Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Hati yang berkorban


__ADS_3

Semua sedang asik mendengarkan live music. Sesaat mata yang basah terus memperhatikan Jino dan Kisya. Dia adalah lintang. Lintang bergetar melihat Jino dan Kisya . Boy menggangam erat jemari lintang. Lintang menatap sang suami. Air matanya hampir menetes . Hatinya yang sakit dan perih membuat nafasnya begitu sesak dan sangat berat.



"Kak aku nyanyi boleh gak!..


Ucap Lintang .



"Boleh ko sayang yuk aku temani"


Ucap boy dengan senyuman penuh cinta.



Akhirnya linyang dan boy sudah ada di panggung untuk menyanyikan sebuah lagu.



"Untuk tamu undangan sekalian , pengantin baru kita akan menyanyikan sebuah lagu ,mari kita saksikan !..


Ucap MC .



Lintang pun mulai bernyanyi .


Dengan musik yang mengiringi.



Ku tak bahagia melihat kau bahagia dengannya


Aku terluka tak bisa dapatkan kau sepenuhnya.


Aku terluka melihat kau bermesraan denganya


Ku tak bahagia melihat kau bahagia.



Harusnya aku yang disana dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Harusnya kau tau bahwa cinta ku lebih darinya


Harusnya yang kau pilih bukan dia.



Lintang tak kuasa dan langsung memeluk sang suami dengan erat. Lintang menangis dengan diam air matanya tak berhenti menetes. Boy lalu memeluk Lintang dan melanjutkan nyanyian lintang.



Nyanyian boy



Ku tak bahagia melihat kau bahagia dengannya


Ku tak bahagia melihat kau bahagia



Harusnya aku yang disana , dampingi ku dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Harusnya kau tau bahwa cintaku lebih darinya


Harusnya yang kau pilih bukan dia.



Boy menyanyikan lagu itu dengan air  mata yang menetes. Lintang masih memeluk boy dan menyembunyikan wajah yang penuh air mata di dada bidan sang suami.



Tamu undangan bertepuk tangan dan bersorak. Mereka tidak tau betapa sakitnya menjadi Lintang dan Boy. Boy yang mencinta Lintang sepenuh hati sedang lintang begitu mencintai Jino . Hatinya belum bisa menerima cinta lain untuk saat ini. Rasa sakit yang menyerangnya benar benar membuatnya sangat perih dan tak berdaya.

__ADS_1



Penonton malah bersorak karena Lintang terus memeluk Boy. Mereka tidak tau betapa menderitanya hati yang berkorban. Betapa sakitnya hati yang mencoba ikhlas . Sakit dan perih yang Lintang rasakan begitu dalam membuatnya sangat tak berdaya ketika melihat kedekatan Jino dan Kisya.



Air mata terus menetes dan hatinya seolah remuk. Seluruh tubuhnya terasa sangat lemah dan tak berdaya. Boy lalu menggendong Lintang turun dari panggung. Sekali lagi para tamu undangan menyoraki dengan penuh bahagia.



"Sudah hapus air matamu sayang, jadilah tegar dan berusahalah untuk bersikap baik baik saja!


Ucap Boy dengan mata sendunya. Tangan lembut Boy menghapus air mata yang membasahi pipi istri kesayanganya. Lintang menarik nafas  pelan. Dan mencoba untuk tersenyum. Senyum palsu yang dia torehkan semata mata untuk menutupi semua rasa sakit dalam hatinya.



"Istriku hebat, istriku yang terbaik"


Boy mengecup kening sang istri dengan lembut dan penuh cinta.


Lintang memejamkan mata dan merasakan kecupan pada keningnya. Begitu tulus Boy kepadanya . Sayangnya rasa cintanya belum bisa dia berikan untuk pria selain Jino.



"Sakit boy "


Ucap Lintang sangat perlahan .



"Aku tau sayang.. aku akan mengobati rasa sakitku dengan perlahan , menyembuhkan mu dari luka hatimu, tolong percayalah kepadaku!..


Ucap Boy dengan tatapan tulusnya.



"Kenapa rasanya seperti ini ?..


Rasanya aku tidak sanggup lagi melihat mereka !


Lirih Lintang dengan peluh.



Ucap Boy  dengan senyuman yang menyejukkan.



"Boy aku ingin segera mencintaimu!



"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku secepatnya!..



"Aku menunggu hari itu Boy"



"Yakinlah padaku!



"Iya Boy aku selalu yakin padamu!..


Ucap Lintang dengan sangat pelan. Hatinya yang telah remuk dan hancur. Semata mata demi kebahagiaan Jino dan Kisya. Demi Vano yang begitu kecil yang tidak bisa selalu dipeluk ibu kandungnya. Demi sebuah arti persahabatan. Demi rasa sayang nya yang tak terkalahkan. Lintang rela untuk menderita sendirian asalkan Jino dan Kisya bahagia.



Betapa besar pengorbanan Lintang untuk mereka. Sayangnya mereka tidak tau sehancur apa Lintang berkorban.



********


Setelah Jino duduk bersama dengan Kisya. Jeff terus mengawasi. Jeff melihat Kisya tersenyum kembali ketika ada Vano di hadapannya. Jeff begitu bahagia melihat senyum Kisya walau hanya dari kejauhan. Rasa cinta nya pada Kisya bukanlah cinta biasa.



Senyum Kisya begitu mekar dan itu membuat Jeff begitu damai. Jeff tau kasih ibu sebening embun. Dan sangat menyejukkan. Kasih sayang Kisya terhadap Vano tidak akan terhapus kan walaupun hilang ingatan.

__ADS_1



Sebenarnya Jeff ingin sekali menghampiri namun dia sudah berjanji akan menjauh dan hanya menatap dari kejauhan. Jeff tau Kisya begitu sedih karena teringat dengan ayahnya. Karena itulah Jeff berusaha untuk menghibur Kisya dengan mendekatkan Vano dengan Kisya.



"Hai Jeff


Seseorang menyapanya. Ia tersadar dan langsung menjawab sapaan temanya. jeff mulai berbincang beberapa saat. Banyak yang dia bahas saat itu. Sampai saat Jeff menoleh pada arah Kisya. Ternyata Kisya sudah tidak ada.



Mata Jeff menelusuri satu persatu tamu undangan. Namun Jeff tidak bisa pergi mencari kisya karena tidak enak terhadap temanya.



"Kisya kamu kemana?..


Ucap Jeff dalam hatinya.


Rasa cemas dan gelisah datang karena tidak bisa menemukan kisya.



"Mohon maap ya, saya permisi dulu sebentar!..


Ucap Jeff dengan senyumanya.


Jeff bergegas untuk mencari keberadaan kisya. Dia melangkah ke arah pantai yang sudah mulai menggelap. Namun Masi tidak ada juga. Jeff lalu masuk ke dalam hotel dan mengetuk pintu kamarnya kisya  namun tidak ada respon. Jeff mengetuk pintu kamar Jino . Dan lagi lagi tidak ada respon.



Gurat cemas terpancar di wajah tampan Jeff .



"Kamu dimana sayang?..


Ucap Jeff dengan kecemasanya.


Jeff lalu mencoba menelepon. Kisya namun tidak di angkat. Jeff lalu menelepom Jino dan lagi lagi tidak diangkat. Kecemasan Jeff bertambah karena Kisya hilang bersama Jino.  Jeff takut sekali Jino melakukan hal itu lagi terhadap nb Kisya.



"Dasar brengsek bang.. kamu bawa kisya kemana?..



Ucap Jeff dalam hatinya  Jeff merasa sangat ketakutan karena Kisya tidak ada. Jeff cemas takut terjadi sesuatu terhadap Kisya.



"Yatuhan aku harus apa?..


Ucap Jeff mengacak rambutnya .



"Liat aja kamu bang, jika sesuatu terjadi kepada Kisya ku maka aku akan membunuhmu!..


Ucap Jeff sambil mengepalkan kedua tangannya. Menahan semua kekesalan.



Jeff terlihat begitu marah dan begitu emosi. Langkah nya sangat cepat dan matanya menelusuri setiap sudut tempat itu. Sungguh rasa khawatir dan kesal bertumpuk menjadi satu . Kecemasanya terhadap Kisya dan kekesalannya terhadap Jino menyatu membuatnya serasa mau meledak saja. Jeff terus mencari tanpa henti dimana keberadaan kisya kini  . Namun sampai malam tiba ternyata Kisya Masi belum bisa dia temukan.



"Ahh dasar ceroboh, bisa bisa nya aku membiarkan Kisya dekat dengan seekor serigala"


Jeff mengacak rambutnya dengan kesal.



Kecemasanya tidak bilang juga. Kakinya mulai lelah mencari keberadaan kisya. Namun tiada hasil . Semuanya nihil. Jeff terus mencari keberadaan kisya . Dia bahkan lupa kalo dirinya sama sekali belum makan sedari tadi.



Bersambung


__ADS_1



__ADS_2