Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Pengobat Lara


__ADS_3

Kisya masih menangis dalam diam. Air matanya tak henti menetes. Beberapa saat kemudian Jeff datang dan terkejut melihat sang istri sedang menangis dengan pilu. Jeff langsung memeluk Kisya dengan erat.



"Kenapa?..


Ucap Jeff halus.



"Hanya merindukan Vano, aku bingung dengan perasaanku kak, kenapa bisa sekuat ini menyukai seorang bayi?..


Kisya menangis sesenggukan dalam pelukan Jeff. Jeff hanya bisa terdiam. Karena jeff sendiri tak bisa menjawab pertanyaan Kisya .



Perasaan kuat seorang ibu tak bisa dikalahkan" Ucap Jeff dalam hatinya.


Kisya masih menangis dengan pilu. Pelukan Jeff sendiri malah menambah tangis Kisya . Jeff tidak tahan mendengar tangis Kisya. Jeff menitikan air matanya dan mengecup  kening kisya lembut.



"Ayo kita membuat bayi!..


Ucap Jeff pelan. Kisya mendorong pelukan Jeff dan terkekeh tiba-tiba .


Jeff tersenyum melihat sikap Kisya.


Pipi Kisya memerah malu-malu.



"Kita akan membuat bayi yang banyak ,bayi kita sendiri!..


Ucap Jeff tersenyum manis.



"Baiklah kak tetapi tidak sekarang , tunggu aku menjadi istrimu !..


Ucap Kisya dengan senyuman manisnya.



Jeff hanya tersenyum tipis. Sebenarnya Jeff ingin sekali mengatakan bahwa dirinya sudah sah menjadi suami Kisya. Namun itu tidak boleh dia ucapkan karena akan mengundang banyak pertanyaan akan masa lalu kisya.



Jeff mengangguk dan mengecup kening kisya kembali. Jeff mengecup bibir kisya dengan lembut. Dan Kisya membalas kecupan Jeff.


Tangan Jeff mulai nakal meraba kesana dan kemari. Namun Kisya mendiamkannya. Kisya mulai menikmati setiap sentuhan Jeff . Kisya mengimbangi ciuman Jeff. Jeff melepaskan ciumannya dan membiarkan Kisya menarik nafasnya.



Kini Jeff mengecup seluruh leher Kisya dengan lembut. Dan menyisakan beberapa tanda merah. Kisya hanya bisa terdiam merasakan sentuhan dan kecupan Jeff .tangan Jeff bahkan meraba beberapa bagian sensitif Kisya. Dan membuat kisya kegelian. Nafas mereka saling berpacu. Dan kedua pasang mata itu saling memandang. Jeff menatap penuh harapan meminta persetujuan dari Kisya. Namun Kisya menggeleng. Dan Jeff langsung memeluk Kisya dan tertidur.



"Maapkan aku kak, nanti tunggu malam pernikahan saja!..


Ucap Kisya sambil memainkan rambut Jeff.



"Hmm ,ucap Jeff pelan dengan wajahnya yang terbenam di dada Kisya.



Kisya kini sudah tidak sedih lagi. Kedatangan Jeff pagi itu seperti sebuah obat pelipur lara nya.


Kisya bahagia karena Jeff selalu memberinya banyak kasih sayang. dan Kisya tidak mau kehilangan Jeff .



*******



Jino sampai di rumahnya. Papa sudah menyambutnya penuh kecemasan.


Seberondong pertanyaan papa lontarkan. namun Jino hanya terdiam sambil memainkan buah hatinya.



"Kenapa hanya diam, tidak taukah kami cemas semalaman?..


Ucap papa Geovandra sambil menggendong Vano .



"Kami terjebak hujan pa, dan kami ketiduran ,itu saja"


Ucap Jino datar.



"Kalian tidur di mana?..



"Di mes atlit "



"Yatuhan kamu membawa cucuku di tempat sedingin itu"


Tuan Geovandra terlihat marah.



"Kami tidak kedinginan ko, kami malah senang "


Ucap Jino dengan senyumannya. Jino tersenyum karena membayangkan bahwa mereka tidur bertiga dengan harmonis.



"Tetapi setidaknya kamu memberi kabar pada kami, kalo Vano sampai demam bagaiman?..


Papa Geovandra benar benar merasa cemas . Rasa sayangnya terhadap sang cucu membuat dia sangat marah .



"Papa tidak udah khawatir, Jino bisa menjaga Vano dengan baik, dan Jino janji tidak akan mengulanginya lagi!..


Ucap Jino pelan .



"Papa pegang kata-kata mu , ayo Vano kita mau Bersama kakek nak!..


Ucap tuan Geovandra sambil membawa Vano dalam gendonganya.



"Tidak akan terulang lagi pah, aku dan Vano ga akan tidur bareng kisya lagi ko"


Ucap Jino dalam hatinya.


Jino lalu bersiap, rencananya karena tanggal merah jadi Jino bersiap tidur seharian..



Menjadi seorang orang tua tunggal bukanlah hal yang mudah. Apalagi Jino harus bekerja dan mengurus bayinya. Maka ketika libur tiba Jino hanya ingin tidur saja. Jino masuk ke kamarnya dan langsung merebahkan. Tubuhnya. Jino memejamkan matanya. Semalaman Jino tidak bisa tidur karena jantung nya terus berdebar.



Tidur berdampingan Dengan Kisya memeluk Kisya mana mungkin Jino bisa tidur. Yang ada jantung Jino hanya berdebar dan tidak karuan.  Jinopun mulai memejamkan matanya dan tertidur dengan lelap.

__ADS_1



*********



Kisya Masi asik dengan bumbu dapurnya . Kisya memasak banyak makanan. Saat dia sedang memotong bawang tiba-tiba dua buah tangan memeluk perutnya dengan sangat lembut.



"Hmmm kak aku kan sedang masak"


Kisya menoleh dengan nada manja.



Jeff tersenyum dengan manis. Mengecup pipi Kisya lembut .


Kisya tersenyum dan berbalik. Kisya menyimpan pisau dan bawangnya. Lalu memeluk Jeff.


Mata mereka saling memandang dan mereka adalah dua mahluk yang sedang di mabuk cinta.



Sekali lagi Jeff mengecup bibir kisya dengan lembut. Lumatan hangat Jeff berikan Pada bibir kisya yang ranum. Kisya membalas lumatan Jeff dengan. Lembut. Mereka terbawa suasana sampai melupakan masakan Kisya yang mulai berbau gosong.



Mata mereka terpejam menikmati suasana romantis. Tangan Jeff mulai menelusup masuk ke dalam kemeja Kisya, dan Kisya hanya membiarkan saja. Saat ini tangan kanan Jeff sudah  sampai pada daerah dada Kisya yang teraba begitu kenyal. Saat Jeff hendak meremas tiba tiba saja.



"Gosong kak..


Teriak Kisya terkejut



"Hah.. iiyaa ucap Jeff ikut terkejut.



"Aaahhhh ini semua gara gara kakak"


Rengek Kisya sambil menangis melihat masaknya gosong dan sangat bau.



"Iya sayang maap"



"Lihatlah aku kan sudah cape memasak ini sayang"



"Maap sayang ,maap ya..



"Terus kita mau maka apa, ah kikis malas memasak lagi..


Rengek Kisya manja.



"Emmhh.. kita makan di luar aja yuk!



"Padahal kikis mau makanan rumah, kikis bosen makan diluar terus , Kis kangen masakan bunda"


Kisya menundukan wajahnya yg sendu.




"Hmm hiks hiks laper


Kisya meneteskan air matanya dengan wajah lugu meminta makan.



"Ya ampun.. kamu lucu banget sayang.. aku jadi pengen makan kamu"


Ucap Jeff terkekeh melihat ekspresi Kisya yang lucu.



"Emhh kakak nakal ,Kikis sebel sama kakak"


Rengek Kisya manja.



"Maapin aku ssyang,karena Senin ini tanggal merah ,semua orang pasti sedang di rumah, jadi ayo kita makan di rumah kakak saja!..


Ucap Jeff dengan senyuman manisnya.



"Apa.. di rumah kaka, dan bertemu Vano ?



"Iya "



"Kakak.. kikis mauuu



"Yuk kalo gitu kita cabut!..



"Oke sayang"



Dan merekapun segera naik ke mobil menuju ke mansion keluarga Davis.


Tidak butuh waktu lama Jeff dan Kisya sampai di kediaman Davis.


Terlihat tuan Geovandra sedang bermain dengan cucu kesayanganya. Dan mama murni sedang memasak untuk makan siang.



Kisya mendekati tuan Geovandra dan duduk sambil melihat betapa dekatnya kakek dan cucu itu.



"Om, sepeti apa wajah mami nya Vano sehingga Vano bisa setampan ini?..


Ucapan Kisya pelan namun Sontak membuat tuan Geovandra terdiam membisu. Jeff sendiri hanya diam mematung.



"Tentu saja sangat cantik ,


Ucap mama murni sambil berjalan mendekati Kisya dan merangkul Kisya memeluk dengan sangat lembut.



"Tante...

__ADS_1


Ucap Kisya dengan menorehkan senyuman manisnya .



"Mama sayang , jangan sebut Tante lagi, kamu menantu mama "


Ucap mama murni hangat.



"Mama


Ucap Kisya malu malu.



"Ayo bantu mama masak sayang!..



"Iya ma "


Mama dan Kisya lalu pergi menuju dapur. Banyak pelayan disana namun mama murni lebih senang memasak sendiri.



"Seandainya Vano lebih mirip dengan kisya, apa yang akan terjadi ?..


Ucap Jeff pelan sambil menatap Vano tajam.



"Papa juga tidak tau Jeff , bersyukur lah Vano sangat mirip dengan Jino "


Ucap papa sambil menelan ludah.



"Jino mana pa?..



"Sepetinya Masi tidur, dia baru pulang pagi tadi'



"Hah darimana?..



"Katanya menginap di mess atlit"



"Membawa Vano menginap disana, tidak kan disana agak sedikit kotor"


Ucap Jeff



"Disana bersih, kolam renangnya saja yang kotor, karena dipakai oleh banyak atlit."



"Oh, Jeff tidak tau pa, maap!!!



"Kamu bangunkan Jino suru mandi agar kita bisa makan bersama!..



"Baiklah pa "


Jeff lalu naik ke lantai atas dan menuju ke kamar Jino .


Jeff membuka kamar Jino terlihat Jino tengah tertidur dengan lelap.



"Bang bangun "


Ucap Jeff pelan.



"Bangun bang!..


Ucap Jeff agak kencang.



Jino perlahan membuka matanya. Dan mencoba mengumpulkan beberapa nyawanya yang masih Terbang di alam mimpi.



"Ayo bangun waktunya makan siang!..


Ucap Jeff .



"Aku masih ngantuk"


Ucap Jino pelan.



"Semua nungguin abang di bawah, dan ada Kisya juga"


Ucap Jeff .



"Kisya, ngapain dia disini ?..


Ucap Jino pelan.



"Lah abang lupa dia istriku "



"Istri kamu ya, maap" lalu Jino pun segera bangun bergegas mandi . Setelah itu Jino berjalan keluar kamar  dan turun ke lantai satu .


Dari kejauhan sepasang mata sendu menatapnya dengan Tajam. Sedangkan Jino sendiri hanya pokus pada tangga.



Tanpa sengaja mata elang Jino bertemu dengan mata sendu sebening embun milik Kisya .



Deg..



Kedua jantung berdebar lebih kencang dari biasanya. Jino segera membuang muka dan kisya kini hanya menunduk saja. Jino berjalan gontai mendekati sang papa dan menggendong buah hatinya.



Bersambung.



__ADS_1


__ADS_2