Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Selamat Tidur


__ADS_3

"Cantik sekali." Jino menatap Kisya dengan penuh kasih sayang. Wajah Kisya memerah dan diapun menundukkan wajahnya.


"Masih mual kah?" Tanya Jino dengan cemas. Kisya menggeleng, "tidak kak."


"Perlukah kita ke rumah sakit?" Tanya Jino.


"Tidak kak, tidak perlu!"


"Atau kita panggil Dokter untuk datang kemari?" Sekali lagi Jino bertanya.


"Aku tidak apa-apa kak!" Kisya menatap sang suami dengan tatapn yang penuh cahaya redup bahagaikan bintang.


Jino kembali tersenyum dengan manis lalu menggendong tubuh mungil sang istri keluar dari kamar mandi. Jino mendudukan kisya di sofa. Dan kini Jino hendak menyuapi kisya makan. Kisya tersenyum dengan manis. Jino begitu perhatian. Dia sepertinya menginginkan sesuatu sehingga begitu lembut. Kisya kembali makan. Kali ini dia memakan makanan dan jino menyuapi sang istri dengan lembut.


Setelah selesai makan. Kisya merasakan perutnya sangat penuh. Dia hendak meminum obat dari dokter. Jino lalu membantu Kisya mengambilkan obat tersebut. Kisya masih rutin meminum obat anti defresi itu. Setelah meminum obat rutin, buktinya kisya lebih baik dan sembuh dengan bertahap.


"Pindah yuk!" Pria tampan itu mengajak sang istri untuk pindah dari sofa ke kasur. Kisya mengangguk dengan rasa malu yang menyelimuti dirinya.  Tanpa berfikir panjang Jino lalu menggendong sang istri dan merebahkanya di aras tempat tidur. Jino merebahkan tubuh mungil sang istri dengan perlahan. Lalu Jino tidur di samping Kisya.


Tak henti Jino menatap sang istri dengan wajah kagumnya. Jini merasa sangat bahagia hari ini. Karena Kisya sudah menjadi miliknya sepenuhnya. Jino kini mulai mengekus lembut kening sang istri. Kisya hanya terdiam dengan debaran jantungnya yang tidak menentu. Kisya merasa malu sebenarnya. Wajahnya masih merona dengan warna merah yang menambah kecantikanya.

__ADS_1


Jino menarik tubuh Kisya sehingga semakin melekat dekat dengan tubuhnya dan kini tubuh mereka begitu dekat. Tatapan mata elang itu telah menelusuri wajah cantik wanita yang ada di hadapannya. Dia begitu memuja kecantikan sang istri. Untuk saat ini baginya kisya tampak seperti seorang bidadari yang begitu sempurna Kisya begitu malu. Tak sanggup dirinya membalas tatapan sang suami yang begitu kuat.


Jino memulai aktivitasnya. Dia mengecuk kening sang istri dengan sangat lembut. Kisya hanya bisa memejamkan matanya dengan debaran jantung yang tak karuan. Kisya merasa sangat gugup dibuatnya. Tangan Pria itu mulai menelup masuk ke dalam baju tidur sang istri dan membelai lembut punggung itu.


Debaran jantung semakin tak karuan. Mereka berdua sangat menikmati momen senam jantung itu.


"Matamu begitu indah, semoga mata indah ini tidak berpaling menatap pria manapun selain aku!" Pria itu berkata Dengan suara yang serak.


Kisya tersenyum malu diapun mengangguk pelan. Jino tak bisa terus seperti ini. Bibir kisya merekah seindah mawar. Seokah Kisya mengolesi bibirnya dengan madu yang manis. Jino sudah sangat ingin mencoba mengecup bibir itu. Sudah sangat lama dia tidak mengecup bibir ranum wanita yang ada di dalam pelukanya itu.


Waktu itu Jino mengecup Kisya dengan penuh kemesraan . Tetapi posisi mereka saat itu adalah pasangan kekasih, bisa di bilang pasangan selingkuh. Karena Jino berani mengecup bibir adik iparnya sendiri. Namun kini semua berbeda. Kini mereka adalah pasangan yang halal. Mereka sudah di persatuan oleh indahnya sebuah ikatan pernikahan. Sehingga kini pria itu tak ragu lagi untuk menyentuh wanita di hadapannya ini kapan pun.


Mereka saling bertatapan penuh cinta. Mereka saling merasakan betapa besarnya cinta yang ada dalam dada mereka. Walau begitu gadis itu masih terlihat malu karena tatapan sang suami yang begitu instens. Kembali Jino mengeratkan pelukannya. Dan di kecupnya bibir indah sang istri dengan penuh kelembutan.


Kisya saat itu hanya bisa memejamkan matanya. Tetapi diapun membalas kecupan sang suami dengan lembut. Mereka saling bertukar saliva. Debaran jantung nereka sangat tak karuan. Tangan Jino mulai bermain kesana dan kemari. Memberikan sebuah sentuhan lembut di daerah punggung sang istri.


Saat itu udara malam hari sudah semakin dingin. Suhu AC pun bahkan sudah mencapai enam belas derajat. Mereka masih menikmati kecupan masing-masing. Hanya sebuah kecupan tetapi berhasil membuat keduanya menjadi sangat berdebar. Jino memberikan jeda sebentar untuk bernafas. Mereka hampir kehabisan nafas. Lalu mengecup kembali sang istri dengan mesra.


Tidak ada nafsu sedikutpun dalam kecupan itu. Semua itu murni sebuah kecupan kasih sayang yang penuh dengan rasa cinta. Mereka adalah pasangan yang saling jatuh cinta yang dipersatukan oleh tuhan. Sebuah ikrar janji setia bahkan mereka ucapkan. Mereka kini sudah tak ada batasan apapun.

__ADS_1


"Malam ini aku akan memilikimu seutuhnya!" Ucap Jino dengan tatapan menggebu. Menatap mata sang istri yang begitu indah dan redup.


"Aku tau, kamu begitu nakal kak!" Kisya berkata pelan. Dia tersenyum malu dan mulai mengelus rambut sang suami.


"Itu karena kamu menggodaku, sayang?" Jino berkata sambil menorehkan senyum kepada Kisya.


"Aku tidak begitu!" Ungkap gadis itu menahan malu.


"Buktinya aku begitu tergoda."


"Itu hanya pikiran kakak saja, aku bahkan tidak berbuat apapun." Elak kisya. Jino tersenyum dan langsung memeluk sang istri dengan erat. Kini dirinya mulai mengecup leher jenjang sang istri. Dia mulai memberikan tanda bintang yang bersinar merah. Kelipan itu semakin memenuhi leher Kisya. Dan mulai turun ke daerah dada. Wanita itu hanya bisa menejamkan matanya. Kisya menguap dan tiba-tiba rasa kantuknya datang. Dia memejamkan matanya dan terlelap.


Jino yang sudah sangat menggebu. Dia terus membuat lampu warna warni di setiap sudut kota. Tetapi entah kenapa tidak ada respon sedikutpun dari sang istri. Jino menghentikan aktivitasnya. Dan melihat ke arah sang istri tercinta. Alangkah terkejutnya Jino ketika melihat Kisya sudah tertidur dengan lelap.


"Ya ampun dia tidur, meninggalkan aku dalam kegalauan." Ucap Jino terkejut. Dia menarik nafas dan membuangnya sembarang. Wanita itu sudah tertidur dengan lelap karena pengaruh obat anti defresi itu. Haldol memang menenangkan dan membuat syaraf si peminum relax dan mengandung obat tidur. Jino sangat menyesal karena tadi dia tidak melarang sang istri untuk meminum obat itu. Padahal Jino sudah sangat menggebu.


Wajah kecewanya terlihat dia bangun dan membenarkan pakaian sang istri yang sudah terbuka. "Malam ini malam pertama pernikahan Kita sayang, tetapi kamu malah meninggalkan aku tidur lebih dahulu, taukah kamu tubuhku sudah sangat siap untuk menerkam tubuhmu, tetapi aku tak bisa menyentuh wanita yang sedang tidur, aku ingin kamu bangun dan sama-sama merasakan indahnya malam pengantin. Tidak apa-apa, aku akan menunggu sampai hari esok, selamat tidur sayang, selamat tidur istriku tercinta." Ucap Jino mengecup kening sang istri lalu memeluknya dengan erat, pria itupun memejamkan mata dan berusaha untuk tidur.


🌺 Bersambung 🌺

__ADS_1


__ADS_2