
"Bagaimana ini, jantungku tidak bisa terkendali, terus berdebar seperti ini." Jino berkata dalam hatinya sambil memperhatikan wajah Kisya yang sedang menatap lembut buah hatinya. Rasa cintanya malah bertambah besar . Padahal dia tau bahwa semua perasaanya tidak boleh lagi dia ungkapkan. Namun hatinya tidak bisa berkata bohong. Bahwa dirinya begitu memuja wanita yang kini ada dihadapannya .
Jino terus menatap wajah Kisya yang cantik. Lalu sesaat berpaling menatap wajah buah hatinya yang sedang terlelap dengan tenang. Papa Geovandra selalu memperhatikan gerak gerik Jino dan Kisya. Terlihat Kisya mencuri pandang menatap Jino. Saat Kisya sedang mencuri pandang, saat itu Jino sedang dengan inten menatap wajah cantik kisya.
Sesaat wajah Kisya bersemu merah. tatkala ketauan sedang mencuri pandang ke arah Jino. Bagaimana tidak ketauan. Karena Jino tak lekat selalu memperhatikan Kisya dan buah hatinya. Kini baby Vano sudah terlelap, Kisya mencoba menidurkan baby Vano di atas strolernya. Mereka mulai makan malam.
"Bagaimana kalo kita mengundang 2000 tamu undangan?" Mama murni berkata sambil meneguk minumannya.
"Wah apa itu tidak terlalu banyak jeng, saya sepertinya tidak sanggup untuk menanggung biaya sebesar itu." Bunda Nisya mengelak dengan kening yang mengerut.
"Tidak apa-apa, soal biaya tidak usah di khawatirkan, nanti kami yang akan menanggung semua biayanya." Mama murni tersenyum dengan bahagia.
Dan bunda Nisya pun mengangguk. Senyuman bunda Nisya terlihat begitu bahagia. bagaimana tidak bahagia, ini adalah resepsi putri kesayangannya.
"Untuk penata rias apa jeng Murni sudah ada rekomendasi?"
"Untuk itu mari kita cari pilih make up artis saja, ana Ling, gimana?"
"Ana Ling , iya dia sedang naik daun, benar-benar terkenal bagus." Bunda Nisya tersenyum senang. Mereka para wanita masih asik membahas tentang rencana pernikahan di mulai dari tata rias catering dan lain sebagainya. Mereka sama sekali tidak melihat Kisya yang memucat seperti sedang kebingungan.
__ADS_1
Iya betul, wajah Kisya terlihat pucat. Kisya menelan makanannya dengan sangat sulit. Sedari tadi jino memperhatikan dengan inten. Lalu Kisya pamit untuk pergi ke kamar mandi. Kisya berjalan perlahan. Pikiranya melayang jauh hingga ke awan. Dia kini berdiri di depan kaca wastafel dan memandang dirinya sendiri. Badanya berat dan sangat sesak. Entah apa yang harus dia perbuat.
Sebuah perasaan rindu begitu besar hinggap dalam lubuk hatinya. Tetapi dia tak kuasa untuk mengusir semua perasaan itu. Rasa yang datang menumpuk didadanya. Membuat dia sangat sesak . Kisya membasuh mukanya karena dia merasa sangat pusing. Pusing dengan perasaanya yang sebisa mungkin dia bendung. Tangan kanannya menyentuh dada dan terasa begitu sesak.
Rasa cintanya terhadap Jino harus segera dia hilangkan. Karena itu sangat menggangu kesehatan hati dan jantungnya.
"Tuhan tolonglah aku." Kisya menghela nafas sangat berat. Dia ingin sekali menghilangkan perasaanya terhadap Jino. Tetapi untuk saat ini dia belum bisa. Kisya berjalan menuju ke luar kamar mandi. Tubuhnya terasa lemah dan tak bertenaga. Yang dia pikirkan hanya cara menghilangkan rasa cintanya yang begitu besar terhadap Jino. Tetapi bahkan itu tidak bisa dia lakukan.
Seseorang lalu menarik tanganya. Kisya tersentak dan ternyata itu adalah sang kakak ipar. Bukan lain adalah Jino, pria yang saat ini sangat dia cintai dan dia rindukan.
"Kak." Kisya terkejut, matanya membulat dan mulutnya menganga. Jino tanpa basa basi langsung memeluk Kisya dengan sangat erat.
"Ada apa?"
"Jangan sentuh aku, kak, jangan sentuh aku kakak ipar." Kisya mulai menitikkan air matanya ketika dia harus menyebut Jino dengan sebutan kakak ipar. Jino menelan Saliva dengan sangat berat. Hatinya seolah tertusuk dan begitu sakit. Jino mematung dan tak bergerak. Seorang tak percaya apa yang dia dengar. Hatinya sakit dan dia hanya bisa amerasakan kesakitan itu.
Terlihat bulir air mata membasahi pipi halusnya. Dia merasa sangat perih ketika harus menolak Jino seperti itu. Apalagi dengan sebutan kakak ipar. Sebuah sebutan yang sangat membuat bibirnya kelu. Kisya berjalan perlahan meninggalkan jino dengan hati yang terkoyak. Dia merasa sangat menderita dengan perasaanya.
Jino berjalan mengikuti Kisya dan kembali memeluk Kisya dari belakang. "Jangan lakukan ini padaku, jangan kamu siksa aku seperti ini, menikahlah denganku, jadilah ibu dari anaku!" Jino memeluk Kisya dengan sangat erat dan itu sontak membuat hati Kisya semakin sakit.
__ADS_1
"Lepaskan kak, aku mohon, sebelum ada orang lain yang melihat!" Kisya mulai menangis dengan diam. Air matanya tak bisa dia bendung lagi. Hatinya sedang berperang dengan ego dan sebuah kenyataan. Kenyataan dimana dirinya adalah istri dari seseorang.
"Jangan tinggalkan aku dengan rasa cinta ini!" Jino mengecup pundak kisya dengan kecupan yang begitu lembut. Sehingga Kisya merasakan. Sebuah aura kenyamanan yang tak terkira. Membuat seluruh tubuhnya bergetar seolah menerima sengatan listrik. Kisya sedang bertarung untuk melepaskan egonya dan menerima sebuah kenyataan pahit.
"Jangan begini kak, ini tidak benar!"
"Aku tidak perduli, aku mencintaimu sayang, jangan tinggalkan aku dan anak kita!" Jino mengeratkan pelukannya.
"Tolong lepaskan aku kak aku mohon, jika kakak ipar tidak mau melepaskan aku maka aku akan berteriak." Ucap Kisya dengan penuh penekanan. Ucapanya dan isi hatinya sungguh bertolak belakang. Kisya sebetulnya sangat nyaman dengan pelukan Jino. Tetapi dia tak bisa melanjutkan hubungan terlarangnya.
Jino tersentak mendengar ucapan Kisya. Dengan seketika Jino melepaskan pelukanya. Tubuh Jino bergetar. Dia tak percaya Kisya mengucapkan kalimat yang begitu dalam merobek hatinya.
"Jangan lakukan ini lagi, mulai sekarang tolong perlakukan aku seperti kakak ipar memperlakukan seorang adik ipar, tolong jangan langgar ucapanku, jika tidak maka aku akan membencimu kak." Kisya berkata dengan mulut yang bergetar menahan tangis. Hatinya sangat sakit harus berkata seperti itu terhadap Jino. Tetapi dia adalah istri dari seseorang. Jino menatap Kisya Dengan mata yang merah. Tersimpan sebuah luka pada tatapannya.
Bersambung ❤️
Gimana love like star nya engga lupa kan.. 😍
Awas lupa loh!"
__ADS_1