Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Kembali ke Rumah


__ADS_3

Setelah melalui proses kuretase dan 2 hari perawatan. Akhirnya Kisya pun di perbolehkan untuk pulang ke rumah oleh Dokter kandungan itu. tubuh wanita itu masih begitu lemah. Tetapi kehadiran Baby Vano di sampingnya menambah semangat dalam hidupnya. Cobaan besar yang telah datang menghampirinya, kini sedikit demi sedikit akan segera dia lupakan.


Dia akan tetap fokus kepada Baby Vano mulai saat ini. Karena Baby Vano begitu berharga untuknya. Wanita itu tidak sanggup untuk kehilangan lagi buah hatinya. Karena itu dia tidak akan menyia-nyiakan bayi yang begitu tampan yang kini sedang berada dalam pelukannya.


Rasa sedih kehilangan sang jabang bayi kini berubah menjadi senyum, ketika Baby Vano berada dalam peluknya. Baby Vano adalah penyembuh dari segala duka laranya. Karena itu Kisya memutuskan untuk tetap bersama dengan Putra kesayangannya.


Akhirnya kisya pulang. Bunda sedang sangat sibuk dengan Rasya yang kini semakin lemah. Jadi Kisya di bawa pulang oleh Mama dan Papanya Jino. Ke Mansion keluarga Davis. Dan jino juga sekarang tinggal lagi di rumah keluarganya.


Kisya turun dari mobil. Jino ingin menggandeng tangan Kisya. Namun Kisya tidak mau dan menghindar dari Jino.


Jino hanya bisa menghela nafas dalam.


Wanita itu sudah masuk ke kamar mereka. Kamar Jino dan Kisya. Sedikit rasa canggung menyelimuti mereka. Tiba-tiba Baby Vano berlari masuk ke dalam kamar mereka.


"Mommy, Mommy," jerit Baby Vano sambil meminta di gendong oleh Kisya.


"Ya ampun Baby Vano. Sini sayang! Mommy peluk!" ucap Kisya dengan senyumannya sambil menggendong buah hatinya tersayang.


Kisya terlihat begitu bahagia memeluk Baby Vano. Jino sampai terkesima, hati Jino terasa sangat tenang melihat senyum di bibir Kisya.


Kisya pun kini sudah tidak takut lagi terhadap Jino. Namun Kisya masih menjaga jaraknya kali ini. Baby Vano melekat nempel pada Kisya dan mereka sampai tertidur berpelukan.


Malam kini sudah sangat larut. Jino tidur di samping sang istri tercinta. Ingin sekali Jino memeluk sang istri. Kerinduannya sudah tak tertahan lagi. Dengan perlahan Jino memeluk Kisya dengan lembut. Kisya tertidur lelap tanpa dia sadari Jino kini telah memeluknya dengan lembut.


Hati Jino merasa tenang ketika dia memeluk sang istri seperti ini. Kegalauannya terasa hilang sesaat. Malam ini ketenangan menghampiri batin Jino pria itu begitu lelap tertidur dengan pelukan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Pagi itu Kisya terbangun.Terlihat Baby Vano masih terlelap di sampingnya. Saat Kisya mau beranjak bangun. Rasanya teramat berat karena ternyata tangan Jino memeluk perut Kisya dengan lekat.


Kisya menatap Jino dengan wajah Jino yang sedang tertidur lelap, dengan rambut yang acak-acakan. Jino masih saja terlihat tampan walau sedang tertidur.


"Aku sudah tidak takut lagi denganya," ucap Kisya dalam hatinya. Kisya masih memperhatikan lekuk wajah suaminya.


Tapi Kisya masih belum bisa mengembalikan perasaan cintanya untuk Jino.


"Apa iya kemarin aku mencintainya...?" tanya Kisya dalam hatinya.


"Yang ada aku masih membencinya," ucap Kisya sambil menggeser tangan Jino dari perutnya dan beranjak pergi. Kisya siap-siap untuk berangkat ke campus. Kisya sudah siap mandi dan berdandan casual. Sangat cantik.


Usianya kini 21 tahun. Kalau di ibaratkan bunga, Kisya adalah bunga yang sedang mekar mewangi.


Kisya kini sudah turun dan duduk d meja makan. Di sana sudah ada Mama Murni dan Papa Geovandra.


"Masih tidur, Ma," jawab Kisya pelan.


"Kamu mau berangkat kuliah nak?" tanya Papa sambil meneguk minumannya.


"Tidak Pa! Kisya mau ke kantor Polisi. Kisya mau lihat pembunuh bayi Kisya," ucap Kisya datar.


"Sebaiknya kamu tunggu sampai Jino bangun!" kata sang Papa.


"Tidak perlu Pa, maap kisya belum terbiasa bersama dengan kak Jino,"

__ADS_1


Tiba-tiba Jino datang sudah lengkap dengan pakaian kerjanya. Bau maskulinnya tercium sangat khas.


"Jino, kisya mau nemuin si Rosaline. Kamu anterin saja!" ucap Papa.


"A-a-apa? Untuk apa kesana dek?" tanya Jino terkejut. Sedang Kisya hanya diam saja sambil mengunyah makannya.


"Yasudah kakak antar!" ucap Jino.


"Tidak makasi banyak kak. Aku bisa sendiri.  Inget ya kak! Aku tinggal di sini karena Baby Vano. Aku masih benci sama kamu kak," ucap Kisya sambil pergi meninggalkan Jino. Papa dan Mama.


Jino menelan ludah sangat susah. Wajah kecewa terlihat jelas di muka tampannya. Kisya sudah berjalan jauh dari meja makan menuju ke luar rumah.


"Perlu waktu agar dia bisa memaapkan kamu. Kamu jangan menyerah...!!!" ucap Papa Geovandra sambil meneguk teh manisnya.


Dan Jino hanya terdiam dalam kekecewaanya. Lalu Jino bergegas mengejar mobilnya Kisya. Jino membuntuti mobil Kisya tanpa Kisya sadari. Jino beneran gak tau harus bagaimana untuk melindungi Kisya. Dia hanya bisa mengikuti mobil Kisya dari belakang.


Benar saja kini Kisya sudah memarkirkan Mobilnya di kantor Polisi, tempat dimana rosaline dipenjarakan. Kisya pun dengan segera turun dari mobil yang dia kendarai dan berjalan menuju ke dalam kantor Polisi. Dan kini Jino hanya bisa melihat dari dalam mobilnya. Jino tidak bisa keluar dari mobil dan mengikuti Kisya ke dalam kantor polisi. Karena itu pasti akan ketahuan oleh sang istri. Jino hanya memantau dan melihat ketika akhirnya Kisya sudah masuk ke dalam kantor Polisi itu.


Bersambung.


Haloo kakak sahabat Jino dan Kisya. jangan lupa vote dan like ya setelah membaca. Detik-detik menegangkan untuk Jino untuk mengambil hati Kisya kembali.


Eh iya kakak jangan lupa mampir ke Novel saya satu lagi.


Ketika Nathan bertemu Lee.

__ADS_1



__ADS_2