatap mata Rania melontarkan tatapan penuh kebencian.
"Sampai kamu jatuh cinta padaku kak."
Ucap Rania dengan senyuman manisnya.
"Hahahah, gadis gila, sampai aku mati begitu?..
Jeff tertawa penuh rasa amarah.
"Aku tidak menginginkan kamu mati ." Ucap Rania dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Sampai matipun aku tidak akan pernah jatuh cinta padamu Rania!...
Ucap Jeff penuh penekanan. Terlihat Rania meneteskan air matanya.
Mendengar ucapan Jeff begitu mengiris hatinya.
"Apa kekuranganku kak, aku cantik tidak kalah dari Kisya?..
Rania mulai meneteskan air matanya.
"Benarkah kamu ingin tau?..
Ucap Jeff melontarkan senyum mengejek.
"Iya tolong beri tahu aku!...
Ucap Rania peluh.
"Rania kamu dan Kisya sangat beda. Kisya gadis yang sangat baik yang selalu mengalah terhadap orang lain. Sedang kamu gadis egois dan ingin menang sendiri. Seperti ini contohnya. Kamu memaksaku seperti ini, dan ini membuatku semakin membencimu ."
Ucap Jeff pelan namun penuh penekanan.
Rania kembali meneteskan air matanya. Ucapan yang Jeff lontarkan membuat hatinya sakit dan tercabik. Dia tidak bisa berbuat apapun agar Jeff mencintainya.
"Aku memang egois, aku egois karena aku mencintaimu!..
Ucap Rania dengan tetesan air matanya. Mata gadis itu sudah terlihat sembab.
"Itu cinta kak, dan cintaku begitu besar padamu."
Ucap Rania dengan tetesan air matanya.
"Ah membosankan."
Jeff mengehela nafas kasar. Wajahnya benar- benar terlihat kesal.
"Baiklah, kalo kakak memang begitu benci dengan aku, aku tidak masalah, yang penting kakak menemaniku di saat aku membutuhkan kakak!..
Ucap Rania pelan.
"Berapa lama aku harus menemanimu?..
"3 bulan saja , selama itu jadilah kekasihku, jadilah orang yang bisa ku peluk dan bisa aku sentuh!...
Ucap Rania pelan. Namun ucapan Rania sungguh membuat gendang telinga Jeff seolah mau meledak jarena kesal.
"3 bulan, aku keberatan, tau kah kamu sehari saja bersamamu itu sudah seperti neraka untuku, apalagi selama 3 bulan."
Ucap Jeff tersenyum sinis.
__ADS_1
"Itu akan sangat cukup kak, karena aku akan sepenuhnya memberi kamu semua photo Kisya dan kak Jino, aku juga berjanji akan merahasiakan hubungan kita dari Kisya, dan dari dunia."
Ucap rania pelan.
"2 bulan saja , aku akan berusaha untuk itu." Ucap Jeff pelan.
"Tidak bisa kak, aku lebih baik memberikan semua info kepada wartawan saja."
Ucap Rania pelan .
Jeff menutup matanya dan menghela nafas dengan sangat berat. Dia sungguh tak berdaya akan itu semuanya. Mau tidak mau dia harus memenuhi semua keinginan wanita ular itu. Dan ini semua demi Kisya. Demi gadis yang sangat dia cintai seumur hidupnya. Jeff masih terdiam dengan dilemanya. Satu sisi dia sangat membenci Rania bahkan bertemu pun dia tak mau. Tetapi di sisi lain dia harus melakukan itu semua demi Kisya.
Jeff Takan bisa membiarkan Kisya menderita lagi seperti dulu kala. Air mata Kisya saat itu sudah cukup membuat hatinya hancur. Jeff tidak mau melihat lagi kisya yang rapuh seperti dulu lagi.
"Bagaimana kak?..
Jeff masih tidak bisa memberikan jawabanya. Dia merasa sangat kacau.
"Bagaimana, apa kakak setuju 3 bulan menjadi kekasihmu atau kakak lebih setuju aku memberikan semua info pada para wartawan yang kehausan berita, itu Tergantung kakak, mau kemanapun aku akan menurut saja."
Ucap Rania pelan sambil menatap Jeff yang sedang di Landa kegelisahan.
Jeff menatap Rania dan menghela nafas kasar.
"Baiklah, tetapi jika sedikit saja hubungan kita bocor, maka."
Ucapan Jeff terhenti.
"Maka apa?...
Rania merasa sangat ingin tahu.
"Maka aku, akupun akan menyelesaikan hidupku. Karena percuma aku hidup, jika hanya bisa menyakiti wanita yang sangat aku cintai. Lebih baik aku mati saja."
Ucap Jeff pelan.
"Besar sekali cinta kakak untuk gadis yang kotor itu."
Ucap Rania kesal.
"Diam, jaga ucapanmu, Kisya gadis suci dimataku, sebesar apapun kamu merayuku aku akan tetap mencintai Kisya."
Ucap Jeff dengan meremas tangan Rania kasar sehingga Rania terlihat kesakitan.
"Baiklah kak, kita mulai malam ini, tolong temani aku tidur malam ini!..
Ucap Rania sambil menatap Jeff penuh cinta.
Bersambung❤️
__ADS_1