Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Api Cemburu


__ADS_3

Jeff sampai di rumah dengan menahan rasa marahnya.



"Brugh


Jeff menutup pintu mobilnya sangat kencang. Lalu masuk ke dalam rumahnya. Jeff melihat ke sekeliling. Entah siapa yang dia cari.



"Jeff sayang kamu sudah pulang nak"


Ucap sang mama.



Namun Jeff hanya terdiam sambil naik ke lantai atas.



"Buka bang pintunya!..


Ucap Jeff lantang.



Jino mendengar dan langsung membuka pintu kamarnya.



"Ada ap



"Bugh bugh bugh



Jeff langsung menonjok wajah Jino sebanyak tiga kali sampai Jino tersungkur ke lantai. Hidung Jino mengeluarkan darah segar dan terus mengalir.



"Aw hss apa-apaan Jeff


Ucap Jino merintih kesakitan .



"Kurang ajar Lo bang, lagi lagi Lo gangguin Kisya"


Teriak Jeff sambil hendak menonjok Jino untuk ke 4 kali.



"Cukup Jeff !!!


Teriak papa Geovandra. Papa lalu menghampiri Jino dan memeriksa keadaan Jino . Jino merintih kesakitan.



"Dia kurang ajar pah ,dia gangguin Kisya lagi"


Teriak Jeff menahan nafsunya.



"Diam Jeff, kamu selalu cari masalah.. cukup nak, bicarakan semua baik baik!..


Ucap mama murni dengan tangisannya.



Hidung Jino masih mengeluarkan darah.



Oek oek oek


Suara tangis si bayi kecil terdengar sangat kencang. Jino yang kesakitan mencoba bangkit bangun sambil menutup hidupnya yang masih mengeluarkan darah segar. Jino langsung menggendong bayi kesayanganya.



"Ini Daddy nak, jangan nangis !..


Ucap Jino pelan sambil merintih kesakitan , darahnya Masi menetes dan malah keluar lebih banyak dan menetes sampai ke baju baby Vano .



"Sudah Jino obati dulu lukamu biar papa yang mengendong Vano "



"Tidak termakasih, mulai detik ini Jino akan pindah dari rumah ini pa, Jino hanya ingin Hidup tenang bersama Vano ."


Ucap Jino sambil menahan rasa sakit nya. Bayi Vano Masi menangis dengan Sangat kencang.



"Jangan nangis lagi Dede, Daddy tidak kenapa-napa,diem ya sayang!..


Jino berupaya untuk mendiamkan baby Vano. Sedangkan Jeff Masi menggebu-gebu dengan amarahnya.



"Ayo kita duduk dan bicara!..


Ucap tuan Geovandra dengan penuh penekanan.



Jeff diam dengan hawa nafsunya. Sedang Jino Masi kesakitan sambil menggendong sang bayi. Kini darah dari hidung Jino sudah berhenti.



"Sebenarnya ada apa ini?..


Ucap papa sambil menyantap Jeff dengan inten.



"Dia pah, dia sudah menganggu kiysa lagi, dia membawa kisya menginap "



"Menginap, dimana?..



"Di wisma atlit pah semalam "


Ucap Jeff dengan nafas yang memburu.



"Apa benar itu Jino?..

__ADS_1


Tanya papa pelan dengan kening yang mengerut.



"Jino tidak menggangu Kisya pa, kisya yang datang sendiri menghampiri Jino! Ucap Jino pelan karena bibirnya merasa sakit, sudut bibir nya luka karena bogem mentah dari Jeff.



"Bohong pa, dia pasti bohong!..


Ucap Jeff lantang dengan emosinya yang menggebu.



"Diam dulu Jeff, papa bilang diam!...


Ucap papa dengan nada yang lantang menatap Jeff penuh nanar.


Jeff terdiam membuang muka karena kecewa dengan sikap papanya.



"Ayo Jino jelaskan semuanya !..



"Jino tidak menggoda Kisya pa, Jino sudah mencoba menghindar darinya, akan tetapi, Kisya mengejar Jino sampai ke kolam renang, dia sepetinya saat itu sangat merindukan Vano pa, Kisya bahkan menangis saking rindunya terhadap Vano, Jino tidak tega melihat Kisya menangis"


Jino menitikan air mata nya dengan wajah yang menunduk.



"Lalu untuk apa kalian bermalam bersama, apa kamu melakukanya lagi?..



"Tidak pa, Jino sudah tobat pa, kenapa kalian menghakimi Jino seperti ini, aku adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, tetapi apakah aku tidak bisa kalian percaya untuk menjadi orang yang baik, aku sudah berubah pa, aku sudah hidup lebih baik dari kemaren, tetapi kenapa kalian tetap membenciku seolah aku adalah penjahat yang terus terusan berbuat kriminal, Jino memang sudah berbuat salah, tolong percayalah kalo aku sudah berusaha untuk berubah lebih baik lagi."



Jino menangis dengan sangat pilu, air mata nya menetes jatuh di pipi Vano , Vano menatap sang ayah dan akhirnya menangis pula.



Oek oek oek



"Sayang maapkan Daddy nak!..


Ucap Jino dengan suara bergetar menahan tangis.



"Kalian menginap bersama, wajar saja Jeff curiga"


Ucap papa datar. Sebenarnya papa sangat iba melihat Jino dengan bawah babak belur sambil menggendong bayinya. Papa terlihat sesak dan ingin sekali memeluk sang putra.



"Saat itu hujan deras pa, Vano kedinginan dan kulitnya membiru, Kisya cemas dan Jino juga, akhirnya Jino mengajak Kisya untuk menidurkan Vano di kamar atlit ,tetapi akhirnya kami ketiduran"


Ucap Jino pelan.



"Alasan alasan , buang semua alasan busukmu bang, aku tidak percaya !


Teriak Jeff dengan kemarahan. Jeff benar benar terbakar api cemburu . Dia tidak bisa mendengar penjelasan apapun.



Ucap Jino lantang dengan sidut bibir yang perih.



"Baiklah Jino papa percaya padamu"



"Pa, jangan percaya begitu saja!..


Ucap Jeff lantang.



"Jeff sayang sudah nak!..


Ucap mama murni dengan mata berkaca-kaca.



"Kalo memang kamu Masi saja tidak bisa mempercayai ucapanku, maka tanyakan sendiri kepada Kisya , apa yang kami lakukan disana, dan tolong katakan padanya, jangan membuat masalah dengan menempel pada Vano , karena aku sendiri tidak nyaman "


Ucap Jino pelan namun penuh penekanan.



Jeff terdiam seribu bahasa ketika Jino menyuruhnya bertanya langsung kepada Kisya .



"Sudahlah sekarang kalian berbaikan, ini salah faham!


Ucap papa dengan penuh harapan.



"Iya Jeff minta maaplah pada abangmu!..


Ucap mama sambil menggenggam tangan Jeff dengan lembut.



Jino hanya terdiam sambil menggendong Vano . Dan Jeff juga sepertinya enggan untuk meminta maap. Kini suasana lebih hening dari biasanya.



"Ayo Jeff minta maap sama abangmu!.


Ucap papa sambil menatap Jeff tajam.



"Tapi


Ucapan Jeff terhenti.



"Tapi tidak ada tapi tapian, minta maaplah sama Jino!..


Ucap papa dengan suara yang lantang.


__ADS_1


Jeff terkejut dan menelan ludah .sedang jino tetap dalam posisinya. Jeff masih terdiam.



"Murni, apa ini hasil didikanmu, bagaimana kau mendidik anak anak kita, kamu gagal mendidik Jino , kamu gagal mendidik Jeff, Jino telah menjadi penjahat gara gara kamu, sekarang Jino sudah berubah dan lebih dewasa, baru aku tau ternyata Jeff penuh emosi juga, bahkan putra mu tidak tau caranya meminta maap, lihat Jino sudah babak belur karena dia salah faham ,dan sekarang dia tidak mau minta maap, apa kerjamu selama ini, mana hasil didikan mu, ingatkah dulu aku menikah denganmu untuk membantuku mendidik bayi tanpa ibu itu,hah sudahlah"


Ucap papa dengan sangat emosi.



"Pah mama minta maap, Jeff minta maap sama abangmu cepat!..


Teriak murni dengan tangisannya.



"Ma, maapin gue bang!..


Ucap Jeff pelan lalu Jeff pergi beranjak dari kamar Jino.



Jino menitikan air matanya. Jino menidurkan Vano dan membuat susu untuk bayi kesayanganya. Hatinya begitu sakit karena merasa tidak di percaya oleh keluarga sendiri.



"Tidak kah kalian percaya bahwa aku sudah berubah!


Ucap Jino dalam hatinya.


Jino menghela nafas berat dan air matanya menetes tanpa dia sadari. Dadanya terasa sesak dan hatinya sangat sakit . Jino tak menghiraukan rasa sakit di wajahnya. Jino sudah tak peduli rasa perih pada pelupuk bibirnya yang Masi luka. Hatinya lebih sakit dari fisiknya.



"Mama,


Ucap Jino dalam hatinya sambil menghela nafas sesak dan berat. Jino benar-benar merindukan almarhum mamanya.



"Vano, ini minum susu nya sayang, lihat ,kamu melihat Daddy menagis lagi, maapkan Daddy yang terlalu cengeng untuk ini, sayang, cepat besar, Daddy janji daddy Tidak akan memberi Vano ibu tiri, apalagi saudara tiri"


Ucap Jino dalam hatinya.


Jino menghela nafas menahan tangisnya. Hidupnya begitu perih. Beban yang terasa sangat berat. Kini dia sudah bertekad untuk angkat kaki dari rumah yang sudah seperti neraka baginya.



"Jino


Ucap mama murni mengejutkan Jino.


Jino terdiam sambil menyeka air matanya.



"Maapkan mama selama ini, maapkan semua sikap mama sayang!..


Ucap mama murni dengan Isak tangisnya.



Jino hanya terdiam dengan menahan tangis. Dan terus menatap sang buah hati untuk menghindari kontak mata dengan sang mama.



"Mama sudah bersalah sama kamu Jino, tolong maapkan mama, mama akan berubah ,mama akan berubah, seperti kamu yang berubah, mama juga akan seperti itu!..


Tangis mama murni sangat melirih.



"Sudah jangan menangis ma, ini bukan kesalahan mama, tetapi ini adalah takdir Jino, Jino memaapkan semua orang yang ada disini, dan tolong berhentilah menangis dan tolong tinggalkan Jino bersama Vano saja!...


Ucap Jino dengan suara serak dan nafas yang berat.



"Baiklah Jino terimakasih, mama ke bawah dulu ya nak"


Ucap mama murni sambil beranjak pergi meninggalkan kamar Jino.


Jino memeluk Vano dengan erat, mengecup dan memeluk kembali.



"Sayang, Daddy cuma punya kamu, mungkin Tuhan mengirim kamu untuk menemani Daddy ,iya kan sayang, cepat besar sayang !..


Ucap Jino dalam hatinya dengan tatapan penuh cinta. Sedang Vano sendiri kini tersenyum dengan lucunya.



"Jino



"Pa



"Kamu jadi pindah dari rumah ini?...


Ucap papa sambil mengoleskan betadine pada luka di bibir Jino.



"Aw , eh iya pa.


Ucap Jino meringis karena perih.



"Lain kali, jika ada kesalahpahaman seperti ini, kamu harus melawannya!..


Ucap papa pelan sambil terus mengobati luka nya Jino.



Dan Jino hanya terdiam . Jino merasa tenang karena papa nya mendukungnya. Hatinya sedikit terobati.



" Papa tau kamu benci papa karena terlalu sibuk dan tidak perduli dengan kamu nak, tetapi perlu kamu tau, kamu adalah putra kesayangan papa Jino , papa senang kamu berubah menjadi lebih baik"


Ucap papa Geovandra dengan mata yang berkaca-kaca .


Jino meneteskan air matanya mendengar ucapan sang papa.



Bersambung.



__ADS_1


__ADS_2