Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
S I B U K


__ADS_3

Jino kini sudah sampai di Belanda. Dia dan beberapa asistennya sudah masuk ke kamar masing-masing. Mereka menginap di hotel. Hotel milik perusahaan Papa Geovandra. Jino merebahkan tubuh lelahnya. Setelah perjalanan jauh. Dia akan mulai ke kantor besok pagi.


Terlihat suara ponselnya berdering. Karena saking lelahnya Jino tidak mengangkat telepon itu. Bahkan kiriman foto Baby Vano untuknya sama sekali tidak dia baca. Jino saat ini hanya ingin tidur saja. Dan benar saja, Jino langsung tertidur dengan seketika.


Kisya merasa cemas. Karena Jino tidak kunjung membaca pesan line-nya. Kisya tidak tahu apakah Jino sudah sampai atau belum di Belanda. Kecemasan Kisya bertambah karena sang suami tidak kunjung membaca pesannya. Padahal Jino tertidur karena kelelahan. Maklumlah jarak tempuh dari Indonesia ke Amsterdam sangat lama. Yaitu sekitar empat belas jam lamanya. Makanya Jino merasa lelah dan langsung tertidur sesampainya di hotel.


Di Indonesia saat ini adalah jam sepuluh malam. Sedang di belanda saat ini adalah jam empat subuh. Karena itu perbedaan waktu juga membingungkan. Perbedaan waktu di Indonesia dengan Belanda sekitar enam jam. Dan Kisya tidak mengetahui tentang hal itu. Malam itu Kisya begitu gelisah. Dia tidak bisa tidur karena cemas. Jino masih tidak menghubungi dirinya.


Kisya sengaja membawa Baby Vano untuk tidur bersama dirinya. Karena selama ini Baby Vano tidur bersama Mama Murni. Kisya memeluk erat tubuh sang buah hatinya. Untuk mengalihkan semua kecemasan yang dia rasakan. Dia khawatir ada sesuatu hal yang menimpa suami tercintanya. Karena tidak biasanya Jino tidak membalas pesan darinya.


Kisya sama sekali tidak tahu kalau Jino tengah kelelahan dan tertidur dengan lelap. malam itu menjadi malam pertama tidurnya yang sepi dan penuh kegelisahan. Tidak menyangka bahwa dirinya merasakan juga rasanya sebuah ketergantungan. Kisya merasa Jino kini sudah menjadi candu untuknya.


Kisya sudah sangat ketergantungan terhadap sang suami. Rasa cintanya kini begitu besar dan tidak bisa lagi ada yang bisa menggoyahkan perasaannya. Tujuan hidupnya kini hanya bersama dengan Jino dan hidup bahagia bersama dengan anak-anak mereka.

__ADS_1


Kisya yang merasa resah dan gelisah lalu menelepon kembali nomor ponsel sang suami. Dan kali ini ponsel Jino mati. Kisya tidak bisa menghubungi suaminya sama sekali. Kisya merasa sangat frustasi dibuatnya. Waktu sudah semakin larut. Dan Kisya masih belim bisa tidur juga. Akhirnya Kisya memutuskan untuk meminum obat tidur dari Dokter. Dan hanya dengan itu Kisya bisa tertidur dengan lelap. Dan melupakan rasa cemas yang mendera-nya.


🌺🌺🌺


Pagi itu sekitar jam 6. Petugas hotel sudah menelepon kamar Jino dan menawarkan untuk sarapan di kamar atau di resto. Jino menjawab dengan mata yang sudah untuk terbuka. Jino mengatakan. Bahwa dirinya akan makan di resto saja bersama dengan Tim-nya.


Jino bergegas bangun dari tempat tidurnya. Dan tanpa sengaja dia menyenggol ponselnya sampai terjatuh ke bawah kolong tempat tidurnya. Jino tak tau ponsenya jatuh dan dengan santai Jino mandi dan bergegas untuk masuk ke dalam perusahaan untuk menginvestigasi semua kerusuhan yang di buat oleh Jacob. Jino kini telah selesai bersiap dan dia melupakan ponselnya yang jatuh ke bawah tempat tidur.


Jino turun dari kamarnya dan menuju ke resto. Setelah mereka sarapan dan mereka dengan segera menuju ke kantor. Disana Jino begitu sibuk memeriksa berkas-berkas. Semua orang disana sudah mulai melihat aura membunuh Jino. Mereka tahu bos kecilnya itu sangat pemarah. Mereka tahu ketika Jino bertengkar Dengan papa Geovandra di kantor waktu itu. Mungkin sekitar dua tahun sebelum kejadian Jino menodai Kisya.


Akan tetapi mereka memuji semua kepadaian Jino. Karena itu mereka segan dan takut kepada Jino. Jino terus memeriksa berkas sampai lupa waktu. Dan saling banyaknya berkas yang harus dia periksa, dia sampai lupa kalau ponselnya tidak ada.


Jacob sendiri kalang kabut karena kedatangan Jino. Dia pikir yang datang adalah Tuan Geovandra yang sama tua-nya dengan dirinya. Ternyata yang datang adalah macan yang masih bertaring tajam yang sangat pintar menerkam lawannya. Jino menemukan beberapa kejanggalan. dan itu akan dia pakai sebagai barang bukti di pengadilan nanti.

__ADS_1


Sampai sore hari Jino masih disibukan dengan setumpuk berkas dan diapun hanya bisa makan delivery saja. Setelah lelah dan sudah mulai lemas. Jino dan Tim menutuskan untuk pulang kembali ke hotel. Saat itu waktu menunjukan angka jam delapan malam dan Jino sudah sangat lelah. Jino lalu merebahkan tubuh lelahnya di kasur hotel. Dan tanpa menunggu lama. Jino pun masuk ke dalam dunia mimpi. Kini Jino tertidur dengan lelap.


Karena kesibukannya Jino benar-benar melupakan sang istri yang mencemaskan dirinya di rumah. Karena kesibukannya pula Jino bahkan lupa dengan ponselnya yang mati dan jatuh ke kolong tempat tidur.


Alasan Jino begitu sibuk yaitu, karena dirinya ingin segera menyelesaikan masalah di kantor dan ingin segera pulang kembali ke tanah air dan berkumpul kembali dengan istri dan anak kesayangannya. Karena itu dia begitu fokus dalam memeriksa dokumen. Karena dia tidak mau melewatkan satupun hal yang bisa menjadi barang bukti untuk kekuatanya di pengadilan nanti.


Jino kini bahkan mendengkur dengan halus karena dia begitu lelah. Keesokan harinya Jino kembali sibuk kembali dengan investasi-nya. Lagi dan lagi dia sampai lupa makan dan minum saking fokusnya. Jino juga melupakan Kisya dan Baby Vano. Bukan maksud melupakan. Tetapi Jino benar-benar konsentrasi dengan Masalah yang mendera perusahaan. Sehingga dia tidak boleh asal-asalan dalam memeriksa semua berkas.


Sore itu Jino Kembali ke hotel dan Jino langsung tertidur lagi karena lelah. Satu hari ,dua hari, tiga hari, dan empat hari Jino dengan kesibukannya. Dia sangat sibuk dan sama sekali tidak menghubungi sang istri. Kisya di rumah begitu cemas. Terkadang Kisya menangis dengan pilu. Dia bertanya-tanya kenapa sang suami sudah empat hari pergi tetapi tidak kunjung memberi kabar bahkan semua pesan Kisya tidak dibuka.


Kisya tidak bisa menelepon Jino dikarenakan ponselnya Jino mati dan Jino sendiri masih belum sadar keberadaan ponselnya entah berada dimana. Jino tidak tahu bahwa Kisya begitu mencemaskan dirinya. Jino tidak tahu bahwa istrinya setiap malam menangis menanti kabar darinya. Karena yang Jino tahu saat ini dia ingin segera menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2