Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Sake


__ADS_3

Lintang meninggalkan Jeff yang masih terduduk karena cemas. Lintang menghela nafas berat dan duduk di samping sang suami.



"Ada apa sayang?..


Ucap Boy dengan penuh perhatian.



"Tuh lihat betapa stres nya Jeff karena Kisya pergi bersama kak Jino"


Ucap Lintang dengan sendu menatap Jeff.



"Mereka pergi ya?..



"Iya, eh Boy itu apa yang di sana?..


Ucap Lintang sambil menunjuk ke sebuah botol kecil .



"Itu sake, hadiah dari Mr uciha"



"Mr uciha rekan bisnis kamu yang terkenal itu Boy?..



"Iya dia kan pemilik pabrik sake dan beberapa pabrik lainya"



"Pelit sekali cuma memberi sake"


Ucap Lintang manyun.



"Aiya.. gemas sekali melihat mulut manjamu, mau di cium ya?...


Ucap Boy dengan senyuman manisnya.



"Ih mulai nakal kamu ya, sini sake nya!..


Ucap Lintang sambil mengambil botol sake dari tangan sang suami.



"Nanti kamu mabuk sayang!..


Ucap Boy merasa cemas.



"Apaan sih ini bukan buat aku Boy, biar kau kasi ke pemuda yang sedang galau itu!..


Ucap Lintang terkekeh.



"Nanti dia mabuk!..



"Biar saja..


Dari pada dia stres seperti itu!..


Ucap Lintang.



Dia lalu menuangkan sake ke sebuah gelas kecil dan membawanya ke hadapan Jeff.



"Apa ini?..


Tanya Jeff merasa heran.



"Itu air doa"

__ADS_1


Ucap Lintang.



"Jangan bercanda di saat seperti ini lintang!..


Ucap Jeff dengan datar.



"Siapa yang bercanda, ini serius ko kak, ayo minum !..



Dengan terpaksa Jeff meminum air tersebut.



"Ah apa ini , rasanya manis "


Ucap Jeff meneguk semua sake dalam gelasnya.


Lintang tersenyum dan memberikan lagi segelas lagi pada Jeff.


Jeff kembali meneguk sake itu.


Lintang memberi lagi segelas lagi dan Jeff menolah.



"Sudah Lintang terlalu keras di tenggorokan ku!..


Ucap Jeff mendorong gelas yang di sodorkan Lintang dengan perlahan .



Lintang tersenyum seraya berkata


"Segelas lagi dan aku baru akan berhenti!..



Jeff tidak bisa menolak. Pikiranya memang sedang kacau balau. Tidak ada kata lain selain setuju dengan ucapan Lintang. Kembali dia ambil gelas yang Lintang berikan. Dan dia minum dalam sekali teguk. Tidak butuh waktu lama Jeff terduduk dengan mata yang sayu. Kepala nya berdenyut terasa pusing. Jeff  Tiba-tiba saja tertidur.



Lintang tersenyum puas. Melihat keadaan Jeff yang sudah tertidur. Jeff tidak bisa minum minuman beralkohol apapun. Dia memang tidak pernah minum . Jadi 3 gelas saja sudah membuat Jeff mabuk dan tertidur.



Ucap Jeff berguman dalam tidurnya.



Lintang tersenyum dan segera menyuruh orang untuk membawa Jeff ke kamarnya. Lintang pamit sebentar kepada sang suami untuk mengantar Jeff. Dan Boy hanya tersenyum. Kini Jeff sudah di baringkan di kasur kamar hotel.



"Kis, kamu dimana?..


Ucap Jeff berguman lagi.



"Kikis ada ko, kamu tidur saja kak Jeff aku harap kamu tidak terlalu cemas, aku khawatir pada mu jika terus merasa stres mencari keberadaan Kisya. Percaya padaku Kisya tidak akan kenapa-napa. Sekarang kamu tidur dan saat bangun kamu akan menemukan kisya kembali!..


Ucap Lintang sambil menyelimuti tubuh Jeff dan menatap Jeff penuh iba.



"Maapkan aku kak Jeff, aku tinggal dulu !


Lintang lalu pergi meninggalkan kamar Jeff dan tidak lupa mengunci kamar Jeff dari luar karena takut ada yang memanfaatkan keadaan Jeff.



Lintang kembali ke pesta dan duduk di samping sang suami.



"Sudah sayang?..


Tanya sang suami.



"Iya sudah, boy apa aku jahat ya berbuat ini terhadap Jeff?..



"Tidak apa-apa ini demi Jeff juga ko!..

__ADS_1



"Iya, aku kasihan melihat Jeff yang sangat cemas mencari keberadaan kisya, aku yakin mereka hanya jalan jalan saja , Jeff merasa frustasi dan tertekan, ketakutanya berlebihan "


Tutur Lintang.



"Iya aku lihat sedari tadi dia tidak diam dan terus pergi kesana dan kemari, dia sangat mengkhawatirkan Kisya ya"



"Iya padahal sudah aku jelaskan kalo Jino tidak akan menyakiti Kisya ,tetapi dia Masi saja penuh dengan kecurigaan , makanya aku sangat iba, wajahnya cemas tidak bisa di tutupi lagi, kalo terus begitu kan bisa-bisa malam ini Jeff tidak tidur karena tersiksa dengan rasa khawatir"


Ucap Lintang merasa sedih.



"Kamu begitu memperhatikan Jeff , kamu sendiri bagaimana sayang, kamu tidak ingin tau kah keberadaan Jino dan Kisya?..


Ucap boy dengan senyum nakalnya.



"Aku , aku, disini perasaanku tidak penting boy, aku bukan lah pemeran utama"


Ucap Lintang dengan mata berkaca-kaca.



"Sayang maapkan atas pertanyaan ku ya!


Boy lalu Menggenggam tangan sang istri dengan lembut dan Lintang hanya bisa menundukkan wajah sedihnya.



Kalo di pikirkan bukanlah rasa cemas yang Lintang rasakan saat ini. Lintang tahu betul kalo Jino tidak akan pernah melukai Kisya jadi Lintang merasa tenang akan hal itu. Tetapi Lintang sendiri Memiliki suatu rasa yang sangat membuatnya sakit dan menderita. Yaitu perasaan cemburu yang selalu membakar hatinya setiap saat setiap detik dan setiap waktu.



Tetapi dia selalu menyembunyikan perasaan itu dalam lubuk hatinya. Sebisa mungkin dia kubur perasaan itu sedalam mungkin sampai tak terlihat sama sekali.



"Jangan ingatkan lagi soal itu, aku mohon!


Ucap Lintang dengan mata yang berkaca-kaca .


Boy memeluk Lintang dan mengecup kening Lintang dengan lembut. Lintang memejamkan matanya merasakan kehangatan kecupan snah suami.



Sudah hampir jam 10 malam dan pesta akan selesai sebentar lagi. Jino dan Kisya Masi saja belum ada kabarnya. Entah kemana mereka pergi.



Di sisi lain Jeff sudah tertidur dengan lelap. Walau kadang berguman memanggil-manggil nama Kisya. Tetapi menurut Lintang inilah jalan terbaik supaya Jeff tenang. Karena kecemasan Jeff yang berlebihan tidak baik untuk dirinya sendiri. Keputusan Lintang untuk memberi kan Jeff minuman sangat tepat .



Entah apa yang terjadi pada pagi hari. Ketika nanti Jeff bangun akankah Jeff marah kepada Lintang. Itu bahkan belum bisa terbayangkan. Tetapi Lintang tidak memperdulikan itu semua. Yang penting untuk saat ini Jeff tengah tenang tertidur lelap di dalam kamarnya.



Walau Lintang sempat terpikir dan bertanya dalam hatinya kemana kah Jino dan Kisya pergi. Tetapi Lintang percaya sepenuh hati kalo Jino tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan yakin tidak akan menyakiti Kisya untuk kedua kali. Karena Lintang sangat tau betul siapa Jino. Hanya Lintang yang tau sipat Jino , karena kebersamaanya selama 5 tahun ini membuatnya sangat kenal kepribadian sang mantan kekasih.



Karena itu Lintang tidak mencemaskan keberadaan kisya seperti Jeff. Pesta pun kini sudah usai dan para tamu undangan sudah kembali ke kamar masing-masing. Lintang dan Boy kini sudah berada di kamar pengantin. Boy memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Sedang Lintang Masi memainkan ponselnya. Lintang melihat story Facebook milik Jino . Dan semuanya berisi poto-poto sang buah hati. Lintang tersenyum nanar. Melihat betapa mirip mereka berdua.


"Bayi itu harusnya lahir dari rahimku kak!.. tetapi tuhan tidak mengijinkan aku melahirkan bayi mu, aku akan memiliki bayi sendiri untuk menjadi sabahat anak kalian"


Ucap Lintang dengan air mata yang menetes membasahi pipi cantiknya.



Bersambung.



Hai sayangku readers tercinta..


Tolong beri saya semangat dengan menekan jempol, hati dan bintang.


Agar aku tidak berhenti untuk menulis.



Salam sayang dr author


__ADS_1



__ADS_2