
Sore itu marahari mulai tenggelam. Burungpun mulai masuk ke dalam sarangnya. Udara dingin kota ciwidey sudah membuat mereka merasakan Sebuah kenangan indah. Jino dan Kisya mulai bersiap, mereka akhirnya akan segera pulang ke rumah. Menyisakan sebuah kenangan indah di kota bandung. Kota yang kini telah menjadi saksi. Betapa sepasang muda mudi itu menyatukan rasa cinta mereka dalam sebuah asa yang tak bisa mereka bendung.
Jatuh cinta adalah sebuah pilihan. Perasaan cinta adalah sebuah anugrah dan mereka adalah sebuah pantulan kekuasaan tuhan. Kekuasaan yang tak bisa dielakan. Walau terlibat sebuah kejadian pahit dan menyakitkan. Semuanya ternyata berbuah manis dan nenyenangkan.
Sebuah lagu klasik di sore hari menemani mereka sepanjang jalan menuju ke rumah. Jino dan Kisya akan segera pulang dan menemui buah hati mereka. Pasangan itu telah lelah bergulat selama dua hari ini. Dan mereka ingin segera bertemu dengan Baby Vano. Seorang bayi usia tiga belas bulan yang kini sudah pandai berjalan dan sedang belajar berbicara.
Bayi yang kehadirannya tidak di inginkan. Bayi yang saat hadir bukan di waktu yang tepat. Kini berubah menjadi bayi yang begitu pintar tampan dan disayangi banyak orang. Bahkan bayi itu kini seorang menjadi pewaris dari keluarga Davis. Baby Vano lahir seolah menjadi penyatu kisah Jino dan Kisya.
Sepanjang jalan mereka masih saling menggenggam tangan. Kemesraan mereka begitu kental dan manis. Sudah seperti susu kental manis saja. Rasanya dunia ini begitu indah. Bahkan perjalanan bandung ke rumah begitu cepat. Mereka akhirnya telah sampai di depan mansion keluarga Davis. Mereka di sambut manis oleh Mama Murni dan si buah hati yang sudah menjerit senang melihat kedua orang tuanya.
Jino dan Kisya turun dari mobil dan langsung berjalan menuju ke arah sang Baby tampan.
"Sayang, apa kamu rindu Mommy nak?" Kisya mengecup kening buah hati kesayanganya. Betapa Kisya merindukan bayi itu. Empat hari sudah Kisya meninggalkan Baby Vano. Dia sudah merindukan bayi itu saja. Tetapi selama dua hari terakhir di Bandung bahkan Jino dan Kisya seolah lupa pada sang bayi. Karena terlalu sibuk membuat adik baru buat Baby Vano.
"Apa hari kalian menyenangkan?" Tanya Mama Murni dengan senyum yang manis. Jino dan Kisya saling memandang dan tersipu malu.
__ADS_1
"Iya Ma." Jawab Kisya merasa sangat malu karena ternyata bukan menyenangkan lagi. Tetapi begitu indah dan takkan bisa terlupakan. Pengalaman pertama Kisya bercinta dengan sang suami dan pengalaman Kisya melayani sang suami sampai dia kewalahan dan lecet. Itu salah satu pengalaman berharga dan indah untuk Kisya kenang dalam hidupnya. Jino begitu buas dan sangat mudah tergoda oleh sang istri.
Entah kenapa Jino bisa sekuat itu padahal dia tidak meminum suplemen apapun. Mungkin karena dia harus memendam asa selama delapan bulan. Makanya dia habiskan tenaga sang istri dalam dua hari. Dia tak pantang menyerah bahkan pagi sudah dia jadikan malam dan siang sudah dia jadikan malam pula. Mereka hampir tak turun dari tempat tidur selama dua hari itu. Sebuah pengalaman indah yang terukir dalam hati sepasang suami istri itu.
Rasa malu tersirat di hati Kisya menyisakan warna merah merona pada pipinya. jika mengingat kejadian itu. Kejadian pertama kali mereka menyatukan cinta mereka.
"Ma, apa Mama sudah masak, Jino lapar?" Ucap Jino membuyarkan pikiran Kisya.
"Jelas dong, Mama sudah mempersiapkan makan malam untuk kalian, Papa juga akan segera pulang dari kantor, ayo kita masuk dulu!" Ucap Mama Murni mempersilahkan anak dan menantunya untuk segera masuk ke dalam mansion. Benar saja. Mama Murni sudah memasak sangat banyak. Sajian makan malam kesukaan Jino dan Kisya. Semenjak kepergian Jeff. Kini Jino dan Kisya adalah prioritas Mama Murni.
Mama murni begitu memanjakan mereka berdua. Mama Murni bahkan sangat sedih saat tau Jino di kira kecelakaan pesawat. Dari sana Mama berpikir. Tidak mau lagi, dia kehilangan seorang putra yang sangat berharga. Karena itu dia akan berusaha memberikan seluruh keasih sayangnya untuk Jino dan Kisya serta si bayi kecil yang menggemaskan itu.
Tidak perlu menunggu lama. Ternyata Papa kini sudah pulang dari kantor. Wajah lelah sang Papa hilang seketika. Karena melihat wajah Jino yang begitu segar. Kini Jino terlihat lebih bersemangat ketimbang depalan bulan kebelakang. Papa sangat senang melihat putranya seperti itu. Papa berharap Jino dan Kisya selalu memiliki hubungan yang harmonis setiap hari, setiap detik, Septiap waktu, di sisa usia mereka berdua.
"Kalian sudah menunggu lama, ya?" Papa tersenyum dengan senang menatap kedua putra putri kesayangannya.
__ADS_1
"Jino sudah sangat lapar Pa!" Ucap Jino sambil meneguk air putihnya.
"Yasudah kita makan lebih dahulu!" Papa langsung duduk di meja makan di samping sang istri tercinta. Malam itu mereka makan dengan hati yang tenang. Mereka bercerita banyak tentang indahnya kota ciwidey. Dan Mama Murni sangat ingin pergi kesana. Jino dan Kisya mengatakan mereka akan ke sana kembali jika mereka ada waktu. Dan Mama dangat ingin pergi bersama. Dan Papa meng iyakan. Papa bilang tunggu pekerjaan Papa selesai. Maka mereka bisa pergi ke glamping lakaside.
Decak tawa mengiringi makan malam mereka sekeluarga. Baby Vano yang kini ikut makan dengan biskuit yang dia pegang menambah indah suasana. Baby Vano kini sudah belajar makan nasi lembek dan sayuran. Jika mereka sedang makan bersama seperti itu. Baby Vano biasanya di suapi oleb maid. Karena biar semua tidak terganggu makan. Dan si Baby ikut merasakan nikmatnya makan bersama dengan keluarga.
Mereka begitu bahagia. Padahal cuma makan malam saja. Setelah selesai makan malam Jino dan Kisya pamit pulang. Mereka ingin pulang ke apartemen mereka. Mama Murni sangat sedih karena Baby Vano harus mereka bawa. Tetapi Kisya mengatakan besok selama Kisya kuliah. Baby Vano akan tinggal bersama Mama Murni lagi. Dan Mama Murni begitu senang.
Sesampainya di apartemen. Bibi sudah menyambut mereka bertiga. Baby Vano sudah tertidur dengan lelap. Lalu bibi membantu menidurkan bayi lucu itu. Sedang Jino dan Kisya segera masuk ke kamar mereka. Kisya segera mandi untuk membersihkan keringat di sepanjang perjalanan. Dan tentunya si suami langsung ikut mandi juga. Di kamar mandi bahkan Jino melakukan lagi hal itu. Sungguh dia sangat bersemangat. Tidak ada kata lelah padahal sudah menyetir beberapa jam tapi masih saja ada tenaga untuknya menyentuh sang istri.
🌺 Bersambung 🌺
Hahai sayang...
mau promo nih.. ini novel terbaruku masih hangat dan masih segar... baru terbit.. jangan lupa kalian baca dan ramaikan komentar ya.
__ADS_1