
Hari itu Jino bangun lebih pagi dari biasanya. Tidurnya semalam begitu lelap. Dia begitu senang karena hari ini adalah hari terakhir berada di Amsterdam. dia bergegas bersiap untuk menghadiri rapat Dewan Direksi. Pemilihan calon Direktur baru untuk menggantikan Jacob. Jino sudah siap dengan stelan kerja berwarna hitam. Terlihat begitu tampan dan sangat menawan.
Pria 23 tahun itu tampil sempurna dan banyak menyita mata setiap wanita. Jino berjalan ke resto untuk sarapan pagi. Tetapi di dalam lip tanpa sengaja dia melihat seorang kekasih yang sedang menempel. Mereka sedang berciuman. Jino pura-pura tidak melihat saja. Jino jadi begitu tidak sabar ingin pulang dan bertemu dengan sang istri.
Jino sudah sangat kelaparan. Jiwa lelakinya meronta minta di beri vitamin oleh istri tercintanya. "Sayang, tunggu Daddy pulang, kita akan segera berbulan madu." Jino tersenyum kecil. Berkata dalam hatinya. Dia sudah membayangkan. Betapa dia ingin segera memeluk dan mengecup sang istri sampai tidak berdaya dan lemas. Membayangkannya saja sudah membuat dia senyum-senyum sendiri.
Tubuh Pria itu masih di Amsterdam. Tetapi hati dan pikiranya sudah berada di rumah. Dia sudah tidak sabar ingin berbagi cinta dengan sang istri. Dan memenuhi ruang hampa karena rasa rindunya yang membludak. Jino akhirnya sampai ke resto dan hendak sarapan pagi. Disama nona Angel dan Sani sudah menunggu. Sedang Edward masih belum datang.
" Pagi pak Direktur." Sapa Angel dengan senyuman manisnya. Jino mengangguk dan duduk di hadapan kedua sekretarisnya.
" Direktur, mau sarapan apa?" tanya Nona Sani dengan senyum yang manis.
"Nasi goreng saja!" Jino memilih sarapan nasi goreng. Karena dia begitu rindu dengan nasi goreng buatan sang istri di rumah.
"Baiklah pak!". Nona Sani lalu memesan menu sarapan pagi untuk mereka dan akhirnya Edward pun datang. Mereka duduk berempat sedang para pengawal lainya duduk berpencar seolah mereka bukan satu tim. Walau sudah beres semua masalah. Tetap saja selalu waspada akan kejadian yang tidak disangka-sangka.
"Selamat pagi semuanya, maaf saya bangun terlambat!" Edwar duduk di samping Jino dan Jino mengangguk.
__ADS_1
"Edward, bagaimana kalungnya, apa sudah kamu belikan?" tanya Jino sambil menatap Edward penuh harap. Edward tersenyum dan mengangguk.
"Sudah pak, saya sudah belikan dari jauh-jauh hari, ini saya bawa kalunganya saat ini juga!" Edward lalu membuka tas-nya dan memberikan sebuah kotak perhiasan kepada Jino. Jino lalu mengambil kotak perhiasan itu dan membukanya. Jino tersenyum simpul melihat kalung yang dia pesan sudah ada di hadapannya. Kalungnya begitu indah dan akan sangat cocok ketika di kenakan oleh istrinya yang cantik.
"Wah, ya ampun cantiknya." Nona Sani terpikat dengan keindahan kalung berlian bermata hijau itu.
"Nyonya pasti akan sangat senang menerima kalung seindah itu!" Angel membulatkan matanya. Begitu takjup dengan berlian yang begitu menyilaukan itu. Berlian yang harganya begitu mahal dan mungkin tidak bisa di beli oleh orang biasa. Jino sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan sang istri dan memberikan sebuah kejutan untuknya.
"Mommy Baby Vano akan suka ini." ucap Jino pelan sambil menatap kalung itu dengan sedikit senyuman.
"Jelas nyonya akan suka bos, karena kalung ini hanya satu-satu di dunia!" tangkas Edward.
"Nyonya sangat beruntung, memiliki suami yang begitu perhatian dan penyayang seperti Direktur." ucap nona Sani dengan senyuman manisnya. Setiap wanita pasti akan sangat bahagia jika. Memiliki suami sempurna seperti Jino. Sudah tampan, baik hati dan begitu penyayang. Jino adalah sosok suami idaman dan di mimpikam oleh kaum hawa.
"Bukan dia yang beruntung mendapatkan aku, tetapi aku yang beruntung mendapatkan dirinya. Dia adalah bidadari yang menjelma menjadi seorang manusia dan hidup bersama denganku Sekarang." Jino berkata dengan senyuman manis menatap kalung berlian sambil membayangkan sosok istrinya yang lugu dan manis.
Dia selalu ingat betapa istrinya itu selalu bisa membuat dia tergoda dalam hal apapun. Istrinya begitu cantik sehingga di mata Jino tidak ada wanita lain yang secantik kisya.mata Jino sudah buta akan kecantikan gadis di alam semesta. Karena dia hanya bisa menatap satu wanita yang bernama Nakisya saja. Dia masih mengingat perjuangan panjang untuk mendapatkan wanita itu. Dia harus berusaha membujuk, merayu bahkan sempat menyimpan rasa cintanya kepada Kisya saat itu.
__ADS_1
Di luar dari perlakuan buruknya di masa lalu, Jino begitu terpikat, jatuh hati dan tergila-gila dengan sosok wanita yang selalu mengenakan rok pendek dan selalu menggoda birahinya. Wajah wanita kesayanganya selalu terbayang setiap malam. Dan menemani malam sepi-nya di Amsterdam setiap waktu.
"Ya-Tuhan, anda romantis sekali Direktur." Nona sani terkejut betapa Jino begitu mencinta sang istri.
"Dia adalah nyawaku, aku tidak bisa hidup tanpa dirinya!" ucap Jino sambil tersenyum ke arah nona Sani. Dan melihat Angel yang tersenyum dengan lebar. Angel adalah sekretaris Jino dan mereka sudah lama bersama. Karena itu Angel tahu dengan jelas hubungan bos-nya itu seperti apa. Sedangkan nona Sani adalah sekretaris Papa Geovandra. Dan tidak banyak tahu tentang hubungan bos-nya itu.
"Bos, apa sudah punya keputusan siapa yang akan anda tunjuk untuk untuk menggantikan Jacob?" tanya Edward.
"Sudah, aku percaya padanya." Dan semuanya mengangguk mendengar ucapan dari Jino. Mereka lalu melanjutkan sarapan mereka dan lanjut berangkat ke kantor. Disana anggota dewan sudah menunggu kehadiran Jino. Mereka penasaran siapa yang akan Jino tunjuk untuk menggantikan Jacob.
Jino berencana mencabut semua akar busuk yang ada di perusahaannya. Jino sudah mengetahui siapa-siapa saja yang ikut bersama dengan Jacob.
"Today I will not say much, I have included Jacob because of corruption and nepotism, he and his colleagues have rotted in prison. I will only say, that I will fire some of the directors concerned, then replace Jacob's position with someone I already trust, and that person is Edward. "
(hari ini saya tidak akan banyak bicara, saya sudah memasukan Jacob karena korupsi dan nepotisme, dia beserta rekannya sudah membusuk di penjara. saya hanya akan mengatakan, bahwa saya akan memecat beberapa direktur yang bersangkutan, lalu mengganti posisi Jacob dengan orang yang sudah saya percayai, dan orang itu adalah Edward.") ucap Jino dengan tegas.
Seluruh ruangan begitu riuh karena pengumuman dari bos besar mereka. Edward sendiri begitu terkejut, karena dia di tunjuk sebagai direktur untuk mengisi posisi Jacob. Saat itu Edward tidak bisa berkata-kata. Dia hanya merasa begitu senang dan tidak percaya karena dia naik jabatan.
__ADS_1
🌺🌺🌺
Bersambung