
"Dia anak kita Kis"
Ucap Jino dengan suara seraknya namun sangat pelan.
Cekiittt brug
Mobil yang mereka tumpangi berhenti mendadak dan hampir saja baby Vano terhimpit.
"Oii
Anata wa muchūdesu ka"
(apa kamu gila)
Jino berteriak dengan wajah marah.
"Sā, hayame ni wataru hito ga imashita"
(maap tuan tadi ada orang menyebrang).
Dalih supir itu.
"Kak
Ucap Kisya pelan.
"Iya
"Sudahlah!..
Ucap Kisya pelan .
Beberapa saat kemudian merekapun sampai di sebuah rumah sakit di pulau Hokkaido. Yaitu Asahikawa Medical University Hospital. Jino dan Kisya turun dari mobil dan segera berlari menuju IGD.
"Isha, isha, hayaku watashi no akachan o tasuketekudasai"
(dokter, dokter, kumohon cepat tolong bayiku)
Teriak Jino dengan kecemasanya.
Lalu beberapa perawat berlari menghampiri Jino lalu segera menggendong baby Vano. Membawa baby Vano ke IGD dan langsung memeriksa keadaan baby Vano .
'Anata no akachan wa tei taion o motte imasu"
(bayi anda mengalami hipotermia)
Ucap dokter selesai memeriksa baby Vano.
"Apa yang dokter bilang kak?
Ucap Kisya khawatir dan tidak mengerti ucapan sang dokter.
"Bayi ku mengalami hipotermia"
Ucap Jino dengan air mata yang menetes.
"Apa itu kak?
Tanya Kisya dengan wajah penasaran.
__ADS_1
"Tei taion to wa nandesuka"
Apa itu hipotermia?
Ucap Jino cemas.
"Tei taion wa, taion ga 35 ℃ ika ni gekiteki ni sagaru toki no jōtaidesu. Taion ga seijō (37 ℃) o haruka ni shitamawaru to, shinkei-kei ya hoka no zōki no kinō ga bōgai o ukemasu. Sugu ni chiryō shinai to, tei taion wa shinfuzen, kokyūkikei no shōgai, soshite shi sae mo hikiokosu kanōsei ga arimasu."
(Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35oC. Ketika suhu tubuh berada jauh di bawah normal (37oC), fungsi sistem saraf dan organ tubuh lainnya akan mengalami gangguan. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan gagal jantung, gangguan sistem pernapasan, dan bahkan kematian.)
Ucap dokter menjelaskan dengan sangat lugas.
"Kis Dede kedinginan dan itu bahaya karena bisa menyebabkan gagal jantung, gangguan pernafasan dan bahkan kematian"
Ucap Jino dengan air mata yang terus menetes.
"Dari kedinginan bisa seperti itu?..
Ucap Kisya merasa sangat cemas.
Dan Jino mengangguk sambil menyeka air matanya.
Hipotermia jenis ini terjadi bila panas tubuh menghilang secara perlahan.
Semua orang dapat mengalami hipotermia. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hipotermia, di antaranya adalah:
Lansia, bayi, dan anak-anak tanpa pemanas, pakaian, atau makanan yang memadai.
O
Orang-orang yang berada di luar ruangan dalam jangka waktu yang lama.
Terlihat baby Vano sudah mendapat perawatan dengan segera. Dokter memeriksa baby Vano dengan sangat cekatan. Jino dan Kisya hanya bisa melihat dengan ketakutan yang mereka rasakan .
Dokter memberikan infus berisi cairan salin yang sudah dihangatkan. Mengeluarkan dan menghangatkan darah pasien, lalu kembali mengalirkannya ke dalam tubuh pasien. Tindakan ini dilakukan dengan menggunakan mesin hemodialisis. Memberikan oksigen yang sudah dilempabkan dan dihangatkan untuk menghangatkan saluran pernapasan menggunakan masker dan hangatkan.
Jino dan Kisya hanya bisa terduduk menunggu baby Vano dalam tindakan dokter. Jino memejamkan matanya menyandarkan kepalanya ke tembok dan menghela nafas berat.
Kisya bersandar di samping kiri pundak Jino dan Menggenggam erat tangan Jino. Waktu sudah menunjukkan pukul 00:15 waktu Jepang.
"Kak apa yang kakak ucapkan tadi di mobil?..
Ucap Kisya pelan .
"Apa?..
"Soal baby Vano, kenapa kakak mengatakan bahwa baby Vano adalah anak kita?..
"Aku tidak bilang begitu Kis!
Ucap Jino sambil membuka matanya dan menoleh ke samping kiri nya. Menatap Kisya yang sedang nyaman bersandar di pundaknya .
__ADS_1
"Aku mendengar tetapi tidak jelas kak!
"Benarkah ?..
Ucap Jino sambil mengelus rambut Kisya lembut.
"Aku hanya meminta , malam ini tolong jadilah ibu dari anaku, jagalah anak kita, malam ini tolong anggap Vano adalah anak kita, hanya itu permintaan ku !..
Ucap Jino dengan suara seraknya.
Kisya terbangun dari sandaranya. Dan menatap Jino. Betapa sedihnya mata Jino dengan air mata yang menetes tanpa dia sadari.
Mata kisya sudah berkaca-kaca. Lalu kisya memeluk Jino dari samping seraya berkata.
"Malam ini aku akan menjadi ibu dari anakmu kak, dan perlakukan lah aku sesuka hatimu, kita akan menjaga anak kita bersama-sama!..
Jino terkejut dengan ucapan Kisya. Air matanya tak bisa dia bendung lagi. Jino menangis dengan diam. Air matanya tak berhenti menetes. Jino lalu membalas pelukan. Kisya dengan penuh haru. Dia merasa tenang mendengar ucapan Kisya.
"Seenggaknya Vano punya ibu malam ini , walau hanya satu malam, mari kita jaga anak kita!..
Ucap Jino meneteskan air matanya. Dan Kisya pun ikut menangis dengan pilu. Jino Menggenggam erat tangan Kisya merasa begitu tenang karena ucapan Kisya.
"Tidak apa apa de, walau hanya satu malam akhirnya kamu punya mommy sayang!
Ucap Jino dalam hatinya. Jino merasa sangat kasihan terhadap putra kecilnya. Sedari lahir bahkan dia tidak merasakan kasih sayang dari Kisya. Jino sangat berharap malam ini Kisya bisa menjadi ibu yang baik untuk anaknya.
Dokter lalu memanggil Jino dan Kisya. Mengatakan bahwa baby Vano sudah keluar dari masa kritisnya. Kini baby Jino sudah hangat dan berada di ruangan khusus bayi. Dokter memperbolehkan Jino dan Kisya masuk ke ruangan bayi untuk memberi support untuk anak mereka.
Jino sangat berterima kasih terhadap dokter yang dengan cekatan memberi pertolongan kepada buah hatinya. Jino dan Kisya masuk ke dalam ruang perawatan perinatologi. Terlihat baby Vano telah tertidur lelap di atas kasur hangat khusus bayi hipotermia.
Beberapa selang infus menusuk ke nadi kecil bayinya. Dan selang oksigen pun masih terpasang. Baby Vano kini sudah bernafas dengan lega dan tertidur dengan pulas. Warna kulitnya kembali memerah dan wajahnya sangat tampan walau dengan selang oksigen yang terpasang.
"Sayang ini Daddy bawa mommy kamu, malam ini dia adalah mommy kamu sayang!..
Ucap Jino pelan sambil mengelus kening sang buah hati.
Kisya tersenyum dengan bahagia. Dia senang menjadi mommy nya baby Vano walaupun hanya satu malam. Kisya menatap baby Vano penuh kasih sayang. Dan mengelus tangan kecil sang bayi .
Mereka berdua menjaga baby Vano semalaman. Rasa takut yang Jino rasakan tadi kini sudah menghilang. Mendengar bahwa baby Vano baik baik saja itu membuat hatinya merasa sangat bahagia.
"Kamu adalah jantungku, kamu adalah darahku ,kamu nafasku kamu hidupku dan kamu bayiku, tangisanmu adalah tangisku , sakitmu adalah sakitku, dan lukamu adalah lukaku, jika darahmu habis maka aku tidak segan untuk mengeluarkan darahku untukmu, jika nafasnya habis maka aku akan memberikan nafasku untukmu . Tidak boleh sakit , tidak boleh mati tanpa ijinku! Kamu harus sehat dan tumbuh besar berlari dan berteriak memanggilku Daddy, kamu anak Daddy yang kuat, Daddy akan selalu menjadi pelindungmu nak!...
Ucap Jino dengan air mata yang menetes. Membelai lembut buah hatinya yang kini telah terlelap.
Kisya menatap Jino dengan mata basahnya. Kisya melihat sorot mata Jino yang membiru. Menatap buah hatinya dengan penuh kasih sayang .
Kisya melihat betapa besar kasih sayang Jino terhadap baby Vano .
Dia tertegun dan metanap Jino tanpa berkedip. Sedang Jino masih terpokus menatap wajah buah hatinya.
Bersambung
__ADS_1