
Semua administrasi sudah beres dan kini mereka bergegas untuk pulang .
"Kita pulang baby".
Ucap Jino sambil mengecup lembut sang buah hati tercinta. Baby Jino tersenyum. Kaki nya sudah tidak sakit lagi karena jarum infus. Baby Vano tersenyum melihat sang ayah yang terus memberikan dirinya ciuman. Baby Vano tertawa sampai sangat kencang. Jino sangat bahagia melihat baby Vano sudah ceria kembali. Hidupnya seolah di beri tambahan nyawa.
"Mau pulang kemana?
Tuan Geovandra bertanya sambil menatap anak dan cucunya.
"Ke apartemen saja!..
Ucap Jino pelan.
"Apa tidak ke rumah saja , biar papa bisa sering bermain dengan cucu papa!..
"Tidak pa, Jino ingin pulang ke apartemen saja!..
Ucap Jino dan tuan Geovandra hanya mengangguk saja.
Jino menggendong baby Vano berjalan keluar dari rumah sakit. Dan ternyata terlihat ada Boy dengan wajah cemas mendorong blangkar. Dan di atas blangkar itu terlihat Lintang sedang merintis kesakitan.
"Lintang."
Jino terkejut.
Jino dan papa Geovandra dengan segera menghampiri Boy dan Lintang.
"Ada apa ini?..
Ucap tuan Geovandra merasa cemas
"Lintang terjatuh di tangga om." Ucap boy dengan wajah penuh kecemasan. Jino hanya terdiam dengan wajah pucat merasa sangat tidak tega melihat lintang meringis kesakitan. Kepalanya mengeluarkan darah dan sepertinya ada robekan.
"Lintang kamu pasti kuat!..
Ucap Jino pelan sambil menatap mata Lintang penuh iba.
"Sakit."
Rengek Lintang dengan manja. Jino Menggenggam tangan Lintang untuk memberi semangat . Namun Boy menepis tangan Jino.
"Jangan sentuh istriku!..
Ucap Boy dengan tatapan marah. Jino terkejut dan langsung mundur. Tuan Geovandra melihat dengan tatapan tidak senang.
"Ayo Jino pulang !..
Ucap tuan Geovandra datar.
"Baik pa, Lintang semoga kamu cepetan sembuh ya!..
Ucap Jino pelan lalu Jino meninggalkan Lintang dan Boy.
Lintang masih dengan Isak tangis nya.
__ADS_1
"Sakit sayang."
Rengek Lintang .
"Sabar ya , tidak akan apa-apa ko,tuh dokternya sudah datang."
Ucap Boy dengan tatapan cemas namun penuh perhatian.
Dokter datang dan langsung memeriksa kondisi Lintang. Ternyata kaki kanan Lintang retak dan harus dilakukan operasi. Kepala Lintang sedikit robek dan akan sembuh dengan oprasi kecil saja. Beberapa saat kemudian dokter langsung melakukan operasi pada kaki Lintang.
Boy menunggu dengan sangat cemas. Dia lalu mengambil ponsel pintarnya dan menghubungi orang tua mereka serta tidak lupa menghubungi Kisya.
Kisya terduduk di dalam kamarnya. Menatap jauh ke arah jendela kamar. Pikiranya entah sedang berkelana kemana, dia bahkan merasa sangat hampa. Yang kini hanya ada dalam pikirannya cuma ada baby Vano ,walau sekelebat bayangan jino selalu muncul dalam benaknya.
Rasa rindunya terhadap baby Vano seolah olah membunuh batinya. Jiwa nya berkelana jauh dan tak bisa lagi menepis rasa rindu yang menumpuk dalam sanubarinya. Sebuah pesan masuk bahkan tidak dia ketahui. Setelah lelah terduduk Kisya mencoba merebahkan diri di kasurnya.
Ia tarik selimut dan membungkus diri . Posisi nyaman untuk memeluk guling yang ada disampingnya. Kisya memejamkan matanya dan tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipi manisnya. Dia sudah tidak tahan menanggung rasa rindu yang sangat membuatnya sesak.
Beberapa telepon masuk bahkan tidak dia hiraukan. Telepon dari Boy dan telepon dari bundanya. Kisya Masi betah terpejam dalam mata basahnya.
"Kak Jino ."
Ucap Kisya pelan. Sungguh di luar sadarnya dia menyebut nama Jino. Bahkan dia sendiri tidak tau kenapa dia sampai mengucapkan nama Jino .
"Ah."
Kisya baru tersadar kalo mulutnya memanggil nama Jino.
Gerutu Kisya dalam hatinya. Lalu sesaat dia lihat ponselnya. Dan ada 10 panggilan tak terjawab dari Boy dan 3 panggilan tak terjawab dari bundanya.
Tentu saja Kisya langsung menelepon balik. Kisya menekan nomor telpon bundanya. Dan beberapa saat kemudian tersambung.
"Hallo bunda".
"Hallo sayang, apa kabar kikis?..
Ucap bunda penuh senyum di balik telepon.
"Kikis baik bunda, bagaimana kondisi Rasya?..
"Rasya sudah stabil Kis, sekarang sudah tidak pernah kejang lagi, bunda kangen sama gadisnya bunda."
"Apalagi kikis bunda, kikis Sangat kangen sama bunda, bunda kapan pulang?..
Ucap Kisya dengan nada manjanya.
"Bunda belum bisa pulang Kis, kalo bunda pulang, siapa yang akan merawat rasya?..
Suara bunda mulai melemah.
"Bunda, kikis tau perasaan bunda, bunda sabar ya, bunda pasti rindu kikis dan bunda pasti bingung karena Rasya. Kikis juga rindu baby Vano bunda."
Mata Kisya mulai memerah dan berkaca-kaca.
__ADS_1
"Eh iya bagaimana kabar baby Vano?..
"Baby Vano kemaren sakit bunda."
"Ya ampun ada apa dengan si kecil Vano, udah Kis , sekarang Kikis rawat baby Vano baik baik , kasian dia apalagi kalo sekarang dia sedang sakit."
Ucap bunda Nisya dengan kecemasanya.
Bunda Nisya menyadari bahwa diapun sangat menyayangi bayi kecil itu. Bayi itu adalah cucunya walupun bunda Nisya sangat membenci ayah dari bayi itu. Tetapi baby Vano bahkan tidak bersalah sama sekali. Bayi yang lahir dari hasil pemerkosaan tidak bersalah. Karena yang bersalah adalah ayahnya.
Bunda Nisya mencintai baby Vano karena dia adalah cucu yang sangat kasihan. Kasihan karena semenjak lahir sudah terpisah dari ibunya. Bayi yang tidak diinginkan oleh sang ibu kini bahkan menjadi jantung hatinya ibunya. Andai Kisya tau bahwa dulu dia ingin menggugurkan bayinya . Apa yang akan terjadi . Mungkinkah dia akan menyesal atau mungkin akan timbul rasa benci dalam hati Kisya. Bunda Nisya menerawang jauh.
"Bunda."
Kikis tidak bisa bertemu baby Vano. Karena kak Jino melarang Kikis untuk dekat lagi dengan baby Vano bunda!..
Kisya mulai terisak . Tak kuat lagi dia menahan tangis. Air matanya sudah membanjir sedari tadi. Bunda Nisya terkejut mendengar ucapan sang buah hati .
"Apa maksud kikis?..
Kenapa Jino berbuat seperti itu, yasudah kikis jangan nangis begitu ya sayang. Bunda jadi cemas nih."
Ucap bunda Nisya dengan suara ya g bergetar karena menahan tangis. Rasa cemas dan khawatir mendengar ucapan sang putri .
Bunda Nisya sangat takut Kisya menjadi depresi kembali. Hal itu satu satu nya yang ditakutkan oleh bunda Nisya selama ini.
"Bunda kikis rindu baby Vano."
Kisya kembali menangis. Dia sungguh lega bisa bercerita pada sang bunda. Bunda Nisya menitikan air matanya. Dia ingin sekali segera pulang dan mendekap erat tubuh sang putri dan menenangkanya. Namun apa daya dirinya kini masih di Singapura dan sedang merawat Rasya.
"Sabar sayang, nanti Jino pasti akan mengijinkanmu untuk memeluk dan merawat baby Vano lagi ya nak!..
Ucap sang bunda menenangkan hati dan putri kesayangannya.
"Semoga saja bunda, karena rasa rindu ini sangat sesak."
Kisya Masi dengan isakanya yang melirih.
Bunda Nisya meneteskan air matanya. Betapa kasianya putri kesayangannya. Harus terpisah dengan buah hati yang sangat dia kasihi. Karena dirinya seorang ibu dan sangat mengerti isi hati Kisya. Ini mana yang ingin menjauh dari anaknya. Bahkan sedetikpun seorang ibu tidak ingin berjauhan dengan anaknya.
"Kasih sayang ibu seluas samudra Takan pernah bisa terputus oleh apapun."
Ucap bunda Nisya dalam hatinya .
Bersambung.
Catatan kecil author.
tadinya aku engga mau up.
karena perasaanku sedang tidak enak😔. tetapi aku tidak bisa menggantung kalian.
aku mau tanya nih, aku mau buat visual Jino. apa boleh?.. karena takutnya tidak sesuai dengan ekspektasi readers semua.
tolong Jawab ya, kalo boleh aku posting photo nya di eps berikutnya.
__ADS_1
terimakasih.